Hukum Membayangkan Orang Lain Saat Hubungan Intim

▪▫▪▫▪▫▪▫

📨 PERTANYAAN:

Assalamu’alaikum ust. Farid hafidzahullah..

Ada pertanyaan titipan dari kawan:
Apakah boleh suami atau isteri ber-jima tapi dengan membayangkan (berimajinasi) orang lain?

Jazakumullahu khair(+62 813-8335-xxxx)

📬 JAWABAN

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh ..

Haram menurut mayoritas ulama, bahkan ada yang menyebutnya zina.

Syaikh Abdullah Al Faqih Hafizhullah mengatakan:

فقد اختلف الفقهاء في الرجل يجامع زوجته وهو يتخيل امرأة أخرى، وكذا المرأة يجامعها زوجها وهي تتخيل رجلاً آخر:
فذهب الأكثر إلى أن ذلك حرام، وهو مذهب الحنفية والمالكية والحنابلة وبعض الشافعية، بل عده بعضهم من الزنا

Para fuqaha berselisih pendapat tentang seorang suami mengkhayalkan wanita lain saat dia dengan berjima’ dengan istrinya, atau kebalikannya seorang istri mengkhayalkan laki-laki lain saat dia sedang berjima’ dengan suaminya.

Mayoritas ulama mengatakan HARAM, Ini adalah pendapat Hanafiyah, Malikiyah, Hanabilah, dan sebagian Syafi’iyyah. Bahkan sebagian mereka menilainya sebagai zina.

(Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyyah no. 15558)

Sementara dalam Hasyiyah Al Jamal, salah satu kitab rujukan madzhab Syafi’iy, dikatakan bahwa pendapat yang mu’tamad (resmi) dalam madzhab Syafi’iy, itu adalah BOLEH.

(Hasyiyah Al Jamal, 4/133)

Dalilnya adalah seperti yang disebutkan oleh Imam Ibnu Hajar Al Haitami Rahimahullah:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ تَجَاوَزَ لِأُمَّتِي عَمَّا لَمْ تَتَكَلَّمْ بِهِ أَوْ تَعْمَلْ بِهِ وَبِمَا حَدَّثَتْ بِهِ أَنْفُسَهَا

Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah mengampuni bagi umatku apa yang belum mereka ucapkan dan belum mereka lakukan, serta sesuatu yang terbetik dalam pikirannya.”

(HR. Abu Daud no. 2209, shahih)

Imam Ibnu Hajar Al Haitami mengatakan:

أي بالعمل الذي عزم عليه وهذا لم يعمل بما عزم عليه

(Yangterlarang) Yaitu perbuatan yang memang ada tekad untuk melakukannya, sedangkan ini tidak melakukan apa-apa yang dia ingin kerjakan.

(Al Fatawa Al Fiqhiyah Al Kubra, 4/87)

Demikian. Wallahu a’lam

📙📘📕📒📔📓📗

🖋 Farid Nu’man Hasan

Hukum Mengubur Ari-Ari

🌸🏹🌸🏹🌸🏹

📨 PERTANYAAN:

Apakah ada dasarnya mengubur ari-ari bayi?

📬 JAWABAN

🍃🍃🍃🍃

Bismillah wal Hamdulillah wash Shalatu was Salamu ‘Ala Rasulillah … wa ba’d.

Masalah mengubur ari-ari bayi, memang tidak kita dapati secara khusus dalam syariat. Tetapi, para ulama telah menyebutkan di antara adab-adab terhadap anggota badan yang sudah terputus, seperti kuku, rambut, atau apa saja yang terpotong dari tubuh manusia, adalah dengan dikubur. Itulah cara memuliakannya dan menghormatinya, bukan dikomersialkan, bukan pula dimanfaatkan tanpa udzur syar’i. Hal ini agar bagian-bagian itu tidak dipermainkan oleh hewan pemangsa.

Berkata Imam An Nawawi Rahimahullah:

…ولأنه يحرم الانتفاع بشعر الآدمي وسائرأجزائه لكرامته بل يدفن شعره وظفره وسائر أجزائه

… Karena diharamkan memanfaatkan rambut manusia dan seluruh bagian-bagian tubuhnya karena manusia memiliki kehormatan, justru seharusnya dikuburkan; rambut, kuku, dan semua bagian tubuh manusia. (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 7/236)

Para ulama menjelaskan:

صرح جمهور الفقهاء بأنه يستحب أن يدفن ما يزيله الشخص من ظفر وشعر ودم ؛ لما روي عن ميل بنت مشرح الأشعرية ، قالت : رأيت أبي يقلم أظفاره ، ويدفنه ويقول : رأيت النبي صلى الله عليه وسلم يفعل ذلك وعن ابن جريج عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : كان يعجبه دفن الدم. وقال أحمد : كان ابن عمر يفعله . وكذلك تدفن العلقة والمضغة التي تلقيها المرأة

Para ulama, mayoritas menyunnahkan mengubur apa-apa yang lepas dari tubuh seseorang, baik kuku, rambut, dan darah. Berdasarkan riwayat Mil binti Misyrah Al Asy’ariyah, dia berkata: “Aku melihat ayahku memotong kuku, dia menguburkannya, dan berkata: “Aku melihat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melakukan hal itu.” Dan dari Ibnu Juraij, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dia berkata: “Dia suka mengubur darah.” Imam Ahmad berkata: “Ibnu Umar melakukannya.” Demikian juga (sunnahnya) menguburkan segumpal daging yang keluar dari wanita [maksudnya ari-ari]. (Nihayatul Muhtaj, 1/341, Asnal Mathalib, 1/313, Raudhatuth Thalibin, 2/117)

Adapun penguburan ari-ari dibarengi dengan beberapa ritual seperti ditutup pakai ember, diberi lilin, buku tulis dan pensil, dengan keyakinan-keyakinan tertentu semua ini adalah tradisi yang tidak ada dasarnya dalam Sunnah dan tuntunan ulama. Seyogyanya ditinggalkan.

Demikian. Wallahu A’lam.

🍃🌾🌸🌻🌴☘🌷🌺

✏ Farid Nu’man Hasan

Hukum Shalat Menggunakan Daster

▪▫▪▫▪▫▪▫▪▫

📨 PERTANYAAN:

Assalamu’alaikum ustad
Mau nanya,klu sholat dengn pakaian rumah (daster yg tanpa lengan) tpi bersih ga ada najisx tpi bju itu bentukx seksi.
Apa kh sholatx sah aj kh
Syukron(+62 821-5832-xxxx)

📬 JAWABAN

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh ..

Terbuka auratnya? Tidak sah. Tidak ada perbedaan pendapat para ulama bahwa syarat sahnya shalat adalah menutup aurat. Sehingga jika shalat hanya pakai daster, yg menampakkan lengannya atau betisnya, rambutnya, adalah tidak sah. Ada pun kaki bagian bawah (punggung kakinya) diperselisihkan para ulama boleh atau tidak jika nampak.

Allah Ta’ala berfirman:

يا بني آدم خذوا زينتكم عند كل مسجد

Wahai anak-anak Adam, pakailah ZIINAH (perhiasan/pakaian) kalian setiap kali ke masjid (shalat). (QS. Al A’raf: 31)

Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah menjelaskan:

والمراد بالزينة ما يستر العورة، والمسجد: الصلاة، أي استروا عورتكم عند كل صلاة. وعن سلمة بن الاكوع رضي الله عنه قال: قلت يا رسول الله. أفأصلي في القميص؟ قال: (نعم زرره ولو بشوكة) رواه البخاري في تاريخ وغيره

Yang dimaksud dgn ZIINAH adalah pakaian yang menutup aurat. Yang dimaksud dengan MASJID adalah shalat. Jadi maknanya tutuplah aurat kalian setiap kali kalian shalat.

Dari Salamah bin Al-Akwa’ dia berkata; Saya pernah bertanya; “Ya Rasulullah, apakah saya shalat dengan gamis?” Beliau menjawab: “Ya, dan ikatlah dia walau hanya dengan duri.” (HR. Bukhari dalam Tarikh-nya dan lainnya)

(Fiqhus Sunnah, 1/125)

Haditsnya:

لَا تُقْبَلُ صَلَاةُ الحَائِضِ إِلَّا بِخِمَارٍ

“Allah tidak menerima shalat wanita yang telah haid, kecuali dengan memakai Khimar/penutup aurat (saat shalatnya). ”

(HR. Abu Daud no. 641, At Tirmidzi no. 377, Ibnu Khuzaimah no.775, Shahih)

Imam At Tirmidzi Rahimahullah menjelaskan:

وَالعَمَلُ عَلَيْهِ عِنْدَ أَهْلِ العِلْمِ: أَنَّ المَرْأَةَ إِذَا أَدْرَكَتْ فَصَلَّتْ وَشَيْءٌ مِنْ شَعْرِهَا مَكْشُوفٌ لَا تَجُوزُ صَلَاتُهَا ” وَهُوَ قَوْلُ الشَّافِعِيِّ قَالَ: «لَا تَجُوزُ صَلَاةُ المَرْأَةِ وَشَيْءٌ مِنْ جَسَدِهَا مَكْشُوفٌ»، قَالَ الشَّافِعِيُّ: ” وَقَدْ قِيلَ: إِنْ كَانَ ظَهْرُ قَدَمَيْهَا مَكْشُوفًا فَصَلَاتُهَا جَائِزَةٌ

Para ulama telah mengamalkan hadits ini, bahwasanya wanita yang telah sdh haid lalu dia shalat dan rambutnya tersingkap maka itu TIDAK BOLEH shalatnya. Ini dikatakan oleh Imam Asy Syafi’iy. Beliau berkata: “Tidak boleh bagi wanita shalat dan ada bagian tubuhnya (aurat) yang terbuka.”

Imam Asy Syafi’iy mengatakan: “Dikatakan bahwa jika yang terbuka ada punggung kakinya maka itu boleh.”

(Sunan At Tirmidzi no. 377)

Demikian. Wallahu a’lam

📙📘📕📒📔📓📗

🖋 Farid Nu’man Hasan

Menghormati Pendapat Ulama dan Jangan Rendahkan Mereka

💦💥💦💥💦💥

Imam Ibnu ‘Asakir memberikan nasihat buat kita, khususnya orang yang merendahkan ulama (mungkin karena merasa sudah jadi ulama sehingga merendahkan mereka):

يا أخي وفقنا الله وإياك لمرضاته وجعلنا ممن يغشاه ويتقيه حق تقاته أن لحوم العلماء مسمومة وعادة الله في هتك أستارمنتقصيهم معلومة وأن من أطلق لسانه في العلماء بالثلب ابتلاه الله تعالى قبل موته بموت القلب فليحذر الذين يخالفون عن أمره أن تصيبهم فتنة أو يصيبهم عذاب أليم

Wahai saudaraku –semoga Allah memberikan taufiq kepada saya dan anda untuk mendapatkan ridhaNya dan menjadikan kita termasuk orang yang bertaqwa kepadaNYa dengan sebenar-benarnya- dan Ketahuilah, bahwa daging–daging ulama itu beracun, dan sudah diketahui akan kebiasaan Allah dalam membongkar tirai orang-orang yang meremehkan mereka, dan sesungguhnya barang siapa siapa yang melepaskan mulutnya untuk mencela ulama maka Allah akan mengujinya dengan kematian hati sebelum ia mati: maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintahnya (Rasul) takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih. (Imam An Nawawi, At Tibyan, Hal. 30. Mawqi’ Al Warraq)

Syaikh Abdul Aziz bin Baaz Rahimahullah berkata:

وما وجد من اجتهاد لبعض العلماء وطلبة العلم فيما يسوغ فيه الاجتهاد، فإن صاحبه لا يؤاخذ به ولا يثرب عليه إذا كان أهلاً للاجتهاد، فإذا خالفه غيره في ذلك كان الأجدر أن يجادله بالتي هي أحسن، حرصاً على الوصول إلى الحق من أقرب طريق ودفعاً لوساوس الشيطان وتحريشه بين المؤمنين، فإن لم يتيسر ذلك، ورأى أحد أنه لا بد من بيان المخالفة فيكون ذلك بأحسن عبارة وألطف إشارة، ودون تهجم أو تجريح أو شطط في القول قد يدعو إلى رد الحق أو الإعراض عنه، ودون تعرض للأشخاص أو اتهام للنيات أو زيادة في الكلام لا مسوغ لها، وقد كان الرسول صلى الله عليه وسلم يقول في مثل هذه الأمور: ما بال أقوام قالوا كذا وكذا

والله أعلم

Apa-apa yang terdapat pada ijtihad sebagian  ulama dan penuntut ilmu pada perkara yang diperkenankan untuk berijtihad, maka janganlah dihalang-halangi dan jangan dicela jika dia seorang yang ahli dalam berijtihad. Jika pihak lain ada yang tidak sependapat dengannya dalam masalah itu maka sepantasnya diperdebatkan dengan cara yang terbaik, demi menginginkan sampainya kepada kebenaran dari jalan yang paling dekat dan untuk membendung was-was dari syetan yang menipu kaum beriman, lalu jika hal itu tidak mudah, dan salah seorang memandang bahwa harus ada penjelasan yang berlawanan, maka hendaknya hal itu dilakukan dengan kalimat yang paling baik dan petunjuk yang paling halus, tanpa menyerang, menyakiti, atau melampaui batas dalam  berkata-kata, maka dia telah mengajak kepada sanggahan  atau penolakan yang benar, tanpa usah menolak pribadi orangnya atau menuduh pada niatnya, atau menambah-nambah dengan perkataan yang  tidak ada sebabnya. Dahulu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda pada perkara-perkara semisal ini: “Ada apa kaum yang mengatakan begini begitu.” Wallahu A’lam

(Mufti: Markaz Al Fatwa, pembimbing: Dr. Abdullah Al Faqih)

🍃🌻🌸🌾☘🌷🌿🌳🍁

✏ Farid Nu’man Hasan

scroll to top