Kain Kafan Pakai Kain Ihram

◼◽◼◽◼◽◼◽◼◽

✉️❔PERTANYAAN:

Ustadz izin menanyakan tentang kejadian di kampung kami, bagaimana jika jenazah di kafankan dengan ditambah kain surban dari mekkah atau kain ihram? Atau dengan alasan meninggal baru pulang dari tanah suci lalu ditambahkan kain tersebut? Sebelumnya terima kasih jazaakallahi khairan ustadz(+62 812-5075-xxxx)

✒️❕JAWABAN

◼◽◼◽◼◽◼◽◼◽

Bismillahirrahmanirrahim

Boleh, itu sunnah.. dan itu sudah cukup.

Syaikh Muhammad bin Yusuf Al Mawaaq mengatakan:

ابن حبيب: ويستحب إيصاؤه أن يكفن في ثياب جمعته، وإحرام حجه، رجاء بركة ذلك. وقد أوصى سعد بن أبي وقاص أن يكفن في جبة صوف شهد بها بدرا

Ibnu Habib berkata: Disunnahkan dia berwasiat agar dikafankan dgn pakaian shalat Jumatnya, kain ihrom hajinya, berharap itu mendatangkan berkah…. dst (Al Taaj Al Iklil, jilid. 2, hal. 30)

Demikian. Wallahu a’lam

✍ Farid Nu’man Hasan

Hukum Doa Sebelum Witir (Doa Kamilin)

◼◽◼◽◼◽◼◽◼◽

✉️❔PERTANYAAN:

Assalamu’alaikum . Ustadz izin bertanya sebelum witir itu ada doa (Doa Kamilin), apakah itu ada sunnahnya?

✒️❕JAWABAN

◼◽◼◽◼◽◼◽◼◽

Secara teks tidak ada dalam sunnah, namun doa apa pun – bukan hanya doa kamilin – adalah boleh ketika seusai shalat sunnah, sebagaimana doa setelah shalat wajib. Baik doa ma’tsur (yang bersumber dari Nabi) dan ghairu ma’tsur (yang redaksinya tidak bersumber dari Nabi).

Doa ghairu ma’tsur itu boleh menurut mayoritas Fuqaha. Bahkan contoh doa-doa buatan kaum salaf sangat banyak, yang mereka susun sendiri kalimatnya dan tidak berasal dari sunnah. Imam Ahmad bin Hambal rutin mendoakan Imam Asy Syafi’i dalam shalatnya selama 40 th. Jelas ini buatan sendiri Imam Ahmad dan tidak ada yang mengatakan bid’ah hal itu.

Imam Ja’far Ash Shadiq Radhiallahu ‘Anhu – salah satu guru Imam Abu Hanifah –  mengatakan setelah shalat itu salah satu momennya berdoa baik shalat sunnah atau shalat wajib, namun doa setelah shalat wajib lebih utama dibanding doa setelah shalat sunnah:

الدعاء بعد المكتوبة أفضل من الدعاء بعد النافلة كفضل المكتوبة على النافلة.

“Berdoa setelah shalat wajib lebih utama dibanding berdoa setelah shalat nafilah, sebagaimana kelebihan shalat wajib atas shalat nafilah.” (Fathul Bari, 11/134.  Lihat juga Imam Ibnu Baththal, Syarh Shahih Bukhari, 10/94)

Wallahu A’lam

✍ Farid Nu’man Hasan

Hukum Ghulul

◼◽◼◽◼◽◼◽◼◽

✉️❔PERTANYAAN:

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh..
Ustad. Bagaiman hukumnya menggunakan uang organisasi tanpa sepengetahuan pengurus lainnya utk modal usaha. yg keuntungan nya dimanfaatkan utk pribadi..

✒️❕JAWABAN

◼◽◼◽◼◽◼◽◼◽

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh

Jika dia mengambilnya diam-diam, tanpa sepengetahuan pengurus lainnya, maka ini termasuk ghulul (pengkhianatan).

Definisi Ghulul sbb:

أي سرقة حرام لأنه اختلاس من مال الجماعة الذي ينفق في حقوق الضعفاء والفقراء و يرصد للمصالح الكبري

Ghulul adalah mencuri dan haram, karena itu adalah ikhtilas (nilep, nyopet) harta jamaah yang seharusnya dibelanjakan untuk hak para dhuafa, fakir miskin, dan ghulul menghambat maslahat yang besar. (Al Hadits Al Maudhu’i, 1/294)

Dalam hadits Shahih Muslim, dikisahkan ada seorang mujahid terbunuh dalam perang Khaibar, orang-orang saat itu menyebutnya “Si Fulan syahid, Si Fulan Syahid”, Tapi Rasulullah justru mengatakan “Tidak, justru aku melihatnya di neraka”. Ternyata mujahid tersebut melakukan ghulul, diam-diam mengambil ghanimah dan memasukkannya di balik pakaiannya.

Wallahu A’lam

✍ Farid Nu’man Hasan

Hukum Membayar Utang di Masjid

◼◽◼◽◼◽◼◽◼◽

✉️❔PERTANYAAN:

Assalammu’alaikum warohmatullahi wabarakatuh ustad, saya mau bertanya terkait membayar uang spp untuk ustad/ustadzah/pengajar di dalam masjid. Apakah boleh? Karena spp bisa dkategorikan hutang, tapi apakah membayar jasa untuk ustad/ustadzah/pengajar nya diperbolehkan?

✒️❕JAWABAN

◼◽◼◽◼◽◼◽◼◽

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh

Bayar utang di masjid dibolehkan, berdasarkan perilaku Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam.

Dari Jabir bin Abdullah Radhiyallahu ‘anhu ia berkata.

أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ فِي الْمَسْجِدِ وَكَانَ لِي عَلَيْهِ دَيْنٌ فَقَضَانِي وَزَادَنِي

“Aku mendatangi Nabi ﷺ dan Beliau sedang di MASJID, sedangkan beliau mempunyai utang kepadaku, lalu Beliau membayar utang kepadaku dan memberikan tambahan untukku.”

(HR. Bukhari no. 2394)

Wallahu A’lam

✍ Farid Nu’man Hasan

scroll to top