Takbir Intiqal

◼◽◼◽◼◽

✉️❔PERTANYAAN:

Assalamualaikum ustadz mau tanya lgi apa hukum takbir intiqol..? (Sahrir)

✒️❕JAWABAN

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah..

Takbir dalam shalat ada dua:

1. Takbiratul Ihram. Ini diawal shalat sebagai pembuka, statusnya adalah wajib dan rukun shalat. Tanpanya maka shalat tidak sah. Disebut Takbiratul ihram karena menjadi awal diharamkannya semua aktivitas selain shalat.

Imam Al Qurthubi menjelaskan:

وأنها فرضٌ وركنٌ من أركان الصلاة، وهو الصَّوابُ، وعليه الجمهورُ، وكلُّ مَن خالف ذلك فمحجوجٌ بالسنَّة

Sesungguhnya takbiratul ihram adalah wajib dan rukun di antara rukun shalat. Inilah yang benar yang dijadikan pegangan oleh mayoritas ulama. Siapa pun yang menyelisihi hal ini maka dia telah melawan sunnah. (Tafsir Al Qurthubi, 1/175)

Dalilnya adalah:

مفتاح الصلاة الطهور، وتحريمها التكبير، وتحليلها التسليم

Kuncinya Shalat adalah bersuci, pengharamnya adalah takbir, dan penghalalannya adalah salam.

(HR. Abu Daud, Ahmad, Al Hakim, kata Al Hakim: sanadnya Shahih)

Juga hadits:

إِذَا قُمْتَ إِلَى الصَّلاَةِ فَكَبِّرْ، ثُمَّ اقْرَأْ مَا تَيَسَّرَ مَعَكَ مِنَ الْقُرْآنِ

Jika engkau hendak shalat maka takbirlah, lalu bacalah yang mudah bagimu dari Al Quran… (HR. Muttafaq ‘Alaih)

2. Takbir Intiqal, yaitu takbir perpindahan antar gerakan atau posisi saat shalat.

Takbir Intiqal adalah sunnah menurut mayoritas Fuqaha, khususnya Hanafiyah, Malikiyah, dan Syafi’iyah. Ada pun Hanabilah (Imam Ahmad dan pengikutnya) mengatakan wajib.

Imam Ibnu Qudamah memaparkan sbb:

والمشهور عن أحمد أن تكبير الخفض والرفع ، وتسبيح الركوع والسجود ، وقول ” سمع الله لمن حمده ربنا ولك الحمد ” ، وقول ” رب اغفر لي ” بين السجدتين ، والتشهد الأول – واجب ، وهو قول إسحاق وداود

وعن أحمد أنه غير واجب ، وهو قول أكثر الفقهاء ؛ لأن النبي صلى الله عليه وسلم لم يُعَلِّمهُ المسيء في صلاته

Yg masyhur dari Imam Ahmad, bahwa takbir saat turun (ruku’) dan naik (bangun i’tidal), bertasbih saat ruku’ dan sujud, bacaan sami’allahu liman hamidah, bacaan di antara dua sujud (rabbighfirli dst), bacaan saat tasyahud adalah wajib. Ini juga pendapat Ishaq dan Daud (azh Zhahiri).

Dari Ahmad bahwa itu tidak wajib, dan ini adalah pendapat MAYORITAS ahli fiqih, karena Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam tidak mengajarkannya pada saat ada kasus org yang salah shalatnya.

(Al Mughni, jilid. 1, hal. 298)

Lebih baik tetap melakukan takbir Intiqal dalam rangka khurujan minal khilaf (keluar dr perbedaan pendapat), dan itu afdhal (lebih utama), terlepas dari apa pun hukumnya.

Demikian. Wallahu A’lam

✍ Farid Nu’man Hasan

Menyebutkan Nama Pemilik Hewan Saat Menyerahkan Kepada Panitia Qurban

◼◽◼◽◼◽

✉️❔PERTANYAAN:

Barakallahu fiikum. Bismillah, Afwan ustadz Ijin bertanya, Mengenai penyerahan binatang kurban kepada Panitia kurban/Takmir di Masjid .. Apakah yang bersangkutan diharuskan menyebutkan namanya atas hewan tersebut. misalnya Ini kambing Kurban an Fulan dan keluarga ? Demikian Ustadz

✒️❕JAWABAN

Bismillahirrahmanirrahim..

Ya, sebutkan namanya untuk kepentingan si penjagal saat mendoakan pemiliknya. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pun menyebut nama saat menyembelih.

Dalam Shahih Muslim, dari Aisyah Radhiallahu Anha bahwa menjelang menyembelih Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam membaca:

بِاسْمِ اللهِ، اللهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ مُحَمَّدٍ، وَآلِ مُحَمَّدٍ، وَمِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ، ثُمَّ ضَحَّى بِهِ»

Bismillah, Allahumma taqabbal min Muhammad wa Aali Muhammad, wa Ummati Muhammad (Ya Allah terimalah Qurban dari Muhammad, dari keluarga Muhammad, dan Umnat Muhammad), lalu Beliau berqurban dengannya.

(HR. Muslim no. 1967)

Wallahu A’lam

✍ Farid Nu’man Hasan

Menanyakan Keperawanan Calon Saat Ta’aruf

◼◽◼◽◼◽

✉️❔PERTANYAAN:

Assalamualaikum.. baarokallahu fiik ust. Apakah menanyakan keperawanan calon saat ta’aruf adalh sesuatu yg dianjurkan atau mubah atau tdk sepatutnya ?

✒️❕JAWABAN

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh

Tata nilai disebuah masyarakat, jika itu baik dan sesuai dengan Islam, maka Islam akan menjaganya walau pada asalnya itu bukan berawal dari Islam.

Dalam pergaulan orang timur, mengaku pernah berzina itu aib besar, dan seharusnya itu ditutup. Islam pun menghargai itu, dan kita pun dilarang bertanya sesuatu yang jika dijawab malah justru menyulitkan kita.

Menanyakan “masih perawan atau tidak” itu sama saja menanyakan “pernah zina atau tidak”. Ini sangat menyakitkan buat wanita muslimah, apalagi bagi mereka yg sudah hijrah dan tidak mau mengenang masa lalu jika memang dulunya kelam. Walau ketidakperawanan bisa saja disebabkan faktor lain, tapi umumnya logika yang umum dipahami manusia adalah itu terjadi krn zina.

Allah Ta’ala telah tutup aibasa lalunya itu, maka janganlah dia membukanya, dan janganlah orang lain memancing-mancing untuk membukanya.

Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu berkata: Aku mendengar bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

 كُلُّ أُمَّتِي مُعَافًى إِلَّا المُجَاهِرِينَ، وَإِنَّ مِنَ المُجَاهَرَةِ أَنْ يَعْمَلَ الرَّجُلُ بِاللَّيْلِ عَمَلًا، ثُمَّ يُصْبِحَ وَقَدْ سَتَرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ، فَيَقُولَ: يَا فُلاَنُ، عَمِلْتُ البَارِحَةَ كَذَا وَكَذَا، وَقَدْ بَاتَ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ، وَيُصْبِحُ يَكْشِفُ سِتْرَ اللَّهِ عَنْهُ

Seluruh umatku mendapatkan maaf kecuali Al Mujahirun, yang termasuk “mujahir” adalah seseorang yang pada malam harinya melakukan perbuatan (buruk), pagi harinya Allah tutupi perbuatan itu, tapi dia malah berkata: “Wahai fulan, semalam aku telah melakukan ini dan itu”. Padahal saat dia bermalam Allah telah menutup keburukannya tapi justru dia membukanya di pagi harinya.

(HR. Bukhari No. 6069)

Demikian. Wallahu a’lam

✍ Farid Nu’man Hasan

Tentang Ibnu Taimiyah dan Ibnul Qayyim Al Jauziah

◼◽◼◽◼◽

✉️❔PERTANYAAN:

Assalamualaikum ustadz Farid Nu’man Hasan. Smga shy sllu
Ustadz, mohon pencerahannya… Siapa sebenarnya Ibnul Qayyim Al Jauzi dan Ibnul Taimiyah? Dan bagaimna dengan aqidah mereka?

✒️❕JAWABAN

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh

Keduanya adalah ulama besar madzhab Hambali, Ibnu Taimiyah adalah guru, Ibnul Qayyim adalah murid. Para ulama mengakui keunggulan dan kecerdasan mereka, baik ulama yang mendukung pemikirannya atau tidak.

Murid-murid Imam Ibnu Taimiyah adalah para imam besar juga seperti Imam Ibnu Katsir dan Imam Adz Dzahabi, walau kedua ulama ini madzhab fiqihnya adalah Syafi’i.

Sementara Imam Ibnul Qayyim, menghasilkan murid yang hebat yaitu Imam Ibnu Rajab Al Hambali.

Karya mereka berdua sangat banyak dan sampai saat ini masih dijadikan rujukan di dunia Islam.

Jika ada yang menyanjungnya, maka itu hal yang wajar karena keilmuannya yang luas. Sampai para ulama menyebut dirinya Syaikhul Islam.

Imam Baha’uddin bin As Subki berkata:

والله يا فلان ما يبغض ابن تيمية إلا جاهل أو صاحب هوى فالجاهل لا يدري ما يقول وصاحب الهوى يصده هواه عن الحق بعد معرفته به

Demi Allah wahai Fulan, tidak ada yang membenci Ibnu Taimiyah kecuali orang bodoh atau pengekor hawa nafsu. Orang bodoh tidaklah paham apa yang dikatakannya, sdgkan pengikut hawa nafsu terhalang oleh hawa nafsunya untuk mengikuti kebenaran.

Pujian juga datang dari para ulama madzhab Syafi’i seperti Imam Ibnu Hajar al Asqalani, Imam Ibnu Abdil Hadi, dan madzhab Hanafi seperti Imam Al ‘Aini, dll.

Jika ada yang mengkritiknya, bahkan mencelanya, itu juga wajar sebab Beliau manusia biasa yang bisa salah dan terbuka untuk dikritisi. Mustahil pula ada manusia yang mampu membuat semua manusia ridha atau suka.

Di antara yg paling keras dan pedas adalah dari Imam Ibnu Hajar Al Haitami Rahimahullah:

ابن تيمية عبد خذله الله وأضله وأعماه وأصمه وأذله، وبذلك صرح الأئمة الذين بينوا فساد أحواله وكذب أقواله

Ibnu Taimiyah adalah seseorang yang telah Allah campakkan, sesatkan, butakan, tulikan, dan hinakan begitulah penjelansan para imam yg telah menjelaskan kerusakan keadaannya dan kedustaan ucapannya.

(Al Fatawa Al Haditsiyah, hal. 122)

Sikap kita adalah mengambil manfaat darinya, menyaring dgn ilmu, menolak yang tidak sejalan dengan ilmu, dan tidak mencelanya.

Wallahu a’lam

✍ Farid Nu’man Hasan

scroll to top