Yang Muda Yang Berprestasi: Muadz bin Jabal Radhiallahu ‘Anhu

💦💥💦💥💦💥

Abu Muslim Al Khaulani Rahimahullah bercerita:

“Ketika aku mendatangi penduduk Damaskus, aku dapati sebuah majelis yang berisi para sahabat Nabi ﷺ yang telah lanjut usia. Saya melihat di antara mereka ada seorang muda yang matanya bercelak dan giginya putih berseri. Setiap terjadi perselisihan, mereka menanyakan permasalahan itu kepada pemuda itu. Maka, aku bertanya kepada orang yang duduk di dekatku: “Wahai fulan, siapakah pemuda itu?”

Ia menjawab: “Dia adalah Muadz bin Jabal Radhiallahu ‘Anhu.”
(Imam Ahmad dalam Musnad-nya, 5/236. Imam Abu Nu’aim, Hilyatul Auliya’, 1/230, Imam Ibnul Jauzi, Shifatush Shafwah, 1/490.Imam Adz Dzahabi, Siyar A’lamin Nubala, 1/453)

🍃🍃🍃🍃

Beliau adalah Muadz bin Jabal bin Amru bin Aus bin ‘Aaidz bin ‘Adiy bin Ka’ab bin Amru bin Adi bin Sa’ad bin Ali bin Saaridah bin Asad bin Tazid bin Jusyum bin Al Khazraj Al Anshari.

Sebagian ulama menyebutnya sebagai orang Bani Salamah. Ibnu Ishaq mengatakan bahwa dia disandarkan kepada Bani Salamah karena Ibunya bersaudara dengan Sahl bin Muhammad bin Al Jad bin Al Qais. Sahl dan ibunya adalah dari Bani Salamah. Dia paling banyak menghancurkan berhala Bani Salamah. Sementara Al Kalbi mengatakan bahwa Muadz adalah Bani Adi sebagaimana terlihat dari namanya.

Dia digelari Abu Abdirrahman. Dia termasuk 70 orang yang ikut Bai’at ‘Aqabah dari kalangan Anshar. Beliau juga ikut perang Badar pada usia 21 tahun, juga Uhud, dan Khandaq, semuanya dilakukannya bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Dia masuk Islam saat usianya 18 tahun. Setelah perang tabuk, beliau diutus oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ke Yaman sebagai Qadhi dan pemimpin kaum muslimin di sana. Beliau di sana hingga wafatnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, lalu kembali ke Madinah pada masa Khalifah Abu Bakar.

Al Waqidi dan lainnya menyebutkan bahwa Muadz bin Jabal, berperawakan tinggi, rambutnya bagus, matanya lebar, dan giginya putih bersinar, dan belum punya anak. Dia adalah termasuk laki-laki yang paling tampan (min ajmalir rijaal). Ka’ab bin Malik mengatakan, bahwa Muadz adalah pemuda yang tampan dan dermawan.

Namun Abu Umar mengatakan , bahwa telah disebutkan tentang Muadz, Beliau memiliki anak bernama Abdurrahman yang ikut berperang bersamanya di Yarmuk. Dan, tidak ada perselisihan pendapat bahwa beliau diberikan nama kun-yah (gelar) dengan sebutan Abu Abdirrahman. Di Madinah, beliau dipersaudarakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan Ja’far bin Abi Thalib Radhiallahu ‘Anhu. Beliau meriwayatkan 157 hadit dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Muadz bin Jabal Radhiallahu ‘Anhu, memiliki banyak keutamaan, baik yang disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan para sahabat lainnya.

Di antaranya, dari Abdullah bin Amru Radhiallahu ‘Anhuma, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

خذوا القرآن من أربعة : من ابن مسعود وأبي بن كعب ومعاذ بن جبل وسالم مولى أبي حذيفة

Ambil-lah Al Quran dari empat orang: dari Ibnu Mas’ud, Ubai bin Ka’ab, Muadz bin Jabal, dan Salim pelayan Abu Hudzaifah. (HR. At Tirmidzi No. 3810, katanya: hasan shahih. Al Hakim dalam Al Mustadrak No. 6242, katanya: shahih. Semisal ini juga diriwayatkan oleh Al Bukhari No. 3758)

Dari Anas bin Malik Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

أَرْحَمُ أُمَّتِي بِأُمَّتِي أَبُو بَكْرٍ وَأَشَدُّهُمْ فِي أَمْرِ اللَّهِ عُمَرُ وَأَصْدَقُهُمْ حَيَاءً عُثْمَانُ وَأَعْلَمُهُمْ بِالْحَلَالِ وَالْحَرَامِ مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ وَأَفْرَضُهُمْ زَيْدُ بْنُ ثَابِتٍ وَأَقْرَؤُهُمْ أُبَيٌّ وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَمِينٌ وَأَمِينُ هَذِهِ الْأُمَّةِ أَبُو عُبَيْدَةَ بْنُ الْجَرَّاحِ

Umatku yang paling penyayang terhadap umatku adalah Abu Bakar, yang paling ketat terhadap perintah Allah adalah Umar, yang paling benar rasa malunya adalah ‘Utsman, yang paling tahu halal dan haram adalah Muadz bin Jabal, yang paling tahu faraidh (ilmu waris) adalah Zaid bin Tsabit, dan yang paling bagus bacaannya adalah Ubai, dan setiap umat ada orang
kepercayaan, dan kepercayaannya umat ini adalah Abu ‘Ubaidah bin Al Jarrah. (HR. At Tirmidzi No. 3790, katanya: hasan gharib. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jami’ No. 895)

Jabir bin Abdullah Radhiallahu Anhu mengatakan:

كان معاذ بن جبل من أحسن الناس وجها وأحسنه خلقا وأسمحه كفا فأدان دينا كثيرا

Muadz bin Jabal adalah manusia yang paling bagus wajahnya, paling bagus akhlaknya, dan paling lapang tangannya (dermawan), dia telah memberikan hutang yang banyak. (Usudul Ghabah, 1/1021)

Muadz bin Jabal Radhiallahu ‘Anhu adalah sosok yang amat dicintai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Muadz bercerita, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memegang tangannya dan berkata:

يَا مُعَاذُ وَاللَّهِ إِنِّي لَأُحِبُّكَ وَاللَّهِ إِنِّي لَأُحِبُّكَ فَقَالَ أُوصِيكَ يَا مُعَاذُ لَا تَدَعَنَّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ تَقُولُ اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

“Wahai Muadz, Demi Allah saya benar-benar mencintaimu, Demi Allah saya benar-benar mencintaimu.” Beliau bersabda: “Saya wasiatkan kepadamu, wahai Muadz, janganlah kamu tinggalkan ucapanmu pada setiap akhir shalat: Allahumma A’inni ‘ala dzikrika wasy syukrika wa husni ‘ibadatik – Ya Allah tolonglah aku dalam berdzikir kepadaMu dan bersyukur kepadaMu, dan kebaikan ibadah kepadaMu.”

(HR. Abu Daud No. 1522, Ahmad No. 22119, Dishahihkan oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth dalam Tahqiq Musnad Ahmad No. 22119 )

Beliau wafat di Syam ketika mewabah Tha’un, saat itu berusia 34 tahun atau lebih, pada tahun 17 H atau setelahnya. Ada yang menyebut Beliau wafat saat usia 28 tahun, 32 tahun. Said bin Al Musayyib mengatakan 33 atau 34 tahun.

Abdullah bin Qurth mengatakan: saya menyaksikan wafatnya Muadz bin Jabal, saat itu dia berusia seperti Isa ‘Alaihissalam yaitu 33 atau 34 tahun.

(Selengkapnya lihat Imam Ibnul Atsir, Usadul Ghabah, Hal. 1020- 1022. Imam Khairuddin Az Zarkili, Al I’lam, 7/259. Imam An Nawawi, Tahdzibul Asma, No. 582. Al Hafizh Ibnu Hajar, Al Ishabah, No. 8043. Darul Jil, Beirut. Imam Adz Dzahabi, As Siyar, 1/443. No. 86. Imam Ibnu Abdil Bar, Al Isti’ab, 1/439-441. Mawqi’ Al Warraq)

Semoga Allah meridhainya. Wa Shallallahu ‘Ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala Aalihi wa shahbihi wa Sallam.

🌷☘🌺🌴🌻🍃🌸🌾

✏ Farid Nu’man Hasan

Mengubur Jenazah Pakai Peti

▫▪▫▪▫▪▫▪

📨 PERTANYAAN:

Assalamualaikum.. saya mau tanya masalah fikih jenazah..

Dan akhirnya mayit di kuburkan menggunakan peti..
Bagaimana hukum nya ? Baik itu keluarga mayit maupun cara pemakamannya itu sendiri.. (+62 877-8474-xxxx)

📬 JAWABAN

🍃🍃🍃🍃🍃

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah ..

Syaikh Abdullah Al Faqih Hafizhahullah mengatakan:

نص أهل العلم على كراهة دفن الميت في الصندوق، لما في ذلك من مخالفة هدي النبي صلى الله عليه وسلم في الدفن وخشية أن يكون فيه تشبه بغير المسلمين

Perkataan para ulama adalah makruhnya mengubur mayat dgn peti mati, sebab itu menyelisihi petunjuk Nabi ﷺ dalam penguburan, dan khawatir ini menyerupai non muslim.

(Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyyah No. 60715)

Saya sdh cek ke beberapa kitab masing-masing madzhab yang empat, semuanya memakruhkan, kecuali jika ada hajat atau ‘udzur, seperti tanah lembek, basah, labil, shgga khawatir mayat tidak terjaga seperti dicabik oleh hewan dan lain bahaya lainnya.

Demikian. Wallahu a’lam

🌻☘🌿🌸🍃🍄🌷💐

✍ Farid Nu’man Hasan

Siapa yang mencukur kita saat Tahallul?

▫▪▫▪▫▪▫▪

Syaikh Khalid Abdul ‘Alim Al Mutawalli berkata:

يجوز للمحرم أن يتحلل من إحرامه بقص شعره بنفسه أو بغيره ، لأن التحلل من الإحرام يكون بالحلق أو التقصير سواء كان ذلك بالنفس أو الغير ، وقد حلق الصحابة بعضهم لبعض يوم الحديبية

Boleh bagi orang yang berihram saat tahallul dari ihramnya mencukur rambutnya sendiri atau orang lain. Sebab, tahallul dari ihram itu baru terjadi jika mencukur rambut baik gundul atau memendekkan, sama saja apakah oleh diri sendiri atau oleh orang lain. Dahulu para sahabat Nabi ﷺ saling mencukur di antara mereka.

(Fatawa ‘Aamah no. 2341)

Demikian. Wallahu a’lam

🌻☘🌿🌸🍃🍄🌷💐

✍ Farid Nu’man Hasan

Cara Jawab Orang Kirim Salam

💦💥💦💥💦💥

📨 PERTANYAAN:

Assalamu’alaikum, ustadz.
Kita sering mendapat/dititipi salam dr teman.
Misal ada teman yg bilang “salam ya untuk ayah dan ibu”.
Lalu bagaimana kalimat salam yg benar utk menjawab salam tsb.
mohon penjelasannya ustadz, saya masih awam 🙏

📬 JAWABAN

🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah …, Bismillah wal Hamdulillah..

Jawabnya seperti dalam hadits ini:

يَا عَائِشَةُ هَذَا جِبْرِيلُ يَقْرَأُ عَلَيْكِ السَّلَامَ قَالَتْ قُلْتُ وَعَلَيْهِ السَّلَامُ وَرَحْمَةُ اللهِ تَرَى مَا لَا نَرَى

Wahai aisyah, ini jibril mengirim salam buatmu. Aisyah menjawab: wa’alaihis salam warahmatullah. Kamu melihat yang kami tidak melihat. (HR. Muttafaq ‘alaih)

Wallah a’lam

☘🌺🌴🌻🍃🌸🌾🌷


🌴🌷 Merendahlah Dengan Memulai Salam 🌷🌴

🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾

Abdullah bin Mas’ud Radhiallahu ‘Anhu berkata:

إن من التواضع أن تبدأ بالسلام كلَّ من لقيت

Sesungguhnya diantara bentuk tawadhu (rendah hati) adalah Anda memulai salam kepada setiap orang yang Anda jumpai

📚 Jawaahir min Aqwaal As Salaf No. 193

🍃🌷🌾🌻🌴🌺☘🌸

✏ Farid Nu’man Hasan

scroll to top