Bencana Alam dan LGBT

▪▫▫▫▫▫▫▪

📨 PERTANYAAN:

Apa ada hubungannya ustad gempa saat ini dgn lgbt? (+62 877-8474-xxxx)

📬 JAWABAN

🍃🍃🍃🍃🍃

Bismillah wal hamdulillah ..

Ya bukan mustahil, bagi seorang mu’min dan berakal sekaligus .. gempa bumi bukan semata fenomena alam, tapi ini tadzkirah (peringatan) dari Allah Ta’ala kepada kita.

Orang-orang liberal menantang, jika LGBT memang sebuah dosa kenapa tidak mendapatkan azab seperti umat terdahulu? ..

Mereka lupa diri, bahwa menjadi LGBT sendiri sudah bagian dari azab itu sendiri.

Maka, aktifis Islam tidak boleh diam, agar tidak terjadi meratanya musibah, sebab walau pelaku penyimpangan adalah mereka, namun hukumannya bukan hanya untuk mereka tapi merata.

Imam Ibnu Katsir Rahimahullah berkata:

يُحَذِّرُ تَعَالَى عِبَادَهُ الْمُؤْمِنِينَ فِتْنَةً أَيِ اخْتِبَارًا وَمِحْنَةً يَعُمُّ بِهَا الْمُسِيءَ وَغَيْرَهُ لَا يَخُصُّ بِهَا أَهْلَ الْمَعَاصِي وَلَا مَنْ بَاشَرَ الذَّنْبَ بَلْ يَعُمُّهُمَا حَيْثُ لَمْ تُدْفَعُ وَتُرْفَعُ

Allah Ta’ala memberikan peringatan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman dgn adanya fitnah, yaitu ujian dan musibah yang merata yang dirasakan oleh orang jahat dan selainnya, yang tidak dikhususkan terjadi pada pelaku maksiat dan dosa saja, tapi terjadi secara merata karena mereka tidak mencegah dan menghapuskannya.

(Tafsir Ibnu Katsir, 4/32)

Demikian. Wallahu a’lam

‌📙📘📗📕📒📔📓

🖋 Farid Nu’man Hasan

Shalat Jumat Masbuq, Sahkah Shalatnya?

▫▪▫▪▫▪▫▪

📨 PERTANYAAN:

Assalamualaikum ustdz. Apakah sah sholat jumat masbuk..(yg berarti ketinggalan khutbah) syukron (‪+62 857-7610-xxxx)

📬 JAWABAN

🍃🍃🍃🍃🍃

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh ..

Masbuq dalam shalat Jumat jika masih sempat ikut rakaat pertama, atau ruku’ di rakaat kedua maka SAH shalat Jumatnya menurut mayoritas ulama. Walau dia tidak mendengarkan imam, namun dia meninggalkan kewajiban mendengarkan khutbah.

Ada pun jika ikut imam saat duduk tasyahud, maka tidak sah shalatnya Jum’atnya hendaknya dia mengganti dengan Zhuhur, inilah pendapat jumhur ulama, kecuali Imam Abu Hanifah yg menganggap SAH juga walau masbuq di tasyahud.

Imam An Nawawi Rahimahullah berkata:

فرع في مذاهب العلماء فيما يدرك به المسبوق الجمعة، قد ذكرنا أن مذهبنا أنه إن أدرك ركوع الركعة الثانية أدركها وإلا فلا وبه قال أكثر العلماء حكاه ابن المنذر عن ابن مسعود وابن عمر وأنس بن مالك وسعيد بن المسيب والأسود وعلقمة والحسن البصري وعروة بن الزبير والنخعي والزهري ومالك والأوزاعي والثوري وأبي يوسف وأحمد واسحق وأبي ثور، قال: وبه أقول

Penjelasan berbagai madzhab ulama tentang masbuq shalat Jumat, kami telah menyebutkan bahwa madzhab kami (Syafi’iyah) berpendapat orang yang mendapatkan ruku’ pada rakaat kedua dia mendapatkan shalat Jumat, kalau tidak dapat ruku’ maka dia tidak dapat shalat Jumat. Inilah pendapat MAYORITAS ulama. Ibnu Mundzir menceritakan bahwa ini pendapat Ibnu Mas’ud, Ibnu Umar, Anas, Sa’id bin Al Musayyab, Al Aswad, Alqamah, Hasan Al Bashri, ‘Urwah bin Zubair, An Nakha’iy, Az Zuhriy, Malik, Al Auza’iy, At Tsauriy, Abu Yusuf, Ahmad, Ishaq, dan Abu Tsaur. Dia (Ibnu Mundzir) berkata: Aku juga berpendapat seperti ini.

وقال عطاء وطاوس ومجاهد ومكحول من لم يدرك الخطبة صلى أربعا، وحكى أصحابنا مثله عن عمر بن الخطاب، وقال الحكم وحماد وأبو حنيفة من أدرك التشهد مع الإمام أدرك الجمعة فيصلى بعد سلام الإمام ركعتين وتمت جمعته

Sedangkan Atha, Thawus, Mujahid, Makhuul, mengatakan bagi yang tidak dengarkan khutbah maka baginya shalat empat rakaat (zhuhur). Sahabat-sahabat kami meriwayatkan ini juga dari Umar bin Khattab.

Dia (Ibnu Mundzir) berkata: Al Hakam, Hamamd, Abu Hanifah, berkata bahwa siapa yang dapat tasyahud bersama imam dia tetap dapat shalat Jumat, lalu dia melanjutkan shalatnya dua rakaat maka sempurnalah shalat Jumatnya.

(Al Majmu’ Syarh Al Muhadzdab, 4/558)

Syaikh Abdul Aziz bin Baaz berkata:

إذا لم يدرك المسبوق من صلاة الجمعة إلا السجود أو التشهد ، فإنه يصلي ظهرا ولا يصلي جمعة . لأن الصلاة إنما تدرك بركعة؛ لقول النبي صلى الله عليه وسلم: ((من أدرك ركعة من الصلاة فقد أدرك الصلاة)) وقوله صلى الله عليه وسلم: ((من أدرك ركعة من الجمعة فليضف إليها أخرى وقد تمت صلاته))فعلم بهذين الحديثين أن من لم يدرك ركعة من الجمعة فاتته الجمعة وعليه أن يصلي ظهرا . والله ولي التوفيق

Jika mendapatkan shalat Jumat ketika tasyahud atau sujud akhir, maka dia mesti shalat zhuhur, dia tidak shalat Jumat. Sebab, dapatnya shalat jika dapat ruku’ (1 rakaat), sebagaimana hadits:

Barang siapa yang mendapatkan ruku’ maka dia mendapatkan shalat.

Dan hadits:

Barang siapa yang mendapatkan satu raka’at Jumat maka dia tambahkan rakaat lainnya, maka dia sempurna shalatnya.

Dari dua hadits ini diketahui bahwa orang yang tidak mendapatkan satu raka’at maka dia luput dari shalat Jumat, maka wajib baginya zhuhur.

(https://www.binbaz.org.sa/fatawa/1303)

Demikian. Wallahu a’lam

📙📘📕📒📔📓📗

🖋 Farid Nu’man Hasan

Tidur Ba’da Ashar, Terlarangkah?

💢💢💢💢💢💢

📨 PERTANYAAN:

Afwan ustadz, tidur siang setelah ashar – magrib katanya tidak baik dalam islam. Adakah siroh atau hadistnya ustadz? Syukron (08564332xxxx)

📬 JAWABAN

🍃🍃🍃🍃

Bismillah wal Hamdulillah ..

Tidak dalil larangan tidur setelah ashar, tidak ada yg shahih dari Nabi Shallallahu’Alaihi wa Salam tentang itu.

Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid menjelaskan:

وأما النوم بعد العصر فهو جائز ومباح أيضاً ، ولم يصحّ عن النبي صلى الله عليه وسلم نهي عن النوم في هذا الوقت .
وأما ما ينسب إلى النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال : ” من نام بعد العصر فاختلس عقله فلا يلومن إلا نفسه ” فهو حديث باطل لا يثبت عن النبي صلى الله عليه وسلم

Ada pun tidur setelah Ashar adalah boleh juga. Tidak ada yg shahih dari Nabi Shallallahu’Alaihi wa Salam ttg larangan tidur di waktu itu.

Ada pun hadis yg disandarkan ke Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam:

Barangsiapa yang tidur Ba’da ashar maka akalnya akan hilang dan jangan salahkan kecuali dirinya sendiri.

Adalah hadits batil, dan tidak Shahih dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

(Al Islam Su’aal wa Jawaab no. 2063)

Demikian. Wallahu a’lam

🍀☘🌷🌸🎋🍃🌹

✍ Farid Nu’man Hasan

Tafsir Surat Al Kautsar (bag.1)

📓 Muqaddimah

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ (1) فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ (2) إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ (3)

1. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.
2. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.
3. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus

📓 A. Identifikasi Surat

📌 Urutan surat ke 108
📌 Termasuk kedalam surat Makiyyah
📌 Jumlah ayat 3 ayat, 10 kata dan 42 huruf (Syekh An Nawawi Al Bantani,

📓 B. Sabab Nuzul

▪ Dr. Wahbah Az Zuhaily menyebutkan sebab turun surat Al Kutsar dalam tafsirnya:

كان سبب نزول هذه السورة هو استضعاف النبي صلّى اللَّه عليه وسلّم، واستصغار أتباعه، والشماتة بموت أولاده الذكور، ابنه القاسم بمكة، وإبراهيم بالمدينة، والفرح بوقوع شدة أو محنة بالمؤمنين، فنزلت هذه السورة إعلاما بأن الرسول صلّى اللَّه عليه وسلّم قوي منتصر، وأتباعه هم الغالبون، وأن موت أبناء الرسول صلّى اللَّه عليه وسلّم لا يضعف من شأنه، وأن مبغضيه هم المنقطعون الذين لن يبقى لهم ذكر وسمعة، البعيدون عن كل خير

“Sebab turun surat ini adalah saat kaum musyrikin melemahkan dan merendahkan nabi Muhammad, karena meninggalnya anak-laki-laki beliau, Qashim di Mekkah dan Ibrahim di Madinah. Mereka senang dengan musibah yang menimpa Nabi, lalu Allah menurunkan surat ini sebagai kabar bahwa Nabi kuat dan mendapat pertolongan, kaum musyrikin yang akan kalah, kematian anak-anak Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam tidaklah melemahkan beliau, dan orang-orang yang benci beliau merekalah yang terputus, tak akan kekal terdengar, tak kan diingat. Dan mereka jauh dari segala kebaikan ( Wahbah Zuhaily, Tafsir Al Munir, 30/431)

▪ Menurut Imam Ibnu Katsir

Imam Ibnu Katsir menukil hadits riwayat imam Ahmad:

قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ، عَنِ الْمُخْتَارِ بْنِ فُلْفُل، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: أَغْفَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِغْفَاءَةً، فَرَفَعَ رَأْسَهُ مُبْتَسِمًا، إِمَّا قَالَ لَهُمْ وَإِمَّا قَالُوا لَهُ: لِمَ ضَحِكْتَ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “إِنَّهُ أُنْزِلَتْ عليَّ آنِفًا سُورَةٌ”. فَقَرَأَ: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ {إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ} حَتَّى خَتَمَهَا، قَالَ: “هَلْ تَدْرُونَ مَا الْكَوْثَرُ؟ “، قَالُوا: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ: “هُوَ نَهْرٌ أَعْطَانِيهِ رَبِّي، عَزَّ وَجَلَّ، فِي الْجَنَّةِ، عَلَيْهِ خَيْرٌ كَثِيرٌ، تردُ عَلَيْهِ أُمَّتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ، آنِيَتُهُ عَدَدَ الْكَوَاكِبِ، يُخْتَلَج الْعَبْدُ مِنْهُمْ فَأَقُولُ: يَا رَبِّ، إِنَّهُ مِنْ أُمَّتِي. فَيُقَالُ: إِنَّكَ لَا تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ”

“Berkata Imam Ahmad, telah menceritakan Muhammad bin Fudhail dari al Mukhtar bin Fulful dari Anas bin Malik berkata,” Suatu ketika Rasulullah tertidur sejenak, tak berapa lama beliau terbangun seraya tersenyum, entah Nabi berkata kepada mereka atau mereka berkata kepada Nabi, “Mengapa engkau tersenyum?” maka Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda,”Telah turun kepadaku barusan sebuah surat, lalu nabi membaca , بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ {إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ} hingga selesai, Rasulullah bersabda,”Apakah kalian mengetahui Al Kautsar?” mereka menjawab,” Allah dan Rasul-Nya lebih tahu. Nabi bersabda,”Ia adalah sungai di surga, diberikan kepadaku dari Allah, didalamnya banyak kebaikan, umatku akan minum darinya, bejana-bejananya sejumlah bintang-bintang, akan gemetar seorang hamba dari mereka, aku berkata,”Wahai Allah sungguh dia adalah umatku,” lalu dikatakan,”Sesungguhnya engkau tidak tahu apa yang akan terjadi setelahmu (Musnad Imam Ahmad, 3/102).

📓 C. Makna Al Kautsar

Menurut Imam Al Qurthubi

1⃣ Kata الكوثر (al kautsar) menurut Al Qurthubi dalam tafsirnya, berasal dari pola فَوْعَلْ (fau-al) seperti kata نَوْفَلْ (nau-fal), makna Al Kautsar adalah:

الْعَدَدُ الْكَثِيرُ مِنَ الْأَصْحَابِ وَالْأَشْيَاعِ

Jumlah yang banyak dari kawan-kawan dan pendukung

2⃣ Makna al-Kautsar adalah sungai di surga

Berdasarkan hadits nabi dari Abdullah bin Umar:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (الْكَوْثَرُ: نَهَرٌ فِي الْجَنَّةِ، حَافَّتَاهُ مِنْ ذَهَبٍ، وَمَجْرَاهُ عَلَى الدُّرِّ وَالْيَاقُوتِ، تُرْبَتُهُ أَطْيَبُ مِنَ الْمِسْكِ، وَمَاؤُهُ أَحْلَى مِنَ الْعَسَلِ وَأَبْيَضُ مِنَ الثَّلْجِ

Rasulullah bersabda,” Al Kautsar adalah sungai di surga dikelilingi emas, salurannya dari permata, tanahnya lebih wangi dari minyak kesturi, airnya lebih manis dari madu dan lebih putih dari salju (HR. Bukhari dari Anas bin Balik dan HR. Ahmad dan Tirmizi- Hadits Hasan Shahih)

3⃣ Telaga Nabi Shalalahu alaihi wasallam, seperti pendapat Atha’

4⃣ Nubuwwah (kenabian ) dan al kitab ( Al Qur’an), ini pendapat Ikrimah

5⃣ Al Qur’an, pendapat Hasan Al Bashri

6⃣ Islam, Pendapat Al Mughirah

7⃣ Al Quran dan keringanan dalam syariat, menurut Al Husain bin al-Fadhl

8⃣ Banyaknya kawan, umat dan pendukung, pendapat Abu Bakar bin Ayyas

9⃣ Penyebutan yang mulia, cahaya di hati, syafaat menurut Al Mawardi

🔟 Mu’jizat Nabi, menurut Ats Tsa’labi

1⃣1⃣ La ilaha illallah, kepahaman dalam agama, shalat lima waktu, menurut Al-Hilal bin Yusaf.

1⃣2⃣ Perkara yang besar, menurut Ibnu Ishaq ( Tafsir Al Qurthubi, 20/216-218)

📓 D. Makna Al Kautsar menurut Syekh Mutawalli Asy-Sya’rawi

Dalam bahasa Arab, untuk mengungkapkan makna sedikit adalah قليل sedangkan makna banyak adalah كثير .Ungkapan banyak atau sedikit diatas lebih kepada ungkapan dalam sisi materi. Untuk mengungkapkan pemberian yang lebih banyak, dalam bahasa arab digunakan pola أَفْعَلْ (Af-‘al) misal أكثر (lebih banyak atau paling banyak, tergantung konteks). Kata الكوثر (Al Kautsar) lebih dimaknai pemberian nikmat Allah secara materi maupun non materi dengan beragam. Allah memberikan kenikmatan baik secara materi terlebih non materi dalam jumlah dan varian yang sangat banyak kepada nabi Muhammad dan umatnya. Harta, kekayaan, kesehatan, keturunan, kecerdasan, alam semesta, interaksi sosial, kekuasaan, kedamaian dan segalanya. Sudah sepantasnya manusia bersyukur dengan beragam amal shalih, karena Allah pun telah meberikan beragam kenikmatan yang tak terhingga (Tafsir Asy Sya’rawi, 618-619)

والله أعلم

🖊 Fauzan Sugiyono Lc, M.A.

scroll to top