Macam-Macam Hasad

💥💦💥💦💥💦

Imam An Nawawi Rahimahullah berkata:

قَالَ الْعُلَمَاءُ الْحَسَدُ قِسْمَانِ حَقِيقِيٌّ وَمَجَازِيٌّ فَالْحَقِيقِيُّ تَمَنِّي زَوَالِ النِّعْمَةِ عَنْ صَاحِبِهَا وَهَذَا حَرَامٌ بِإِجْمَاعِ الْأُمَّةِ مَعَ النُّصُوصِ الصَّحِيحَةِ وَأَمَّا الْمَجَازِيُّ فَهُوَ الْغِبْطَةُ وَهُوَ أَنْ يَتَمَنَّى مِثْلَ النِّعْمَةِ الَّتِي عَلَى غَيْرِهِ مِنْ غَيْرِ زَوَالِهَا عَنْ صَاحِبِهَا فَإِنْ كَانَتْ مِنْ أُمُورِ الدُّنْيَا كَانَتْ مُبَاحَةً وَإِنْ كَانَتْ طَاعَةً فَهِيَ مُسْتَحَبَّةٌ

Berkata para ulama:

📌 Iri hati itu ada dua; hakiki dan majazi

📌 Iri hati yang hakiki adalah berharap lenyapnya nikmat dari seseorang, maka ini haram menurut ijma’ umat dan dalil-dalil yang shahih

📌 Iri hati yang majazi adalah ghibthah, yaitu mengharapkan dapat nikmat yang sama yang ada pada orang lain, tanpa menginginkan nikmat itu lenyap dari orang tersebut. Jika pada urusan dunia maka itu iri yang dibolehkan, jika pada urusan ketaatan maka itu iri yang disukai (sunnah)

💢💢💢💢

📚 Imam Abu Zakaria Muhyiddin Yahya bin Syarf An Nawawi, Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 10/98. Cet. 2, 1392H. Daar Ihya’ At Turats. Beirut.

📓📕📗📘📙📔📒

✏ Farid Nu’man Hasan

Makan Daging Mentah

▫▪▫▪▫▪▫▪

📨 PERTANYAAN:

Assalamu’alaikum..
Ustadz, afwan mau tanya hukum memakan makanan mentah yg lagi trend saat ini..
Ikan, gurita mentah…
+62 852-2801-xxxx)

📬 JAWABAN

🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh …

Tidak ada dalil yang menunjukkan larangan makan daging mentah, hanya saja jika sampai melahirkan dharar (bahaya) tentu Islam melarangnya. Hampir semua peradaban manusia dr masa ke masa adalah memasak dulu makanan mereka, termasuk peradaban Islam.

Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid mengatakan:

قال بعض أهل العلم بكراهية أكل اللحم النيّئ ، والصحيح أنّ أكله مباح بناء على أنّ الأصل في الأشياء الإباحة ولم يَرِد دليل يمنع من ذلك ولكن بشرط أن لا يترتب على أكله ضرر على آكله فإنّه يُمنع حينئذ لأن كل ما يضر فهو حرام لقوله تعالى : ( ولا تلقوا بأيديكم إلى التهلكة ) ، والله أعلم .

Sebagian ulama mengatakan MAKRUH-nya makan daging mentah. Namun yg benar adalah MUBAH, sebab segala sesuatu hukum asalnya adalah mubah dan tidak ada dalil yang menunjukkan itu terlarang.

Namun, kebolehan ini dengan syarat selama itu melahirkan bahaya, jika berbahaya maka HARAM saat itu, sebab Allah Ta’ala berfirman: “Janganlah kamu membinasakan diri sendiri dengan tanganmu.”

(Fatawa Al Islam Su’aal wa Jawaab no. 1924)

Demikian. Wallahu a’lam

🍃🌿🌸☘🌻🍄🌷🍀

🖋 Farid Nu’man Hasan

Bid’ah Pertama Setelah Wafatnya Rasulullah

Renungan Ringan Para Ulama dan Hukama

💦💥💦💥💦💥💦

Berkata ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anha:

أول بدعة حدثت بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم ؛ الشبع ، إن القوم لما شبعت بطونهم ، جمحت بهم نفوسهم إلى الدنيا

Bid’ah pertama yang muncul padca wafatnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah kekenyangan, sesungguhnya sebuah kaum jika perut mereka kekenyangan niscaya jiwa mereka begitu keras kepada dunia.

📌📌📌📌📌

📚 Aqwaal As Salaf Ash Shaalih No. 119

🌻🌴🍃☘🌸🌾🌷🌺

✏ Farid Nu’man Hasan

Shalatnya Muslimah Apakah Boleh Menampakkan Telapak Tangannya?

▫▪▫▪▫▪▫▪

📨 PERTANYAAN:

Assalamu’alaikum Ustadz…
Afwan ana mau nanya..,
Setiap ana ngaji,ana sering melihat akhwat yg make nicob ataupun tidak make nicob,pd saat sholat mereka menampakan telapak tangan pd saat sujud dan duduk..mereka tdk memakai mukena krn beralasan jilbabnya sdh panjang.tp pd saat sholat telapak tangannya jelas sekali nampak..
Apakah sholat nya syah..? (+62 857-8892-xxxx)

📬 JAWABAN

🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh …

Terbuka telapak tangan dan punggungnya saat shalat boleh, sah, dan menutupnya Afdhal (lebih utama).

Syaikh Abdul Aziz bin Baaz berkata:

أما اليدان فإن شاءت كشفتهما على الصحيح وإن شاءت سترهما وهو أفضل، خروجاً من خلاف من قال بوجوب سترهما، أما القدمان فيستران.

Ada pun kedua (telapak) tangan, jika dia mau membukanya maka itu sah, jika dia mau menutupnya maka itu lebih utama, dalam rangka keluar dr perselisihan pendapat thdp yg mengatakan wajibnya menutup kedua tangan. Ada pun telapak kaki mesti ditutup.

(https://www.binbaz.org.sa/noor/5696)

Syaikh Utsaimin berkata:

الستر أفضل ، ولا حرج في كشفهما

Menutupnya Afdhal, dan tidak apa-apa membukanya.

(Fatawa Nuur ‘alad Darb, 7/249)

Bahkan yg mengatakan hendaknya telapak tangan terbuka adalah pendapat mayoritas ulama, .. berkata Syaikh Abdullah Al Faqih Hafizhahullah:

وأما الكفان: فجمهور أهل العلم على أن لها كشفهما في الصلاة وذهب الحنابلة إلى أنهما عورة فيجب سترهما في الصلاة وخارجها وعن أحمد رواية ثانية: أنهما ليسا من العورة: اختارها المجد وشيخ الإسلام، وصوبها المرداوي في الإنصاف

Ada pun dua telapak tangan, menurut mayoritas ulama keduanya hendaknya terbuka saat shalat. Sedangkan menurut Hanabilah, keduanya aurat dan wajib ditutup baik di dalam shalat dan diluar shalat. Sementara dalam riwayat yg kedua dari Imam Ahmad, bahwa kedua telapak yg tangan bukan aurat dan inilah yang dipilih oleh Syaikhul Islam (Ibnu Taimiyah), dan Al Mardawiy dalam Al Inshaaf.

(Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyyah no. 4523)

Demikian. Wallahu a’lam

📙📘📗📕📒📔📓

🖋 Farid Nu’man Hasan

scroll to top