Bolehkah Berutang dalam Islam?

◼◽◼◽◼◽◼◽◼◽

✉️❔PERTANYAAN:

Assalamu’alaikum ust, Afwan minta waktu nya ya… Ada pertanyaan dari Ikhwan… Apa boleh kita berhutang dalam Islam? Berhutang seperti apa yg tidak diperbolehkan dalam Islam ?? Mohon sekali pencerahannya ust Jazakallah ust

✒️❕JAWABAN

◼◽◼◽◼◽◼◽◼◽

Wa’alaikumussa wa Rahmatullah wa Barakatuh

Boleh, dengan syarat:

– Memang perlu, tidak menjadi kebiasaan atau kecanduan
– yakin bisa bayar
– Tidak mengandung riba

Allah Ta’ala membolehkan dan Rasulullah ﷺ sendiri pernah berhutang ..

Dalam Al Qur’an:

َا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى فَاكْتُبُوهُ

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai (berhutang) untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya.” (QS. Al Baqarah : 282)

وَإِنْ كُنْتُمْ عَلَى سَفَرٍ وَلَمْ تَجِدُوا كَاتِبًا فَرِهَانٌ مَقْبُوضَةٌ فَإِنْ أَمِنَ بَعْضُكُمْ بَعْضًا فَلْيُؤَدِّ الَّذِي اؤْتُمِنَ أَمَانَتَهُ وَلْيَتَّقِ اللَّهَ رَبَّهُ وَلَا تَكْتُمُوا الشَّهَادَةَ وَمَنْ يَكْتُمْهَا فَإِنَّهُ آَثِمٌ قَلْبُهُ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ

“Jika kamu dalam perjalanan (dan bermu’amalah tidak secara tunai-berhutang) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ADA BARANG TANGGUNGAN yang dipegang (oleh yang berpiutang). Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (hutangnya) dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya; dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian” (QS. Al Baqarah: 283).

Aisyah Radhiallahu ‘Anha berkata:

اشْتَرَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ يَهُودِيٍّ طَعَامًا بِنَسِيئَةٍ، وَرَهَنَهُ دِرْعَهُ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membeli sebagian bahan makanan dari seorang yahudi dengan pembayaran ditunda (berhutang) dan beliau juga menggadaikan perisai kepadanya.”

(HR. Bukhari No. 2096 dan Muslim No. 1603)

Bahkan berhutang untuk keperluan ibadah juga diperbolehkan, misal untuk qurban, aqiqah, Umrah dan haji, asalkan kembali ke tiga ketentuan di atas.

Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyah menceritakan dari Al Haarits tentang dialog antara Imam Ahmad bin Hambal dan Shalih (anaknya), katanya:

وقال له صالح ابنه الرجل يولد له وليس عنده ما يعق أحب إليك أن يستقرض ويعق عنه أم يؤخر ذلك حتى يوسر قال أشد ما سمعنا في العقيقة حديث الحسن عن سمرة عن النبي كل غلام رهينة بعقيقته وإني لأرجو إن استقرض أن يعجل الله الخلف لأنه أحيا سنة من سنن رسول الله واتبع ما جاء عنه انتهى

Shalih –anak laki-laki Imam Ahmad- berkata kepadanya bahwa dia kelahiran seorang anak tetapi tidak memiliki sesuatu buat aqiqah, mana yang engkau sukai berhutang untuk aqiqah ataukah menundanya sampai lapang keadaan finansialnya. Imam Ahmad menjawab: “Sejauh yang aku dengar, hadits yang paling kuat anjurannya tentang aqiqah adalah hadits Al Hasan dari Samurah, dari Nabi bahwa, “Semua bayi tergadaikan oleh aqiqahnya,” aku berharap jika berhutang untuk aqiqah semoga Allah segera menggantinya karena dia telah menghidupkan sunah di antara sunah-sunah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan telah mengikuti apa-apa yang Beliau bawa. Selesai. (Tuhfatul Maudud fi Ahkamil Maulud, Hal. 64. Cet. 1, 1971M-1391H. Maktabah Darul Bayan)

Demikian. Wallahu A’lam

✏ Farid Nu’man Hasan

Bayi yang Belum Diaqiqahkan Tidak Bisa Memberi Syafa’at Kepada Orang Tuanya?

◼◽◼◽◼◽◼◽◼◽

✉️❔PERTANYAAN:

Bismillah, afwan ustadz
Ada titipan pertanyaan

1.) Sebagai seorang muslim kita di suruh untuk beribadah kepada Allah dan menjauhi larangannya beriman terhadap rukun iman yang ada , sebagai orang awam apa kah itu cukup ??
Sedangkan waktu zaman nabi itu cobaan ny sepertinya berat2 , ujian ny sepertinya lebih berat ,nah kita kan hidup di zaman modernisasi berarti trus merdeka berarti Allah kasi ujian itu beda lagi ya atau bagaimana ??

2.) Apa benar anak yg tidak di aqiqahi tidak bisa memberi syafaat untuk kedua orangtua nya di yaumul akhir ?

Syukron


✒️❕JAWABAN

◼◽◼◽◼◽◼◽◼◽

Bismillahirrahmanirrahim..

1. Untuk orang awam, asalkan dia beriman kepada rukun iman yang 6 dan menjalankan rukun Islam yang 5.. (ada pun Haji jika mampu, zakat jika nishab), serta menjauhi larangan agama, maka itu sudah cukup.

عَنْ طَلْحَةَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ
أَنَّ أَعْرَابِيًّا جَاءَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَائِرَ الرَّأْسِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَخْبِرْنِي مَاذَا فَرَضَ اللَّهُ عَلَيَّ مِنْ الصَّلَاةِ فَقَالَ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسَ إِلَّا أَنْ تَطَّوَّعَ شَيْئًا فَقَالَ أَخْبِرْنِي مَا فَرَضَ اللَّهُ عَلَيَّ مِنْ الصِّيَامِ فَقَالَ شَهْرَ رَمَضَانَ إِلَّا أَنْ تَطَّوَّعَ شَيْئًا فَقَالَ أَخْبِرْنِي بِمَا فَرَضَ اللَّهُ عَلَيَّ مِنْ الزَّكَاةِ فَقَالَ فَأَخْبَرَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَرَائِعَ الْإِسْلَامِ قَالَ وَالَّذِي أَكْرَمَكَ لَا أَتَطَوَّعُ شَيْئًا وَلَا أَنْقُصُ مِمَّا فَرَضَ اللَّهُ عَلَيَّ شَيْئًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفْلَحَ إِنْ صَدَقَ أَوْ دَخَلَ الْجَنَّةَ إِنْ صَدَق

Dari Thalhah bin ‘Ubaidullah; Ada seorang Arab Badui datang kepada Rasulullah ﷺ dalam keadaan kepalanya penuh debu lalu berkata, “Wahai Rasulullah, kabarkan kepadaku apa yang telah Allah wajibkan buatku tentang shalat?”. Maka beliau ﷺ menjawab, “Shalat lima kali kecuali bila kamu mau menambah dengan yang tathowwu’ (sunnat) “. Orang itu bertanya lagi, “Lalu kabarkan kepadaku apa yang telah Allah wajibkan buatku tentang puasa?”. Maka beliau ﷺ menjawab, “Puasa di bulan Ramadan kecuali bila kamu mau menambah dengan yang tathowwu’ (sunnat) “.”Dan shiyam (puasa) Ramadan”. Orang itu bertanya lagi, “Lalu kabarkan kepadaku apa yang telah Allah wajibkan buatku tentang zakat?”. Berkata, Thalhah bin ‘Ubaidullah radhiallahu’anhu: Maka Rasulullah ﷺ menjelaskan keorang itu tentang syari-at-syari’at Islam. Kemudian orang itu berkata, “Demi Dzat yang telah memuliakan Anda, Aku tidak akan mengerjakan yang sunnah sekalipun, namun aku pun tidak akan mengurangi satupun dari apa yang telah Allah wajibkan buatku”. Maka Rasulullah ﷺ berkata, “Dia akan beruntung jika jujur menepatinya atau dia akan masuk surga jika jujur menepatinya ”

(HR. Bukhari no. 1891)

2. Tidak ada hadits yang secara harfiyah menyebut seperti itu. Yang ada adalah hadits: setiap bayi yang lahir tergadaikan oleh aqiqahnya. Salah satu penjelasan ulama tentang makna tergadai oleh aqiqahnya adalah jika bayi itu wafat dan belum diaqiqahkan maka dia tidak menjadi syafaat buat ortuanya, seperti yang dikatakan Imam Ahmad bin Hambal.

Demikian. Wallahu a’lam

✏ Farid Nu’man Hasan

Jenis Salat Sunnah

◼◽◼◽◼◽◼◽◼◽

✉️❔PERTANYAAN:

Assalamu’alaikum Ustadz Afwan izin bertanya…ana pernah Dengar teman berbicara ttng “sholat sunah Mutlaq”…yg mau ana tanyakan apakah bnr ada sholat sunah Mutlaq,klo mmng iya dikerjakan pada saat apa dan untuk tujuan apa serta seperi apa Lafadz niatny?

✒️❕JAWABAN

◼◽◼◽◼◽◼◽◼◽

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh

Shalat sunnah secara umun ada dua jenis:

1. Shalat sunah muqayyad

Muqayyad artinya terikat. Yaitu shalat sunnah yang terikat oleh sebab, baik adanya peristiwa atau waktu.

Seperti dhuha di waktu pagi, tahajud di waktu malam, rawatib, istisqo, tahiyatul masjid di kala masuk masjid, dll.

Nama lain shalat sunnah muqayyad adalah sunnah mu’allaq.

2. Shalat sunnah muthlaq

Yaitu shalat sunnah tanpa sebab, baik waktu atau peristiwa. Dengan kata lain, seseorang sekadar ingin shalat sunnah saja dalam rangka mencari pahala, ridha Allah, atau pendekatan diri kepada Allah.

Waktunya bebas asalkan jangan di waktu-waktu terlarang shalat. Caranya seperti shalat sunah biasa, jumlah rakaatnya tidak baku, mau 2 rakaat, 10, 20, 1000.. Bebas saja.

Wallahu A’lam

✏ Farid Nu’man Hasan

Prediksi Kenabian Tentang Dunia Islam: Cinta Dunia Dan Takut Mati (Renungan Atas Kesendirian Para Pejuang Palestina)

Banyak orang bertanya-tanya.. bahkan protes .. kenapa pemimpin Arab dan dunia Islam diam saja atas penindasan dan genosida yang terjadi di Gaza?

Kanan Kiri mereka disebut-sebut sebagai negeri Islam yang kuat militernya. Yang ini punya nuklir, yang itu punya rudal canggih, pesawat tempur super canggih… bla bla..

Tapi mereka hanya bisa mengutuk, menyayangkan, dan menyesali apa yang dilakukan oleh teroris Zionis Yahudi di belakang meja KTT, yang semuanya adalah pemanis dan lips service..

Anehnya, mereka sekaligus mengutuk para mujahidin Palestina juga, khususnya HAMAS ..

Banyak analisa yang muncul tentang keanehan para pemimpin Arab dan Islam saat ini:

– Mereka tidak ingin perang meluas sehingga ekonomi tidak stabil

– Agenda normalisasi sebagian negara Arab dengan Israel dapat terganggu sehingga berbagai proyek kerjasama menjadi terganggu pula

– Kerjasama ekonomi mereka sudah lama dengan Israel jika mereka ikut perang maka akan merugikan ekonomi dalam negeri

– Yang paling mengerikan -seperti yang dikatakan Dr Musa Abu Marzuq di AlJazeera- pembiaran ini memang keinginan mereka juga untuk melenyapkan HAMAS. Khususnya negara-negara Arab yang memasukkan HAMAS sebagai daftar teroris sebagaimana keinginan AS

Semua analisa ini, apa pun itu ujung-ujungnya adalah ketakutan penderitaan duniawi.. ekonomi, proyek, kekuasaan, jabatan, dan semisalnya.

Sehingga yang berani mereka lakukan hanya bantuan kemanusiaan; makanan, pakaian, obat-obatan, …. kekuatan militer ? Tidak.

Padahal Palestina bukan hanya butuh modal hidup, tapi juga butuh modal alat perlawanan untuk kemerdekaan. Sebagaimana dahulu pejuang kemerdekaan Indonesia pun membutuhkan bedil dan peluru untuk mengusir penjajah.

Apa yang terjadi saat ini mengkonfirmasi akurasi hadits Rasulullah ﷺ atas apa yang terjadi pada umatnya.

عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمْ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ الْوَهْنَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهْنُ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ

Dari Tsauban ia berkata, “Rasulullah bersabda:

“Hampir-hampir bangsa-bangsa mengeroyok kalian (umat Islam), layaknya memperebutkan makanan yang berada di atas tempat makan.”

Seorang laki-laki berkata, “Apakah kami waktu itu berjumlah sedikit?”

Beliau menjawab: “Justru jumlah kalian pada waktu itu sangat banyak, namun kalian seperti buih di genangan air. Sungguh Allah mencabut rasa takut musuh kalian kepada kalian, dan Allah tanamkan ke dalam hati kalian Al Wahn.”

Seseorang lalu berkata, “Wahai Rasulullah, apa itu Al Wahn?” beliau menjawab: “Cinta dunia dan takut mati.”

(HR. Abu Daud no. 4297. Shahih)

Ya, cinta dunia dan takut mati. Pemimpin-pemimpin Barat telah bahu membahu membela Zionis, mengirim senjata, tentara bayaran, pesawat tempur, dsb. Pemimpin Islam hanya masih wacana dan gimik saja …

Semoga Allah Ta’ala memberikan kesabaran, kekuatan, dan kemenangan kepada para pejuang di Palestina baik di medan pertempuran, paramedis, ulama, rakyatnya, pejuang medsos, dan semua yang masih merindukan kemerdekaan bagi Palestina dan Baitul Maqdis.

Wallahul Musta’an!

Wa Shalallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘Ala Aalihi wa Shahbihi wa Sallam

✍ Farid Nu’man Hasan

scroll to top