Istinja Dengan Tisu

▪▫▪▫▪▫

Assalamu’alaikum. Ustadz izin bertanya apakah tisu basah bisa menghilangkan najis? Biasanya bayi bila buang air di bersihkan (cebok) dengan tisu apakah itu bisa?

 JAWABAN

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh

Jika maksudnya cebok dengan tisu basah, maka hal itu boleh. Baik tisu basah atau kering sama saja, diqiyaskan dengan cebok dengan batu.

Dalam fatwa Darul Ifta Al Mishriyyah dijelaskan:

يجوز شرعًا الاستنجاء بالمناديل الورقية والورق النشَّاف من البول أو الغائط؛ قياسًا على معنى الحجر المنصوص عليه، وانتشارها في هذا العصر كانتشار الحجر في العصور السابقة، وهي داخلة فيما نص عليه الفقهاء من الجامدات الطاهرة

Secara syar’i diperbolehkan cebok dengan tisue dan kertas kering untuk memberikan diri dari BAK dan BAB. Hal ini adalah qiyas terhadap cebok dengan batu yang tertera dalam nash, dan penyebaran tisue zaman ini keadaannya seperti penyebaran batu pada zaman terdahulu, maka tisue termasuk apa yang telah ditetapkan oleh para fuqaha mengenai benda-benda yang suci.

(No fatwa. 5183)

Namun tisue tersebut hendaknya minimal 3 lembar sebagaimana batu 3 buah.

Demikian. Wallahu A’lam


▪▫▪▫▪▫

Assalaamu’alaykum ustadz, afwan,
dalam istinja, apakah harus menggunakan air dan “tangan kosong”, atau boleh air dengan tisu dsb? JazakAllaahu khair (+62 812-8318-xxxx)

 JAWABAN

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh

Istinja dengan tisue, sapu tangan, atau apa pun yang bisa membersihkan najis selama tidak dengan benda yang membahayakan atau benda yang memang terlarang buat istinja, maka itu dibolehkan.. Tapi dengan air tetap lebih utama.

نعم، يجزئ في الاستجمار استعمال المناديل، ولا بأس به،

Ya sah cebok dgn memamai tisu, itu tidak apa-apa

لأن المقصود من الاستجمار هو إزالة النجاسة سواء ذلك بالمناديل أو الخرق أو بالتراب أو بالأحجار،

Karena maksud dari cebok adalah untuk menghilangkan najis maka sama saja baik pakai tisu, kain, tanah, atau batu

إلا إنه لا يجوز أن يستجمر الإنسان بما نهى الشرع عنه، مثل العظام والروث. انتهى

Hanya saja tidak boleh manusia cebok dengan benda yang dilarang syariat, seperti tulang dan kotoran. (Ibnu Utsaimin)

Hanya saja disyaratkan dengan tiga lembar tisu, sebagaimana dengan batu yang juga minimal dengan tiga batu.

Wallahu A’lam

 Farid Nu’man Hasan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top