Wudhu Pakai Air Laut

💥💦💥💦💥💦

📨 PERTANYAAN:

Asalamualaikum ustad, saya mau tanya,kalau wudhu pake air laut diperbolehkan tidak? kasusnya di pulau dan tidak ada air tawar namun waktu itu cuma tayamum, ini bener apa tidak? Syukran 😉

📬 JAWABAN

🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Jawaban:

Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh.
Bismillah wal Hamdulillah wash Shalatu was Salamu ‘ala Rasulillah wa ba’d:

Para ulama berbeda pendapat, tapi umumnya membolehkan, berdasarkan hadits ini:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رضي الله عنه – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فِي اَلْبَحْرِ: – هُوَ اَلطُّهُورُ مَاؤُهُ, اَلْحِلُّ مَيْتَتُهُ – أَخْرَجَهُ اَلْأَرْبَعَةُ, وَابْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَاللَّفْظُ لَهُ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ خُزَيْمَةَ وَاَلتِّرْمِذِيُّ

Dari Abi Hurairah Radhiallahu ‘Anhu dia berkata, berkata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang air laut: “Dia (Air laut) suci airnya, halal bangkainya.” (Dikeluarkan oleh Al Arba’ah, Ibnu Abi Syaibah dan lafaz ini adalah miliknya, dishahihkan oleh Ibnu khuzaimah dan At Tirmidzi)

Imam At Tirmidzi Rahimahullah menjelaskan tentang hadits ini:

وَهُوَ قَوْلُ أَكْثَرِ الْفُقَهَاءِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْهُمْ أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ وَابْنُ عَبَّاسٍ لَمْ يَرَوْا بَأْسًا بِمَاءِ الْبَحْرِ وَقَدْ كَرِهَ بَعْضُ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْوُضُوءَ بِمَاءِ الْبَحْرِ مِنْهُمْ ابْنُ عُمَرَ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرٍو وَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرٍو هُوَ نَارٌ

Ini (yang menyatakan sucinya air laut, pen) adalah mayoritas ahli fiqih dari kalangan sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, di antaranya: Abu Bakar, Umar, dan Ibnu Abbas, menurut mereka tidak apa-apa dengan air laut. Sebagian sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ada yang memakruhkan, di antaranya: Ibnu Umar dan Abdullah bin Amru. Dan, Abdullah bin Amru berkata: “Itu adalah api.” (Sunan At Tirmidzi No. 69)

Wallahu a’lam

🌴🌻🍃☘🌺🌾🌸🌷

✏ Farid Nu’man Hasan

Shaum Senin Tanpa Kamis, Atau Sebaliknya, Bolehkah?

💥💦💥💦💥💦💥💦

📨 PERTANYAAN

Assalamualaikum ustadz.
Ini mengenai puasa senin-kamis.
Apakah boleh jika kita hanya melakukan puasa di salah satu hari saja (senin/kamis)?
Karna ada yang bilang tidak boleh.
Mohon penjelasanya ustadz
(+62 896-2821-xxxx)

📬 JAWABAN

🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah ..

Tidak apa-apa, bukan kewajiban harus Senin dan Kamis, … Senin saja sah, Kamis saja sah, dijalankan dua-duanya Afdhal.

Syaikh Abdul Aziz bin Baaz Rahimahullah mengatakan:

لا حرج في صوم أحد اليومين المذكورين وصيامهما سنة وليس بواجب، فمن صامهما أو أحدهما فهو على خير عظيم، ولا يجب الجمع بينهما، بل ذلك مستحب؛ للأحاديث الصحيحة الواردة في ذلك عن النبي صلى الله عليه وسلم

Tidak apa-apa shaum di salah satu hari dari dua hari itu. Shaum tersebut Sunnah. Itu bukan kewajiban. Barang siapa yang berpuasa kedua hari itu atau salah satunya, maka dia di atas kebaikan yg besar. Tidak wajib menggabungkan keduanya tapi penggabungan itu adalah hal yg disukai, berdasarkan hadits-hadits yg ada tentang hal itu dari Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam. (Majmu’ Al Fatawa, 15/386)

Syaikh Abdullah Al Faqih Hafizhahullah mengatakan:

والأفضل صيامهما معاً، ومن صام يوم الخميس وحده أو الإثنين وحده فله ثواب صيامه. والله أعلم

Yg lebih utama adalah berpuasa kedua hari itu, namun siapa yang berpuasa di hari Kamis saja atau Senin saja maka dia tetap mendapatkan pahala. Wallahu a’lam.

(Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyyah no. 101641)

Demikian. Wallahu a’lam


💥💦💥💦💥💦💥💦

📨 PERTANYAAN

Assalamu’alaikum pak ustadz, selamat malam, mohon izin bertanya, kalau puasa Senin Kamis, apakah boleh 1 hari di senin saja? Atau wajib dijalankan sepaket 2 hari langsung Senin dan Kamis? (+62 818-252-xxx)

📬 JAWABAN

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh

Itu bukan puasa paketan. Boleh senin saja atau kamis saja. Di Indonesia karena terlanjur disebut senin-kamis, sehingga dikira itu puasa yang satu paket. Namun, menggabungkan keduanya memang lebih afdhol.

ويستحب صيام الخميس من كل أسبوع في المحرم وغيره، وليس استحباب صيامه مرتبطا بصيام الاثنين قبله , بل يشرع لك أن تصومه وإن لم تصم الاثنين؛ لأن الأعمال تعرض يوم الخميس، وقد روى أبو داود في سننه: أن نبي الله صلى الله عليه وسلم كان يصوم يوم الاثنين ويوم الخميس، وسئل عن ذلك؟ فقال: إن أعمال العباد تعرض يوم الاثنين ويوم الخميس

Disunnahkan puasa hari Kamis tiap pekannya di bulan Muharram dan lainnya, tidak mesti terikat oleh puasa hari Senin sebelumnya, tetapi tetap disyariatkan bagi Anda berpuasa Kamis walau tidak berpuasa Senin, karena amal manusia diangkat pada hari Kamis.

Imam Abu Daud meriwayatkan dalam Sunannya, bahwa Rasulullah ﷺ berpuasa Senin dan Kamis, Beliau ditanya tentang hal itu: “Amal manusia diangkat setiap hari Senin dan Kamis.”

(Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyah no. 192137)

Demikian. Wallahu A’lam

🍃🍃🍃🍃🍃🍃

📙📘📕📒📔📓📗

🖋 Farid Nu’man Hasan

Amal Shalih Anak-anak, Pahalanya Buat Siapa?

◼◽◼◽◼◽

📨 PERTANYAAN:

Izin bertanya Ustadz …
Seorang anak kecil yang belum baligh, jika dia beramal sholih apakah dicatat baginya pahala?
Mengingat jika dia berbuat kesalahan tidak dicatat baginya dosa.

Syukran Ustadz (+62 816-1680-xxx)

📬 JAWABAN

🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Bismillah wal hamdulillah ..

Amal Shalih anak kecil pahalanya buat dirinya ..

Imam Ibnu Taimiyah Rahimahullah mengatakan dalam Al Fatawa Al Kubra:

وقال جمهور العلماء: وثواب عبادة الصبي له

Berkata jumhur ulama: pahala ibadah anak-anak adalah untuknya. (Al Fatawa Al Kubra, 5/318)

Bagaimana orang tuanya? Dapat juga, karena mereka sebagai sebabnya:

Syaikh Muhammad ‘Ulaisy Al Malikiy Rahimahullah berkata:

المعتمد أن ثواب عمل الصبي له خاصة، ولوالديه ثواب التسبب فيه

Pendapat resmi, bahwa pahala amal anak-anak adalah untuknya scr khusus, ada pun kedua org tuanya dapat pahala karena sebagai sebabnya. (Fathul ‘Aliy, 1/213)

Al ‘Allamah Muhamnad Al Hathab Rahimahullah berkata, sebagaimana dikutip Imam An Nafrawiy Rahimahullah:

الصحيح أن أجر أعمال الصبي له ولا تكتب عليه السيئات

Yang benar, amal-amal baik anak-anak diberikan pahala, ada pun kejelekannya tidaklah dicatat sebagai dosa. (Al Fawakih Ad Dawaniy, 1/180)

Demikian. Wallahu a’lam

📙📘📕📒📔📓📗

🖋 Farid Nu’man Hasan

Thawaf Bagi Wanita Haid, Bolehkah?

▫▪▫▪▫▪▫▪

📨 PERTANYAAN:

Assalamualaikum ustadz, izin bertanya. Apakah wanita haid diizinkan melakukan semua kegiatan umrah atau hanya ibadah tertentu? Krena saya mendengar adanya niat yang membuat wanita haid halal melakukan semua kegiatan umrah. (+62 852-7704-xxxx)

📬 JAWABAN

🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh ..

Semua manasik boleh, kecuali thawaf.

Ada beberapa pendapat tentang wanita thawaf dalam keadaan haid.

1. TIDAK BOLEH DAN TIDAK SAH

Thawaf menurut jumhur syarat sahnya adalah suci. Jika tidak suci maka tidak sah dan wajib ulangi ..

Imam Ibnu Qudamah Rahimahullah mengatakan:

(وَيَكُونُ طَاهِرًا فِي ثِيَابٍ طَاهِرَةٍ) يَعْنِي فِي الطَّوَافِ؛ وَذَلِكَ لِأَنَّ الطَّهَارَةَ مِنْ الْحَدَثِ وَالنَّجَاسَةِ وَالسِّتَارَةَ شَرَائِطُ لِصِحَّةِالطَّوَافِ، فِي الْمَشْهُورِ عَنْ أَحْمَدَ. وَهُوَ قَوْلُ مَالِكٍ، وَالشَّافِعِيِّ.

(Menjadikan pakaiannya suci sesucinya) yaitu saat thawaf, sebab SUCI dari hadats dan najis dan menutup aurat merupakan syarat sahnya thawaf, menurut pendapat yg masyhur dari Imam Ahmad. Ini juga pendapat Imam Malik dan Imam Syafi’iy.

(Al Mughni, 3/343)

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin Rahimahullah berkata:

ج: عليها أن تعيد الطواف إذا طافت وهي حائض، عليها أن تعيد بعد ما تطهر

Wajib atasnya mengulangi thawafnya jika dia thawaf dalam keadaan haid, wajib dia ulangi setelah suci nanti .. ( Fatawa Nuur ‘alad Darb, 17/484)

2. SAH, TAPI DIA BERDOSA

Ini pendapat Imam Abu Hanifah, bahwa suci adalah WAJIB, bukan syarat SAH. Artinya thawaf tetap sah, hanya saja dia bermaksiat dan wajib membayar dam dgn seekor Unta.

Syaikh Abdullah Al Faqih mengatakan:

وقال الحنفية في الراجح عندهم ـ وهو رواية عن الإمام أحمد ـ إن الطهارة من الحيض والنفاس واجبة، وليست شرطاً لصحة الطواف. بل إن من طافت ـ وهي حائض أو نفساء ـ فقد عصت، إذا لم يكن لها عذر، وعليها بدنة

Kalangan Hanafiyah mengatakan, dan ini pendapat yg kuat menurut mereka, dan juga salah satu riwayat dari Imam Ahmad, bahwa suci dari haid dan nifas adalah WAJIB, bukan syarat sahnya thawaf. Seandainya dia thawaf dalam keadaan haid atau nifas maka dia bermaksiat jika tidak ada udzur, dan wajib membayar dgn Unta.

(Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyyah no. 7072)

Sementara menurut Imam Ahmad ganti dengan kambing jika dia lupa melakukannya. (Imam Ibnu Taimiyah, Majmu’ Al Fatawa, 26/245)

3. SAH DAN BOLEH, TANPA KONSEKUENSI APA PUN

Ada pun, Imam Ibnu Taimiyah Rahimahullah berpendapat wanita haid BOLEH thawaf dan SAH, dan tanpa ada konsekuensi apa-apa, jika memang dharurat, yaitu dia tidak bisa menunggu waktu suci karena terbatasnya waktu atau tdk ada orang yang menemaninya.

Beliau berkata:

وإذا كانت القراءة أفضل. وهي تجوز للحائض مع حاجتها إليها في أظهر قولي العلماء فالطواف أولى أن يجوز مع الحاجة

Jika seorang wanita membaca Al Qur’an adalah lebih utama. Dan membaca Al Qur’an dibolehkan bagi wanita haid jika memang berhajat itu menurut pendapat yg paling benar di antara dua pendapat ulama, maka THAWAF LEBIH UTAMA UNTUK DIBOLEHKAN jika memang dalam kondisi dibutuhkan.

( Majmu’ Al Fatawa, 26/200)

Demikian. Untuk hati-hati tentunya pendapat mayoritas ulama yang kita ikuti. Sebaiknya menanti sampai selesai haidnya. Tapi, Jika waktunya tidak memungkinkan menunggu, sebentar lagi pulang ke tanah air, bisa dalam keadaan itu pendapat Imam Ibnu Taimiyah bisa dilaksanakan karena kedharuratannya.

Demikian. Wallahu a’lam

📙📘📕📒📔📓📗

🖋 Farid Nu’man Hasan

scroll to top