Shalat Muslimah di Rumah Lebih Utama, di Masjid Boleh

🐾🐾🐾🐾🐾🐾

📨 PERTANYAAN:

Ustad. Saya pernah baca kalo sebaik2 tempat wanita adalah sholat dirumah. Mhn maaf klo salah. Tks

📬 JAWABAN

🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Bismillah wal Hamdulillah ..

Berjamaah di masjid penekananya buat kaum laki-laki. Tapi, muslimah tidak terlarang ke masjid.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

لَا تَمْنَعُوا إِمَاءَ اللهِ مَسَاجِدَ اللهِ

Janganlah kalian melarang hamba-hamba Allah yang wanita terhadap masjid-masjid Allah. (HR. Al Bukhari No. 900, dari Ibnu Umar)

Dalam hadits lain:

وخير صفوف النساء آخرها وشرها أولها

Sebaik-baiknya shaf bagi wanita adalah yang paling belakang dan yang terburuk adalah yang paling depan. (HR. Muslim No. 440, dari Abu Hurairah)

Maka, dua hadits ini menunjukkan bahwa wanita dibolehkan shalat di masjid. Selama tetap menjaga adab-adab Islam.

Tetapi, memang lebih utama di rumah, hal ini berlaku baik shalat wajib dan shalat sunnah, baik gadis atau yang sudah menikah.

Hal ini berdasarkan pada hadits berikut:

صَلاَةُ الْمَرْأَةِ فِى بَيْتِهَا أَفْضَلُ مِنْ صَلاَتِهَا فِى حُجْرَتِهَا وَصَلاَتُهَا فِى مَخْدَعِهَا أَفْضَلُ مِنْ صَلاَتِهَا فِى بَيْتِهَا

“Shalatnya wanita di rumahnya lebih utama daripada shalatnya di kamar rumahnya, dan shalat seorang wanita di ruang kecil khusus untuknya lebih utama baginya daripada di ruangan lain di rumahnya” (HR. Abu Dawud 570. Al Hakim, No. 757, katanya: shahih sesuai syarat Bukhari dan Muslim)

Tetapi, jika sedang di Mekkah maka shalat di Masjidil Haram lebih utama di banding di rumahnya.

Abdullah bin Mas’ud berkata:

مَا لِامْرَأَةٍ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاتِهَا فِي بَيْتِهَا، إِلَّا فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ

Tidak ada yang lebih utama bagi shalat wanita dibanding di rumahnya, kecuali di masjidil haram. (Akhbar Makkah Lil Fakihi, 1204)

Wallahu A’lam

🍃🌷☘🌺🌴🌻🌸🌾

✍ Farid Nu’man Hasan

Meraih Kemuliaan Dengan Iman dan Ilmu

🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾

Allah Ta’ala berfirman:

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. (QS. Al Mujadilah: 11)

Kandungan ayat ini:

📌 Allah Ta’ala meninggikan derajat orang beriman dan berilmu dengan banyak tingkatan dibanding yang tidak beriman dan berilmu

📌 Iman saja tanpa ilmu akan mudah diperdayai, bahkan beriman tapi sedikit daya guna.

📌 Berilmu tapi tanpa iman, membuatnya tidak bermanfaat, bahkan ketiadaan iman membuat ilmunya bisa membawa petaka bagi diri dan orang lain.

Imam Al Qurthubi Rahimahullah menjelaskan:

أَيْ فِي الثَّوَابِ فِي الْآخِرَةِ وَفِي الْكَرَامَةِ فِي الدُّنْيَا، فَيَرْفَعُ الْمُؤْمِنَ عَلَى مَنْ لَيْسَ بِمُؤْمِنٍ وَالْعَالِمَ عَلَى مَنْ لَيْسَ بِعَالِمٍ. وَقَالَ ابْنُ مَسْعُودٍ: مَدَحَ اللَّهُ الْعُلَمَاءَ فِي هَذِهِ الْآيَةِ. وَالْمَعْنَى أَنَّه ُيَرْفَعُ اللَّهُ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ عَلَى الَّذِين َآمَنُوا وَلَمْ يُؤْتَوُا الْعِلْمَ (دَرَجاتٍ) أَيْ دَرَجَاتٍ فِي دِينِهِمْ إِذَا فَعَلُوا مَا أُمِرُوا بِهِ

“Yaitu ketinggian balasan yang diperolehnya di kehidupan akhirat, dan ketinggian karamah (kemuliaan) di dunia. Maka, Allah meninggikan orang beriman di atas yang tidak beriman, dan meninggikan orang berilmu di atas yang tidak berilmu.

Ibnu Mas’ud berkata: “Allah memuji para ulama dalam ayat ini.”

Dalam ayat ini Allah meninggikan orang yang diberikan ilmu di atas orang beriman yang tidak diberikan ilmu.

(Banyak derajat) yaitu derajat dalam agama mereka jika mereka menjalankan apa-apa yang diperintahkan.”

📚 Imam Al Qurthubi, Jami’ Lil Ahkam Al Quran, 17/299

📓📒📔📙📘📗📕


☘🌻 Ayo Sebarkan Ilmu dan Kebaikan🌻☘

🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾

Imam Ibnul Jauzi Rahimahullah:

ومن أحب الا ينقطع عمله بعد موته فلينشر العلم بالتدوين والتعليم

“Siapa yang suka amalnya tidak pernah putus setelah kematiannya maka hendaknya dia menyebarkan ilmu dengan membukukannya dan mengajarkannya”

📚 Washaya As Salaf wal Fuqaha No. 2

📙📘📗📕📒📔📓


🍃🌸 Sibuk Dengan Ilmu adalah Lebih utama dari ibadah Sunnah🌸🍃

💢💢💢💢💢💢💢💢💢

Imam an Nawawi Rahimahullah mengatakan:

والحاصل أنهم متفقون على أن الاشتغال بالعلم أفضل من الاشتغال بنوافل الصوم والصلاة والتسبيح ونحو ذلك من نوافل عبادات البدن

Kesimpulanmya, para ulama sepakat bahwa menyibukkan diri dengan ilmu adalah lebih utama dibanding kesibukan dengan berbagai ibadah sunnah baik shalat, puasa, bertasbih, dan sunnah lainnya yang termasuk ibadah badan.

📚 Al Majmu’ Syarh al Muhadzdzab, 1/21

📙📘📗📕📒📔📓

🍃☘🌳🌸🌻🌷🌾🌿

✍ Farid Nu’man Hasan

Katanya Muslim Tapi Kok …

🐾🐾🐾🐾🐾🐾

📌 Katanya Muslim tapi kok jarang terlihat di Masjid? …

📌 Katanya Muslim tapi kok gak pernah kelihatan di majelis ta’lim?…

📌 Katanya Muslim tapi kok langsung masuk angin kalo ada yang bicara atau share isu-isu agama, atau politik umat Islam di grup WA-nya? Katamu: SARA-lah, sok sucilah, ini urusan gue ama Tuhan gue ..

📌 Katanya Muslim tapi kok Anti Dengan Yang Berbau-bau syariah, padahal syariah itu harum lho, bukan bau ..!!

📌 Katanya Muslim tapi kok senang banget ikut membully dan memfitnah ulama? ..

📌 Katanya Muslim tapi kok senang banget ikut memfitnah dan menyinyir aktifis Islam? ..

📌 Katanya Muslim tapi kok malah membela penista Al Quran, sampe segitunya dibela-bela ..? Emang diakhirat dia bisa belain kamu?

📌 Katanya Muslim tapi kok cuek bahkan senang dengan penderitaan umat Islam? ..

📌 Katanya Muslim tapi kok lebih dekat dengan musuh Islam? ..

📌 Katanya Muslim tapi kok malah menjadi tentara-tentara musuh Islam ? ..

📌 Katanya muslim tapi kok malu ya ama agamanya sendiri ..

📌 Jadi, kalau kamu meninggal nanti mau dikafankan atau di pakaikan jas? Mau dishalatkan atau dinyanyikan?

▶ Soalnya .. kamu kok jadi “Muslim Katanya” bukan yang dengan bangga berkata: “Saksikanlah Aku Seorang Muslim!”

🌷☘🌺🌴🌻🌾🌸🍃

✍ Farid Nu’man Hasan

Penjelasan Tentang Masa Iddah

💢💢💢💢💢

📨 PERTANYAAN:

Teh nita mu tya betul gk y..klu d tinggal suami meninggal selama 40hr gk boleh kluar rmh…ada temen ktnya gk boleh kmn2 klu blm 40 hr…emang amang ada hadis nya…
Ustaz tlg bantu jwb ya
جزاك اللّٰه خيرا يا استاذ

📬 JAWABAN

🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Bismillah wal Hamdulillah .., Iya itu istilahnya masa ‘iddah (tunggu), jika suami wafat selama 4 bulan 10 hari, dasarnya dalam Al Quran ..

Allah Ta’ala berfirman:

وَالَّذِينَ يُتَوَفَّوْنَ مِنْكُمْ وَيَذَرُونَ أَزْوَاجًا يَتَرَبَّصْنَ بِأَنْفُسِهِنَّ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَعَشْرًا ۖ فَإِذَا بَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا فَعَلْنَ فِي أَنْفُسِهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Orang-orang yang meninggal dunia di antaramu dengan meninggalkan isteri-isteri (hendaklah para isteri itu) menangguhkan dirinya (ber’iddah) empat bulan sepuluh hari. Kemudian apabila telah habis ‘iddahnya, maka tiada dosa bagimu (para wali) membiarkan mereka berbuat terhadap diri mereka menurut yang patut. Allah mengetahui apa yang kamu perbuat. (QS. Al Baqarah: 234)

Pada masa-masa ‘iddah itu (baik karena suami wafat atau cerai) wanita dilarang untuk bepergian, tapi, jika ada keperluan mendesak yang tidak bisa diwakilkan, atau karena dia sebatang kara yang mesti menghidupi dirinya maka itu kondisi pengecualian yang membuatnya boleh untuk keluar rumah dan melakukan aktifitas sebatas keperluannya.

Sebagaimana riwayat berikut ini:

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ  قَال : طَلُقَتْ خَالَتِي ثَلاَثًا فَخَرَجَتْ تَجِدُّ نَخْلاً لَهَا فَلَقِيَهَا رَجُلٌ فَنَهَاهَا فَأَتَتِ النَّبِيَّ  فَقَالَتْ ذَلِكَ لَهُ فَقَال لَهَا : اخْرُجِي فَجُدِّي نَخْلَكِ لَعَلَّكِ أَنْ تَصَدَّقِي مِنْهُ أَوْ تَفْعَلِي خَيْرًا

Dari Jabir bin Abdillah Radhiyallahu ‘Anhu, dia berkata, ”Bibiku ditalak yang ketiga oleh suaminya. Namun beliau tetap keluar rumah untuk mendapatkan kurma (nafkah), hingga beliau bertemu dengan seseorang yang kemudian melarangnya. Maka bibiku mendatangi Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam sambil bertanya tentang hal itu. Dan Rasululah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata, ”Silahkan keluar rumah dan dapatkan nafkahmu, barangkali saja kamu bisa bersedekah dan mengerjakan kebaikan.” (HR. Muslim).

Demikian. Wallahu A’lam

🌷☘🌺🌴🍃🌸🌾🌻

✍ Farid Nu’man Hasan

scroll to top