Yang Menerima Manfaat dari Waqaf Ahli

PERTANYAAN

Onyang kami punya pondokan di mekah. Dulunya posisinya dekat pasar seng.

Karena perluasan masjidil haram, sama pemerintah saudi dipindah ke kawasan aizziyah.

Disana yg tdnya berupa pondokan, sekarang mereka bangun menjadi hotel. Dan disewa2kan (Komersial)

Wasiat wakif *”jika nnti anak cucuku berhaji, mereka tdk perlu susah cari tempat dan bisa nginap dipondok ini”*

Sekarang pondokan sdh jd *hotel yg dikomersilkan.* Ada keuntungan dr hotel tersebut.

Mengingatkan dalam Wakaf ada yg 3 tipe, salah satunya *Wakaf Ahli* (hasil wakaf utk kemaslahatan keluarga Pewakaf)

Menurut yg Ustad Farid pahami, *siapa saja yg berhak yg mendapatkan bagi hasil dr keuntungan hotel tersebut* ?

Jazakallah khairan 🙏🏻 (+62 859-2071-xxxx)


 JAWABAN

▪▫▪

Bismillahirrahmanirrahim..

Jika memang dulu waqif berniat untuk Waqaf Ahli, dan itu diketahui oleh nazir, maka manfaat pada waqaf itu berlaku untuk anak, cucu, keturunan, dan kerabat dari waqif. Jika mauquf (barang waqaf) sdh tidak ada krn dibeli utk maslahat umum, maka itu bs dikembalikan kepada anak, cucu, keturunan dan kerabat.

Dalam kitab Al Fiqh Al Manhaji:

لقد عُرف الوقف على القرابة والأولاد والأحفاد والذرية بالوقف الذري أو الأهلي

Waqaf yang manfaatnya untuk kerabat, anak-anak, cucu, keturunan, dinamakan dengan Waqaf Dzuri atau Ahli.

(Al Fiqh Al Manhaji ‘ala Madzhab Al Imam Asy Syafi’i, jilid. 5, hal. 36)

Dalam kitab yang lain juga dikatakan:

الوقف الأهلي أو الذري وهو الوقف على الأقارب والأولاد والأحفاد ثم الفقراء

Waqaf Ahli atau Dzuri adalah waqaf untuk kerabat, anak-anak, cucu, lalu orang-orang fakir. (Wabal al Ghamamah fi Syarh ‘Umdah Al Fiqh Libni Qudamah, jilid. 5, hal. 24)

Jadi, selama statusnya adalah anak, cucu, kerabat, dan mereka masih hidup, mrka semua dapat manfaat dari waqaf tersebut.

Wallahu A’lam

✍️ Farid Nu’man Hasan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top