Bedakah Bacaan Tahiyat Awal dan Akhir?

💢💢💢💢💢💢

📨 PERTANYAAN:

Assalamu’alaikum ustadz. Adakah perbedaan bacaan pada attahiyat awal dan attahiyat akhir pada shalat?
Jazzakallah ustadz (+628775899xxxx)

📬 JAWABAN

🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah ..

Membaca shalawat pada duduk tahiyat atau tasyahud adalah sunah. Sehingga seandainya dibaca saat tasyahud awal juga bagus, tidak dibaca juga tetap sah. Tetapi seringnya memang dibaca di tasyahud akhir.

Berkata Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah:

وإنما كانت الصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم مندوبة وليست بواجبة، لما رواه الترمذي وصححه، وأحمد وأبو داود عن فضالة بن عبيد

“Sesungguhnya bershalawat atas Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam (saat tasyahud) hanyalah sunah, bukan wajib. Hal ini sebagaimana yang diriwayatkan oleh At Tirmidzi dan dishahihkannya, Ahmad, dan Abu Daud dar Fadhalah bin ‘Ubaid.” (Syaikh Sayyid Sabiq, Fiqhus Sunnah, 1/173. Darul Kitab Al ‘Arabi)

Hadits yang dimaksud adalah sebagai berikut:

فَضَالَةَ بْنَ عُبَيْدٍ صَاحِبَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ
سَمِعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا يَدْعُو فِي صَلَاتِهِ لَمْ يُمَجِّدْ اللَّهَ تَعَالَى وَلَمْ يُصَلِّ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَجِلَ هَذَا ثُمَّ دَعَاهُ فَقَالَ لَهُ أَوْ لِغَيْرِهِ إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِتَمْجِيدِ رَبِّهِ جَلَّ وَعَزَّ وَالثَّنَاءِ عَلَيْهِ ثُمَّ يُصَلِّي عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ يَدْعُو بَعْدُ بِمَا شَاءَ

Fadhalah bin Ubaid, seorang sahabat Nabi, berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alahi wa Sallam mendengar seorang yang berdoa ketika shalat, tanpa memuji Allah Ta’ala, belum bershalawat kepada Rasulullah, Maka beliau bersabda: “Segera kemari,” lalu dia memanggilnya dan berkata kepadanya –atau kepada lainnya: Jika salah seorang kalian selesai shalat, maka hendaknya dia memulai dengan memuji Allah ‘Azza wa Jalla, dan memuliakanNya, kemudian bershalawat atas Rasulullah, lalu berdoalah setelah itu sekehendaknya.” (HR. At Tirmidzi No. 3477, katanya: hasan shahih. Abu Daud No. 1481, An Nasa’i No. 1284)

Syaikh Sayyid Sabiq melanjutkan:

قال صاحب المنتقى: وفيه حجة لمن لا يرى الصلاة عليه فرضا، حيث لم يأمر تاركها بالاعادة

“Berkata pengarang Al Muntaqa: “Dalam hadits ini terdapat dalil bagi orang yang mengatakan bahwa bershalawat kepada Nabi tidaklah wajib, ini terbukti bahwa Beliau tidak memerintahkan laki-laki itu untuk mengulangi shalatnya.” (Fiqhus Sunnah, 1/173)

Lalu beliau mengutip dari Imam Asy Syaukani Rahimahullah:

لم يثبت عندي ما يدل للقائلين بالوجوب

“Saya tidak menemukan dalil yang kuat bagi pandangan mereka yang mengatakan wajib.” (Ibid)

Jadi, silahkan dibaca diawal dan akhir. Hanya saja kebiasaannya memang dibacanya di tahiyat akhir.

Demikian. Wallahu a’lam

🌷🌴🌱🌸🍃🌵🌾🌹🍄

✍ Farid Nu’man Hasan

Shalat Witir Model Baru

▫▪▫▪▫▪

📨 PERTANYAAN:

Assalamualaikum
Ustadz..
Saya ingin bertanya..
Ada satu kajian yg mengatakan bahwa shalat witir itu bs dilakukan kpn saja, bs di lakukan ba’da shlat dhuha, dgn jumlah rakaat genap.
Gimn ustadz ? (+62 852-9627-xxxx)

📬 JAWABAN

🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah ..

Shalat witir genap dan dilakukan di Dhuha, tidak ada, dan itu mengada-ngada ..

Shalat Witir adalah:

وهي صلاة تفعل ما بين صلاة العشاء وطلوع الفجر ، تختم بها صلاة الليل ، سميت بذلك لأنها تصلى وترا ، ركعة واحدة ، أو ثلاثا ، أو أكثر ، ولا يجوز جعلها شفعا

Dia adalah shalat yang dikerjakan antara shalat Isya dan terbitnya fajar, dengannya shalat malam ditutup. Dinamakan witir karena shalatnya dlakukan secara witir (ganjil), 1 rakaat, atau tiga, atau lebih, dan tidak boleh menjadikannya genap.

(Al Mausu’ah, 27/289)

Demikian. Wallahu a’lam

🌻☘🌿🌸🍃🍄🌷💐

✍ Farid Nu’man Hasan

Bersandarlah Kepada Allah

🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾

Syaikh Abdul Hamid Kisyk Rahimahullah berkata:

من اعتمد على ماله قل
و من اعتمد على سلطانه ذل
و من اعتمد على عقله اختل
و من اعتمد على علمه ضل
و من اعتمد على الناس مل
و من اعتمد على الله فما قل ولا ذل ولا اختل ولا ضل ولا مل

Siapa yang bersandar kepada hartanya dia akan sedikit
Siapa yang bersandar kepada penguasanya dia akan hina
Siapa yang bersandar kepada akalnya dia akan terguncang
Siapa yang bersandar kepada ilmunya (saja) dia akan tersesat
Siapa yang bersandar kepada manusia dia akan letih

Dan siapa yang bersandar kepada Allah, maka dia tidak akan pernah sedikit, hina, guncang, sesat, dan letih.

📚 Min Rawaa’i Aqwaal Al ‘Ulama

🍃🌸🌾🌻🌴🌺☘🌷

✍ Farid Nu’man Hasan

Bayar Zakat Langsung ke mustahiq, Haruskah Mengatakan “Ini Zakat”?

💢💢💢💢💢💢

📨 PERTANYAAN:

Assalamualaikum
saya mau tanya ttg zakat harta setiap blnnya yg sdh berpenghasilan, tata caranya apakah ketika memberikan zakatnya hrs ada ijab kabulnya , agar bisa dibedakan sedekah atau zakat, Dan jika niat nya zakat tp pas memberi tdk di ucapkan apkah itu trmasuk sedekah?
Apakh kalau bgtu harus mengulang lgi zakat yg sebelumnya ga diucapkan? (+62 896-4355-xxxx)

📬 JAWABAN

🍃🍃🍃🍃🍃

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh …

Ijab Qabul dalam zakat jika menyalurkan lewat Amil, itu Sunnah. Kalau tidak dilakukan tetap sah.

Ada pun berzakat lgsung ke mustahiq, mayoritas ulama mengatakan SAH walau tanpa menyebut “ini zakat untukmu”.

Imam An Nawawi menjelaskan:

إذا دفع المالك أو غيره الزكاة إلى المستحق ولم يقل هي زكاة ، ولا تكلم بشيء أصلا : أجزأه ، ووقع زكاة ، هذا هو المذهب الصحيح المشهور الذي قطع به الجمهور ..

Jika seorang penguasa atau lainnya membayarkan zakat ke mustahiq, dan dia tidak mengatakan itu zakat dan tidak bicara apa-apa, maka itu sah. Zakat telah terjadi. Inilah Madzhab yg benar dan terkenal yg dianut oleh mayoritas ulama…(Al Majmu’ Syarh Al Muhadzdzab, 6/233)

Sebagian ulama membenci memberitahu bahwa itu adalah zakat.

Imam Ibnu Qudamah mengatakan:

وإذا دفع الزكاة إلى من يظنه فقيراً : لم يحتج إلى إعلامه أنها زكاة ، قال الحسن : أتريد أن تقرعه ؟! لا تخبره
وقال أحمد بن الحسن : قلت لأحمد : يدفع الرجل الزكاة إلى الرجل فيقول : هذا من الزكاة ، أو يسكت ؟ ، قال : ” ولم يبكِّته بهذا القول ؟! يعطيه ، ويسكت ، ما حاجته إلى أن يقرعه ؟!

Jika membayarkan zakat kepada org yg diperkirakan dia seorg faqir tidaklah perlu memberitahu ke dia bahwa ini adalah zakat.

Al Hasan berkata: “Apakah kamu hendak mencelanya? Jangan beritahu dia.”

Ahmad bin Al Hasan berkata: “Aku bertanya kepada Ahmad (bin Hambal), jika membayar zakat seseorang apakah mengatakan ini zakat atau diam saja?”

Dia menjawab: “Bukankah perkataan ini bisa membuatnya menangis? Beri dia zakat dan diam saja, dan tidak perlu mencelanya.”

(Al Mughni, 2/508)

Demikian. Wallahu a’lam

🌷🌱🌴🌾🌸🍃🌵🍄

✍ Farid Nu’man Hasan

scroll to top