PERTANYAAN:
Assalamu’alaikum…ustadz afwan izin bertanya,Ada kasus seseorang mati/meninggal karena gantung diri..terus ada salah satu warga saking kesel dan tidak sukanya ,mengatakan “Kekal dia di dalam Neraka” pertanyaan nya bolehkah kita berucap seperti itu? (+62 878-1243-xxxx)
JAWABAN
Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh
Tidak boleh, kekal abadi di neraka hanya untuk orang kafir atau murtad.
Sedangkan orang bunuh diri masih muslim. Bisa jadi masuk neraka dulu tapi tidak kekal. Sebagaimana bisa jadi Allah Ta’ala maafkan dan Allah masukan ke surga.
Di masa Rasulullah ﷺ ada yang bunuh diri dengan melukai tangannya, justru Rasulullah ﷺ mendoakan:
اللَّهُمَّ وَلِيَدَيْهِ فَاغْفِر
Ya Allah ampunilah kedua tangannya
(HR. Muslim no. 116)
Syaikh Abdullah Al Faqih menjelaskan:
وإن كان قد مات منتحرًا، فقد مات على الإسلام، وترجى له رحمة الله التي وسعت كل شيء؛
Jika seseorang wafat bunuh diri maka dia mati dalam Islam, dia masih bisa diharapkan rahmat Allah yang luas dan meliputi segala sesuatu.
فعليكم أن تدعوا له، وتجتهدوا في ذلك؛ لعل رحمة الله تتداركه، وقد دلت النصوص على أن المنتحر من جملة المسلمين، وأنه ليس خارجًا من الملة بهذا الفعل، وأنه تحت مشيئة الله تعالى
Maka hendaknya Anda mendoakannya dengan sungguh-sungguh, semoga rahmat Allah menyapa dirinya.
Dalil-dalil menunjukkan bahwa orang yang bunuh diri masih bagian keumuman kaum muslimin, dia tidak keluar dari Islam dengan perbuatannya, dan (nasibnya) di bawah kehendak Allah Ta’ala.
(Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyah no. 15180).
Wallahu A’lam
Farid Nu’man Hasan


