Sedang Junub Lalu Haid, Bagaimana Mandinya?

◼◽◼◽◼◽◼◽◼◽

✉️❔PERTANYAAN:

Assalamualaikum. Afwan ustad…
Bagaimana hukumnya jika istri melayani suaminya malam hari dan ketika subuh ingin mandi junub ternyata dia sedang datang bulan. Apakah tetap mandi junub atau sekalian tunggu stlah haid ??

✒️❕JAWABAN

◼◽◼◽◼◽◼◽◼◽

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh

Bismillahirrahmanirrahim

Cukup baginya sekali mandi saja setelah suci dari haidnya, walau tidak terlarang baginya mandi saat junub, lalu mandi lagi setelah haid usai.

Imam asy Syafi’i menjelaskan:

إذا أصابت المرأة جنابة، ثم حاضت قبل أن تغتسل من الجنابة، لم يكن عليها غسل الجنابة وهي حائض؛ لأنها إنما تغتسل فتطهر بالغسل، وهي لا تطهر بالغسل من الجنابة وهي حائض، فإذا ذهب الحيض عنها أجزأها غسل واحد

Jika seorang wanita mengalami junub, kemudian dia haid sebelum mandi junub, maka dia tidak wajib mandi junub saat dia sedang haid. Karena dia hanya bersuci dengan mandi, tetapi dia tidak bersuci dengan mandi ketika dia sedang haid, maka jika haidnya berhenti, cukuplah satu kali mandi. (Al Umm, jilid. 1, hal. 61)

Demikian. Wallahu A’lam

✍ Farid Nu’man Hasan

Jenazah Masih Mengeluarkan Darah

◼◽◼◽◼◽◼◽◼◽

✉️❔PERTANYAAN:

Saya mau bertnya, kmrn adik sy meninggal dunia dikarenakan kasus pengeroyokan, dan saya kmrn habis menguburkan adik saya tpi pada saat dikuburkan dan ingin menempelkan muka adik sy ke tanah ada darah yg kluar dri hidung/mulut. Kira2 itu sah atw tdk ya, atw hukumnya harus bagaimana
Terimakasih atas perhatiannya pak (Slamet Reski-Jakarta)

✒️❕JAWABAN

◼◽◼◽◼◽◼◽◼◽

Bismillahirrahmanirrahim..

Jika jenazah setelah di mandikan atau dikafankan mengeluarkan darah yg sedikit, maka itu dimaafkan. Tidak perlu mengulang mandi dan kafannya. Hal ini tidak ada perbedaan pendapat para ulama.

Imam Ibnu Qudamah mengatakan:

لا نعلم بين أهل العلم في هذا خلافا، والوجه في ذلك، أن إعادة الغسل فيها مشقة شديدة، لأنه يحتاج إلى إخراجه وإعادة غسله وغسل أكفانه وتجفيفها أو إبدالها، ثم لا يؤمن مثل هذا في المرة الثانية والثالثة، فسقط ذلك، ولا يحتاج أيضا إلى إعادة وضوئه ولا غسل موضع النجاسة دفعا لهذه المشقة ويحمل بحاله

Kami tidak ketahui adanya perbedaan pendapat dalam hal ini. Alasannya adalah mengulang mandi itu mendatangkan kesulitan yang sangat berat. Sebab, perlu dikeluarkan (dari kuburnya), memandikannya lagi, mencuci kafannya, atau menukar kafannya, lalu hal ini tidak menutup kemungkinan kejadian lagi yang kedua ketiga, dan gugur lagi. Maka tidak perlu mengulangi wudhu dan mandi, dan tidak perlu juga memandikan bagian najisnya dan hendaknya dibawa sesuai dengan keadaannya. (Al Mughni, 3/389)

Demikian. Wallahu A’lam

✍ Farid Nu’man Hasan

Beda Kerudung dan Jilbab

◼◽◼◽◼◽◼◽◼◽

✉️❔PERTANYAAN:

Assalamu’alaikum ust Farid yg di Rahmati Allah… Ada pertanyaan dr saudara ; Apakah berkerudung itu adalah berjilbab? Seperti apa ya ust aturan fiqih Islam nya yg lengkap tentang jilbab agar bisa meluruskan adanya sebagian orang Islam mengatakan bhw kerudung itu adalah jilbab. Mohon sekali ust pencerahan nya Jazakallah khaiiran ust

✒️❕JAWABAN

◼◽◼◽◼◽◼◽◼◽

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh

Kerudung (khimar) dan jilbab, kedua-duanya tertera dalam Al Quran. Hendaknya kedua-duanya dipakai untuk kesempurnaan pakaian syar’i bagi muslimah.

Untuk kerudung:

{ وَقُل لِّلۡمُؤۡمِنَٰتِ يَغۡضُضۡنَ مِنۡ أَبۡصَٰرِهِنَّ وَيَحۡفَظۡنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبۡدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنۡهَاۖ وَلۡيَضۡرِبۡنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّۖ …

Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, .. [Surat An-Nur: 31]

Cara memakai kerudung yang benar adalah menutup badan seperti seluruh rambut, leher dan dada, bukan hanya diselempangkan saja seperti yang kita lihat dilakukan sebagian perempuan..

Ada pun jilbab, adalah kain yang menutup tubuh wanita keseluruhannya:

{ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِيُّ قُل لِّأَزۡوَٰجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ يُدۡنِينَ عَلَيۡهِنَّ مِن جَلَٰبِيبِهِنَّۚ ذَٰلِكَ أَدۡنَىٰٓ أَن يُعۡرَفۡنَ فَلَا يُؤۡذَيۡنَۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورٗا رَّحِيمٗا }

Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnyake seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha penyayang.

[Surat Al-Ahzab: 59]

Syaikh Abdul Aziz Ath Tharifi menjelaskan perbedaan khimar dan jilbab:

أنَّ الخمارَ يكونُ تحتَ الجلبابِ، والخمارُ تلبَسُه المرأةُ، وتشُدُّه على رأسِها وما دونَه، ويكونُ ملاصقاً للجسمِ مشدوداً، بخلافِ الجلبابِ فهو غطاءٌ زائدٌ فوقَه فضفاضٌ يُرخَى غالباً، ولا يُشَدُّ لا على الوجهِ ولا على الصدرِ، بحيثُ يُبْرَزُ حجمُ العُضْوِ

Khimar adalah dalemannya jilbab. Khimar dipakai perempuan untuk menutupi kepala dan kebawahnya. Khimar bersentuhan dengan tubuh.

Berbeda dengan jilbab, jilbab adalah penutup tambahan yang longgar di atas khimar (maksudnya, lapisan luar setelah khimar), biasanya ukurannya lebar dan tidak mengikat wajah dan dada sehingga tidak menampakkan lekuk anggota tubuh.

(Al Hijab fi Syar’i wal Fithrah, hal. 52)

Wallahu A’lam


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

Subscribe YouTube MANIS : https://youtube.com/c/MajelisManisOfficial

Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/gabungmanis

Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
wa.me/6285279776222
wa.me/6287782223130

Peperangan di Negara Konflik di Bulan Haram

◼◽◼◽◼◽◼◽◼◽

✉️❔PERTANYAAN:

Assalamu’alaikum Ustadz Farid, mohon bertanya mengenai 4 bulan haram, diharamkan untuk berperang, bagaimana dengan saudara2 yg sedang berada di negara konflik, seperti Palestina. Apakah ada rukhsoh

✒️❕JAWABAN

◼◽◼◽◼◽◼◽◼◽

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh

Larangan berperang di bulan-bulan Haram ada di Al Baqarah 217

Tapi larangan ini sudah mansukh (dihapus) oleh At Taubah: 36

{ إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثۡنَا عَشَرَ شَهۡرٗا فِي كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوۡمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ مِنۡهَآ أَرۡبَعَةٌ حُرُمٞۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلۡقَيِّمُۚ فَلَا تَظۡلِمُواْ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمۡۚ وَقَٰتِلُواْ ٱلۡمُشۡرِكِينَ كَآفَّةٗ كَمَا يُقَٰتِلُونَكُمۡ كَآفَّةٗۚ وَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلۡمُتَّقِينَ }

Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa.

[Surat At-Taubah: 36]

Imam Ibnu Rajab Al Hambali mengatakan mansukhnya larangan perang di bulan-bulan haram adalah pendapat mayoritas ulama. (Lathaif Ma’arif hal. 116)

Wallahu A’lam

✍️ Farid Nu’man Hasan

scroll to top