Satu Rakaat Membaca Dua Surat, Bolehkah?

▪▫▪▫▪▫

PERTANYAAN:

Assalamu’alaikum
Afwan ustad mau bertanya, tadi shalat subuh kata suami saya di masjid imam nya dalam rakaat pertama setelah al fatihah baca dua surat.
Klo dlm shalat wajib memang boleh baca dua surah, sukron atas jawabannya (08232773xxxx)

JAWABAN

🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Wa’alaikumussalam warahmatullah .. Bismillah wal Hamdulillah ..

Boleh, dalam Shahih Al Bukhari ada Bab:

باب الجمع بين السورتين في الركعة

Menggabungkan dua surat dalam satu rakaat

Syaikh Muhammad bin Shalih al Munajjid berkata:

لا حرج على المصلي أن يقرأ بعد الفاتحة سورتين أو ثلاثاً ، سواء كان إماماً أم مأموماً ، إلا أن الإمام يفعل ذلك أحياناً لبيان الجواز ، ودون أن يطيل على المصلين ، كما يجوز هذا الفعل في الفريضة والنافلة

Tidak apa2 bagi seorang yang shalat, setelah membaca Al Fatihah dia membaca dua atau tiga surat, baik dia jadi imam atau makmum, hanya saja kadang seorang imam melakukan itu hanya untuk menjelaskan kebolehannya, dengan tidak memanjangkan bacaannya bagi jamaah, dan ini boleh dilakukan baik Shalat wajib dan sunnah. (Selesai)

Syaikh Utsaimin mengatakan:

ويجوز للإنسان أن يقرأ بعد الفاتحة سورتين ، أو ثلاثاً ، وله أن يقتصر على سورة واحدة ، أو يقسم السورة إلى نصفين ، وكل ذلك جائز لعموم قوله تعالى : ( فاقْرَأُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ ) المزمل/20 ، ولقول النبي صلى الله عليه وسلم : ( ثم اقرأ ما تيسر معك من القرآن )

Boleh bagi manusia setelah membaca Al Fatihah dia membaca dua atau tiga surat. Dia memendekkan satu surat, atau satu surat dibagi dua.

Semua itu boleh berdasarkan keumuman ayat; Bacalah olehmu apa yang mudah dari Al Quran (Qs. Al Muzammil: 20), juga hadits: “Lalu bacalah apa yang mudah padamu Dari Al Quran.” (Majmu’ Fatawa, 13/500)

Demikian. Wallahu A’lam

🍄🌷🌴🌱🌸🌵🍃🌾

✍ Farid Nu’man Hasan

Hukum Berdzikir dengan Ruas Jari Kiri

💢💢💢💢💢💢💢

PERTANYAAN:

Assalamu’alaikum ustadz.. sy mw bertanya ttg berdzikir menggunakan tangan kanan.. sy ada baca dihadits kl dulu rasulullah berdzikir dengan tangan kanan.. tapi suami sy bilang dzikir jangan 1 tangan aja kan nanti tangan kiri juga akan berkata digunakan tk apa.. tapi sy mikir bener juga ya.. bukannya nanti mereka smw berbicara.. trus sy bilang tapi kan kl utk melakukan sesuatu yg baik bukannya sebaiknya dilakukan dengan tangan kanan.. takutnya suami sy masuk dlm bi’dah melakukan sesuatu yg tdk dicontohkan rasulullah.. mohon pencerahannya ya ustadz.. (08125840xxxx)

JAWABAN

🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh ..

Bismillah wal Hamdulillah ..

Dzikir dengan jari kanan, semua ulama sepakat keutamaannya, ada pun dengan jari tangan kiri para ulama berbeda pendapat kebolehannya

Dari Abdullah bin Amr Radhiallahu ‘Anhuma, katanya:

رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْقِدُ التَّسْبِيحَ قَالَ ابْنُ قُدَامَةَ بِيَمِينِهِ

“Aku melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menghimpun tasbih.” Ibnu Qudamah mengatakan: “Dengan jari tangan kanannya.” (HR. Abu Daud No. 1502)

Imam An Nawawi mengatakan hasan. (Al Adzkar, Hal. 18, No. 28) Syaikh Al Albani mengatakan shahih. (Shahih wa Dhaif Sunan Abi Daud No. 1502)

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani Rahimahullah menjelaskan tentang hadits di atas:

فهذا هو السنة في عد الذكر المشروع عده ، إنما هو باليد ، و باليمنى فقط ، فالعد باليسرى أو باليدين معا ، أو بالحصى كل ذلك خلاف السنة ، و لم يصح في العد بالحصى فضلا عن السبحة شيء

“Inilah sunah dalam hal menghitung dzikir yang disyariatkan, yaitu hanyalah dengan tangan, bagian kanan saja. Sedangkan menghitung dengan kiri atau dua tangan bersamaan, atau dengan batu-batu kecil, maka semua itu bertentangan dengan sunah. (As Silsilah Adh Dhaifah 3/47, No. 1002)

Tetapi berbeda dengan Syaikh Al Albani, …. Syaikh Abdul Muhsin Al ‘Abbad Al Badr menjelaskan hadits di atas:

وهذا دليل على أن عقد التسبيح الأولى والأفضل أن يكون باليمين، لهذا الحديث الذي ورد عن رسول الله صلى الله عليه وسلم، وهو أنه كان يعقد التسبيح بيمينه، وهو أيضاً مطابق لما جاء من كون اليمين تستعمل في الأمور المحمودة والأمور الطيبة، واليسار تكون بخلاف ذلك، لكن كونه يبدأ التسبيح باليمين ويثني باليسار لا بأس بذلك

Hadits ini merupakan dalil bahwa menghitung tasbih itu lebih utama dan afdhal adalah dengan tangan kanan, demikianlah yang sampai dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bahwa Beliau menghitung tasbih dengan jari kanannya, hal ini juga sesuai dengan kenyataan bahwa tangan kanan itu dipakai untuk hal-hal terpuji dan baik, sedangkan kiri berselisihan dengan itu, tetapi jika awalnya berdzikir dengan jari tangan kanan lalu ditengah dzikirnya dengan JARI KIRI TIDAK APA-APA Hal itu. (Syarh Sunan Abi Daud, 8/231)

Untuk keluar dari perselisihan maka mengikuti sunnah lebih utama.

Demikian. Wallahu A’lam

🍄🌴🌷🌱🌸🍃🌵🌾

✍ Farid Nu’man Hasan

Hukum Zakat Uang Dibayar dengan Barang

▪▪▪▪▫▫▫▫

PERTANYAAN:

Aziz Aziz:
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Izin bertanya bolehkah zakat mal pakai barang misal sarung..atau makanan misal sirop, gula dll dan dikemas dalam bentuk parcell..?

🙏🙏🙏🙏🙏

JAWABAN

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh

Pada dasarnya tidak boleh menyerahkan zakat dgn cara mengubah zakat uang, dengan barang-barang yang kita anggap bermanfaat bagi penerimanya. Sebab uang lebih bermanfaat, dan mustahiqlah yg lebih tahu apa yang dibutuhkan dirinya. KECUALI jika memang benar-benar sangat diperlukan dan beralasan (misal mustahiqnya tidak pandai memakai uang, hanya dibelikan rokok saja), maka boleh diserahkan dalam wujud barang, baik makanan dan lain-lain.

Syaikh Utsaimin Rahimahullah ditanya:

“هل يجوز تحويل مبلغ الزكاة إلى مواد عينية غذائية وغيرها فتوزع على الفقراء؟”

Apakah boleh mengubah zakat menjadi barang2 kebutuhan pokok dan selainnya, lalu diberikan ke kaum fakir?

فأجاب :

” لا يجوز، الزكاة لا بد أن تدفع دراهم… “. انتهى

Jawaban:

Tidak boleh, zakat itu harus dibayar dengan dirham (uang).

(Al Liqa Asy Syahri, 12/41)

Beliau juga berkata:

” زكاة الدراهم لابد أن تكون دراهم ، ولا تخرج من أعيان أخرى إلا إذا وكلك الفقير فقال : إن جاءك لي دراهم فاشتر لي بها كذا وكذا ، فلا بأس … “. انتهى

Zakat dirham harus dikeluarkan dalam bentuk dirham, tidak boleh dalam bentuk materi lain, KECUALI jika anda menjadi wakil orang fakir (mustahiq), dan berkata: “Jika anda membawa dirham (bayar zakat), BELIKANLAH ini dan ini, .. begini tidak masalah.”

(Majmu’Fatawa wa Rasail, 18/303)

Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid Hafizhahullah mengatakan:

إذا كان هناك فقير معين ، يحتاج إما إلى دواء أو غذاء ، أو نحو ذلك من احتياجاته ، ويعلم أنه سيترتب على صرف الزكاة له نقوداً مفسدة واضحة ، أو كانت المصلحة تقتضي عدم إعطاء ذلك الفقير النقود ، ففي هذه الحال أجاز بعض العلماء صرفها له مواد عينية بدلاً من النقود

Jika ada orang fakir tertentu yang butuh obat atau makanan, atau kebutuhan lainnya, dan diketahui bahwa jika dia dizakati dengan uang akan merusak uangnya secara jelas, dalam keadaan seperti ini sebagian ulama MEMBOLEHKAN MENGGANTI UANG DENGAN BARANG-BARANG.

Beliau juga berkata:

والخلاصة : أن إخراج السلع والمواد العينية بدلا من زكاة المال لا تجوز ولا تجزئ ، إلا إذا وجدت الحاجة والمصلحة الداعية لذلك .

Kesimpulan: mengeluarkan barang atau materi untuk mengganti zakat mal adalah TIDAK BOLEH dan TIDAK SAH, KECUALI jika anda dapatkan adanya keperluan untuk itu, dan adanya maslahat yang mengharuskannya.

(Al Islam Su’aal wa Jawaab no. 138684)

Demikian. Wallahu a’lam

📙📘📕📒📔📓📗

🖋 Farid Nu’man Hasan

Kapan Waktu Membayar Fidyah?

▪▫▪▫▪▫▪▫

Bismillahirrahmanirrahim …

Membayar fidyah, boleh dilakukan perhari yaitu setelah terbenamnya matahari di hari dia tidak puasa. Boleh pula setelah berakhirnya bulan Ramadhan, dia mentotalnya. Yg tidak boleh adalah membayar fidyah diawal bulan alias menyegerakannya, seolah dia mengutamakan fidyah dibanding kewajiban puasanya.

Imam Syihabuddin Ar Ramliy mengatakan:

ويتخير في إخراجها بين تأخيرها وبين إخراج قيمة كل يوم فيه أو بعد فراغه، ولا يجوز تعجيل شيء منها لما فيه من تقديمها على وجوبه . انتهى

Dia boleh memilih dalam mengeluarkan fidyahnya, antara mengakhirkannya atau dia membayarkan harga (uang) untuk tiap-tiap harinya, atau setelah selesainya. Tidak boleh baginya menyegerakan fidyah, sebab itu sama juga mendahului fidyah diatas kewajiban puasanya.

(Fatawa Ar Ramli, 2/74)

Syaikh Abdullah Al Faqih Hafizhahullah mengatakan:

وعليه فأنت مخير بين أن تخرجَ فديةَ كل يوم على حدة بعد استباحة فطره وبين أن تخرج الفدية عن جميع الشهر بعدَ انقضائه

Atas dasar itu, maka anda bisa memilih mengeluarkan fidyah tiap hari secara masing-masing, setelah dibolehkannya berbuka.

Bisa juga mengeluarkan fidyah sepanjang bulan setelah selesai (Ramadhan).

(Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyyah no. 116475)

Dalam fatwa lain Beliau berkata:

وأما إخراجها فيكون بعد رمضان، أو إخراج فدية كل يوم بعد دخول ليلته والأفضل بعد طلوع فجره

Ada pun mengeluarkan fidyah setelah Ramadhan atau setiap hari setelah masuknya malam hari, lebih afdol adalah setelah terbitnya fajar.

(Ibid, no. 77217)

Demikian. Wallahu a’lam

Wa Shallallahu’ala Nabiyyina Muhammadin wa’ala Aalihi wa Shahbihi wa Sallam

Farid Nu’man Hasan

scroll to top