Tafsir Surat Al-Ikhlas (Bag. 3)

💢💢💢💢💢

اللَّهُ الصَّمَدُ

Allah, Tuhan yang bergantung kepada-Nya Segala Sesuatu

Ajaran agama Islam meyakini akidah dalam mengenal Allah dengan keyakinan paripurna. Teguh memegang pendirian bahwa Allah sajalah tempat memohon segala kebutuhan dan memanjatkan doa. Tak ada makluk manapun kecuali bergantung kepada Allah semua kebutuhan dan permasalahannya. Sehingga bagi seorang muslim yang yakin kepada Allah, masalah yang besar akan menjadi kecil, karena ada Allah yang Maha Menyelesaikan masalah.

Sementara orang yang lemah keyakinannya kepada Allah, masalah kecil akan terasa besar dan berat, karena ia kehilangan Allah yang Maha Menyelasikan persoalan.

📘 Pendapat Para Ulama Mufassirin

▪ Menurut Imam Al Bukhari

Imam Al Bukhari memaknai kata Ash Shamad seperti disebutkan dalam hadits Qudsi bersumber dari Abu Hurairah:

وَأَنَا الصَّمَدُ الَّذِي لَمْ أَلِدْ وَلَمْ أُولَدْ، وَلَمْ يَكُنْ لِي كُفُؤًا أَحَدٌ

“Aku-lah Ash Shamad, Yang Tak beranak dan tak diperanakkan, dan tak seorangpun setara dengan-Ku” (Shahih Bukhari, no. 4975)

Syaikh Wahbah Az-Zuhaily menyebutkan dalam tafsirnya:

وهو السيد الذي قد كمل في سؤدده، والشريف الذي قد كمل في شرفه، والعظيم الذي قد كمل في عظمته، والحليم الذي قد كمل في حلمه، والعليم الذي قد كمل في علمه، والحكيم الذي قد كمل في حكمته…

Dia (Allah) penguasa yang Maha Sempurna dalam kekuasaan-Nya, Maha Mulia yang Maha sempurna dalam Kemuliaan-Nya, Maha Agung yang sempurna dalam Keagungan-Nya, Maha Pemaaf, yang Sempurna dalam Memaafkan, Maha Mengetahui yang sempurna dalam Ilmu-Nya, Maha Adil yang Sempurna dalam Keadilan-Nya. (Wahbah az-Zuhaily, Tafsir Al Munir, (Damaskus: Dar Fikr Al Muashir, 1418, 30/456)

Al Qurthubi menyebutkan dalam tafsirnya beberapa pendapat diantaranya:

▪ Abu Hurairah, beliau memaknai ‘Ash Shamad,

إِنَّهُ الْمُسْتَغْنِي عَنْ كُلِّ أَحَدٍ، وَالْمُحْتَاجُ إِلَيْهِ كُلُّ أَحَدٍ

Dia Allah tak membutuhkan pihak manapun, dan semua pihak membutuhkan Allah.

▪ Menurut As Sudy

إِنَّهُ: الْمَقْصُودُ فِي الرَّغَائِبِ، وَالْمُسْتَعَانُ بِهِ فِي الْمَصَائِبِ

Dia-lah tempat mengadu dalam keinginan, dan tempat berlindung dalam segala musibah.

▪ Menurut Husain bin Fadhl

إِنَّهُ: الَّذِي يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ وَيَحْكُمُ مَا يُرِيدُ

Dia-lah Allah yang Maha Melakukan apa saja sekendak-Nya, dan menghukumi sesuai dengan kehendak-Nya.

▪ Menurut Al Muqathil

إِنَّهُ: الْكَامِلُ الَّذِي لَا عَيْبَ فِيهِ

Dia-lah Allah yang Maha Sempurna yang sama sekali tak memiliki aib.

(Tafsir Al Qurthubi, 20/246)

▪ Menurut Ibnu Abbas

السَّيِّد الَّذِي قد انْتهى سؤدده وَاحْتَاجَ إِلَيْهِ الْخَلَائق وَيُقَال الصَّمد الَّذِي لَا يَأْكُل وَلَا يشرب وَيُقَال الصَّمد الَّذِي لَيْسَ بأجوف وَيُقَال الصَّمد الصافي بِلَا عيب وَيُقَال الصَّمد الدَّائِم وَيُقَال الصَّمد الْبَاقِي وَيُقَال الصَّمد الْكَافِي

Ash Shamad adalah Penguasa yang paripurna dalam kekuasaannya, setiap makhluk membutuhkan-Nya, ash Shamad juga berarti Yang tidak makan dan tidak minum, Ash Shamad juga berarti Dzat yang tak berongga, Ash Shamad juga berarti jernih tak beraib, Ash Shamad berarti berkelanjutan, Ash Shamad berarti kekal, Cukup. (Tanwirul Miqbas, Tafsir Ibn Abbas, 1/522)

▪ Menurut Sayid At Thantawi

اللَّهُ الصَّمَدُ أى: الله- تعالى- هو الذي يصمد إليه الخلق في حوائجهم، ويقصدونه وحده بالسؤال والطلب … مأخوذ من قولهم صمد فلان إلى فلان. بمعنى توجه إليه بطلب العون والمساعدة

Allahus shamad,” Dia-lah Allah tempat bergantung segala kebutuhan makhluk, Dia-lah satu-satunya tempat meminta dan memohon, berasal dari kalimat,” Shamada Fulan Ila Fulan artinya,” Tertuju kepada-Nya segala perlindungan dan pertolongan”. (Tafsir Ath Thanthawi, 15/550)

📙 Keutamaan Lafadz Ash Shamad

ما رواه بريدة بن الحٌصَيب رضي الله عنه حيث قال: سمع النبي صلى الله عليه وسلم رجلاً يقول:  اللهم إني أسألك بأني أشهد أنك أنت الله الذي لا إله إلا أنت، الأحد الصمد، الذي لم يلد ولم يولد، ولم يكن له كفواً أحد، فقال: قد سأل الله باسمه الأعظم، الذي إذا سئل به أعطى، وإذا دعي به أجاب

Apa yang diriwayatkan dari Buraidah bin Al-Hushaib Radhiyallahu ‘anhu ia berkata,”Nabi Shalallah Alaihi Wasallam mendengar seseorang yang berdoa,” Ya Allah aku memohon kepadaMu bahwa aku bersaksi, Engkau adalah Allah yang tiada Illah melainkan Engkau, Maha Esa, Yang Bergantung semua mahkluk kepada-Mu, tiada beranak dan diperanakkan, tiada yang setara dengan-Mu, nabi bersabda,” ia telah berdoa dengan nama Allah yang Maha Agung, jika diminta Allah akan beri, jika diseru maka Dia akan menjawab doa”.
(HR Abu Daud no. 1493, At Tirmizi no. 3475, Ibnu Majah no. 3847, Ahmad 5/35o, Ibnu Hibban, No. 3/173, An Nasa’i dalam Sunan Al Kubra, 4/395, Al Hakim, 1/684)

Menurut Imam Al Hakim shahih sesuai syarat Syaikhain dan dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih At Tirmizi

والله أعلم

🍃🌸☘🎋🌹🍀🌷

✍ Ust Fauzan Sugiono, MA

Serial Tafsir Surat Al-Ikhlas
Tafsir Surat Al-Ikhlas (Bag. 1)

Tafsir Surat Al-Ikhlas (Bag. 2)

Tafsir Surat Al-Ikhlas (Bag. 3)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top