Agar di Surga Bersama Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾

BAGAIMANA CARANYA?

📌Mencintai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Dari Anas bin Malik Radhiallahu ‘Anhu, katanya:

أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ السَّاعَةِ، فَقَالَ: مَتَى السَّاعَةُ؟ قَالَ: «وَمَاذَا أَعْدَدْتَ لَهَا». قَالَ: لاَ شَيْءَ، إِلَّا أَنِّي أُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: «أَنْتَ مَعَمَنْ أَحْبَبْتَ». قَالَ أَنَسٌ: فَمَا فَرِحْنَا بِشَيْءٍ، فَرَحَنَا بِقَوْلِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَنْتَمَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ» قَالَ أَنَسٌ: «فَأَنَا أُحِبُّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبَا بَكْرٍ، وَعُمَرَ، وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ مَعَهُمْ بِحُبِّي إِيَّاهُمْ، وَإِنْ لَمْ أَعْمَلْ بِمِثْلِ أَعْمَالِهِمْ

Ada seseorang bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang kiamat: “Kapan datangnya kiamat?”

Nabi bertanya: “Apa yang sudah kamu persiapkan untuk menghadapinya?”

Orang itu menjawab: “Tidak ada apa-apa, hanya saja aku mencintai Allah dan RasulNya.”

Nabi menjawab: “Engkau akan bersama orang yang engkau cintai.”

Anas berkata: “Tidak ada yang membahagiakanku sebahagia saat nabi ucapakan “Engkau akan bersama orang yang engkau cintai.” Maka, aku mencintai Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, Abu Bakar, Umar, aku berharap hidup bersama mereka karena kecintaanku kepada mereka, walau amal perbuatanku tidak seperti mereka.”

(HR. Al Bukhari No. 3688)

📌 Mentaati Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

Allah Ta’ala berfirman:

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولَٰئِكَ رَفِيقًا

Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (QS. An Nisa: 69)

📌 Menyantuni Anak Yatim

Dari Sahl Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

وَأَنَا وَكَافِلُاليَتِيمِ فِي الجَنَّةِ هَكَذَا» وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ وَالوُسْطَى، وَفَرَّجَ بَيْنَهُمَا شَيْئًا

Aku berasama orang yang menyantuni anak yatim seperti ini. (Nabi mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan tengah, dan diberikan celah sedikit)
(HR. Al Bukhari No. 5304)

Ya Allah jadikanlah kami golongan yang bersama NabiMu di surgaMu .. Amiin

🍃🌾🌿🌷🌻🌳☘🌸

✍ Farid Nu’man Hasan

Syarat Kejayaan: Iman dan Amal Shalih

🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾

Allah Ta’ala berfirman:

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. (QS. An Nuur: 55)

Iman adalah simbol kekuatan hubungan dengan Allah Ta’ala, amal shalih merupakan simbol kekuatan hubungan dengan manusia dan upaya rasional .. Keduanyalah yang menjadi sebab kejayaan kaum Muslimin.

Imam Malik Rahimahullah mengatakan:

ولا يصلح آخر هذه الأمة إلاما أصلح أولها

“Tidak akan pernah baik akhirnya umat ini, kecuali dengan apa yang membuat baik awalnya umat ini.”

🍃☘🌻🌸🌿🌾🌳🌷


🌸🍃Mukmin Beramal Shalih Itu Makhluk Terbaik🍃🌸

🐾🐾🐾🐾🐾🐾

📓 Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ

Sesungguhnya orang-orang beriman dan beramal shalih, mereka itulah sebaik-baiknya makhluk (QS. Al Bayyinah: 7)

📌 Imam Ibnu Katsir Rahimahullah berkata:

وقد استدل بهذه الآية أبو هريرة وطائفة من العلماء، على تفضيل المؤمنين من البرية على الملائكة

Abu Hurairah dan segolongan ulama telah berdalil dengan ayat ini bahwa orang-orang beriman dari kalangan manusia lebih utama dibanding malaikat. (Tafsir Ibnu Katsir, 8/458)

📌 Imam Al Qusyairi Rahimahullah berkata:

أي : خير الخَلْق ، وهذا يدل عَلَى أنهم أفضلُ من الملائكة

Yaitu makhluk terbaik, dan ini dalil bahwa mereka lebih utama dibanding malaikat. (Tafsir Al Qusyairi, 8/96)

Demikian. Wallahu A’lam

🌿🌾🌷🌻🍃☘🌸🌳

✍ Farid Nu’man Hasan

Mendahulukan Ibu Dibanding Ayah

🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾

Mu’awiyah Radhiallahu ‘Anhu berkata:

يَا رَسُولَ اللهِ مَنْ أَبَرُّ؟ قَالَ: ” أُمَّكَ “. قُلْتُ: ثُمَّمَنْ؟ قَالَ: ” ثُمَّ أُمَّكَ “. قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: ” أُمَّكَ “. قَالَ: قُلْتُ: ثُمَّمَنْ؟ قَالَ: ” ثُمَّ أَبَاكَ، ثُمَّ الْأَقْرَبَ فَالْأَقْرَبَ “

Wahai Rasulullah, siapakah yang lebih utama aku berbuat baik?

Beliau menjawab: ” Ibumu”
Aku berkata: “Siapa lagi?”
Beliau menjawab: ” Ibumu”
Aku berkata: “Siapa lagi?”
Beliau menjawab: ” Ibumu”
Aku berkata: “Siapa lagi?”
Beliau menjawab: “Ayahmu, lalu saudara yang lebih dekat dan saudara yang lebih dekat.”

📚 HR. Ahmad No. 20028, At Tirmidzi No. 1897, Abu Daud No. 5140, Ibnu Majah No. 3657. Syaikh Syuaib Al Arnauth mengatakan: shahih. Ta’liq Musnad Ahmad No. 20028

Imam Al Munawi Rahimahullah mengutip dari Imam Zainuddin Al ‘Iraqi Rahimahullah:

وهذا واضح وقد حكى في الرعاية الإجماع على تقديمها عليه قال ابن بطال: وهذا إذا طلبا فعلا في وقت واحد ولم يمكن الجمع

“Ini jelas, telah disebutkan adanya ijma’ bahwa dalam masalah penjagaan mendahulukan ibu dibanding ayah. Ibnu Baththal berkata: Hal ini jika mereka berdua meminta saat waktu yang sama, dan tidak mungkin menggabungkannya.” (Faidhul Qadir, 2/195)

Wallahu A’lam

🍃🌾🌿🌷🌳☘🌸🍁

✍ Farid Nu’man Hasan

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin Rahimahullah: “Ikutilah madzhab salaf bukan komunitas salafi”

🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾

Beliau berkata:

ولا شك أن الواجب على جميع المسلمين أن يكون مذهبهم مذهب السلف لا الانتماء إلى حزب معين يسمى السلفيين، والواجب أن تكون الأمة الاسلامية مذهبها مذهب السلف الصالح لا التحزب إلى من يسمى ( السلفيون) فهناك طريق السلف وهناك حزب يسمى (السلفيون) والمطلوب اتباع السلف

“Tidak ragu lagi, bahwa wajib bagi seluruh kaum muslimin menjadikan mazhab mereka adalah madzhab salaf, bukan terikat dengan kelompok tertentu yang dinamakan Salafiyyin.

Wajib bagi umat Islam menjadikan madzhab mereka adalah madzhab salafus shalih, bukan berkelompok kepada siapa-siapa yang dinamakan Salafiyyun. Maka, di sana ada jalan salaf, dan ada juga hizb(kelompok) yang dinamakan Salafiyun, dan yang dituntut adalah mengikuti salaf.”

📚 Syaikh Muhammad bin Shalih ‘Utsamin, Syarh Al Arbain An Nawawiyah, Hal. 263. Mawqi’ Ruh Al Islam

Syaikh Utsaimin membedakan antara thariqus salaf dengan kelompok yang dinamakan salafiyun, keduanya pada jalan yang berbeda bahkan kontradiksi, yang satu di sini, yang lain di sana.

🌾🌿🌷🌻☘🍃🌸🌳

✍ Farid Nu’man Hasan

scroll to top