Sikap Muslim Saat Agama, Al-Qur’an, Nabi Dihina

💥💦💥💦💥💦

📨 PERTANYAAN:

Assalamualaikum Ustadz.. Bolehkah kita marah saat Al Quran dihina..? Nabi di hina..? Mohon penjelasannya..? Ada sebagian ustadz mengajarkan seperti ini… Sejarah telah mengajarkan kepada kita, nabi ketika da’wah di katakan majenun orang sesat dan di lempar batu2 sampai berdarah dll apakah waktu itu Nabi membalas semua hina’an itu??, bahkan ketika org yahudi itu mrngolok-olok nabi tidak ada lagi(sakit) nabi muhammad menjenguknya,,,,, begitulah ahlaq Nabi. (0819-0609-2xxx)

📬 JAWABAN

🌴🌴🌴🌴

Wa’alaikumussalam, Bismillah wal Hamdulillah ..

Boleh, bahkan wajib marah, sebagaimana penjelasan ulama (nanti saya sampaikan). Itu bagian dari hasasiyah imaniyah (kepekaan iman) seorang muslim.

Ada pun peristiwa yang dialami Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, mesti melihatnya dari A sampai dengan Z sejarah nabi. Yang hanya mengajarkan “kelembutan” tanpa ketegasan telah zalim terhadap sejarah kehidupan nabi, begitu juga sama zalimnya yang mengajarkan “ketegasan” tanpa kesabaran. Kelembutan tanpa batas adalah banci, dan ketegasan tanpa batas adalah ekstrim. Keduanya tercela.

Kisah awal sejarah nabi, penuh dengan hinaan, cacian, bahkan percobaan pembunuhan, tapi nabi tidak membalas, tetap bersabar, sabar, sabar, dan berda’wah. Ini sangat terkenal, seperti kisah Yahudi yang melemparinya dengan kotoran unta, dll.

Kisah selanjutnya, fase Madinah, masa-masa kaum muslimin saat itu kuat dan berwibawa, yang ada adalah ketegasan bagi para pencela Islam.

Ka’ab bin Asyraf, Yahudi Madinah, penyair yang selalu menghina nabi, dipenggal kepalanya oleh pemuda muslim, Muhammad bin Maslamah setelah minta izin kepada nabi. Sehingga Al Hafizh Ibnu Hajar, Imaj As Suyuthi mengatakan hukuman mati bagi siapa pun pencela nabi. Bagaimana tidak? Pencela sahabat nabi saja, seperti yang dilakukan sekte syiah, juga divonis hukuman mati oleh para tabi’in.

Lalu, Imam Bukhari dan Imam Muslim dalam shahihnya, menceritakan perintah nabi untuk menghukum kaum ‘Ukl atau Urainah dengan cara mencungkil mata mereka, memotong tangan dan kakinya. Mereka sudah minta ampun tapi nabi tidak memaafkan mereka dan menjemurnya di terik matahari sampai mati. Padahal bukan dalam keadaan perang, tapi disebabkan mereka telah membunuh scara sadis dan kejam beberapa penggembala nabi.

Pasca perang Ahzab, nabi mengambil keputusan menghukum mati para pembesar Yahudi Madinah yang telah berkhianat atas perjanjian Piagam Madinah, dengan mengepung Madinah dalam perang Ahzab. Ratusan jumlah yang dieksekusi.

Dan lain sebagainya.

Semua sikap keras ini sama sekali tidak mengurangi kenabiannya, kemuliaannya, keadilan, dan keluhuran akhlaknya. Sebab, semua sikap ada latar belakang masing-masing. Maka, sangat keliru, ceroboh, dan ngawur, yang mengajarkan kelembutan pada saat harus tegas dan keras, dan mengajarkan kekerasan padahal bukan pada tempatnya dan waktunya.

Syaikh Abu Bakar bin Jabir Al Jazairi berkata:

واستثنى اهل العلم من سب الله تعالى أو رسوله فإنه يقتل فى الحال …

Para ulama membuat pengecualian bahwa orang yang menghina Allah atau RasulNya, dibunuh seketika itu juga .. ( Minhajul Muslim, Hal. 379. Cet. 4. Maktabah Al ‘Ulum wal Hikam. Madinah)

Imam Muhammad bin Abi Zaid Rahimahullah berkata:

وأما من لعن المصحف فإنه يقتل هذا

Ada pun jika ada yang mengutuk mushaf/Al Quran maka dia wajib dibunuh. (Imam An Nawawi, At Tibyan, Hal. 164)

Inilah penjelasan ulama, bukan badut-badut sok bijak yang mencari muka dihadapan orang kafir dan media, Hadaanallah wa iyyaahum …

Wallahul Musta’an wa Ilaihi Musytaka ..

🌿🍃🌹☘🌸🌷🌺🌻🌴

✍ Farid Nu’man Hasan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top