Target-Target Da’wah dalam Tinjauan Maratibul ‘Amal

📓📕📘📗📒📔📙

📌      Ishlahun Nafsi (Perbaikan Diri), sehingga ia menjadi orang yang kuat fisiknya (qawwiyul Jism), kokoh akhlaknya (matinul khuluq), luas wawasannya (mutsaqaful fikri), mampu mencari nafkah sendiri (qadiran ‘alal kasbi), selamat aqidahnya (salimul ‘aqidah), benar ibadahnya (shahiul ‘ibadah), pejuang bagi dirinya sendiri (mujahidan lin nafsih), penuh perhatian terhadap waktu (harishun ‘alal waqtih), rapi urusannya (munazhzhaman fi syu’unih), bermanfat bagi orang lain (nafi’an lighairih).

📌     Takwin Bait al Muslim (Pembentukan keluarga muslim), yaitu dengan mengajak keluarga agar dapat menghargai fikrah (ideologi)nya, menjaga etika Islam dalam setiap aktifitas kehidupan rumah tangga, memilih istri/suami yang baik dan menjelaskannya hak dan kewajibannya, mendidik anak-anak dan pembantunya dengan didikan yang baik, serta membimbing mereka dengan prinsip-prinsip Islam.

📌     Irsyadul Mujtama’ (Membimbing masyarakat), yakni dengan menyebarkan da’wah, memerangi perilaku yang kotor dan munkar, mendukung perilaku mulia, amar ma’ruf, bersegera melakukan kebajikan menggiring opini umum untuk memahami fikrah Islamiyah dan mewarnai praktek kehidupan dengannya terus-menerus.

📌      Tahrirul Wathan (Pembebasan  Tanah Air) dari setiap penguasaan asing –non Islam- baik secara politik, ekonomi, atau moral.

📌       Ishlahul Hukumah (memperbaiki pemerintah), sehingga menjadi pemerintah Islam yang baik. Dengan begitu ia dapat memainkan perannya sebagai pelayan umat dan pekerja yang bekerja demi kemaslahatan mereka. Pemerintah Islam adalah pemerintah yang anggotanya terdiri dari kaum muslimin yang menunaikan kewajiban-kewajiban Islam, tidak terang-terangan dengan kemaksiatn, dan konsisten menerapkan hukum-hukum serta ajaran Islam.

📌      Usaha mempersiapkan seluruh aset negeri di dunia ini untuk kemaslahatan umat Islam. Hal itu dilakukan dengan cara membebaskan seluruh negeri, membangun kejayannya, mendekatkan peradabannya, dan menyatukan kalimatnya, sehingga dapat mengembalikan kekuasaan khilafah yang telah hilang dan terwujudnya persatuan yang diimpikan bersama.

📌      Penegakkan kepemimpinan dunia (ustadziyatul ‘alam) dengan penyebaran da’wah seantero negeri, “Sehingga tidak ada lagi fitnah dan agama itu hany milik Allah semata.” (QS. Al Baqarah: 193)

Wallahu A’lam

🌻🍃🌻🍃🌻

📚 Risalatut Ta’alim Lisy Syaikh Hasan Al Banna Rahimahullah

🌺☘🌷🌴🌻🌸🌾🍃

✏ Farid Nu’man Hasan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top