Berbekam Saat Puasa

💢💢💢💢💢💢💢💢

– السؤال:- الحجامة هل هى من مفطرات الصوم أم لا ؟
– الجواب:- لقد ورد عن النبي صلى الله عليه وآله وسلم أنه قال ( أفطر الحاجم والمحجوم ) لكنه حديث منسوخ .
– فقد جاء عند البخارى عن ابن عباس رضى الله عنهما قال ( احتجم النبي صلى الله عليه وآله وسلم وهو صائم )
– قال الإمام بن عبد البر رحمه الله : فيه دليل على أن حديث أفطر الحاجم والمحجوم منسوخ لأنه جاء فى بعض طرقه أن ذلك كان فى حجة الوداع . وسبق إلى ذلك الإمام الشافعي رحمه الله – أى بالقول بالنسخ .
– وسئل أنس بن مالك رضى الله عنه أكنتم تكرهون الحجامة للصائم؟. قال: “لا إلا من أجل الضعف” رواه البخارى .
– ويذكر عن سعد وزيد بن أرقم، وأم سلمه رضى الله عنهم جميعا، أنهم احتجموا صياما .
– وعن أم علقمة قالت : “كنا نحتجم عند عائشة -أى وهم صيام- فلا تنهى”… وهذا مذهب الجمهور .
– ولكن الأورع والأسلم أن يحتجم الصائم ليلاً. وكان بن عمر رضى الله عنهما يحتجم وهو صائم ثم تركه فكان يحتجم بالليل. واحتجم أبو موسى ليلاً والله أعلم.
#فتاوى_رمضانية

•┈••✾•◆❀◆•✾••┈•

Pertanyaan: Berbekam, apakah termasuk membatalkan puasa ?

Jawaban:

Telah diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, bahwa Beliau bersabda: “Orang yang membekam dan yang dibekam, hendaknya berbuka.” Tapi hadits ini mansukh/sudah diamandemen.

Diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari, dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berbekam dan dia sedang berpuasa.

Imam Ibnu Abdil Bar Rahimahullah berkata:  “Dalam hadits ini terdapat dalil bahwa hadits “Orang yang membekam dan yang dibekam, hendaknya berbuka” telah mansukh/dihapus, sebab dalam banyak riwayat diceritakan bahwa berbekamnya nabi terjadi saat haji wada’ (haji perpisahan). Imam Asy Syafi’iy sebelumnya jg mengatakan pendapat itu, bahwa hadits tersebut sdh mansukh.

Anas bin Malik Radhiallahu ‘Anhu ditanya, apakah kamu memakruhkan orang berpusa dan dia berbekam ? Beliau menjawab: “Tidak, kecuali jika membuat lemah.” Hr. Al Bukhari

Diceritakan tentang Sa’ad,  Zaid bin Arqam, dan Ummu Salamah Radhiallahu ‘Anhum jami’an, bahwa mereka berbekam semua padahal sedang puasa.

Dari Ummu ‘Alqamah, dia berkata: “Kami pernah berbekam dihadapan Aisyah, -mereka sdg berpuasa- dia tidak melarangnya.” Dan ini merupakan pendapat jumhur/mayoritas ulama.

Tetapi, yang lebih hati-hati dan selamat adalah hendaknya berbekam di malam hari. Dahulu Ibnu Umar Radhiallahu ‘Anhuma, berbekam dan sambil berpuasa, lalu dia meninggalkan hal itu dan berbekamnya di malam hari. Abu Musa juga berbekam di malam hari. Wallahu A’lam

Fatawa Ramadhan

🌸🌿🌺🌱🍃🌻🌾

Farid Nu’man Hasan

Muntah Apakah Membatalkan Shaum dan Shalat?

💢💢💢💢💢

📨 PERTANYAAN:

Bismillah wal Hamdulillah…

Ustad.farid ana mau bertanya terkait dengan muntah, mayoritas berpendapat muntah itu najis, jika kita berpuasa lalu muntah tidak disengaja maka hukumnya tidak membatalkan ya? Lalu bagaimana jika kita sholat lalu muntah baik sedikit ataupun banyak, apakah batal sholat kita atau tidak? Jazakallah

📬 JAWABAN

🍃🍃🍃🍃🍃

Bismillah wal Hamdulillah wash Shalatu was Salamu ‘ala Rasulillah wa Ba’d:

📌 Muntah; apakah membatalkan puasa?

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi ﷺbersabda:

مَنْ ذَرَعَهُ الْقَيْءُ فَلَيْسَ عَلَيْهِ قَضَاءٌ، وَمَنْ اسْتَقَاءَ فَلْيَقْضِ

Barang siapa yang terdesak oleh muntah maka baginya tidak wajib qadha, dan siapa yang sengaja muntah maka wajib qadha. (HR. Ahmad No. 10463. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan: shahih. Ta’liq Musnad Ahmad No. 10463)

Berkata Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah tentang pembatal shaum :

القئ عمدا: فإن غلبه القئ، فلا قضاء عليه ولا كفارة

Muntah sengaja (adalah batal), jika dia terdorong oleh muntah (tidak sengaja) maka tidak ada qadha’ dan tidak ada kafarah. (Fiqhus Sunnah, 1/465)

Imam Al Khathabi Rahimahullah mengatakan:

لا أعلم خلافا بين أهل العلم، في أن من ذرعه القئ، فإنه لا قضاء عليه، ولا في أن من استقاء عامدا، فعليه القضاء

Aku tidak ketahui adanya perbedaan pendapat para ulama tentang orang yang terdesak oleh muntah bahwa dia tidak ada qadha’, begitu juga -tidak ada perselisihan- bagi orang yang sengaja muntah maka wajib baginya qadha’. (Ibid, 1/466)

Maka, penjelasan ini menunjukkan bahwa muntah tidak membatalkan shaum jika tidak sengaja, kebalikannya Jika sengaja.

📌 Apakah Muntah Membatalkan Shalat?

Hal ini terkait dengan apakah muntah membatalkan wudhu? Jika Ya maka shalatnya pun batal. Jika TIDAK maka shalatnya tetap sah.

Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah mengatakan dalam Bab Yang Tidak Mengharuskan Wudhu Lagi:

القئ: سواء أكان ملء الفم أو دونه، ولم يرد في نقضه حديث يحتج به

Muntah: Sama saja apakah memenuhi mulut atau tidak penuh, dan tidak ada dalil dalam hadits yang bisa dijadikan hujjah untuk menyatakan batalnya. (Fiqhus Sunnah, 1/55)

Syaikh Ahmad Syakir mengatakan bahwa semua riwyat tentang batalnya wudhu karena muntah tidak ada yang shahih. Ini juga pendapat mayoritas ulama bahwa muntah tidak membatalkan wudhu, kecuali menurut Imam Abu Hanifah dan pengikutnya.

Wallahu A’lam

☘🌸🌺🌴🌻🍃🌾🌷

✍ Farid Nu’man Hasan

Ramadhan Momen Tepat Mengikis Sifat “Merasa Paling”

🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾

📌 Di antara hikmah Ramadhan adalah yarmidhudz dzunuub – membakar dosa-dosa

📌  Kesalahan dan dosa yang mesti kita bertobat darinya adalah “merasa paling” ..

📌 Kesalahan “merasa paling suci,” sebab yang diperintah adalah mensucikan diri .. wallahu yuhibbul muththahhiriin

📌 Kesalahan “merasa paling tahu,” sebab yang diperintahkan adalah belajar .. fa’lam annahu laa ilaaha illallah

📌 Kesalahan “merasa paling benar,” sebab yang diperintah adalah mengikutu kebenaran dan hidup bersama orang-orang benar .. wa kuunuu ma’ash shaadiqiin

📌 Kesalahan “merasa paling sunnah”, sebab yang diperintahkan adalah meneladani nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pada semua sisi kehidupan, bukan hanya pada peribadatan saja .. laqad kaana lakum fi rasuulillahi uswatun hasanah ..

📌 Kesalahan “merasa hebat dan kuat”, sebab kekuatan itu milik Allah, Rasul, dan orang-orang beriman .. wa lillahil ‘izzah wa lirasuulihi wa lil mu’miniin

📌 Kesalahan “merasa paling salaf”, sebab yang diperintahkan adalah ittiba’us salaf bukan ngaku-ngaku salaf  … ‘alaikum bisunnatiy wa sunnati khulafaa ar rasyidiin min ba’diy ..

📚 Maka, “jadilah” dan jangan sekedar merasa …

Allah Ta’ala berfirman:

فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَىٰ

Maka, janganlah kalian merasa suci atas diri kalian, Dialah yang mengetahui siapa orang yang bertaqwa. (QS. An Najm: 32)

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

اذا قال الرجل هلك الناس فهو أهلكهم

Jika ada seseorang yang berkata “manusia telah rusak” maka dialah yang lebih rusak dari mereka. (HR. Muslim No. 2623)

Imam Ibnu Abdil Bar Rahimahullah:

هذا معناه عند أهل العلم أن يقولها الرجل احتقارا للناس وإزراء عليهم وإعجابا بنفسه
وأما إذا قال ذلك تأسفا وتحزنا وخوفا عليهم لقبح ما يرى من أعمالهم فليس ممن عني بهذا الحديث. والفرق بين الأمرين أن يكون في الوجه الأول راضيا عن نفسه معجبا بها حاسدا لمن فوقه محتقرا لمن دونه. ويكون في الوجه الثاني ماقتا لنفسه موبخا لهل غير راض عنها

Makna hadits ini, menurut para ulama adalah perkataan seseorang yang merendahkan dan mencela manusia serta kagum terhadap diri sendiri. Jika perkataan pada hadits ini dimaksudkan sebagai keprihatinan, kesedihan, dan rasa khawatir atas mereka lantaran keburukan yang mereka lihat dari perilaku manusia, maka itu bukan termasuk makna hadits ini.

Perbedaan kedua hal ini  adalah untuk jenis pertama, dia menunjukkan begitu cinta  dan ‘ujub/kagum atas dirinya, serta dengki kepada orang yang di atasnya, dan merendahkan manusia yang di bawahnya.

Jenis kedua, dia tidak suka jika dirinya ikut melakoni keburukan yang disukai orang lain. (At Tamhid, 21/242)

Demikian. Wallahul Muwiffiq Ila Aqwamith Thariiq

☘🌸🌺🌴🌻🍃🌾🌷

✍ Farid Nu’man Hasan

Fiqih I’tikaf (Bag. 1)

💦💥💦💥💦💥💦💥

📌 Definisi

📕 Secara Bahasa (Lughah):

I’tikaf adalah Al Mulaazim artinya  berdiam, membiasakan, menetapi (Lihat Imam Asy Syaukani, Fathul Qadir, 1/244. Mawqi’ Ruh Al Islam)

يقال عكف على الشيء : إذا لازمه

Dikatakan, ‘akafa ‘ala Asy Syai’  (Dia menetap di atas sesuatu), artinya dia selalu bersamanya. (Ibid)

Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah mengatakan:

الاعتكاف لزوم الشئ وحبس النفس عليه، خيرا كان أم شرا

I’tikaf adalah menetapi sesuatu dan menutup  diri, dalam hal baik atau buruk . (Fiqhus Sunnah, 1/475)

📓Secara Istilah (Syara’) :

والاعتكاف في الشرع : ملازمة طاعة مخصوصة على شرط مخصوص

Secara syara’: menetap dalam rangka taat secara khusus dengan syarat khusus pula. (Fathl Qadir, 1/245)

Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah mengatakan:

والمقصود به هنا لزوم المسجد والاقامة فيه بنية التقرب إلى الله عزوجل.

Yang dimaksud I’tikaf di sini adalah menetapi masjid dan menegakkan shalat di dalamnya dengan niat mendekatkan diri kepada Allah ‘Azza wa Jalla. (Fiqhus Sunnah, 1/475)

📌 Dasar Hukum

🌸 Al Quran

وَلا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ

Janganlah kalian    mencampuri  mereka (Istri), sedang kalian sedang   I’tikaf di masjid. (QS. Al Baqarah : 187)

🌸 As Sunnah

Dari ‘Aisyah Radiallahu ‘Anha:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ

Bahwasanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam beri’tikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan sampai beliau diwafatka Allah, kemudian istri-istrinya pun I’tikaf setelah itu.(HR. Bukhari, No. 2026, Muslim No. 1171, Abu Daud No. 2462. Ahmad No. 24613, dan lainnya)

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, katanya:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْتَكِفُ فِي كُلِّ رَمَضَانٍ عَشْرَةَ أَيَّامٍ فَلَمَّا كَانَ الْعَامُ الَّذِي قُبِضَ فِيهِ اعْتَكَفَ عِشْرِينَ يَوْمًا

Dahulu Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam I’tikaf di setiap Ramadhan 10 hari, tatkala pada tahun beliau wafat, beliau I’tikaf 20 hari. (HR. Bukhari No. 694, Ahmad No. 8662, Ibnu Hibban No. 2228,  Al Baghawi No. 839, Abu Ya’la No. 5843,  Abu Nu’aim dalam Akhbar Ashbahan, 2/53)

🌸 Ijma’

Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah menceritakan adanya ijma’ tentang  syariat I’tikaf:

وقد أجمع العلماء على أنه مشروع، فقد كان النبي صلى الله عليه وسلم يعتكف في كل رمضان عشرة أيام، فلما كان العام الذي قبض فيه اعتكف عشرين يوما.

Ulama telah ijma’ bahwa I’tikaf adalah disyariatkan, Nabi  Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam beri’tikaf setiap Ramadhan 10 hari, dan 20 hari ketika tahun beliau wafat. (Fiqhus Sunnah, 1/475)

(Bersambung …)

🌷☘🌺🌴🌻🌸🌾🍃

✏ Farid Nu’man Hasan

Serial Fiqih I’tikaf

Fiqih I’tikaf Bag 1

Fiqih I’tikaf Bag 2

Fiqih I’tikaf Bag 3

Fiqih I’tikaf Bag 4

Fiqih I’tikaf Bag 5

Fiqih I’tikaf Bag 6

Fiqih I’tikaf Bag 7

Fiqih I’tikaf Bag 8

Fiqih I’tikaf Bag 9

Download file PDF di link ini

scroll to top