PERTANYAAN
Assalamu alaikum. Afwan ustadz ada titipan pertanyaan :
Afwan ustad ana mau nanya.
ada teman ana mau gadai motor tapi ana bilang :
ana tidak mau Terima gadai takutnya riba.
tapi ana bilang : ana bayar motornya, nanti kalau sudah punya uang antum bayar kembali motornya sesuai yg ana bayar !
motornya ana juga butuh,
apakah ana juga termaksud pelaku riba ustad ??
mohon penjelasanya ustadz
(+62 813-3434-xxxx)
JAWABAN
Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh
Gadai barang seperti motor atau lainnya boleh, berdasarkan Al Quran, As Sunnah, …
Dalil Al Quran:
وَإِنْ كُنْتُمْ عَلَى سَفَرٍ وَلَمْ تَجِدُوا كَاتِبًا فَرِهَانٌ مَقْبُوضَةٌ فَإِنْ أَمِنَ بَعْضُكُمْ بَعْضًا فَلْيُؤَدِّ الَّذِي اؤْتُمِنَ أَمَانَتَهُ وَلْيَتَّقِ اللَّهَ رَبَّهُ وَلَا تَكْتُمُوا الشَّهَادَةَ وَمَنْ يَكْتُمْهَا فَإِنَّهُ آَثِمٌ قَلْبُهُ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ
“Jika kamu dalam perjalanan (dan bermu’amalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ADA BARANG TANGGUNGAN yang dipegang (oleh yang berpiutang). Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (hutangnya) dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya; dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian.” (QS. Al Baqarah: 283).
Juga tertera dalam hadits Shahih Bukhari:
وعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَدِرْعُهُ مَرْهُونَةٌ عِنْدَ يَهُودِيٍّ بِثَلَاثِينَ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ. رواه البخاري
Dari ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anha, berkata: Saat Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam wafat, beliau menggadaikan perisai perangnya kepada seorang Yahudi dengan 30 sha’ biji-bijian.
Yang penting syaratnya terpenuhi..
– barang yang digadai memiliki nilai ekonomi
– barang yang digadai mesti dipegang yqng memberi hutang
– penghutang mesti melunasi hutang kalo udah tempo
– kalo tidak bisa, maka penghutang berhak menjualnya untuk membayarkan hutang tersebut
– barang gadaian tidak boleh dipakai selama masih dalam status gadai
– dan tidak boleh ada bunga saat pengembalian uangnya
Ada pun model atau cara yang ditanyakan boleh saja, itu jual beli yang sah. Yang tidak boleh adalah jika perjanjiannya adalah dibeli lagi dengan harga yang lebih rendah. Ini namanya jual beli ‘inah.
Bai’ ‘inah adalah suatu transaksi jual beli dengan harga yang telah ditetapkan secara tangguh kemudian barang tersebut kembali dijual kepenjual aslinya dengan harga yang lebih kecil dari harga pertama secara tunai.
Ya jumhur membolehkan (membeli kembali barang yang telah dijual) dengan syarat harga sama, kecuali mazhab hambali yang melarang. Jika pembeli melanggar perjanjian, ya tidak boleh, kecuali pemiliknya ridha..
Wallahu A’lam
Farid Nu’man Hasan


