Hukum Bel dan Lonceng di Rumah

🌸🏹🌸🏹🌸🏹

📨 PERTANYAAN:

Kalau kita pake lonceng atau bel di pintu rumah itu hukumnya bagaimana ya?

📬 JAWABAN

🍃🍃🍃🍃

Bismillah wal hamdulillah ..

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

الْجَرَسُ مَزَامِيرُ الشَّيْطَانِ

Lonceng adalah seruling-seruling syetan. (HR. Muslim No. 2114, Abu Daud No. 2556, An Nasa’i dalam As Sunan Al Kubra No. 8761)

Lonceng adalah alat komunikasi yang biasa dipakai oleh kaum Nasrani pada gereja-gereja mereka. Terbuat dari besi ada bandulan di dalam sebagai pematuk suara. Oleh karenanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melarang menggunakan lonceng untuk memanggil orang shalat berjamaah, sebab itu menyerupai orang Nasrani. Dilarang pula menggantungkan lonceng dalam perjalanan.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

إِنَّ الْعِيرَ الَّتِي فِيهَا الْجَرَسُ لَا تَصْحَبُهَا الْمَلَائِكَةُ

Malaikat tidaklah menyertai qafilah yang di dalamnya terdapat lonceng. (HR. Ahmad No. 26770. Ad Darimi No. 2717. An Nasa’i, As Sunan Al Kubra No. 8760, dll. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan: shahih lighairih. Lihat Ta’liq Musnad Ahmad No. 44/355)

Sedangkan ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anha, memakruhkan suara lonceng. (Ibnu Abi Syaibah, Al Mushannaf, No. 32594).

Ada pun bel, yang bukan lonceng, seperti yang ada disekolah, kantor-kantor, rumah, bukanlah lonceng yg dimaksud dlm hadits tersebut.

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani Rahimahullah mengatakan:

وقد أحدثت في هذا العصر أجراس متنوعة لأغراض مختلفة نافعة، كجرس ساعة المنبه الذي يوقظ من النوم، وجرس الهاتف “التليفون”، وجرس دوائر الحكومة، والدور، ونحو ذلك، فهل يدخل هذا في الأحاديث المذكورة وما في معناها؟ وجوابي: لا، وذلك لأنه لا يشبه الناقوس لا في صوته ولا في صورته. والله أعلم.

Pada zaman ini telah ada berbagai suara buatan dengan beragam tujuan. Ada suara alarm jam untuk membangunkan dari tidur, suara dering panggilan telepon, suara bel yang ada di kantor-kantor pemerintah, asrama, atau lainnya. Apakah suara-suara buatan tersebut termasuk dalam hadits-hadits larangan di atas dan hadits-hadits lain yang semakna? Jawabanku, tidak termasuk, karena suara-suara buatan tersebut tidak menyerupai suara lonceng baik dari sisi suara ataupun bentuk. Wallahu A’lam (Jilbab Mar’ah Muslimah, Hal. 169)

Wallahu A’lam

🍃🌾🌸🌻🌴☘🌷🌺

✏ Farid Nu’man Hasan

Hukum Sumbangan Non Muslim Untuk Pembangunan Masjid

▪▫▪▫▪▫▪▫

📨 PERTANYAAN:

Assalamu’alaikum Ustadz. Di tempat tinggal saya sedang ada pembangunan Mushola. Dalam kepanitian pembangunan tersebut ada yang non Muslim, apakah hal tersebut diperbolehkan dalam Islam? Jazzakallah ustadz. (+62 877-5899-1330‬)

📬 JAWABAN

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh ..

Bantuan non muslim, baik tenaga, pikiran, bahkan uang, dalam pembangunan masjid, selama tidak ada “udang dibalik bakwan” boleh.

Dahulu, Nabi Shalallahu ‘Alaihi Sallam mendapat hadiah dr non muslim, termasuk saat tertindas Nabi Shalallahu ‘Alaihi Sallam mendapat bantuan dari musyrikin Bani Khuza’ah.

Syaikh Abdullah Al Faqih Hafizhullah mengatakan:

فإن الشرع قد أباح قبول هدية الكافر، وحيث كان ذلك جائزاً جاز قبول تبرعه في بناء المسجد

Syariat membolehkan menerima hadiah dr org kafir, krn hal itu dibolehkan maka dibolehkan pula sumbangan mereka dalam pembangunan masjid.

(Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyyah no. 36457)

Dalam fatwa Islam online juga disebutkan:

ولو تبرَّع الكافر للمسجد ببناء أو تجهيز أو غيرهما هل يَقبل المسلمون منه هذا التبرُّع؟ لقد نص فقهاء المذاهب الأربعة على إباحة التعامل مع غير المسلمين حتى في التبرُّع لعمارة المساجد، وما جاء في الحديث إن الله طيِّب لا يَقبل إلا طيبًا لا تدْخل تحته هذه المسألة؛ لأن قَبول الله للطيِّب يَعني الثَّواب عليه، ولا ثواب لغير المسلم في الآخرة كما نصَّت عليه الآية المذْكورة

Jika seorang kafir memberikan sumbangan untuk membangun masjid atau menyiapkannya, atau lainnya, apakah boleh menerimanya? Ahli fiqih empat madzhab telah menetapkan kebolehan bermuamalah dengan orang kafir termasuk dalam sumbangan pembangunan masjid.

Ada pun hadits: “Allah itu baik dan tidak akan menerima kecuali dari yg baik-baik.” Tidaklah termasuk permasalahan ini. Sebab, hadits tersebut membicarakan tentang pahalanya, sedangkan org kafir di akhirat memang mereka tidak mendapatkan pahala dari amalnya, sebagaimana dalil ayat yg menerangkannya. (Selesai)

Demikian. Wallahu a’lam

📙📘📕📒📔📓📗

🖋 Farid Nu’man Hasan

Meletakkan Al Qur’an Sejajar Dengan Kaki

▪▫▪▫▪▫▪▫▪▫▪

📨 PERTANYAAN:

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh Ustadz farid

Ustadz bagaimana baiknya meletakan al Qur’an? Pernah sy lihat di letakknn di bawah jadi sejajar dengan orang duduk di bawah
Jazakallahu khairan(‪+62 822-2623-xxxx)

📬 JAWABAN

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh ..

Menjaga kehormatan dan menghormati Al Qur’an adalah wajib.

Imam An Nawawi Rahimahullah mengatakan:

أجمع العلماء على وجوب صيانة المصحف واحترامه

Para ulama ijma’, wajibnya melindungi mushaf dan menghormatinya. (Al Majmu’ Syarh Al Muhadzdzab, 2/85)

Maka, hendaknya meletakkan Al Qur’an adalah ditempat yang bersih, suci, dan tinggi, tidak sejajar dengan kaki kita. Itu utamanya. Tapi, jika tidak memungkinkan, baik karena tidak ada tempatnya, atau saat hendak sujud ketika sedang shalat sambil memegang mushaf, atau saat sedang sujud tilawah, maka ini tidak apa-apa. Yg terlarang adalah meletakkan di bawah dalam rangka merendahkan dan menghina, maka ini bisa kafir bagi pelakunya.

Referensi 1:

الأوْلى أن يوضع على مكان مرتفع حتى يتحقق رفعه حسّاً ومعنى ، قال الله تعالى : ( مرفوعة مطهرة ) فإذا احتجتَ إلى وضعه : فضعْه على مكان مرتفع ولو قليلاً ، فإذا لم يتيسر : جاز وضعه على الأرض على فراشٍ طاهرٍ ، ونحوه ، وينزَّه المصحف بأن يوضع على مكان منخفض أو على مكان متنجس أو على التراب ؛ لما فيه من الاحتقار له ، وإذا احتيج إلى وضعه على فراش طاهر : فلا بأس بذلك ، مع الحرص على رفعه حسّاً ومعنى

(Fatawa Islamiyah, 4/15)

Referensi 2:

وأما وضع المصحف على الأرض الطاهرة الطيبة : فإن هذا لا بأس به ، ولا حرج فيه ؛ لأن هذا ليس فيه امتهان للقرآن ، ولا إهانة له ، وهو يقع كثيراً من الناس إذا كان يصلي ويقرأ من المصحف وأراد السجود يضعه بين يديه : فهذا لا يعدُّ امتهانا ، ولا إهانة للمصحف ، فلا بأس به

(Syarah Riyadhushalihin, 1/423)

Demikian. Wallahu a’lam

📙📘📕📒📔📓📗

🖋 Farid Nu’man Hasan

Siram Air Panas, Hati-Hati Kena Jin?

▫▪▫▪▫▪▫▪

📨 PERTANYAAN:

Apa benar, menyiram air panas bisa melukai jin? Dan jin bisa membalasnnya dengan mengganggu orang yang menyiram? Sahabat Ummah adakah yang memiliki pengalaman terkait hal ini? (+62 896-7784-xxxx)

📬 JAWABAN

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Bismillahirrahmanirrahim ..

Jin memang menempati tempat-tempat tertentu. Di antaranya di lubang-lubang:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَرْجِسَ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَبُولَنَّ أَحَدُكُمْ فِي الْجُحْرِ وَإِذَا نِمْتُمْ فَأَطْفِئُوا السِّرَاجَ فَإِنَّ الْفَأْرَةَ تَأْخُذُ الْفَتِيلَةَ فَتَحْرِقُ أَهْلَ الْبَيْتِ وَأَوْكِئُوا الْأَسْقِيَةَ وَخَمِّرُوا الشَّرَابَ وَغَلِّقُوا الْأَبْوَابَ بِاللَّيْلِ
قَالُوا لِقَتَادَةَ مَا يُكْرَهُ مِنْ الْبَوْلِ فِي الْجُحْرِ قَالَ يُقَالُ إِنَّهَا مَسَاكِنُ الْجِنِّ

Dari Abdullah bin Sarjis bahwa Nabi Shallalahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Janganlah salah seorang dari kalian kencing di lubang, apabila kalian tidur maka matikanlah lampu, karena tikus akan menarik sumbu dan hingga membakar penghuni rumah, ikatlah tempat-tempat minum kalian, tutuplah air minum dan pintu-pintu kalian di malam hari.” Orang-orang bertanya kepada Qotadah; “Kenapa kencing di lubang di makruhkan?.” Dia menjawab; “Karena tempat tersebut sebagai tempat tinggalnya jin.”

(HR. Ahmad no. 20775, Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan: para perawinya terpercaya. Lihat Ta’liq Musnad Ahmad, 24/372)

Dan, Lubang sering menjadi tempat favorit manusia untuk buang air kecil, buang sampah, dan juga membuang air panas.

Dalam hadits lain:

عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ
عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ هَذِهِ الْحُشُوشَ مُحْتَضَرَةٌ فَإِذَا أَتَى أَحَدُكُمْ الْخَلَاءَ فَلْيَقُلْ أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

Dari Zaid bin Arqam dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Sesungguhnya tempat buang hajat itu dihadiri oleh setan-setan, maka apabila salah seorang dari kalian mendatangi WC, hendaklah dia mengucapkan; ‘Aku berlindung kepada Allah dari setan jantan dan setan betina’.”

(HR. Abu Daud no. 6. Imam An Nawawi mengatakan: shahih. Lihat Khulashah Al Ahkam, 1/149)

Sehingga kita dianjurkan untuk berdoa, membaca membaca ta’awudz (dzikir perlindungan), saat kita berada ditempat yang ditengarai sebagai tempatnya mereka seperti lubang, kamar mandi, dll. Agar kita tidak terganggu oleh mereka.

Termasuk juga saat kencing, atau membuang air panas, di tempat-tempat tersebut.

Syaikh Abdullah Al Faqih Hafizhullah mengatakan:

فإن بعض أهل الخبرة في الرقية الشرعية يذكر أن من أسباب تسلط الجني أن يرمي الإنسان ماء حارا فيصيب الجني ويتأذى منه فيحرص الجني على أذى الإنسي، ولكن المسلم إذا حافظ على التحصينات الربانية والأذكار المأثورة صباحا ومساء وعند دخول البيت والخروج ومنه والدخول للحمام فإن الله سيحفظه من أذى الجان ويكفيه شرهم

Sesungguhnya para pakar dan praktisi ruqyah syar’iyah mengatakan bahwa diantara sebab jin dapat menguasai manusia adalah karena manusia menyiram air panas dan mengenai jin, lalu mereka tersakiti karena itu lalu mereka mengganggu manusia. Tapi, seorang muslim yang senantiasa merutinkan doa perlindungan dengan dzikir pagi dan petang maka Allah akan melindunginya dari gangguan jin, baik saat dia masuk ke rumah atau keluar, atau saat masuk ke kamar mandi.

(Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyyah no. 112405)

Jadi, hal itu memang bisa terjadi, oleh karenanya hendaknya seorang muslim berlindung kepada Allah dengan membiasakan doa dan dzikir harian, pagi dan petang.

Demikian. Wallahu a’lam

📙📘📕📒📔📓📗

🖋 Farid Nu’man Hasan

scroll to top