Shalat Wajib Bersama Imam Yang Shalat Sunnah, Bolehkah?

💥💦💥💦💥💦💥💦

Ini termasuk pertanyaan yang paling sering kami terima. Misal, Saat orang sdg shalat ba’diyah, tahu-tahunya datang orang menjadi makmumnya dan dia shalat wajib, .. ada orang yang memberikan kode dgn tangannya dgn kode menolak, karena menurutnya itu tidak boleh sebab dia sedang shalat Sunnah .. bagaimanakah sebenarnya?

Jabir bin Abdillah Radhiyallahu ‘Anhu berkata:

ุฃู† ู…ุนุงุฐ ุจู† ุฌุจู„ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ูƒุงู† ูŠุตู„ูŠ ู…ุน ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุซู… ูŠุฃุชูŠ ู‚ูˆู…ู‡ ููŠุตู„ูŠ ุจู‡ู… ุงู„ุตู„ุงุฉ ุŒ ูู‚ุฑุฃ ุจู‡ู… ุงู„ุจู‚ุฑุฉ … ูู‚ุงู„ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… : … ุงู‚ุฑุฃ (ูˆุงู„ุดู…ุณ ูˆุถุญุงู‡ุง) ูˆ (ุณุจุญ ุงุณู… ุฑุจูƒ ุงู„ุฃุนู„ู‰)

Bahwa Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu ‘Anhu, pernah shalat berjamaah bersama Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam, kemudian setelah itu dia mendatangi kaumnya untuk shalat bersama mereka, dia menjadi imam bersama mereka dgn membaca Al Baqarah, maka Nabi bersabda: “Bacalah Asy Syams dan Adh Dhuha, dan Sabbihisma Rabbikal a’la”.

(HR. Bukhari No. 5755, Muslim No. 465)

Kisah ini menunjukkan bolehnya makmum mengangkat imam yang shalat Sunnah, Mu’adz bin Jabal sudah melaksanakan shalat wajibnya, dan apa yang dilakukannya yaitu menempati kaum itu menjadi imam mereka dihitung sebagai shalat Sunnah, dan Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam tidak mengingkarinya bahkan justru mengajarkan surat yang sebaiknya dibaca.

Imam An Nawawi Rahimahullah menjelaskan:

ู‡ุฐุง ุงู„ุญุฏูŠุซ : ุฌูˆุงุฒ ุตู„ุงุฉ ุงู„ู…ูุชุฑุถ ุฎู„ู ุงู„ู…ุชู†ูู„ ุ› ู„ุฃู† ู…ุนุงุฐุงู‹ ูƒุงู† ูŠุตู„ู‘ููŠ ุงู„ูุฑูŠุถุฉ ู…ุน ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ููŠูุณู‚ุท ูุฑุถูŽู‡ ุซู… ูŠุตู„ู‘ููŠ ู…ุฑุฉ ุซุงู†ูŠุฉ ุจู‚ูˆู…ู‡ ู‡ูŠ ู„ู‡ ุชุทูˆุน ูˆู„ู‡ู… ูุฑูŠุถุฉ

Hadits ini menunjukkan kebolehan shalat wajib dibelakang shalat sunnah. Karena dahulu Mu’adz telah shalat wajib bersama Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam maka sudah gugur shalat wajibnya, lalu yang dia lakukan kedua kalinya adalah Sunnah baginya, ada pun bagi kaumnya adalah wajib.

(Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 4/181)

Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid mengatakan:

ู„ุง ุญุฑุฌ ุฃู† ูŠุฃุชู… ุงู„ู…ูุชุฑุถ ุจุงู„ู…ุชู†ูู„ ุŒ ูู‚ุฏ ุซุจุช ุฃู† ู…ุนุงุฐ ุจู† ุฌุจู„ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ูƒุงู† ูŠุตู„ูŠ ู…ุน ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุงู„ุนุดุงุก ุŒ ุซู… ูŠุฑุฌุน ุฅู„ู‰ ู‚ูˆู…ู‡ ููŠุตู„ูŠ ุจู‡ู… ุงู„ุนุดุงุก ุฅู…ุงู…ุงู‹ ูุชูƒูˆู† ู„ู‡ ู†ุงูู„ุฉ ูˆู„ู‡ู… ูุฑูŠุถุฉ

Tidak masalah bagi orang yang melaksanakan shalat wajib bermaknum kepada yang shalat Sunnah. Telah Shahih bahwa Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu ‘Anhu shalat Isya bersama Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam. Lalu dia kembali kepada kaumnya, dan dia menjadi imamnya di sana, maka hal itu baginya adalah Sunnah dan mereka adalah wajib.

(Fatawa Al Islam Su’aal wa Jawaab no.153386)

Demikian. Wallahu a’lam

📙📘📗📕📒📔📓

🖋 Farid Nu’man Hasan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top