Syarat Kejayaan: Iman dan Amal Shalih

🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾

Allah Ta’ala berfirman:

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. (QS. An Nuur: 55)

Iman adalah simbol kekuatan hubungan dengan Allah Ta’ala, amal shalih merupakan simbol kekuatan hubungan dengan manusia dan upaya rasional .. Keduanyalah yang menjadi sebab kejayaan kaum Muslimin.

Imam Malik Rahimahullah mengatakan:

ولا يصلح آخر هذه الأمة إلاما أصلح أولها

“Tidak akan pernah baik akhirnya umat ini, kecuali dengan apa yang membuat baik awalnya umat ini.”

🍃☘🌻🌸🌿🌾🌳🌷


🌸🍃Mukmin Beramal Shalih Itu Makhluk Terbaik🍃🌸

🐾🐾🐾🐾🐾🐾

📓 Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ

Sesungguhnya orang-orang beriman dan beramal shalih, mereka itulah sebaik-baiknya makhluk (QS. Al Bayyinah: 7)

📌 Imam Ibnu Katsir Rahimahullah berkata:

وقد استدل بهذه الآية أبو هريرة وطائفة من العلماء، على تفضيل المؤمنين من البرية على الملائكة

Abu Hurairah dan segolongan ulama telah berdalil dengan ayat ini bahwa orang-orang beriman dari kalangan manusia lebih utama dibanding malaikat. (Tafsir Ibnu Katsir, 8/458)

📌 Imam Al Qusyairi Rahimahullah berkata:

أي : خير الخَلْق ، وهذا يدل عَلَى أنهم أفضلُ من الملائكة

Yaitu makhluk terbaik, dan ini dalil bahwa mereka lebih utama dibanding malaikat. (Tafsir Al Qusyairi, 8/96)

Demikian. Wallahu A’lam

🌿🌾🌷🌻🍃☘🌸🌳

✍ Farid Nu’man Hasan

Mendahulukan Ibu Dibanding Ayah

🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾

Mu’awiyah Radhiallahu ‘Anhu berkata:

يَا رَسُولَ اللهِ مَنْ أَبَرُّ؟ قَالَ: ” أُمَّكَ “. قُلْتُ: ثُمَّمَنْ؟ قَالَ: ” ثُمَّ أُمَّكَ “. قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: ” أُمَّكَ “. قَالَ: قُلْتُ: ثُمَّمَنْ؟ قَالَ: ” ثُمَّ أَبَاكَ، ثُمَّ الْأَقْرَبَ فَالْأَقْرَبَ “

Wahai Rasulullah, siapakah yang lebih utama aku berbuat baik?

Beliau menjawab: ” Ibumu”
Aku berkata: “Siapa lagi?”
Beliau menjawab: ” Ibumu”
Aku berkata: “Siapa lagi?”
Beliau menjawab: ” Ibumu”
Aku berkata: “Siapa lagi?”
Beliau menjawab: “Ayahmu, lalu saudara yang lebih dekat dan saudara yang lebih dekat.”

📚 HR. Ahmad No. 20028, At Tirmidzi No. 1897, Abu Daud No. 5140, Ibnu Majah No. 3657. Syaikh Syuaib Al Arnauth mengatakan: shahih. Ta’liq Musnad Ahmad No. 20028

Imam Al Munawi Rahimahullah mengutip dari Imam Zainuddin Al ‘Iraqi Rahimahullah:

وهذا واضح وقد حكى في الرعاية الإجماع على تقديمها عليه قال ابن بطال: وهذا إذا طلبا فعلا في وقت واحد ولم يمكن الجمع

“Ini jelas, telah disebutkan adanya ijma’ bahwa dalam masalah penjagaan mendahulukan ibu dibanding ayah. Ibnu Baththal berkata: Hal ini jika mereka berdua meminta saat waktu yang sama, dan tidak mungkin menggabungkannya.” (Faidhul Qadir, 2/195)

Wallahu A’lam

🍃🌾🌿🌷🌳☘🌸🍁

✍ Farid Nu’man Hasan

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin Rahimahullah: “Ikutilah madzhab salaf bukan komunitas salafi”

🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾

Beliau berkata:

ولا شك أن الواجب على جميع المسلمين أن يكون مذهبهم مذهب السلف لا الانتماء إلى حزب معين يسمى السلفيين، والواجب أن تكون الأمة الاسلامية مذهبها مذهب السلف الصالح لا التحزب إلى من يسمى ( السلفيون) فهناك طريق السلف وهناك حزب يسمى (السلفيون) والمطلوب اتباع السلف

“Tidak ragu lagi, bahwa wajib bagi seluruh kaum muslimin menjadikan mazhab mereka adalah madzhab salaf, bukan terikat dengan kelompok tertentu yang dinamakan Salafiyyin.

Wajib bagi umat Islam menjadikan madzhab mereka adalah madzhab salafus shalih, bukan berkelompok kepada siapa-siapa yang dinamakan Salafiyyun. Maka, di sana ada jalan salaf, dan ada juga hizb(kelompok) yang dinamakan Salafiyun, dan yang dituntut adalah mengikuti salaf.”

📚 Syaikh Muhammad bin Shalih ‘Utsamin, Syarh Al Arbain An Nawawiyah, Hal. 263. Mawqi’ Ruh Al Islam

Syaikh Utsaimin membedakan antara thariqus salaf dengan kelompok yang dinamakan salafiyun, keduanya pada jalan yang berbeda bahkan kontradiksi, yang satu di sini, yang lain di sana.

🌾🌿🌷🌻☘🍃🌸🌳

✍ Farid Nu’man Hasan

Tangisan Abu Bakar Ash Shiddiq Radhiallahu ‘Anhu

🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾

Imam Al Hakim meriwauatkan dari Zaid bin Arqam Radhiallahu ‘Anhu, dia bercerita:

كُنَّا مَعَ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَدَعَا بِشَرَابٍ فَأُتِيَ بِمَاءٍ وَعَسَلٍ فَلَمَّا أَدْنَاهُ مِنْ فِيهِ بَكَى وَبَكَى حَتَّى أَبْكَى أَصْحَابَهُ فَسَكَتُوا وَمَا سَكَتَ، ثُمَّ عَادَ فَبَكَى حَتَّى ظَنُّوا أَنَّهُمْ لَنْ يَقْدِرُوا عَلَى مَسْأَلَتِهِ، قَالَ: ثُمَّ مَسَحَ عَيْنَيْهِ فَقَالُوا: يَا خَلِيفَةَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا أَبْكَاكَ؟ قَالَ: كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَأَيْتُهُ يَدْفَعُ عَنْ نَفْسِهِ شَيْئًا وَلَمْ أَرَ مَعَهُ أَحَدًا فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الَّذِي تَدْفَعُ عَنْ نَفْسِكَ؟ قَالَ: «هَذِهِ الدُّنْيَا مُثِّلَتْ لِي فَقُلْتُ لَهَا إِلَيْكِ عَنِّي ثُمَّ رَجَعَتْ فَقَالَتْ إِنْ أَفْلَتَّ مِنِّي فَلَنْ يَنْفَلِتَ مِنِّي مَنْ بَعْدَكَ

Suatu ketika Abu Bakar meminta diambilkan air minum karena haus, maka diambilkan untuknya semangkuk air yang telah dicampur madu.

Ketika bibirnya sudah menyentuh tepi mangkuk, menangislah Beliau. Para sahabat disekitarnya terharu melihat pemandangan itu, mereka pun turut menangis. Sejenak tangis mereka reda, saat tangis Abu Bakar reda, tetapi Abu Bakar kembali menangis. Mereka menyangka tidak akan bisa menanyakannya.
Saat Abu Bakar mengusap kedua matanya,
mereka berkata kepada Abu Bakar …

“Wahai Abu Bakar, khalifah Rasulullah, mengapa Anda menangis?”

Abu Bakar menjawab:

“Pernah suatu saat aku bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, Beliau nampak sedang menghalau sesuatu dari dirinya, padahal aku tidak melihat siapa pun.

Maka aku bertanya: “Wahai Rasulullah, siapa yang Anda halau?”

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab:

“Sesungguhnya dunia ini tampak bersolek di hadapanku, maka aku berkata padanya, enyahlah kau dariku, enyahlah!”

Lalu dunia kembali lagi dan berkata, “Kalaulah engkau dapat lolos dariku, tetapi orang-orang setelah engkau sama sekali tidak akan lolos dari godaanku.”

Dalam riwayat Al Bazzar ada tambahan, Abu Bakar berkata:

فَشَقَّ عَلَيَّ وَخَشِيتُ أَنْ أَكُونَ قَدْ خَالَفْتُ أَمْرَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَحِقَتْنِي الدُّنْيَا

“Maka dunia mendekatiku, aku takut telah menyelisihi perintah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, lalu dunia berhasil menangkapku.”

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

📚 Dikeluarkan oleh:

🖌 Imam Al Hakim, Al Mustadrak ‘Alash Shahihain, No. 7856, katanya: isnadnya shahih

🖌 Imam Al Baihaqi, Syu’abul Iman, No. 10039

🖌 Imam Al Bazzar dalam Musnadnya No. 44, Al Haitsami berkata ttg sanad Al Bazzar: dalam sanadnya terdapat Abdul Wahid bin Zaid, mayoritas mengatakan dia dhaif, Ibnu Hibban mengatakan terpercaya. Dia mengatakan haditsnya bisa diambil jika sanad di atas dan sesudah dia adalah org yang terpercaya. Ada pun perawi lain semunya terpercaya. (Majma’ Az Zawaid, 10/254)

🖌 Imam Abu Nu’aim, Hilyatul Auliya’, 6/164

🌾🌿🌷🌳🌻☘🌸🍃

✍ Farid Nu’man Hasan

scroll to top