Doa Saat Menyembelih Hewan Qurban

 PERTANYAAN:

Assalamualaikum ustadz. Izin bertanya. Sebelum menyembelih hewan qurban, apakah ada doa lain selain “Bismillahi Allohuakbar.”? Apakah harus disebutkan nama pemilik hewan nya, seperti ijab-kabul ? Saya sering menyaksikan yg seperti itu, di t4 saya ustadz. Bagaimana yg sesuai syariat ?? Syukron. (+62 813-9877-xxxx)


 JAWABAN

Wa’alaikumussalam Wa Rahmatullah

Tatacara berdoa saat menyembelih hewan qurban ada beberapa bentuk:

1. Versi pertama: Bismillah dan takbir.

Bismillahi Allahu akbar. Ini minimal, yang wajib adalah bismillahnya, sedangkan takbir adalah mustahab (sunnah).

Dalilnya, Anas bin Malik bercerita:

ضَحَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ أَقْرَنَيْنِ ذَبَحَهُمَا بِيَدِهِ وَسَمَّى وَكَبَّرَ وَوَضَعَ رِجْلَهُ عَلَى صِفَاحِهِمَا

“Nabi ﷺ berkurban dengan dua ekor domba yang warna putihnya lebih dominan dibanding warna hitamnya, dan bertanduk, beliau menyembelih domba tersebut dengan tangan beliau sendiri *sambil menyebut nama Allah dan bertakbir* dan meletakkan kaki beliau di atas rusuk domba tersebut.” (HR. Bukhari no. 5565)

2. Versi kedua, mendoakan agar qurbannya atau qurban keluarganya Allah Ta’ala terima

Dalilnya:

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ بِكَبْشٍ أَقْرَنَ يَطَأُ فِي سَوَادٍ وَيَبْرُكُ فِي سَوَادٍ وَيَنْظُرُ فِي سَوَادٍ فَأُتِيَ بِهِ لِيُضَحِّيَ بِهِ فَقَالَ لَهَا يَا عَائِشَةُ هَلُمِّي الْمُدْيَةَ ثُمَّ قَالَ اشْحَذِيهَا بِحَجَرٍ فَفَعَلَتْ ثُمَّ أَخَذَهَا وَأَخَذَ الْكَبْشَ فَأَضْجَعَهُ ثُمَّ ذَبَحَهُ ثُمَّ قَالَ بِاسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ وَمِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ ثُمَّ ضَحَّى بِهِ

dari ‘Aisyah, bahwa Rasulullah ﷺ pernah menyuruh untuk diambilkan dua ekor domba bertanduk yang di kakinya berwarna hitam, perutnya terdapat belang hitam, dan di kedua matanya terdapat belang hitam. Kemudian domba tersebut di serahkan kepada beliau untuk dikurbankan, lalu beliau bersabda kepada ‘Aisyah, “Wahai ‘Aisyah, bawalah pisau kemari.” Kemudian beliau bersabda, “Asahlah pisau ini dengan batu.” Lantas ‘Aisyah melakukan apa yang diperintahkan beliau, setelah di asah, beliau mengambilnya dan mengambil domba tersebut dan membaringkannya lalu beliau menyembelihnya.” Kemudian beliau mengucapkan, ALLAHUMMA TAQABBAL MIN MUHAMMAD WA AALI MUHAMMAD WA UMMATU MUHAMMAD (ya Allah, terimalah ini dari Muhammad, keluarga Muhammad, dan umat Muhammad).” Kemudian beliau berkurban dengannya.”

(HR. Muslim no. 1967)

Maka, kita boleh menggunakan: Bismillah Allahumma Taqqabbal min FULAN (nama yg qurban) .. Bisa juga AALI FULAN (keluarga fulan)

3. Versi ketiga

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ شَهِدْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْأَضْحَى بِالْمُصَلَّى فَلَمَّا قَضَى خُطْبَتَهُ نَزَلَ عَنْ مِنْبَرِهِ فَأُتِيَ بِكَبْشٍ فَذَبَحَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ وَقَالَ بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ هَذَا عَنِّي وَعَمَّنْ لَمْ يُضَحِّ مِنْ أُمَّتِي

Dari Jabir bin Abdullah ia berkata, “Aku pernah mengikuti salat ‘idul adhha bersama Nabi ﷺ di lapangan, maka ketika selesai berkhotbah beliau turun dari mimbar. Setelah itu didatangkan kepada beliau seekor kambing, lalu Rasulullah ﷺ menyembelih kambing tersebut dengan tangannya. Dan beliau mengucapkan, “BISMILLLAAHI WALLAAHU AKBAR HADZA ‘ANNIY WA ‘AMMAN UMMATIY LAM YUDHAHHI (Dengan nama Allah, Allah Mahabesar), ini dariku dan dari umatku yang belum berkurban.”

(HR. At Tirmidzi no. 1522, shahih)

Dalam riwayat lain:

اللهم إن هذا منك ولك

Allahumma inna hadza minka Wa laka (Ya Allah, qurban ini dari-Mu dan untuk-Mu). (Irwa’ul Ghalil, no. 1138)

Minka (Dari-Mu) maksudnya qurban tersebut adalah rezeki dari Allah.

Laka (Untuk-Mu) maksudnya ikhlas untuk Allah semata. (Syarhul Mumti’, jilid. 7, hal. 492)

Maka, jika dirangkai semua dan disesuaikan dengan keadaan orang yang berqurban menjadi:

– Jika untuk menyembelih hewan qurban sendiri

بسم الله ، والله أكبر ، اللهم هذا منك ولك و هذا عني

Bismillahi wallahu Akbar, Allahumma hadza minka Wa laka Wa Hadza ‘anniy

– Jika menyembelih hewan qurban orang lain

بسم الله ، والله أكبر ، اللهم هذا منك ولك ، هذا هذا عن فلان

Bismillahi wallahu Akbar, Allahumma hadza minka Wa laka Wa Hadza ‘an Fulan

Bisa juga:

اللهم تقبل من فلان وآل فلان

Allahumma taqabbal min Fulan Wa Aali Fulan

Demikian. Wallahu A’lam

✍ Farid Nu’man Hasan

Apa Itu Haji Akbar?

 PERTANYAAN:

 Assalamualaikum. Tanya ustadz. Apa itu haji akbar..?! WasSalaam. (+62 831-2648-xxxx)

 JAWABAN

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh

Haji akbar memiliki banyak definisi yang dikemukakan para ulama. Di antaranya:

1. Hari 10 Zulhijjjah

Jadi, aktivitas rangkaian haji di 10 Zulhijjah adalah haji akbar. Inilah pendapat Asy Sya’bi, An Nakha’i, Said bin Jubeir, dan salah satu riwayat dari Ali Radhiallahu ‘Anhu.

Dalilnya:

عن ابن عمر رضي الله عنهما ، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم وقف يوم النحر في الحجة التي حج فيها فقال : ( أي يوم هذا ؟ ) فقالوا : يوم النحر ، فقال : ( هذا يوم الحج الأكبر )

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah ﷺ berdiri pada hari Nahr (10 Dzulhijjah) dalam haji yang beliau lakukan, lalu beliau bersabda: “Hari apakah ini?”
Mereka menjawab: “Hari Nahr (penyembelihan kurban).”
Lalu beliau bersabda: “Ini adalah Hari Haji Akbar.”

(HR. Abu Daud no. 1945, shahih)

Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid mengatakan:

وسمي يوم النحر يوم الحج الأكبر ؛ لما في ليلته من الوقوف بعرفة ، والمبيت بالمشعر الحرام ، والرمي في نهاره والنحر والحلق والطواف والسعي من أعمال الحج ، ويوم الحج هو الزمن ، والحج الأكبر هو العمل فيه ، وقد ورد ذكر يوم الحج الأكبر في القرآن قال تعالى : ( وأذان من الله ورسوله إلى الناس يوم الحج الأكبر ) التوبة / 3

Hari Nahr (Idul Adha) disebut sebagai Yaum al-Hajj al-Akbar (Hari Haji Akbar); karena pada malamnya terdapat wukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah (al-Masy’ar al-Haram), dan pada siangnya dilakukan lempar jumrah, penyembelihan hewan kurban, mencukur rambut, thawaf, serta sa’i — semua merupakan rangkaian amalan haji. Hari haji adalah waktu pelaksanaannya, sedangkan haji akbar adalah amalan yang dilakukan di dalamnya. Telah disebutkan mengenai Yaum al-Hajj al-Akbar dalam Al-Qur’an, sebagaimana firman Allah Ta’ala:

‘(Dan (ini adalah) suatu pemberitahuan dari Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada Hari Haji Akbar…)’
(QS. At-Taubah: 3)

(Al Islam Su’aal wa Jawaab no. 36775)

2. Haji akbar adalah hari Wuquf di arafah

Inilah pendapat Umar, Ibnu Abbas, Said bin Al Musayyab, Ibnuz Zubeir, Thawus, Mujahid, dan salah satu riwayat dari Ali Radhiallahu ‘Anhu.

Rasulullah ﷺ bersabda saat khutbah Arafah:

أما بعد فإن هذا يوم الحج الأكبر

Amma ba’du, sesungguhnya hari ini adalah haji akbar.

(Mafatihul Ghaib, 15/525)

3. Haji akbar adalah haji itu sendiri, haji ashghar adalah umrah

Inilah pendapat mayoritas ulama.

والمختار ما ذهب إليه جمهور العلماء من أن المراد بـ”الحج الأكبر”: الحج، والأصغر يقصد به العمرة

Pendapat Yang terpilih dan dianut mayoritas ulama; haji akbar adalah haji, dan haji kecil adalah umrah. (Darul Ifta Al Mishriyah no. 7827)

4. Haji akbar adalah seluruh hari-hari di Mina. Ini pendapat Sufyan Ats Tsauri.

5. Haji akbar adalah haji dahulu dilakukan oleh Rasulullah ﷺ saja. Ini dikatakan oleh Harits bin Naufal dan Muhammad bin Sirin.

6. Haji Akbar adalah haji Qiran, haji ashghar adalah haji ifrad. Ini pendapat mujahid.

(Lihat dalam Tafsir Al Baghawi2/317)

Demikian. Wallahu A’lam

✍ Farid Numan Hasan

Makna Jibt

 PERTANYAAN:

Assalaamu’alaykuum ustadz.saya baca terjemahan AnNisa ayat 51

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bahagian dari Al kitab? Mereka percaya kepada jibt dan thaghut, dan mengatakan kepada orang-orang Kafir (musyrik Mekah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman.

jibt itu apa ya ustadz?


 JAWABAN

▪▫▪▫▪▫▪▫

Wa’alaikumussalam Wa Rahmatullah Wa Barakatuh

Dalam Tafsir Jalalain, dijelaskan: Jibti dan Thaghut adalah dua berhala orang quraisy. (Tafsir Jalalain, hal. 109. Beirut: Darul Basyair, 1991)

Banyak penjelasan tentang makna Jibt, yaitu:

– ‘Ikrimah dan Ibnu Abbas mengatakan berhala.

– Umar dan Mujahid mengatakan sihir

– Said bin Jubair mengatakan ahli sihir

Adh Dhahak mengatakan Jibti adalah Huyay bin Akhthab (tokoh Yahudi masa itu).

(Tafsir Al Mawardi, jilid. 1, hal. 304)

Wallahu A’lam

 Farid Nu’man Hasan

Salat Ashar Tapi Belum Salat Zhuhur

 PERTANYAAN:

Afwan ustadz, ada titppan pertanyaan lg

Assalamu’alaikum warahmatullah.
Afwan ustadz ingin bertanya ada kejadian, Ketika sholat berjamaah makmum salah berniat, yang seharusnya sholat dzuhur tapi dia niatkan sholat ashar karena tidak sengaja/lupa, lalu di tengah sholat dia tersadar ternyata sholat yang dilaksanakan adalah sholat dzuhur. Namun dia menyelesaikan sholat berjamaah tersebut bersama imam sampai selesai. Pertanyaannya apakah sholat dia sah atau harus mengulang lagi ustadz? (+62 813-3434-xxxx)


 JAWABAN

▪▫▪▫▪▫▪▫

Wa’alaikumussalam Wa Rahmatullah Wa Barakatuh

– Jika dia belum Shalat Zuhur, tapi dia niatkan Shalat Ashar, padahal dia kemudian tahu bahwa belum Shalat zuhur, maka itu tidak boleh. Sebab, tidak boleh seseorang Shalat Ashar padahal Shalat Zuhurnya belum dilaksanakan, karena Allah Ta’ala menurunkan kewajiban shalat sesuai tertibnya.

Beda kasus jika shalat bersama imam yang shalat Ashar, dan kita bersamanya dengan niat Shalat Zuhur karena kita belum Zuhur, itu tidak apa-apa. Lalu kita bangun segera melakukan asharnya.

Syaikh Abu Bakar bin Jabir Al Jazaairiy Rahimahullah mengatakan tentang pembatal shalat:

ذكر صلاة قبلها كأن يدخل في العصر و يذكر أنه ما صلى الظهر فإن العصر تبطل حتى يصلي الظهر إذ الترتيب بين الصلوات الخمس فرض لورودها عن الشارع مرتبة فرضا بعد فرض، فلا تصلى صلاة فبل الي قبلها مباشرة

Teringat shalat sebelumnya saat dia memasuki shalat Ashar, tapi dia ingat belum shalat zuhur. Maka shalat Asharnya batal sampai dia shalat zuhur dulu. Sebab, berurut antara shalat yg 5 adalah wajib karena Allah mendatangkannya seperti itu, satu kewajiban dgn kewajiban lain secara berurutan. Maka, janganlah shalat jika belum melakukan shalat sebelumnya. (Minhajul Muslim, Hal. 157)

– Jika kasusnya jamak ta’khir, yaitu dilakukan di waktu Ashar, kita berjamaah bersama rombongan yang juga jamak, maka lakukan sesuai urutan, zuhur dulu barulah Ashar.

Tapi, jika berjamaah dengan penduduk setempat, yang sedang Shalat Ashar, maka ikutilah mereka shalat Ashar dulu, barulah zuhur.

انما جعل الإمام ليؤتم به فلا تختلفوا عليه ..

Imam itu ditunjuk untuk diikuti, maka janganlah meyelisihinya. (HR. Bukhari)

Wallahu a’lam

 Farid Nu’man Hasan

scroll to top