Imam Kelebihan Rakaat

 PERTANYAAN

Salam ustadz, apakah menyiapkan kain kafan ketika masih hidup itu sunnah (sesuatu yg dianjurkan) atau hanya mubah ya?


 JAWABAN

▪▫▪▫▪▫▪▫

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh

1. Jika makmum yakin, bahwa imam 5 rakaat, lalu diingatkan tapi imam lanjut terus karena meyakini 4 rakaat, maka makmum jangan ikuti, harus sesuai keyakinannya (tambah 2 rakaat saja). Karena tidak ada shalat 5 rakaat. Makmum boleh mufaraqah (memisahkan diri).

2. Ada pun imam jika dia meyakini benar, tidak ada kesalahan sama sekali, maka tidak sujud sahwi. Kecuali jika imam akhirnya mengakui kesalahannya maka segera sujud sahwi.

Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid mengatakan:

إذا جزم الإمام بصواب نفسه ، فلم يلتفت لتنبيه المأمومين ، وأتم صلاته ، وكان قد صلى خمس ركعات ، فصلاته صحيحة ولا شيء عليه ، ثم إذا تبين له الحال بعد السلام ، سجد سجدتين للسهو وسلّم

Jika imam meyakini benar dan tidak menghiraukan peringatan makmum dan dia ternyata shalat lima rakaat. Maka shalatnya tetap sah dan tidak ada apa-apa (tidak perlu sahwi). Kemudian kalau ternyata setelah salam diketahui ada kesalahan, maka dia sujud dua kali sujud sahwi dan salam.

(Al Islam Su’aal wa Jawaab no. 87853)

إذا علم المأموم بأن إمامه قام لركعة زائدة ، وجب عليه تنبيهه ، فإن لم يرجع ، لم يجز له متابعته ، بل يفارقه ، فيجلس ويأتي بالتشهد الأخير ويسلم ، فإن تابعه عالما بأن هذه الركعة هي الخامسة بطلت صلاته ، وأما من تابعه جاهلا أو ناسيا ، فصلاته صحيحة

Jika makmum mengetahui bahwa imamnya berdiri untuk rakaat tambahan (rakaat 5), maka dia harus mengingatkannya. Kalau imam tidak kembali, maka dia tidak diperkenankan mengikutinya bahkan hendaknya berpisah (mufaraqah) dengannya. Duduk dan bertasyahud akhir dan salam. Kalau dia mengikutinya dalam kondisi mengetahui bahwa ini adalah rakaat kelima, maka shalatnya batal. Sementara orang yang mengikutinya karena tidak tahu atau lupa, maka shalatnya sah. (Ibid)

Wallahu A’lam

 Farid Nu’man Hasan

Shaf Depan Tidak Penuh Karena Ada Kursi Kosong Buat Lansia

 PERTANYAAN

Assalamu’alaikum Ustadz … di masjid kami menyediakan tempat khusus n 2 sd 3 kursi lipat untuk jamaah lansia atau jamaah yg tdk bisa sujud/ duduk di shaf pertama di sebelah pojok kanan, masalahnya apabila jamaah kusus itu tdk hadir kursi yg disediakan tetap dikosongkan, jd pd saat sholat jamaah dilakukan ada 1 tempat  yg hanya diisi kursi kosong, pertanyaan sy terkait kondisi tsb bagaimana dan apakah sholat jamaahnya tetap syah?
Mohon pencerahannya ustadz … Jazaakallah khayr


 JAWABAN

▪▫▪▫▪▫▪▫

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh

Kerapatan dan kelurusan shaf bukanlah rukun dan syarat sahnya shalat itu adalah kesempurnaan dan bagusnya shalat, dan hukumnya sunnah, sebagaimana hadits berikut:

أقيموا الصف في الصلاة. فإن إقامة الصف من حسن الصلاة

“Luruskan Shaf karena lurusnya shaf  merupakan diantara pembagusnya shalat.” (HR. Bukhari No. 689. Muslim No. 435)

Imam An Nawawi  menyebut para ulama telah ijma’ atas kesunahannya. Berikut perkataannya:

وَقَدْ أَجْمَعَ الْعُلَمَاء عَلَى اِسْتِحْبَاب تَعْدِيل الصُّفُوف وَالتَّرَاصّ فِيهَا

“Ulama telah ijma’ (aklamasi)  atas  sunahnya meluruskan shaf dan merapatkan shaf.” (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 2/384. Mauqi’ Ruh A Islam)

Apa yang dikatakan Imam An Nawawi ini, didukung oleh Imam Ibnu Baththal dengan perkataannya:

تسوية الصفوف من سنة الصلاة عند العلماء

“Meluruskan Shaf merupakan sunahnya shalat menurut para ulama.” (Imam Ibnu Baththal, Syarh Shahih Al Bukhari, 2/344)

Maka, ttg kasus yang ditanyakan, shalatnya tetap sah. Tapi tidak sempurna dan meninggalkan sunnah kerapatan shaf. Oleh karena itu jangan dibiarkan kosong, jika pengguna kursi itu sdg tdk hadir maka bs dipindahkan atau dilipat dulu.

Wallahu A’lam

 Farid Nu’man Hasan

Menyiapkan Kain Kafan Saat Masih Hidup

 PERTANYAAN

Salam ustadz, apakah menyiapkan kain kafan ketika masih hidup itu sunnah (sesuatu yg dianjurkan) atau hanya mubah ya?


 JAWABAN

▪▫▪▫▪▫▪▫

Boleh saja menyiapkan kain kafan sejak masih hidup. Bahkan itu bagus, dan sebagian salaf ada yang melakukannya bahkan ada yang sudah menyiapkan kubur baginya..

Hal ini semoga termasuk cakupan hadits:

يَا رَسُولَ اللَّهِ ، مَنْ أَكْيَسُ النَّاسِ ، وَأَكْرَمُ النَّاسِ ؟ قَالَ : ” أَكْثَرُهُمْ ذِكْرًا لِلْمَوْتِ ، وَأَشَدُّهُمُ اسْتِعْدَادًا لَهُ ، أُولَئِكَ هُمُ الأَكْيَاسُ ، ذَهَبُوا بِشَرَفِ الدُّنْيَا ، وَكَرَامَةِ الآخِرَةِ ” .

“Wahai Rasulullah, siapakah manusia paling cerdas dan paling mulia ?”

Beliau bersabda: “(Yaitu) Manusia yang paling banyak mengingat kematian dan paling serius mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Mereka itulah orang-orang cerdas. Mereka pergi dengan membawa kehormatan dunia dan kemuliaan akhirat.”

(HR. Ibnu Majah No. 4249. Hasan)

Wallahu A’lam

 Farid Nu’man Hasan

Perhitungan Zakat Perniagaan

PERTANYAAN

Bismillah, izin bertanya ust.

1. Terkait zakat maal, apakah tabungan yang disimpan dikenakan zakat

2. bagaimana perhitungan zakat perniagaan/toko, dan

3. Benarkah berbeda antara panitia zakat dan Amil Zakat? Syukron wa Jazakallahu


 JAWABAN

▪▫▪▫▪▫▪▫

1. Ya, uang yang ditabungkan wajib dizakati jika sudah mencapai nishab, yaitu setara 85gr emas, dan sudah 1 haul. Dikeluarkan 2,5%.

Dalilnya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ

“Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik…” (QS. Al Baqarah: 267)

Hadits:

فِي كُلِّ أَرْبَعِينَ دِرْهَمًا دِرْهَمٌ

“Setiap 40 dirham, wajib dikeluarkan 1 dirham (sebagai zakat).” (HR. Abu Daud no. 1573)

Kaedah Fiqih:

“كُلُّ مَالٍ نَمَا وَبَلَغَ النِّصَابَ وَحَالَ عَلَيْهِ الْحَوْلُ فِيهِ الزَّكَاةُ”

“Setiap harta yang berkembang, mencapai nisab, dan berlangsung selama haul, wajib dizakati.”

2. Zakat perniagaan itu dikeluarkan jika sudah nishab yaitu aset dan hasil perdagangan sdh mencapai nilai harga emas 85gr, jika sudah 1 tahun.

Semua aset yang menjadi barang dagangannya.., yaitu harga saat dia keluarkan zakatnya.

Abu Amr bin Himas menceritakan, bahwa ayahnya menjual kulit dan alat-alat yang terbuat dari kulit, lalu Umar bin Al Khathab berkata kepadanya:

يَا حِمَاسُ ، أَدِّ زَكَاةَ مَالَك ، فَقَالَ : وَاللَّهِ مَا لِي مَالٌ ، إنَّمَا أَبِيعُ الأَدَمَ وَالْجِعَابَ ، فَقَالَ : قَوِّمْهُ وَأَدِّ زَكَاتَهُ.

“Wahai Himas, tunaikanlah zakat hartamu itu.”

Beliau menjawab: “Demi Allah, saya tidak punya harta, sesungguhnya saya cuma menjual kulit.”

Umar berkata: “Perkirakan harganya, dan keluarkan zakatnya!”

(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf No. 10557, Abdurrazzaq dalam Al Mushannaf No. 7099, Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra No. 7392)

Cara perhitungannya, seperti yang disampaikan ketua umum majma’ buhuts al Islamiyah, Syaikh Dr. Muhyiddin ‘Afifi Hafizhahullah:

طريقة حساب الزكاة في عروض التجارة تتم كالتالي :

Cara menghitung zakat aset perdagangan:

١. تقويم البضائع المعدة للبيع التي عند التاجر (بسعر الجملة) .

1. Dihitung harga barang dagangan yang dimiliki oleh pedagang (dengan harga ditotal)

2. إضافة النقود المملوكة لنفس التاجر،

2. Tambahkan dengan uang dimiliki pedagang hasil dari perdagangan tersebut

وكذلك ما يملكه من ذهب وفضة وديون له ثابتة على الغير.

Demikian juga jika dia ada emas atau perak (yang dibelinya karena keuntungan perdagangannya) dan hitung pula hutang dia yg ada pada org lain

3. خصم الديون التي على التاجر من رأس ماله السابق.

3. Potong dengan hutang yang dimiliki pedagang, dari harta modal sebelumnya

4. يخرج عن صافي رأس ماله الزكاة الواجبة متى بلغ المال النصاب.

4. Dia membayar zakat atas harta bersihnya (yaitu setelah dikurangi hutang) ketika uang itu mencapai nishab.

5. نصاب الزكاة في عروض التجارة
85جم من الذهب عيار 21 ، والقدر الواجب إخراجه فى عروض التجارة ربع العشر = 2،5% .

5. Nishabnya sama dgn 85 gr emas, yang wajib dikeluarkan 2,5%

6. لا تجب الزكاة في عروض التجارة إلا بعد مرور حول – عام – على امتلاك المال أو السلعة ملكا تاما .

6. Wajibnya zakat tijarah itu jika sudah HAUL kepemilikan

7. يتم تقويم البضائع بسعرها جملة وقت إخراج الزكاة .

7. Barang dinilai berdasarkan harga totalnya pada saat zakat dibayarkan.

8. زكاة عروض التجارة تخرج من النقود وهو مذهب الجمهور.

8. Zakat perniagaan dikeluarkan dalam bentuk UANG menurut mayoritas ulama

Wallahu A’lam

 Farid Nu’man Hasan

scroll to top