Non Muslim Ikut Patungan Kurban

 PERTANYAAN:

Assalamualaikum Ustad Farid, sehat2 selalu ya Ustad, aamiin.

Bertanya terkait hewan qurban sapi.

Jika sapi utk 7 pequrban, diantara pequrban salah satunya diatasnamakan utk orang kafir. Apakah hewan qurban sapi tersebut tetap sah utk 6 orang lainnya?

Sebelumnya jazakallah khairan atas penjelasannya.

Abdillah


 JAWABAN

▪▫▪▫▪▫▪▫

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh

Perlu diketahui, seandainya patungan tidak sampai 7 orang, maka itu tetap sah. Tujuh orang itu bukan kewajiban dan bukan syarat sah, itu maksimal saja.

Imam Asy Syafi’i Rahimahullah mengatakan:

وإذا كانوا أقل من سبعة أجزأت عنهم ، وهم متطوعون بالفضل

Jika mereka kurang dari 7 orang maka itu SAH bagi mereka, mereka telah mendapatkan keutamaan tathawwu’ (sunnah). (Al Umm, 2/244)

Artinya, jika hanya 6 yg patungan maka itu sudah cukup, tanpa perlu ditambah non muslim. Sebab, tambahan non muslim tersebut diperdebatkan ulama dampaknya kepada yang lain.

Semua sepakat non muslim tersebut tidak sah dan tidak dapat apa-apa dari qurbannya. Tapi 6 orang muslim yang qurban, maka sebagian ulama mengatakan tidak sah juga karena syarat qurban patungan adalah semuanya harus yang sah untuk berqurban. Sebagian lain mengatakan tetap sah seperti yang dikatakan Darul Ifta Al Mishriyah, sebab ketidakabsahan 1 org kafir tersebut tidaklah mempengaruhi pada 6 orang lainnya.

Wallahu A’lam

 Farid Nu’man Hasan

Orang Awam Ikut Mazhab yang Mana?

 PERTANYAAN:

Mohon maaf , saya kadang menemui muslim Indonesia yang bersikeras bahwa muslim harus taklid ke salah satu madzhab, dan khususnya di Indonesia harus bermadzhab Syafii; tapi ketika ditanya tentang aurat perempuan justru mengikuti madzhab Hanafi .

Padahal jika bertaklid ke Madhab Hanafi harusnya tidak makan udang & cumi, jika batal puasa sunnah jadi wajib membayar, rela anak perempuannya nikah tanpa wali, dan mengikuti aturan-aturan madzhab Hanafi lainnya.
Wallaahu alam


 JAWABAN

▪▫▪▫▪▫▪▫

Bagi orang awam, tidak diwajibkan secara ketat harus mengikuti satu Mazhab saja di semua persoalan. Dia bisa mengikuti mazhab A di suatu masalah tapi ikut mazhab B di masalah lain setelah berkonsultasi dengan ahlinya. Sebab mazhabnya orang awam adalah ulama yang dia jadikan rujukan saat itu.

Syaikh Walid bin Rasyid As Su’aidan mengutip dari Imam ‘Izzuddin bin Abdissalam Rahimahullah, pemuka madzhab Syafi’i yang dijuluki Sulthanul ‘Ulama di masanya:

يجوز تقليد كل واحدٍ من الأئمة الأربعة رضي الله عنهم ، ويجوز لكل واحدٍ أن يقلد واحداً منهم في مسألة ويقلد إماماً آخر منهم في مسألة أخرى ، ولا يجوز تتبع الرخص

Diperbolehkan taklid terhadap salah satu imam madzhab yang empat, dan setiap orang boleh saja mengikuti salah satu dari pendapat mereka dalam satu masalah dan mengikuti pendapat imam lainnya dalam masalah yang lain, namun tidak diperkenankan mencari-cari rukhshah (yang gampang-gampang). (Syaikh Walid bin Rasyid As Su’aidan,

Ta’rif ath Thulab bi Ushul al Fiqh fi Su’al wa Jawab, hal. 102)

Syaikh Abdul Fattah Rawwah Al Makki menjelaskan:

(انه) يجوز تقليد كل واحد من الآئمة الآربعة رضي الله عنهم ويجوز لكل واحد آن يقلد واحدا منهم فى مسالة ويقلد اماما آخر في مسالة آخرى ولا يتعين تقليد واحد بعينه في كل المسائل

Bahwa sesungguh nya diperbolehkan taklid terhadap salah satu imam madzhab yang empat, dan setiap orang boleh saja mengikuti salah satu dari mereka dalam satu masalah dan mengikuti imam lainnya dalam masalah yang lain. Tidak ada ketentuan yang mengharuskan mengikuti satu mazhab dalam semua masalah.

(Syaikh Abdul Fattah Rawwah Al Makki, Al Ifshah ‘ala Masailil Idhah ‘alal Madzahib al Arba’ah, hal. 219)

Demikian. Wallahu A’lam

 Farid Nu’man Hasan

Lebih Utama Do’a Ibu atau Do’a Istri?

◽◼◽◼◽◼

 PERTANYAAN:

Assalamualaikum. Mohon pencerahannya Ustadz. Mana yg lebih utama Doa seorang Ibu atau Istri? Terimakasih sebelumnya ustadz (+62 813-3434-xxxx)


 JAWABAN

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh

Doa ibu dan ayah, itu yang tertera dalam sunnah,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَا شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ

Dari Abu Hurairah ia berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, “Ada tiga macam doa yang akan dikabulkan yang tidak ada keraguan padanya; doa orang yang terzalimi, doa musafir, dan doa orang tua atas anaknya.

(HR. At Tirmidzi no. 1905, At Tirmidzi menyatakan: hasan)

Secara khusus doa ibu sebagaimana kisah Juraij, dalam hadits Shahih Muslim.

Ada pun doa istri, statusnya sama dengan doa sesama muslim lainnya. Sedangkan meme yang tersebar bahwa doa istri lebih mustajab dibanding doa ibu tidaklah tidak memiliki dasar dan hujjah.. Wallahu A’lam

Wallahu A’lam

☘

✍ Farid Nu’man Hasan

Lebih Baik Membaca al-Qur’an Tanpa Tadabbur Tapi Banyak Atau dengan Tadabbur?

 PERTANYAAN:

Assalammu’alaikum ust , Afwan jiddan ganggu lagi…

Semoga ust diberikan Allah kesehatan dan keberkahan umur.

Ada pertanyaan titipan lagi ust :

Menurut ulama mana yg lebih utama dalam tilawah Qur’an dalam sehari ( dgn waktu yg terbatas ) banyaknya bacaan ayatnya tapi tanpa membaca artinya atau tidak terlampau banyak ayat yg dibaca tapi bersama artinya agar bisa bertadabur / menghayati ??

Mohon pencerahannya ust

Jazakallah ust(+62 812-9252-xxxx)


 JAWABAN

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh

Sudah jelas, Interaksi terbaik seorang muslim adalah membaca, tadabur, dan amalkan isinya. Bagaimana bisa mengamalkan isinya jika tidak dipahami isinya?

Tentu memahaminya dengan kaidah ilmu yang benar, bukan asal-asalan dan menuruti hawa nafsu. Jika ada kata atau kalimat yang belum dipahami, maka tanyakan kepada ahlinya jangan pahami dengan akal sendiri.

Allah Ta’ala berfirman:

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Maka bertanyalah kepada Ahludz Dzikri jika kalian tidak mengetahui.” (QS. An Nahl (16): 43)

Siapakah Ahludz Dzikri yang dimaksud oleh ayat yang mulia ini?

Berkata Imam Al Qurthubi Rahimahullah:

وقال ابن عباس: أهل الذكر أهل القرآن وقيل: أهل العلم، والمعنى متقارب

Berkata Ibnu ‘Abbas: “Ahludz Dzikri adalah Ahlul Quran (Ahlinya Al Quran), dan dikatakan: Ahli Ilmu (ulama), maknanya berdekatan.” (Imam Al Qurthubi, Al Jami’ Li Ahkamil Quran,10/108. Daru ‘Alim Al Kutub, Riyadh)

Ada pun membaca saja tanpa mentadaburi boleh dan bagus apalagi saat Ramadhan, tapi mentadaburi tentu lebih utama.

Wallahu A’lam

✍ Farid Nu’man Hasan

scroll to top