Bersikap Sombong Kepada Orang yang Sombong Adalah Sedekah?

💢💢💢💢💢💢

📨 PERTANYAAN:

Assalamualaikum
Ustadz bukan bermaksud mengadu antar Ustadz

Kalimat “Sombong ke orang sombong adalah sedekah” yang dikeluarkan UAS itu asalnya darimana ya kalau boleh tahu? (+62 881-1089xxx)

📬 JAWABAN

💢💢💢💢💢💢

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh ..

Itu bukanlah hadits nabi, tapi ucapan manusia saja, namun ucapan tersebut juga benar secara makna.

Syaikh Muhammad bin Darwisy bin Muhammad berkata:

هو من كلام الناس قاله الرازى

Ini adalah termasuk perkataan manusia, seperti dikatakan oleh Ar Razi. (Asnal Mathalib, no. 519)

Tetapi, secara makna benar. Imam Ali Al Qariy Rahimahullah berkata:

قال الرازى هو كلام مشهور قلت لكن معناه مأثور

Ar Razi berkata ini adalah perkataan terkenal. Aku (Ali Al Qariy) berkata: Tetapi maknanya ma’tsur (sesuai Sunnah). (Al Asrar Al Marfu’ah, no. 142)

Jadi, secara makna benar, bahwa bersikap sombong kepada orang sombong adalah sedekah buat dia, yaitu agar dia tidak terus-menerus berbuat sombong. Sebagaimana kesombongan tukang sihir Fir’aun yang ditumbangkan oleh mu’jizat Nabi Musa ‘Alaihissalam, sehingga membuat mereka tersadar.

Syaikh Abdullah Al Faqih Hafizahullah mengatakan (mengutip dari kitab Bariqah Mahmudiyah):

التكبر على المتكبر صدقة، لأنه إذا تواضعت له تمادى في ضلاله وإذا تكبرت عليه تنبه، ومن هنا قال الشافعي تكبر على المتكبر مرتين، وقال الزهري التجبر على أبناء الدنيا أوثق عرى الإسلام، وعن أبي حنيفة رحمه الله تعالى أظلم الظالمين من تواضع لمن لا يلتفت إليه، وقيل قد يكون التكبر لتنبيه المتكبر لا لرفعة النفس فيكون محموداً كالتكبر على الجهلاء والأغنياء، قال يحيى بن معاذ: التكبر على من تكبر عليك بماله تواضع.

Bersikap sombong kepada orang yang sombong adalah sedekah, sebab jika kita bersikap tawadhu di hadapan orang sombong maka itu akan menyebabkan dia terus-menerus berada dalam kesesatan. Namun, jika kita bersikap sombong kepadanya maka dia akan sadar. Ini sesuai dengan nasihat Imam Syafi’i, ‘Bersikap sombonglah kepada orang sombong sebanyak dua kali.’ Imam Az-Zuhri mengatakan, ‘Bersikap sombong kepada pecinta dunia adalah bagian dari ikatan Islam yang kokoh.’ Imam Yahya bin Mu’adz mengatakan, ‘Bersikap sombong kepada orang yang sombong kepadamu, dengan hartanya, adalah termasuk bentuk ketawadhuan.’

(Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyyah no. 73436)

Demikian. Wallahu a’lam

🌹☘🌸🍃🌷🍀🎋

✍ Farid Nu’man Hasan

Jangan Sakiti Umat Islam

💢💢💢💢💢💢

📌 Telah berlalu “True Lies” th 90an, teroris digambarkan bersorban, bertakbir, dan bersujud

📌 Telah berlalu “Fitna” th 2008, Islam digambarkan perusak dunia dengan segala macam terornya

📌 Telah berlalu “Innocence of Moslem” th 2012, menggambarkan profil Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Salam begitu kejinya

📌 Telah berlalu pula berkali-kali pelatihan penanggulangan terorisme yg dilakukan kepolisian Indonesia, selalu peneror menggunakan atribut Islam, peci, surban, dan takbir ..

📌 Yang terbaru pelatihan penanggulangan terorisme di Polda Bali, teroris juga digambarkan demikian, menggunakan jaket Nurul Mushthafa ..

📌 Lalu, seorang kapolres di Sumatera Barat, saat ditanya apa yang membuatnya yakin bahwa pembakar Mapolres adalah teroris? Dia menjawab karena pelakunya bertakbir .. dst

📌 Malang benar umat Islam … Takbir kita adalah ciri teroris, kalau begitu miliaran umat Islam hari ini adalah teroris, karena mereka sehari bertakbir puluhan kali dalam shalat-shalat mereka ..

📌 Baru-baru ini, ada film rada norak, yaitu Naura dan Genk Juara .. juga ikut membuat frame dan brand, bahwa ciri penjahat itu banyak istighfar dan menyebut Allah, dan takbir ..

📌 Mirisnya para penyandera di Papua, dengan serangan mereka kepada aparat keamanan pula, tidak pernah dikaitkan apa agamanya, dan tidak juga disebut teroris .. apa karena mereka tidak bertakbir sehingga kalian tidak menyebut mereka teroris?

📌 Dulu kita anggap hal-hal ini terjadi di Barat, tapi saat ini terjadi di negeri sendiri ..

📌 Permusuhan kaum kuffar, sekuler, liberal, dan hipokrit, sudah tidak lagi malu-malu ..

📌 Kenyataan ini menunjukkan bahwa keabadian pertarungan antara Haq dan Batil ..

📌 Kenyataan ini menunjukkan pula bahwa mereka adalah orang-orang yang tidak memiliki rasa malu … , menuding umat Islam intoleran padahal perilaku mereka sangat-sangat intoleran ..

📌 Semoga Allah Ta’ala melindungi kaum muslimin dari fitnah orang-orang kafir dan kaki tangannya dengan segala macam jenisnya ..

📌 Semoga Allah Ta’ala menenggelamkan mereka sebagaimana kaum ‘Aad dan Tsamud dahulu dihancurkan .. aamiin

🌵🌷🌱🌴🌸🍃🌾🍄

✍ Farid Nu’man Hasan

Sholat Saat Sedang Adzan

💦💥💦💥💦💥

📨 PERTANYAAN:

Assalamu’alaikum
Ustadz mau tanya, bolehkah kita sholat di saat pertengahan adzan???

📬 JAWABAN

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Ketika dikumandangkan adzan, yang mesti kita lakukan adalah menjawabnya. Hal ini berdasarkan hadits berikut:

Dari Abu Sa’id Al Khudri Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

إذا سمعتم النداء فقولوا مثل ما يقول الموذن

Jika kalian mendengarkan panggilan adzan maka jawablah oleh kalian seperti yang dikatakan muadzin. (HR. Al Jama’ah)

Perintah ini umum buat siapa pun, tapi ada kondisi dikecualikan boleh tidak menjawabnya. Siapa saja itu?

Imam An Nawawi menjelaskan:

قال اصحابنا ويستحب
متابعته لكل سامع من طاهر ومحدث وجنب وحائض وكبير وصغير لانه ذكر وكل هؤلاء من اهل الذكر ويستثنى من هذا المصلي ومن هو على الخلاء والجماع فإذا فرغ من الخلاء والجماع تابعه صرح به صاحب الحاوى وغيره فإذا سمعه وهو في قراءة أو ذكر أو درس علم أو نحو ذلك قطعه وتابع المؤذن ثم عاد الي ما كان عليه ان شاء وان كان في صلاة فرض أو نفل قال الشافعي والاصحاب لا يتابعه في الصلاة فإذا فرغ منها قاله وحكى الخراسانيون في استحباب متابعته في حال الصلاة قولا وهو شاذ ضعيف

Para sahabat kami (Syafi’iyyah) berkata bahwa disunahkan menjawabnya bagi semua yang mendengarkannya, baik yang sedang suci, berhadats, junub, haid, tua, anak-anak, karena itu adalah kalimat dzikir, dan semua orang ini termasuk yang dibilehkan berdzikir. Dikecualikan adalah ORANG YANG SHALAT, juga orang yang sedang di toilet dan jima’.

Jika sudah selesai dari toilet dan jima’, maka hendaknya dia menjawabnya. Pengarang Al Hawi dan selainnya menjelaskan hal itu. Jika dia sedang membaca Al Quran, atau dzikir, atau belajar ilmu atau semisalnya, maka hentikan dulu dan jawablah muadzin, lalu dia kembali lagi jika dia mau. Jika dia dalam keadaan shalat, wajib atau sunah, Asy Syafi’i dan para sahabatnya mengatakan tidak usah menjawabnya dalam shalat, jika sudah selesai hendaknya menjawabnya. Orang-orang Khurasan menyunnahkan menjawabnya walau ketika shalat, ini adalah pendapat yang janggal lagi lemah. (Al Majmu’ Syarh Al Muhadzdzab, 3/118)

Demikian. Wallahu A’lam

📓📕📗📘📙📔📒

✏ Farid Nu’man Hasan

Menyebut Ciri Fisik Seseorang

💢💢💢💢💢💢

📨 PERTANYAAN:

Af1 ustad farid..mo nanya ( mumpung lg trend), klo hidung pesek itu termasuk kekurangan/cacat seseorang bukan?. Artinya klo kita bilang kpd seseorang dgn sebutan si pesek, dlm Islam dilarang g?

📬 JAWABAN

🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Bismillah wal Hamdulillah ..

Dalam kitab Riyadhushalihin, Imam An Nawawi mencatat ghibah-ghibah yang dibolehkan. Diantaranya menyebut seseorang dengan ciri fisiknya, dimana memang dia dikenal dengan itu.

Imam An Nawawi Rahimahullah mencontohkan seperti: Al A’masy (buram matanya), Al A’raj (Si Pincang), Al A’ma (Si Buta), Al ‘Asham (Si Tuli), Al Ahwal (si Juling), semua ini adalah gelar yang pernah disandang oleh sebagian ulama hadits. (Hal. 366-367, Maktabatul Iman, Al Manshurah)

Di tambah lagi jika orang yang memiliki ciri fisik itu pun tidak mempersoalkan itu. Maka, itu lebih tidak masalah lagi.

Di Indonesia sendiri ada beberapa artis yang dikenal karena fisiknya; seperti pelawak Nur Tompel, Tukul Arwana (karena kumisnya seperti kumis ikan Arwana), Yati Pesek, … dll.

Hari ini, apa yang disebutkan oleh seorang Ustadz menyebut pesek kepada seorang artis, dan artis itu bangga dengan peseknya, sebagaimana yang dia katakan sendiri berkali-kali .. maka ini sama sekali bukan kesalahan.

Hanya saja memang ada yg suka bermain api dengan masalah-masalah seperti ini .., kemudian mereka tidak paham fiqihnya, dijadikanlah sebagai alat menyerang ustadz tersebut.

Ada pun menyebut ciri fisik dalam intonasi menghardik, seperti “Pesek lo ..!! Buta lo .. !!
Ini yang tidak boleh. Maka, mesti kita bedakan antara menyebut pesek dalam artian identitas yang menjadi ciri, dengan menghina dengan fisiknya.

Demikian. Wallahu a’lam

🌵🌷🌱🌴🌸🍃🌾🍄

✍ Farid Nu’man Hasan

scroll to top