Tentang Doa Minum Zamzam, Doa Bercermin, dan Yasin

▫▪▫▪▫▪▫▪

📨 PERTANYAAN:

Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Ustadz, ini pertanyaan titipan ..

1. Apakah ada doa ketika hendak meminum air ZamZam?

2. Ada orang tua yg menyarankan agar mengamalkan cara ini agar hati seorang anak/seseorang bisa lembut/nurut.
Yaitu dengan membacakan Surah Yasin atau Ayat Kursi (*Yg bertanya lupa yg mana satu yg dibaca) ke dalam wadah berisi air, kemudian diminumkan ke orang yg dimaksud.

Apakah ini ada tuntunannya dalam syari’at Islam?

3. Apakah ada doa ketika bercermin?
Jika ada, bagaimana lafadz yg benar/shahih nya?

Demikian Ustadz pertanyaan yg diajukan.
Mohon jawaban/pencerahannya..

Jazakallahu khayran wa Barakallahu fiyk. (+62 857-0560-xxxx)

📬 JAWABAN

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh …

1. Doa hendak minum air zamzam, sebenarnya tidak ada dari Nabi ﷺ .

Yg ada adalah dari sahabatnya yaitu Abdullah bin ‘Abbas Radhiallahu ‘Anhuma, yaitu:

اللهم إني أسألك علماً نافعاً، ورزقاً واسعاً، وشفاءً من كل داء

Allahumma inni as-aluka ‘ilman naafi’an wa rizqan waasi’an wa syifa’an min kulli daa-in

“Ya Allah aku memohon padaMu ilmu yang bermanfaat, rizqi yang luas, dan obat dari segala macam penyakit“.

(HR. Abdurrazzaq dalam Al Mushannaf no. 9112)

Karena TIDAK ADA yang khusus dari Nabi ﷺ .. , maka BOLEH berdoa apa saja yg baik-baik saat meminumnya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan:

وَيُسْتَحَبُّ أَنْ يَشْرَبَ مِنْ مَاءِ زَمْزَمَ ، وَيَتَضَلَّعَ مِنْهُ ، وَيَدْعُوَ عِنْدَ شُرْبِهِ بِمَا شَاءَ مِنْ الْأَدْعِيَةِ الشَّرْعِيَّةِ

Disunnahkan saat meminum air zamzam, seseorang berdoa dengan doa syar’iy apa saja yang dia kehendaki.

(Majmu’ Fatawa, 26/144)

Sebab, khasiat dan Fadilah air zamzam tergantung niat si peminumnya. Hal ini berdasarkan hadits:

ماء زمزم لما شرب له

Air zamzam itu sesuai hajat yang meminumnya.

(HR. Ibnu Majah no. 3062, Shahih)

Imam An Nawawi Rahimahullah mengatakan:

معناه : من شربه لحاجة نالها ، وقد جربه العلماء والصالحون لحاجات أخروية ودنيوية ، فنالوها بحمد الله تعالى وفضله

Artinya, barang siapa yang meminumnya untuk hajat tertentu maka dia akan mencapainya. Para ulama dan orang-orang Shalih telah membuktikannya baik untuk hajat dunia dan akhirat, dan mereka telahel mencapainya dengan pujian kepada Allah dan keutamaanNya.

(Tahdzib Al Asma’ wal Lughat, 3/450)

2. Tentang surat Yasin, Tidak ada khasiat atau Fadhilah khusus surat Yasin yang seperti ada dalam pertanyaan.

Ada dalam Sunnah – ini pun diperselisihkan- yaitu membaca surat Yasin untuk orang yang sedang menghadapi kematian. Sebagaimana riwayat Ibnu Hibban dan lainnya, sebagian ulama menghasankan seperti Imam Ibnu Hajar, sebagian lain mendhaifkannya seperti Imam Ad Daruquthniy.

Juga anjuran membaca Yasin di malam hari, maka terhapus dosanya di pagi hari. Riwayat ini didhaifkan sebagian ulama, seperti Imam Ibnul Jauzi, tapi dishahihkan sebagian lain seperti Imam Ibnu Katsir, Syaikh Al Kattaniy, dll.

Ada pun menjadikan Al Qur’an (termasuk surat Yasin) sebagai ayat ruqyah, lalu dibacakan ke air, ini boleh-boleh saja. Dan ini dilakukan para salaf sejak masa sahabat dan setelahnya. Dan difatwakan oleh para imam seperti Imam Asy Syafi’iy, Imam Ahmad, Imam Ibnu Taimiyah, Imam Ibnul Qayyim, dll.

3. Banyak riwayat yang menyebutkan doa bercermin, tapi semua riwayat itu antara palsu dan dhaif. Tidak ada satu pun yang valid sampai Nabi ﷺ.

Seperti doa yang terkenal:

الْحَمْدُ لِلَّهِ ، اللَّهُمَّ كَمَا حَسَّنْتَ خَلْقِي فَحَسِّنْ خُلُقِي

Alhamdulillah, Allahumma kamaa hasanta khalqiy fahassin khuluqiy – Ya Allah, sebagaimana Kau baguskan wujud diriku, maka baguskanlah akhlakku.

– Diriwayatkan oleh Ibnu Sunniy dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 163, dari Ali bin Abi Thalib.

Para ulama seperti Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid menyebutkan ini hadits PALSU. Dalam sanadnya terdapat para perawi yg sangat bermasalah:

1. Ibnu Abi As Sarriy, dia seorang pembohong. (Tahdzibut Tahdzib, 2/315)

2. Abdurrahman bin Ishaq, dia matruk (haditsnya ditinggalkan). (Mizanul I’tidal, 2/548)

Hadits serupa diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Anas bin Malik, dan Aisyah Radhiyallahu ‘anhum, yg semua sanadnya dhaif.

Lalu, adakah yang Shahih?

Ada, tapi tidak ada kaitan dengan bercermin, melainkan umumnya saja .. kapan pun boleh membacanya, yaitu hadits berikut:

عَنِ عائشة قالت: ” كَانَ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: ( اللهُمَّ أَحْسَنْتَ خَلْقِي ، فَأَحْسِنْ خُلُقِي )

Dari Aisyah Radhiyallahu ‘Anha: bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

Allahumma ahsanta khalqiy fahassin khuliqiy – Ya Allah Kau telah baguskanlah wujudku maka perbaguslah akhlakku.

(HR. Ahmad no. 3823, Abu Ya’la no. 5075, Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman no. 8183)

Syaikh Ahmad Muhammad Syakir mengatakan: sanadnya SHAHIH. (Musnad Ahmad no. 3823, terbitan Darul Hadits)

Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan: SHAHIH. (Ta’liq Musnad Ahmad, 40/457)

Jadi, doa dgn lafaz ini umum, tidak khusus buat bercermin .. boleh saja dibaca kapan pun sesuai kehendak kita.

Demikian. Wallahu a’lam

📙📘📕📒📔📓📗

🖋 Farid Nu’man Hasan

Shalat Pada Waktunya, Apa maksudnya?

▫▪▫▪▫▪▫▪

📨 PERTANYAAN:

Mahatma Yusuf: Assalamu’alaikum Ustadz, mau tanya maksud Shalat pada waktunya

📬 JAWABAN

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh ..

Bismillahirrahmanirrahim ..

Haditsnya sebagai berikut:

عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْأَعْمَالِ أَفْضَلُ قَالَ الصَّلَاةُ لِوَقْتِهَا وَبِرُّ الْوَالِدَيْنِ ثُمَّ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

Dari Ibn Mas’ud radhiallahu ‘anhu, bahwa seorang laki-laki pernah bertanya Nabi ﷺ, amalan apa yang paling utama? ‘ Nabi menjawab: “Shalat tepat pada waktunya, berbakti kepada kedua orang tua, dan jihad fi sabilillah.”

(HR. Muslim no. 7534)

Jadi, shalat tepat pada waktunya adalah amal yang paling utama, bahkan dibanding berbakti kepada kedua orangtua dan jihad fisabilillah. Lalu, apa makna Ash Shalah liwaqtiha – shalat tepat pada waktunya ?

Imam Ibnu Baththal Rahimahullah mengatakan:

وفيه: أن البدار إلى الصلاة فى أول أوقاتها، أفضل من التراخى فيها

Makna Pada hadits ini, bahwa bersegera shalat di AWAL waktu-waktunya adalah lebih utama dibanding menundanya.

(Syarh Shahih Al Bukhari, 2/157)

Syaikh Abdul Aziz bin Baaz Rahimahullah mengatakan:

أول الوقت على وقتها أول الوقت لكن إذا صلاها في أثناء الوقت أو في آخر الوقت صحت، ولا إثم عليه، لكن كونها يصليها في أول الوقت كما فعل النبي ﷺ يراعي أوائل الأوقات هذا هو الأفضل

Awalnya waktu itulah makna shalat pada waktunya. Di awal waktu, tetapi jika dia shalat di tengah waktu atau di akhirnya itu tetap sah dan tidak berdosa baginya, namun jika dia melaksanakan shalatnya di awal waktu seperti yang dilakukan Nabi ﷺ yang begitu menjaga shalat di awal waktu maka itu lebih utama. (Selesai)

Tapi, jika ada kondisi tertentu seperti cuaca yang sgt panas saat shalat zhuhur, atau sdg dalam safar, kesibukan yg berbahaya jika ditinggal, atau udzur lainnya, maka tidak masalah dia menundanya. Bahkan shalat Isya dianjurkan diakhirkan waktunya, sampai sebelum tengah malam, dan itulah aslinya waktu shalat Isya.

Untuk “Ta’khir Isya” sudah pernah bahas di sini, silahkan di search.

Demikian. Wallahu a’lam

📙📘📕📒📔📓📗

🖋 Farid Nu’man Hasan

Adakah Doa Setelah Iqamah?

▫▪▫▪▫▪▫▪

📨 PERTANYAAN:

Assalamulaikum. Titip Tanya, doa setelah iqamah ada tidak ? Saya pnh baca bahwasanya ada doanya, tapi lupa dalilnya, jadi ingin memastikan lagi. Jazakallah (+974 5556 4xxxx)

📬 JAWABAN

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh.

Para ulama berbeda pendapat apakah ada doa setelah Iqamah?

Mayoritas ulama menyunnahkan membaca sebagaimana doa setelah adzan, sebab Iqamah JUGA adzan, sebagaimana hadits:

بين كل أذانين صلاة

Di antara dua adzan hendaknya ada shalat. (HR. Muttafaq ‘Alaih)

Maksudnya, antara adzan dan Iqamah hendaknya dilakukan shalat Sunnah. Di hadits ini Iqamah dinamakan dgn adzan. Maka, doanya pun sama dgn doa setelah adzan.

Fatwa Al Lajnah Ad Daimah dikatakan:

السنة أن المستمع للإقامة يقول كما يقول المقيم؛ لأنها أذان ثان فتجاب كما يجاب الأذان

Yg sunah adalah bahwa orang yang sedang mendengarkan adzan hendaknya menjawab apa yang diucapkan orang yang Iqamah, sebab Iqamah adalah adzan yang kedua, dan caranya dengan mengucapkan seperti jawaban adzan. (selesai).

Imam Ibnu Hajar Al Haitami mengatakan -sebagaikan dikutip dalam Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyyah:

لم أر من قال بندب الصلاة والسلام أول الإقامة وإنما الذي ذكره أئمتنا أنهما سنتان عقب الإقامة كالأذان ثم بعدهما: اللهم رب هذه الدعوة التامة

Aku belum pernah melihat adanya yg menyunnahkan shalawat dan salam saat awal Iqamah, sesungguhnya yang disebutkan oleh para imam kami adalah shalat dan salam itu disunnahkan setelah iqamah, lalu membaca setelah itu: Allahumma rabba hadzihi da’watit taammah. (selesai).

Sementara ulama lain, seperti Syaikh Utsaimin, Syaikh Bakr Abu Zaid, mengatakan setelah Iqamah hendaknya diam, tidak ada bacaan apa pun.

Demikian. Wallahu a’lam

📙📘📕📒📔📓📗

🖋 Farid Nu’man Hasan

Kapankah Hilangnya Ilmu?

▪▫▪▫▪▫▪▫

📌 Hilangnya ilmu, bukan disaat ketiadaan Al Qur’an dan As Sunnah, sebab tersesatnya Yahudi dan Nasrani pun disaat Taurat dan Injil masih bersama mereka ..

📌 Hilangnya ilmu, bukan di saat dalil itu lenyap, sebab dalil selalu ada bersama adanya Al Qur’an dan As Sunnah ..

📌 Hilangnya ilmu, bukan disaat tiada lagi manusia yang berkata “Allah Ta’ala berfirman” dan “Rasulullah ﷺ bersabda” .. sebab betapa banyak orang bodoh dan munafik pandai bersilat lidah dengan mengutip ayat Al Qur’an dan hadits Nabi ﷺ ..

📚 Tapi hilangnya ilmu disaat wafatnya para ulama, pewaris para Nabi ﷺ …, mereka yang menjelaskan Al Qur’an dan As Sunnah kepada umat ..

Dari Abdullah bin Amr Radhiallahu ‘Anhuma, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنْ الْعِبَادِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا

Sesungguhnya Allah tidaklah mencabut ilmu sekaligus mencabutnya dari hamba, akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan cara mewafatkan para ulama hingga bila sudah tidak tersisa ulama maka manusia akan mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh, ketika mereka ditanya mereka berfatwa tanpa ilmu, mereka sesat dan menyesatkan.

(HR. Bukhari no. 100)

Wallahu yahdina ilaas sawaa’is sabiil

📙📘📕📒📔📓📗

🖋 Farid Nu’man Hasan

scroll to top