PERTANYAAN
Bismillah, Ustadz bagaimana hukum anak yang belum baligh dan melakukan bunuh diri
JAWABAN
Bismillahirrahmanirrahim..
Aksi intihar (bundir) yang dilakukan anak kecil belum baligh tidaklah dianggap dosa atau had..
Sebab, anak kecil belum berlaku beban syariah..
عَنْ عَلِيٍّ رضي الله عنه عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ( رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلَاثَةٍ عَنْ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ وَعَنْ الصَّبِيِّ حَتَّى يَحْتَلِمَ وَعَنْ الْمَجْنُونِ حَتَّى يَعْقِلَ )
“Dari ‘Ali radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ beliau bersabda:
‘Diangkat pena (catatan dosa dan pahala) dari tiga golongan: dari orang yang tidur sampai ia bangun, dari anak kecil sampai ia baligh (bermimpi), dan dari orang gila sampai ia kembali berakal.’”
(HR. Abu Daud no. 4403, At Tirmidzi no. 1423, shahih)
Dalam Al Mausu’ah dijelaskan:
التَّكْلِيفُ بِالْفَرَائِضِ وَالْوَاجِبَاتِ وَتَرْكِ الْمُحَرَّمَاتِ يُشْتَرَطُ لَهُ الْبُلُوغُ ، وَلاَ تَجِبُ عَلَى غَيْرِ الْبَالِغِ … وَلاَ يَجِبُ الْقِصَاصُ وَالْحُدُودُ ، كَحَدِّ السَّرِقَةِ وَحَدِّ الْقَذْفِ وَلَكِنْ يَجُوزُ أَنْ يُؤَدَّبَ
“Pembebanan kewajiban berupa fardu dan wajib serta meninggalkan hal-hal yang haram disyaratkan adanya baligh. Maka kewajiban tersebut tidak berlaku atas orang yang belum baligh. Demikian pula tidak diberlakukan qishash dan hudud—seperti had pencurian dan had qazaf—akan tetapi boleh diberikan pendidikan/ta’dib (hukuman mendidik).” (Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyah, 8/196)
Wallahu A’lam
Farid Nu’man Hasan




(+62 859-2071-xxxx)