Dalil Bahwa Teman Menjadi Jalan ke Surga/Neraka

▫▪▫

PERTANYAAN

Assalammu’alaikum ust, Afwan pagi sdh ganggu waktunya…🙏🏻

Ada pertanyaan titipan dari teman mesjid :

Apa dalil Sunnah nya bhw teman atau sahabat bisa menjadi jalan kita ke surga atau neraka saat nanti di Yaumil hisab ??

Mohon pencerahannya ust 🙏🏻

Jazakallah khaiiran jazaa 🤲🏻 (+62 812-9252-xxxx)


 JAWABAN

▪▫▪

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh

Banyak dalil bahwa bersahabat dengan orang-orang shaleh, orang-orang yang saling mencintai karena Allah Ta’ala, mereka akan dikumpulkan di surga.

Pertama:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: إِنَّ اللَّهَ يُدْخِلُ بِشَفَاعَةِ رَجُلٍ مِنْ أُمَّتِي أَكْثَرَ مِنْ بَنِي تَمِيمٍ

“Sesungguhnya Allah akan memasukkan ke dalam surga sekelompok orang karena syafaat dari seorang lelaki di antara umatku yang lebih banyak dari jumlah Bani Tamim.” (HR. Bukhari, no. 7439)

Kedua:

عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ عَنْ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: الْمُتَحَابُّونَ فِي جَلَالِي لَهُمْ مَنَابِرُ مِنْ نُورٍ يَغْبِطُهُمُ النَّبِيُّونَ وَالشُّهَدَاءُ

“Allah berfirman, ‘Orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku, bagi mereka mimbar-mimbar dari cahaya. Para nabi dan syuhada pun iri kepada mereka.’”
(HR. Tirmidzi, no. 2390, shahih)

Wallahu A’lam

✍️ Farid Nu’man Hasan

Istri Wajib Taat Pada Suami Meski Suami Berpenghasilan Rendah?

▫▪▫

PERTANYAAN

Assalamu’alaikum ust Farid yang di Cinta Allah Krn Ilmu nya.

Ust, teman kembali titip pertanyaan atas jawaban ust yg ini ke ana :

Ust, mohon jawabannya adakah fatwa ulama dgn sumber nya untk menguatkan atas tafsiran hadits yg umum ini mengenai kewajiban istri untk taat sama suami dalam hal ma’ruf sekalipun suami lemah penghasilan atau tidak penghasilan , mohon sekali ya ust.

Jazakallah khaiiran jazaa ust 🙏🏻 (+62 812-9252-xxxx)


 JAWABAN

▪▫▪

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah..

Kewajiban istri kepada suami sangat jelas disebutkan dalam sunnah sbb:

لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لِأَحَدٍ لَأَمَرْتُ النِّسَاءَ أَنْ يَسْجُدْنَ لِأَزْوَاجِهِنَّ لِمَا جَعَلَ اللَّهُ لَهُمْ عَلَيْهِنَّ مِنْ الْحَقِّ

Jikalau aku (diperbolehkan) untuk memerintahkan seseorang bersujud kepada orang lain, niscaya kuperintahkan para wanita agar bersujud kepada suami-suami mereka, karena hak yang telah Allah berikan kepada mereka. (HR. Abu Daud no. 2140, shahih)

Kenyataannya sujud hanya boleh kepada Allah Ta’ala. Hadits ini hanya menunjukkan bahwa saking besar hak suami dari istrinya. Ini hadits berlaku umum baik suami miskin atau kaya. Tidak ada kamusnya “taat itu hanya kepada suami berpenghasilan tinggi” dan “tidak wajib taat kepada suami yang penghasilan rendah”.

Para ulama menjelaskan:

اتفق الفقهاء على أن طاعة الزوج واجبة على الزوجة، لقوله تعالى الرجال قوامون على النساء بما فضل الله بعضهم على بعض وبما أنفقوا من أموالهم ولقوله تعالى ولهن مثل الذي عليهن بالمعروف وللرجال عليهن درجة، واتفقوا كذلك على أن وجوب طاعة الزوجة زوجها مقيدة بأن لا تكون في معصية لله تعالى، لأنه لا طاعة لمخلوق في معصية الخالق، لقوله صلى الله عليه وسلم: (لا طاعة لمخلوق في معصية الله عز وجل)

Para fuqaha sepakat bahwa ketaatan istri kepada suami adalah wajib, berdasarkan firman Allah Ta’ala, “Laki-laki adalah pemimpin perempuan karena Allah melebihkan sebagian dari mereka atas sebagian lainnya dan karena nafkah yang mereka keluarkan dari hartanya,” dan Allah Ta’ala berfirman, “ Dan mereka mempunyai hak yang sama dengan apa yang menjadi hak mereka dengan cara yang wajar, dan laki-laki mempunyai derajat di atasnya.” Mereka juga sepakat bahwa kewajiban seorang istri untuk menaati suaminya terikat dengan tidak melakukan kemaksiatan kepada Allah Ta’ala, karena tidak ada ketaatan kepada makhluk jika ia durhaka kepada Khaliq (Sang Pencipta) sebagaimana hadits Rasulullah: “(Tidak ada ketaatan kepada makhluk jika ia durhaka Allah Ta’ala.”
(Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyah, 41/313)

Demikian. Wallahu A’lam

✍️ Farid Nu’man Hasan

Bekerja Itu Untuk Kebutuhan Atau Keberkahan?

▫▪▫

PERTANYAAN

Assalamu’alaikum ust, Afwan 🙏🏻, mohon pencerahannya ust untk pertanyaan dibawah ini 👇🏻

Assalamu’alaikum ust Farid yang In Syaa Allah di Rahmati Allah…

Afwan jiddan ust ganggu istirahat nya 🙏🏻

Ust , ada pertanyaan yg dititip ke ana :

Klo kebutuhan real keluarga sebulan misalnya 8 juta, sedangkan kita bekerja atau berwirausaha tdk sampai 8 juta jadi terkesan bhw nominal lah yg menjadi utama.
Pertanyaan nya :

Dalam Fiqih Islam kita berkerja untk mencapai target nominal kebutuhan keluarga atau target keberkahan harta?

Karena ada ungkapan tidak apa sedikit asal berkah.

Mohon pencerahannya ust 🙏🏻

Jazakallah khaiiran ust (+62 812-9252-xxxx)


 JAWABAN

▪▫▪

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh

Islam tidak mengajarkan kemiskinan, tapi Islam mengajarkan kecukupan. Di Rukun Islam kita ada 2 rukun yang harus ditopang dengan harta yaitu haji dan zakat.

Maka silahkan mencari harta sebanyak-banyaknya harta, tapi yang halal agar berkah. Agar dapat menjalankan keseluruhan rukun Islam secara sempurna.

Allah Ta’ala memuji orang kaya yang tetap bersyukur dan tdk lupa dengan Allah Ta’ala, sebagaimana pujian kepada Nabi Sulaiman ‘Alaihissalam.

Allah Ta’ala berfirman:

وَوَهَبْنَا لِدَاوُودَ سُلَيْمَانَ نِعْمَ الْعَبْدُ إِنَّهُ أَوَّابٌ

Dan Kami karuniakan kepada Daud, anak bernama Sulaiman, Dia adalah sebaik- baik hamba. Sesungguhnya Dia Amat taat (kepada Tuhannya). (QS. Shad: 30)

Ini menunjukkan bahwa kekayaan tidaklah menjadi halangan utk tetap menjadi hamba terbaik asalkan tetap taat kepada Allah Ta’ala dan menjauhi laranganNya.

Nabi ﷺ memuji orang yang memiliki sesuatu (harta) lalu dia memberikannya kepada yang tidak punya: Tangan di atas lebih baik dibanding tangan yang di bawah. (HR. Al Bukhari No. 5040)

Sesungguhnya para sahabat nabi yang mubasyiruna bil jannah (dikabarkan akan masuk surga) hampir semua orang kaya harta, kecuali Ali Radhiallahu ‘Anhu.

Olah raga dan permainan yang dianjurkan Islam juga “berkelas dan elit” seperti berkuda, panah, dan pedang (anggar), hanya renang yang murah meriah.

Nabi ﷺ memerintahkan kita memisahkan tempat tidur (lebih bagus lagi memisahkan kamarnya). (HR. Abu Daud No. 495, Ahmad No. 6689, dll. Imam An Nawawi mengatakan: hasan) artinya, jika bangun rumah mesti banyak kamar agar ideal. Tentunya itu mesti ditopang dengan biaya besar.

Tapi jika kita belum mendapatkan apa yang kita inginkan dalam harta, maka jangan berkecil hati, tetap bersabar, dan positif thinking terhadap keadaan.

Sebab .. Di surga nanti kata Nabi ﷺ, kebanyakan isinya adalah orang-orang miskin dan lemah. (HR. Muttafaq ‘Alaih)

Di surga orang miskin memasukinya lebih dahulu dibanding orang kaya, mereka mahbusun (tertahan) dulu. (HR. Al Bukhari No. 5196)

Pertanyaan dan hisab di akhirat pun tidak sebanyak seperti pertanyaan bagi orang kaya, orang kaya akan ditanya tentang hartanya, dari mana dan buat apa. (HR. At Tirmidzi No. 2517, katanya: hasan shahih. Abu Ya’la No. 7434, Abu Nu’aim, 10/232)

Tidak sedikit orang-orang besar adalah orang yang diuji dengan kemiskinan, seperti Nabi Ayyub ‘Alaihissalam, namun karena kesabarannya Allah Ta’ala memujinya sebagai “ni’mal ‘abdu innahu awwab- hamba terbaik karena dia taat”. (QS. Shaad: 44)

Maka … semua keadaan itu baik bagi orang mu’min, jika dapat kebaikan disyukuri, jika dapat keburukan dia sabar.

Demikian. Wallahu A’lam

✍️ Farid Nu’man Hasan

Hadits Tentang Ruh di Kuburan Menjawab Salam

▫▪▫

PERTANYAAN

Assalamu’alaikum ustadz, mohon penjelasan takhrij hadits ini.. 👇

“Tak ada seorang muslim pun yang melewati kuburan saudaranya yang dulu dia kenal di dunia lalu mengucapkan salam kepadanya, kecuali Allah akan mengembalikan rohnya kepadanya sehingga ia menjawab salam.”

(HR. Baihaqi)

(+62 812-7399-xxxx)


 JAWABAN

▪▫▪

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah

Bunyi haditsnya:

مَا مِنْ رَجُلٍ كَانَ يَمُر بِقَبْر كَانَ يَعْرِفه في الدُّنيا، فَسَلَّمَ عَليه إِلا عرفه وَرَدَّ عَلَيه

Hadits ini diriwayatkan oleh:

– Ibnu ‘Asakir, At Tahdzib, jilid. 7, hal. 292, no. 853.

– As Suyuthi, Al Jami’ Al Kabir, jilid. 7, hal. 817, no. 19352.

Menurut Imam Ash Shan’ani hadits ini dhaif, lantaran ada seorang perawi bernama Abdurrahman bin Zaid yg disepakati kedhaifannya oleh para ulama.

Namun, ada hadits lain yang mirip dengan ini dari jalur Ibnu Abbas, dan dinyatakan shahih oleh Imam Ibnu Abdil Bar dan Abdul Haq, yaitu:

ما من أحد يمر بقبر أخيه المؤمن كان يعرفه في الدنيا فيسلم عليه إلا عرفه ورد عليه السلام

“Tidaklah seseorang yang melewati kubur saudaranya yang mukmin yang mana dia mengenalnya di dunia lalu dia mengucapkan salam kepadanya melainkan dia akan menjawab salamnya itu untuknya.”

(Imam ash Shan’ani, At Tanwir Syarh Al Jami’ Ash Shaghir, jilid. 9, hal. 484)

Demikian. Wallahu A’lam

✍️ Farid Nu’man Hasan

scroll to top