Maksud Hadits Iman Akan Kembali ke Madinah

 PERTANYAAN:

Assalamualaikum Ustadz Farid. Apa penjelasannya hadist: Sesungguhnya iman (agama) akan kembali ke Madinah sebagaimana ular kembali ke sarangnya ? Jazakallah

 JAWABAN

▪▫▪

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh

إِنَّ الإِيمَانَ لَيَأْرِزُ إِلَى الْمَدِينَةِ كَمَا تَأْرِزُ الْحَيَّةُ إِلَى جُحْرِهَا

“Sesungguhnya iman akan kembali ke Madinah sebagaimana ular kembali ke sarangnya.” (HR. Bukhari no. 1876 dan Muslim)

Imam Ibnu Bathal dalam Syarh Shahih Al Bukhari menjelaskan sebagai berikut:

قال المهلب: فيه أن المدينة لا يأتيها إلا المؤمن، وإنما يسوقه إليها إيمانه ومحبته في النبي صلى الله عليه وسلم، فكأن الإيمان يرجع إليها كما خرج منها أولا، ومنها ينتشر كانتشار الحية من جحرها، ثم إذا راعها شيء رجعت إلى جحرها، فكذلك الإيمان لما دخلته الدواخل لم يقصد المدينة إلا مؤمن صحيح الإيمان

Al-Muhallab berkata: Dalam hal ini menunjukkan bahwa tidak ada yang datang ke Madinah kecuali orang beriman. Hanya karena iman dan kecintaannya kepada Nabi ﷺ yang membawanya ke sana. Maka seakan-akan iman kembali ke Madinah sebagaimana ia keluar darinya pertama kali. Dari Madinah, iman menyebar seperti ular keluar dari sarangnya. Kemudian, jika ular tersebut merasa terganggu oleh sesuatu, ia kembali ke sarangnya. Demikian pula iman, ketika gangguan memasuki hati, hanya orang yang beriman dengan iman yang benar yang akan datang ke Madinah.

Sementara Imam Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menjelaskan:

أي أنها [أي:الحية ] كما تنتشر من جحرها في طلب ما تعيش به، فإذا راعها شيء رجعت إلى جحرها كذلك الإيمان انتشر في المدينة، وكل مؤمن له من نفسه سائق إلى المدينة لمحبته في النبي ﷺ، فيشمل ذلك جميع الأزمنة لأنه في زمن النبي ﷺ للتعلم منه، وفي زمن الصحابة والتابعين وتابعيهم للاقتداء بهديهم، ومن بعد ذلك لزيارة قبره ﷺ والصلاة في مسجده، والتبرك بمشاهدة آثاره وآثار أصحابه

Artinya [bahwa ular] sebagaimana ia menyebar keluar dari sarangnya untuk mencari apa yang bisa membuatnya hidup, jika ia merasa terancam oleh sesuatu, ia kembali ke sarangnya. Demikian pula iman yang menyebar di kota Madinah, setiap orang beriman memiliki dorongan dari dalam dirinya untuk menuju ke Madinah karena kecintaannya kepada Nabi ﷺ. Hal ini mencakup di semua zaman, karena pada masa Nabi ﷺ mereka datang untuk belajar darinya, pada masa para sahabat dan tabi’in untuk mengikuti petunjuk mereka, dan setelah zaman itu untuk berziarah ke makam beliau ﷺ, shalat di masjidnya, serta mencari berkah dengan menyaksikan peninggalannya dan peninggalan para sahabatnya.

Demikian. Wallahu A’lam

✍️ Farid Nu’man Hasan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top