Obat Penyakit Hati

💦💥💦💥💦💥

📕 Kenapa kita memerlukannya?

📌 Wulidnaa ‘alal fihtrah, Karena kita dilahirkan dalam keadaan fitrah, sbgmn hadits Bukhari: kullu mauludin yuladu ‘alal fitrah .. setiap anak terlahir dalam keadaan fitrah. Al Hafizh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa makna fitrah dalam konteks hadits ini adalah ISLAM.

Kemudian, .. ktka berinteraksi dgn lingkungan manusia, bisa jd kefitrahan tsb ternoda. Oleh krn itu, seorg muslim perlu formula untuk membersihkannya.

📌 Wujuud ‘adawah al Kuffar al mustamirah, adanya permusuhan org kafir yang terus menerus.

Shgga dgn daya upaya mereka menyerang kaum muslimin di segala sisi, bukan hanya militer, ekonomi, budaya, dan politik, termasuk jg apa-apa yang merusak jiwa dan hati kaum muslimin. Seperti fashion, food, sex, song, drugs, dll.

📌 Wujuud ‘adawah asy Syaithaan al mustamirah, adanya permusuhan dengan syetan yg terus menerus.

Iblis telah berjanji menghalangi manusia dari jalan Allah Ta’ala. Serta menghias kejahatan menjadi indah, sebalikmya Ibadah menjadi berat dan tidak nikmat, dan tidak lagi peka thd maksiat.

📌 Waaqi’una al Mu’aashir, realita umat Islam hari ini.

Banyak hal yg mengenaskan kondisi umat Islam saat ini; bodoh, lemah, tertindas, dan terpecah. Semuanya membentuk mentalitas minder dan silau dgn barat.

Semua keadaan ini tentu memerlukan obatnya …

📘 Sarana-sarana pengobatan

📌 Tilawatul Quran, sbgmn Al Jum’ah ayat 2, … yatluu ‘alaihim ayatih wa yu’allimuhumul kitaaba wal hikmah … mentilawahkan kpd mereka ayatNya dan mengajarkan al quran dan al hikmah/sunnah …

📌 Ihya’us sunnah, menghidupkan sunah. Baik ibadah2 nawaafil, sprti shaum, rawatib, dhuha, atau amalan sunnah apa pun yg bisa kita hidupkan, terutama nutrisi paling besar bagi hati; seperti qiyamul lail, dzikir pagi petang, dan istighfar.

📌 Shuhbatush shaalihiin, bersahabat dgn org2 shalih. Berkumpul dgn org2 shalih bs menjadi obat mujarab menjaga hati dan kesehatannya. Ada miliu yg menjadi rem dan penahan jika kita ada niat bermaksiat. Termasuk juga di medsos hendaknya jg demikian, tdk sembarang masuk grup.
Al Mar’u ‘alad diini khaliilih falyanzhur man yukhaalil … seseorg tergantung kawan dekatnya, maka lihatlah kepada siapa dia berkawan dekat ..

📌 Muthala’atul kutub, mengkaji buku-buku, khususnya yang bertemakan tazkiyatun nafs dan sirah org2 shalih, yang terbaik adalah sirah nabawiyah. Sebab itu merupakan fragmen terbaik kehidupan manusia yg tidak kita jumpai pada selainnya.

📌 Membangun sikap:

🔹 muraqabah (merasa dalam pengawasan Allah)
🔸 mu’aqabah (memberikan punishhment syar’i jk berbuat salah)
🔹 muhasabah (mengevaluasi aktifitas harian)
🔸 mujahadah (sungguh2 atas itu semua)

Walladzina jaahadu fiinaa lanahdiyannahum subuluna wa innallaha ma’al muhsiniin …

📙 Target-Target dari pengobatan hati dan jiwa

📌 Menumbuhkan rasa cinta kepada ketaatan (hubbuth thaa’ah), agar ibadah memiliki cita rasa, ikhlas, tidak kering dan terpaksa.

📌 Meninggalkan maksiat (tarkul ma’aashiy), dan juga menghilangkan bekas-bekasnya. Agar hati kembali bersih dan memiliki sensitifitas thdp dosa dan kesalahan.

📌 Merecorvery hati dan jiwa dr berbagai penyakit hati sprti sombong, riya, iri, dengki, ‘ujub, dan menggantinya dengan tawadhu, ikhlas, lapang dada, khauf dan roja.

Demikian. Wallahu A’lam.

Wa Shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala Aalihi wa Shahbihi wa Sallam.

🌴🌻🌺🌾🌿🍂🍃☘🌸

✏ Farid Nu’man Hasan

Tarawih Berjamaah Tidak Sampai Selesai

◽◼◽◼◽◼◽◼

Dalam beberapa hari ini sudah ada tiga orang bertanya kepada kami, apa yang mereka saksikan di sebagian masjid saat shalat tarawih baru berlangsung 8 rakaat sebagian jamaah pulang, tidak melanjutkan sampai tuntas bersama imam. Apakah ini sesuai Sunnah?

Nabi ﷺ bersabda:

من قام مع الإمام حتى ينصرف كتب الله له قيام ليلة

“Siapa yang shalat tarawih mengikuti imam sampai selesai, ditulis baginya pahala shalat semalaman.” (HR. At Tirmidzi, no. 734, Imam At Tirmidzi mengatakan: Hasan Shahih)

Dalam lafazh yang lain:

بقية ليلته

“Ditulis baginya pahala shalat di sisa malamnya.”

(HR. Ahmad, no. 21447. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan; Shahih. Lihat Ta’liq Musnad Ahmad, no. 21447)

Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid Rahimahullah mengatakan:

وهذا الثواب لا يناله إلا من صلى مع الإمام حتى ينتهي من الصلاة كلها ، أما من اقتصر على بعض الصلاة ثم انصرف ، فلا يستحق الثواب الموعود به في هذا الحديث ، وهو “قيام ليلة”

Pahala ini tidak akan diperoleh kecuali bagi org yg shalat bersama imam sampai imam selesai dari semua shalatnya.

Bagi yang menyudahi shalatnya di sebagiannya, maka dia tidak mendapatkan apa yang dijanjikan dalam hadits ini, yaitu shalat semalaman penuh.

(Al Islam Su’aal wa Jawaab no. 153247)

Syaikh Abdul Aziz bin Baaz Rahimahullah ditanya :

إذا صلى الإنسان في رمضان مع من يصلي ثلاثا وعشرين ركعة واكتفى بإحدى عشرة ركعة ولم يتم مع الإمام ، فهل فعله هذا موافق للسنة ؟

Jika seseorang shalat (tarawih) di Ramadhan bersama imam yang 23 rakaat, tapi dia hanya ambil 11 rakaat saja tidak melanjutkan bersama imam, apakah ini sesuai Sunnah?

فأجاب : ” السنة الإتمام مع الإمام ، ولو صلى ثلاثا وعشرين ، لأن الرسول صلى الله عليه وسلم قال : ( من قام مع الإمام حتى ينصرف كتب الله له قيام ليلة ، وفي اللفظ الآخر : (بقية ليلته)

Beliau menjawab:

Yang Sunnah adalah dia sempurnakan bersama imam walau shalatnya 23 rakaat, karena Rasulullah ﷺ bersabda:

“Siapa yang shalat tarawih mengikuti imam sampai selesai, ditulis baginya pahala shalat semalaman.”

Dalam lafazh yang lain:

بقية ليلته

“Ditulis baginya pahala shalat di sisa malamnya.”

فالأفضل للمأموم أن يقوم مع الإمام حتى ينصرف ، سواء صلى إحدى عشرة ركعة أو ثلاث عشرة أو ثلاثا وعشرين أو غير ذلك ، هذا هو الأفضل أن يتابع الإمام حتى ينصرف

Maka, LEBIH UTAMA, bagi makmum untuk shalat bersama imam sampai selesai, sama saja baik itu 11 rakaat, 13 rakaat, atau 23 rakaat, atau lainnya. Inilah yang lebih utama yaitu mengikuti imam SAMPAI KELAR.

(Majmu’ Fatawa Ibni Baaz, 11/325)

Demikian. Wallahu a’lam

🌻☘🌿🌸🍃🍄🌷 💐

✍ Farid Nu’man Hasan

Adakah Kafir Dzimmi di Indonesia?

PERTANYAAN:

Assalamualaikum saya sedang kebingungan ttg persoalan kafir di indonesia status jls sebagai kafir dzimi kalau di kata kafir dzimi apa isi perjanjian kita dgn mereka dan kapan ? mereka pun memerangi sebagian muslim seperti di poso papua dll

JAWABAN

Wa’alaikumussalam wa rahmatullah ..

Berikut ini penjelasan definisi kafir dzimmi dr para fuqaha:

أهل الذمة هم الكفار الذين أقروا في دار الإسلام على كفرهم بالتزام الجزية ونفوذ أحكام الإسلام فيهم

Kafir Dzimmi adalah orang-orang kafir yang menegaskan kekafirannya di negeri Islam, dengan kewajiban membayar jizyah dan diterapkan hukum-hukum Islam pada mereka. (Jawaahir Al Iklil, 1/105. Ak Kasysyaaf Al Qinaa’, 1/704)

Jadi, kafir dzimmi itu ada dua syarat:

1. Bayar Jizyah, sebagai perlindungan kemanan bagi mereka. Ini bukan pajak yang kita kenal di negeri kita saat ini, sebab pajak di negeri kita dikenakan bagi muslim dan non muslim juga.

2. Hukum-hukum Islam juga dijalankan atas mereka.

Maka, jika melihat dua syarat ini sulit bagi kita mengatakan bahwa mereka saat ini, di negeri ini adalah kafir dzimmi. Sebab, mereka tidak membayar jizyah, dan menolak diterapkan hukum Islam pada mereka.

Tapi, apakah kita perangi?? Maka, ini kembali pada apakah status mereka sebagai kafir harbi?

يصبح الذمي والمعاهد والمستأمن في حكم الحربي باللحاق باختياره بدار الحرب مقيما فيها ، أو إذا نقض عهد ذمته فيحل دمه وماله

Kafir dzimmi, mu’ahad (kafir yang terikat perjanjian), dan musta’man (minta suaka kemanan), akan dihukumi menjadi kafir harbi jika mereka memilih untuk tinggal di negeri kafir harbi, atau jika perjanjian jaminan kepada mereka sudah batal, maka halal dan hartanya.

(Ad Durul Mukhtar, 3/275, Syarhus Shaghir, 2/316, Mughni Muhtaj, 4/258-262)

Definisi ini memang sulit diterapkan di negeri yang tidak bersistem dan berhukum Islam. Bagaimana bisa diterapkan hukum Islam kepada mereka, … kepada orang Islam saja tidak berjalan, kecuali ibadah ritual saja.

Yang jelas, seandainya mereka dihukumi kafir harbi pun, tetap kembali kepada apakah hukum dasar jihad itu “memerangi dulu” atau “diperangi”, offensif atau difensif.

Pandangan Imam Muhammad Al Khathib Asy Syarbini Rahimahullah seorang ulama bermadzhab Syafi’iyah, nampaknya perlu dipertimbangkan:

وَوُجُوبُ الْجِهَادِ وُجُوبُ الْوَسَائِلِ لَا الْمَقَاصِدِ ، إذَا الْمَقْصُودُ بِالْقِتَالِ إنَّمَا هُوَ الْهِدَايَةُ وَمَا سِوَاهَا مِنْ الشَّهَادَةِ ، وَأَمَّا قَتْلُ الْكُفَّارِ فَلَيْسَ بِمَقْصُودٍ حَتَّى لَوْ أَمْكَنَ الْهِدَايَةِ بِإِقَامَةِ الدَّلِيلِ بِغَيْرِ جِهَادٍ كَانَ أَوْلَى مِنْ الْجِهَادِ

Kewajiban jihad adalah kewajiban yang bernilai sebagai sarana (al wasaail) bukan maksud (al maqaashid). Jika maksud dari peperangan adalah mengantarkan hidayah dansyahadah (kesaksian), maka memerangi orang kafir bukanlah tujuannya. Sehingga, jika memungkin hidayah dapat disampaikan dengan menegakkan dalil tanpa jihad, maka itu lebih utama dibanding jihad. (Imam Asy Syarbini,Mughni Muhtaj, 17/226. Mawqi’ Al Islam)

Nampaknya, para ulama saat ini juga perlu merumuskan lagi penjabaran jelas dan sesuai konteks zaman.

Wallahu A’lam

✏ Farid Nu’man Hasan

Bulan Sya’ban: Amalan dan Keutamaannya

💥💦💥💦💥💦

📌Definisi Sya’ban

Imam Ibnu Manzhur Rahimahullah menjelaskan dalam Lisanul ‘Arab:

إِنما سُمِّيَ شَعبانُ شَعبانَ لأَنه شَعَبَ أَي ظَهَرَ بين شَهْرَيْ رمضانَ ورَجَبٍ والجمع شَعْباناتٌ وشَعابِينُ

Dinamakan Sya’ban, karena saat itu dia menampakan (menonjol) di antara dua bulan, Ramadhan dan Rajab. Jamaknya adalah Sya’banat dan Sya’abin. (Lisanul ‘Arab, 1/501)

Dia juga bermakna bercabang (asy Sya’bu) atau berpencar (At Tafriq), karena banyaknya kebaikan pada bulan itu. Kebiasaan pada zaman dahulu, ketika bulan Sya’ban mereka berpencar mencari sumber-sumber air.

📌 Dianjurkan Banyak Berpuasa

Bulan Sya’ban adalah bulan mulia yang disunnahkan bagi kaum muslimin untuk banyak berpuasa. Hal ini ditegaskan dalam hadits shahih berikut:

Dari ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anha, katanya:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لَا يُفْطِرُ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لَا يَصُومُ فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلَّا رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ

“Dahulu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berpuasa sehingga kami mengatakan dia tidak pernah berbuka, dan dia berbuka sampai kami mengatakan dia tidak pernah puasa. Saya tidak pernah melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyempurnakan puasanya selama satu bulan kecuali Ramadhan, dan saya tidak pernah melihat dia berpuasa melebihi banyaknya puasa di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari No. 1868)

Dari ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anha juga, katanya:

لَمْ يَكُنْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ

“Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam belum pernah berpuasa dalam satu bulan melebihi puasa pada bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari No. 1869)

Inilah bukan yang paling banyak Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berpuasa sunah. Tetapi, beliau tidak pernah berpuasa sebulan penuh kecuali puasa Ramadhan.

📌Apa sebab dianjurkan puasa Sya’ban?

Pada bulan Sya’ban amal manusia di angkat kepada Allah Ta’ala. Maka, alangkah baik jika ketika amal kita diangkat, saat itu kita sedang berpuasa.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

شعبان بين رجب ورمضان يغفل الناس عنه ترفع فيه أعمال العباد فأحب أن لا يرفع عملي إلا وأنا صائم

“Bulan Sya’ban, ada di antara bulan Rajab dan Ramadhan, banyak manusia yang melalaikannya. Saat itu amal manusia diangkat, maka aku suka jika amalku diangkat ketika aku sedang puasa.” (HR. An Nasai, 1/322 dalam kitab Al Amali. Status hadits: Hasan (baik). Lihat As Silsilah Ash Shahihah No. 1898. Lihat juga Tamamul Minnah Hal. 412. Dar Ar Rayyah)

📌 Adakah Keutamaan Malam Nishfu Sya’ban?

Ya, sebagamana diriwayatkan oleh banyak sahabat nabi, bahwa Beliau bersabda:

يطلع الله تبارك و تعالى إلى خلقه ليلة النصف من شعبان ، فيغفر لجميع خلقه إلا لمشرك أو مشاحن

“Allah Ta’ala menampakkan diriNya kepada hambaNya pada malam nishfu sya’ban, maka Dia mengampuni bagi seluruh hambaNya, kecuali orang yang musyrik atau pendengki.” (Hadits ini Diriwayatkan oleh banyak sahabat nabi, satu sama lain saling menguatkan, yakni oleh Muadz bin Jabal, Abu Tsa’labah Al Khusyani, Abdullah bin Amr, ‘Auf bin Malik, dan ‘Aisyah. Lihat Syaikh Al Albani, As Silsilah Ash Shahihah, 3/135, No. 1144. Darul Ma’arif. Juga kitab beliau Shahih Al Jami’ Ash Shaghir wa Ziyadatuhu, 2/785. Al Maktab Al Islami. Namun, dalam kitab Tahqiq Misykah Al Mashabih, justru Syaikh Al Albani mendhaifkan hadits ini, Lihat No. 1306, tetapi yang lebih kuat adalah shahih karena banyaknya jalur periwayatan yang saling menguatkan. Dishahihkan pula oleh Dr. Abdul Malik bin Abdullah Ad Duhaisy, dalam Jami’ Al Masanid wa Sunan, No. 9697)

Hadits ini menunjukkan keutamaan malam nishfu sya’ban (malam ke 15 di bulan Sya’ban), yakni saat itu Allah ‘Azza wa Jalla mengampuni semua makhluk kecuali yang menyekutukanNya dan para pendengki. Maka wajar banyak kaum muslimin mengadakan ritual khusus pada malam tersebut baik shalat atau membaca Al Quran, dan ini pernah dilakukan oleh sebagian tabi’in dan generasi setelahnya, seperti Makhul, Ishaq bin Rahawaih, dan lain-lain, di mana mereka mengatakan ini bukanlah bid’ah. Tetapi, dalam hadits ini –juga hadits lainnya- sama sekali tidak disebut adanya ibadah khusus tersebut pada malam itu, baik shalat, membaca Al Quran, atau lainnya. Oleh, karena itu, wajar pula sebagian kaum muslimin menganggap itu adalah hal yang bid’ah (mengada-ngada dalam agama), seperti yang dikatakan Imam Atha’ bin Abi Rabbah, para ulama Madinah, dan lainnya. Semua ini diceritakan oleh Imam Al Qasthalani dalam Mawahib Al Laduniyah.

Maka, menghidupkan malam nishfu Sya’ban dengan berkumpul di masjid dan surau untuk melakukan ibadah tertentu adalah perkara yang diperselisihkan para ulama sejak masa tabi’in. Namun yang pasti Rasulullah dan para sahabat tidak pernah melakukannya. Hendaknya setiap muslim berlapang dada dan toleran terhadap perbedaan ini, dan mengikuti sunah adalah lebih baik bagi siapa pun. Agar keluar dari perselisihan pendapat dan perpecahan.

📌Larangan Pada Bulan Sya’ban

Pada bulan ini, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melarang berpuasa pada yaumusy syak (hari meragukan), yakni sehari atau dua hari menjelang Ramadhan. Maksud hari meragukan adalah karena pada hari tersebut merupakan hari di mana manusia sedang memastikan, apakah sudah masuk 1 Ramadhan atau belum, apakah saat itu Sya’ban 29 hari atau digenapkan 30 hari, sehingga berpuasa sunah saat itu amat beresiko, yakni jika ternyata sudah masuk waktu Ramadhan, ternyata dia sedang puasa sunah. Tentunya ini menjadi masalah.

Dalilnya, dari ‘Ammar katanya:

مَنْ صَامَ يَوْمَ الشَّكِّ فَقَدْ عَصَى أَبَا الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Barang siapa yang berpuasa pada yaumus syak, maka dia telah bermaksiat kepada Abul Qasim (Nabi Muhammad) Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.” (HR. Bukhari, Bab Qaulun Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam Idza Ra’aytumuhu fa shuumuu)

Para ulama mengatakan, larangan ini adalah bagi orang yang mengkhususkan berpuasa pada yaumusy syak saja. Tetapi bagi orang yang terbiasa berpuasa, misal puasa senin kamis, atau puasa Nabi Daud, atau puasa sunah lainnya, lalu ketika dia melakukan kebiasaannya itu bertepatan pada yaumusy syak , maka hal ini tidak dilarang berdasarkan riwayat hadits berikut:

لَا يَتَقَدَّمَنَّ أَحَدُكُمْ رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ أَوْ يَوْمَيْنِ إِلَّا أَنْ يَكُونَ رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمَهُ فَلْيَصُمْ ذَلِكَ الْيَوْمَ

“Janganlah salah seorang kalian mendahulukan Ramadhan dengan puasa sehari atau dua hari, kecuali bagi seseorang yang sedang menjalankan puasa kebiasaannya, maka puasalah pada hari itu.” (HR. Bukhari No. 1815)

Demikian. Semoga Sya’ban tahun ini kita bisa mengisi dengan berbagai kebaikan untuk mempersiapkan diri menuju bulan ramadhan yang penuh diberkahi.

Wallahu A’lam. Wa Shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala Aalihi wa Shahbihi wa Sallam.

🌻🌴☘🌷🌺🌸🍃🌾

✏ Farid Nu’man Hasan

scroll to top