Mengqadha Salat Sunnah

◼◽◼◽◼◽◼◽◼◽

✉️❔PERTANYAAN:

Assalamu’alaikum ustâdzuna. Ahsanallâhu ilaikum. Izin bertanya ustâdz, kalau kita mengqadha shalat sunnah yang terikat waktu (dhuha misal diqadha ba’da dhuhur) karena terlewat waktunya, apakah mendapatkan pahala yang sama seperti melakukannya sesuai waktunya Jazâkallâhu khairan

✒️❕JAWABAN

◼◽◼◽◼◽◼◽◼◽

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh

Mengqadha shalat sunnah tidak semuanya dibolehkan.

Yang ada dalam sunnah adalah:

– Para ulama membolehkan mengqadha shalat malam di waktu shalat dhuha dalilnya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah tidak shalat malam, lalu karena itu beliau melakukan 12 rakaat di waktu dhuha. Sebagian ulama lain mengatakan itu bukan qadha shalat malam, sebab tidak ada shalat malam 12 rakaat, tapi itu hanyalah jabran (menambal) pahala yang terlewat, sebagaimana kata Imam Ibnu Hajar.

– Qadha shalat sunnah fajar, dilakukan setelah subuh

– Qadha shalat rawatib zuhur, di waktu ba’da ashar.

Semua ini ada dalam sunnah. Tapi, kata Imam Asy Syaukani qadha ini tidak berlaku bagi orang yang sengaja tidak melakukan sunnah itu, lalu dia merencanakan qadha nantinya. Ini tidak boleh.

Ada pun mengqadha shalat Dhuha, di waktu setelah zuhur tidaklah diperkenankan.

Berkata Imam Abul ‘Abbas Ash Shawi Al Maliki Rahimahullah:

(وَلَا يُقْضَى نَفْلٌ) خَرَجَ وَقْتُهُ (سِوَاهَا)

“Shalat sunnah yang sudah keluar dari waktunya tidaklah diqadha kecuali shalat sunnah fajar.” (Hasyiyah Ash Shawi, jilid. 1, hal. 408)

Demikian. Wallahu a’lam

✏ Farid Nu’man Hasan

Sikap Syaikh Ahmad Yasin (HAMAS) terhadap Hizbullah (Syiah)

Wawancara Syaikh Ahmad Yasin Tentang Syiah dan Hizbullah di Koran AN NAHAR.

Syaikh ditanya:

يقول الله تعالى : ( الا ان حزب الله هم الفائزون) هل تنطبق هذه الآية على حزب الله الشيعي البناني ؟

Allah Ta’ala berfirman (Ketahuilah, sesungguhnya HIZBULLAH yang akan menjadi pemenang), apakah ayat ini tepat untuk HIZBULLAH Syi’ah Libanon?

Syaikh menjawab:

لا اعتقد .. ان حزب الله فى لبنان هو حزب شيعي لا يلتزم بأحكام كتاب الله وسنة رسوله .. والمسلمون سنة وليسوا شيعة .. وانا أعتقد بأن حزب الله الصحيح هو الذى يلتزم بأحكام كتاب الله وسنة رسوله، هذا إضافة الى الاختلاف الكبير بين السنة والشيعة .. إن حزب الله في لبنان لا يمثلنا ولا يمثل المسلمين في لبنان، هو بالتالي لا يمثل الا نفسه

Aku tidak meyakini hal itu .. Hizbullah di Libanon itu kelompok Syi’ah yang tidak berada di atas Al Quran dan Sunnah Rasul-Nya.. Kaum muslimin itu sunni, bukan Syi’ah.. aku meyakini bahwa Hizbullah yang benar adalah kelompok yang komitmen terhadap Al Quran dan Sunnah Rasul-Nya, ditambah lagi adanya perbedaan besar antara Sunni dan Syi’ah .. HIZBULLAH di Libanon tidak mewakili kami dan tidak mewakili umat Islam di Libanon, dan oleh karenanya dia hanya mewakili dirinya sendiri.

(Koran An Nahar, no. 797, 30 April 1989 M)

Ini sekaligus jawaban atas tuduhan dan fitnah bahwa HAMAS adalah syiah.

✍ Farid Numan Hasan

Fatwa Ulama Untuk Para Pencela Mujahidin

Sudah menjadi sunnatullah, para pejuang selalu mendapatkan ujian dan fitnah. Persis di awal kemerdekaan Indonesia, mereka disebut teroris oleh musuh-musuhnya dan kaki tangannya (Londo Ireng).

Saat ini, para mujahidin Palestina juga mengalaminya; dituduh dan diftnah sebagai teroris, khawarij, aqidahnya menyimpang, dll.

Jika fitnah dan tuduhan itu datangnya dari penjajah Zionis, kita sudah maklum, itu memang propaganda mereka. Tapi ini datangnya dari lisan muslim sendiri bahkan para da’i dan oknum ustadz di majelis-majelis mereka, lalu diikuti begitu saja oleh murid-muridnya secara taklid buta.

Lalu bagaimana syariat Islam memandang hal ini? Mencela sesama muslim adalah fasik, Rasulullah ﷺ bersabda:

سِبَابُ الْمُسْلِمِ فُسُوقٌ وَقِتَالُهُ كُفْرٌ

Mecela seorang muslim adalah kefasikan dan membunuhnya adalah kekafiran. (HR. Bukhari no. 46)

Jika mencela muslim yang awam saja dinilai kefasikan atau kejahatan, maka apalagi mencela dan memfitnah para mujahidin pembela agama dan negaranya?

Al Mutanabbi dalam syairnya berkata:

لا خَيْل عِندك تُهْدِيها ولا مالُ * فلْيُسْعِد الـنُّطْق إن لم تُسْعِد الْحال

Anda tidak punya kuda perang dan harta yang bisa dipersembahkan

Maka bantulah dengan ucapan jika memang tidak bisa membantu dengan keadaan (perbuatan)

Ya, seharusnya seperti itu. Tapi yang kenyataannya ucapan mereka sangat kotor terhadap para pejuang kemerdekaan Palestina.

Mencela para mujahidin adalah perilaku kaum munafik seperti yang digambarkan dalam Al Qur’an. Allah Ta’ala berfirman:

َشِحَّةً عَلَيۡكُمۡۖ فَإِذَا جَآءَ ٱلۡخَوۡفُ رَأَيۡتَهُمۡ يَنظُرُونَ إِلَيۡكَ تَدُورُ أَعۡيُنُهُمۡ كَٱلَّذِي يُغۡشَىٰ عَلَيۡهِ مِنَ ٱلۡمَوۡتِۖ فَإِذَا ذَهَبَ ٱلۡخَوۡفُ سَلَقُوكُم بِأَلۡسِنَةٍ حِدَادٍ أَشِحَّةً عَلَى ٱلۡخَيۡرِۚ أُوْلَٰٓئِكَ لَمۡ يُؤۡمِنُواْ فَأَحۡبَطَ ٱللَّهُ أَعۡمَٰلَهُمۡۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٗا

Mereka (kaum munafiq) kikir terhadapmu. Apabila datang ketakutan (bahaya), kamu lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik-balik seperti orang yang pingsan karena akan mati, dan apabila ketakutan telah hilang, mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam, sedang mereka kikir untuk berbuat kebaikan. Mereka itu tidak beriman, maka Allah menghapus amalnya. Dan yang demikian itu mudah bagi Allah. (QS. Al Ahzab: 19)

Fatwa Syaikh Abdurrahman bin Abdullah As Suhaim, ulama KSA

Beliau ditanya:

ما حكم من يطعن بالمجاهدين الصادقين ويشهر بهم وينشر أخطاءهم ويشغل مجالسه بالطعن بالمجاهدين وتخطيئهم ورميهم تارة بالخوارج وتارة بالتكفيريين نعوذ بالله من ذلك؟

Apa Hukum orang yang mencela para mujahid yang jujur, menyebarkan kesalahan mereka, dan menyibukkan dalam majelis mereka dengan mencela para mujahidin, menyalahkan, dan melempar tuduhan, kadang menuduh khawarij, takfir, na’udzubillah min dzalik?

Beliau menjawab:

بعض الناس جَلَس في مجلسه واتكأ على أريكته وأخذ يُجرّح المجاهدين الصابرين والعلماء الصادقين
فلا هو بالذي قام يَعمل لِهذا الدِّين، ولا هو بالذي كفّ لسانه وخَزَنَه عن الطعن في العاملين !
والأخطَر من هذا إذا كانت مَصادِر ذلك المتكلِّم من وسائل إعلام آسِنة أو مُغرَّبَة! ربما تكون مصادر التلقّي عنده عن تلك الوسائل التي يُراد منها ومن إنشائها تشويه صورة الإسلام والمسلمين ، بل ” وأمْرَكة ” الأفكار والمفاهيم ! وذلك الطاعن في المجاهدين بِغير عِلم ، يَقِف في صف واحد وخندق واحد مع أعداء الأمة – رَضِي أو أبى – !

Sebagian orang duduk di kursinya dan bersandar di sofanya, dan menghina mujahidin yang sabar dan para ulama yang benar.

Dia (si pencela) bukanlah orang yang beramal demi agama ini, dan bukan pula orang yang menahan lidahnya dan menahan diri untuk tidak memfitnah para aktivis yang beramal!

Lebih berbahaya lagi adalah jika sumbernya berasal dari media yang kotor atau Barat! Sangat mungkin sumber penerimaannya berasal dari info yang dibuat-buat untuk mendistorsi citra Islam dan umat Islam, dan bahkan “Amerikanisasi” pemikiran dan pemahaman!

Siapa pun yang mencela Mujahidin tanpa ilmu, maka dia berdiri dalam satu barisan dan satu parit dengan musuh-musuh umat ini – suka atau tidak suka –!

هو يَخدم مصالح أعداء الأمّة ..
وهو لم يَلتمس عُذرا واحِداً لإخوان له وقَفُوا في وجه غزو آثم غاشم على بلد من بُلدان المسلمين ، فضلا عن أن يلتمس سبعين عُذرا ! والله المستعان . فلا يجوز لِقاعِد بعيداً عن الواقع أن يَطعن في إخوان له وَقَفُوا في وجه العدو، سواء في شرق الأرض أو في غربها

Dia melayani kepentingan musuh-musuh umat ini. Tidak ada satu pun alasan (uzur) baginya untuk menyerang saudara-saudaranya yang sedang menghadapi invasi brutal dan penuh kejahatan kepada sebuah negara Muslim, apalagi tujuh puluh alasan! Wallahul Musta’an!

Tidak boleh seseorang yang duduk-duduk saja dan jauh dari realita mencela saudara-saudaranya yang sedang berhadapan dengan musuh, baik yang berada di bumi timur maupun barat.

Sumber:

https://ar.islamway.net/fatwa/8011/%D8%AD%D9%83%D9%85-%D9%85%D9%86-%D9%8A%D8%B7%D8%B9%D9%86-%D9%81%D9%8A-%D8%A7%D9%84%D9%85%D8%AC%D8%A7%D9%87%D8%AF%D9%8A%D9%86-%D8%A8%D8%A7%D9%84%D8%B9%D8%B1%D8%A7%D9%82-%D9%88%D9%8A%D9%86%D8%B4%D8%B1-%D8%A3%D8%AE%D8%B7%D8%A7%D8%A1%D9%87%D9%85-%D9%84%D8%AA%D8%AC%D8%B1%D9%8A%D8%AD%D9%87%D9%85

Kita lihat di atas, dengan tegas Syaikh mengatakan, para pencela mujahidin adalah musuh umat ini, dan mereka telah berdiri satu barisan dan satu parit dengan musuh-musuh Islam. Wallahul Musta’an!

✍ Farid Numan Hasan

Inilah Aqidah HAMAS: Ahlussunah Wal Jama’ah

Orang-orang yang tidak bertanggungjawab baik dari kaki tangan zionis, atau orang-orang dan beberapa oknum Ustadz yang jahil terhadap hakikat HAMAS, telah berulang-ulang memfitnah HAMAS sebagai gerakan SYIAH.

Berikut ini jawaban Al Ustadz Syaikh Dr. Shalih Husain Al Raqab dalam artikel Beliau yang berjudul:

الرد المبين على مزاعم وأغاليط الدكتور عثمان الخميس

Sanggahan Atas Tuduhan dan Kekeliruan Dr. Utsman Al Khamis

Artikel tersebut sangat panjang, kami kutip bagian yang diperlukan sesuai tema saja. Berikut ini kutipannya:

هناك العشرات من حلقات العلم الشرعي وخاصة في تخصص العقيدة تقام في المساجد، وفي بيوت أهل العلم الشرعي ومعظم حضورها هم أبناء حماس، وهم يدرسون فيها عدة كتب في العقيدة السلفية منها: شرح العقيدة الطحاوية بتعليقات عدد من علماء السعودية الأفاضل، ومعارج القبول، بشرح سلم الوصول إلى علم الأصول للعلامة حافظ الحكمي

Ada puluhan halaqah ilmu-ilmu syar’i khususnya dalam spesialisasi aqidah yang diadakan di masjid-masjid, dan di rumah-rumah para ulama, dan mayoritas yang hadir adalah anggota HAMAS.

Mereka mempelajari sejumlah kitab-kitab aqidah salafiyah, seperti:

– Syarh ‘Aqidah Thahawiyah dengan ta’liq dari para ulama Saudi.

– Ma’arij al Qabul, dengan syarahnya Sulamul Wushul Ila ‘Ilmil Ushul karya Al ‘Allamah Hafizh Al Hakami

جميع أبناء حماس بما فيهم القادة السياسيون والعسكريون يدرسون العقيدة السلفية فيما يعرف بنظام الأسرة الأسبوعية، والمنهج تمَّ إعداده من قبل أساتذة متخصصين في العقيدة وتمت مراجعته من أساتذة كبار متخصصين أيضاً في العقيدة السلفية

Semua anggota HAMAS, termasuk para pimpinan politik dan militernya, juga mempelajari aqidah salafiyah di pertemuan pengajian pekanan yang mereka sebut “keluarga”. Tentang manhaj, mereka pelajari dari para asatidz (guru/profesor) dalam bidang aqidah dan juga merujuk kepada para asatidz senior yang spesialis dalam aqidah salafiyah.

لقد تخرَّج عشرات الالآف من أبناء حماس من حلقات تحفيظ القرآن الكريم وتعليم أحكام التلاوة، المتواجد وبكثرة في مساجد قطاع غزة التي دمَّر العدو الصهيوني أكثر من سبعين منها، ويوجد منهم بدون مبالغة الآلاف حفظة لكتاب الله تعالى، ومنهم من يحمل السند إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم. وقد شاهد كثير من مسلمي العالم المخيمات القرآنية التي أقامتها حركة حماس في العطلة الصيفية، وقد تخرَّج منها عشرات الألاف من الفتية والفتيات، بعد أن تلقوا فيها دروساً في الأخلاق، والعقيدة، والسيرة النبوية، والحديث الشريف..الخ

Puluhan ribu anggota HAMAS telah lulus dari halaqah Tahfizhul Qur’an dan pelajaran hukum-hukum tilawah (tajwid), yang begitu banyak ditemukan di masjid-masjid Jalur Gaza yang 70-an lebih telah dihancurkan oleh zionis.

Maka tidak berlebihan jika mereka memiliki puluhan ribu anggota yang hapal Al Quran, dan mereka ada yang memiliki sanad yang bersambung kepada Rasulullah ﷺ. Banyak umat Islam di seluruh dunia menyaksikan Camp-Camp Al-Quran yang diadakan oleh gerakan HAMAS selama liburan musim panas, dan puluhan ribu anak laki-laki dan perempuan lulus dari kamp tersebut, setelah mereka menerima pelajaran akhlak, aqidah, sirah Nabi, hadits, dll.

Sumber:

https://drsregeb.com/index.php?action=detail&id=91#:~:text=%D8%AB%D8%A7%D9%86%D9%8A%D8%A7%D9%8B%3A%20%D9%87%D9%86%D8%A7%D9%83%20%D8%A7%D9%84%D8%B9%D8%B4%D8%B1%D8%A7%D8%AA%20%D9%85%D9%86%20%D8%AD%D9%84%D9%82%D8%A7%D8%AA,%D8%B9%D9%84%D9%85%20%D8%A7%D9%84%D8%A3%D8%B5%D9%88%D9%84%20%D9%84%D9%84%D8%B9%D9%84%D8%A7%D9%85%D8%A9%20%D8%AD%D8%A7%D9%81%D8%B8%20%D8%A7%D9%84%D8%AD%D9%83%D9%85%D9%8A

✍ Farid Numan Hasan

scroll to top