Daftar Isi
PERTANYAAN:
Assalamualaikum.
Ustadz apa hukumnya merayakan Israj Miโraj di bulan rajab sbgaimna yang dilakukan oleh sebagian masyarakat di Indonesia?
JAWABAN
Waโalaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh
Bismillahirrahmanirrahim..
PHBI (Peringatan Hari Besar Islam), diperselisihkan para ulama sebagaimana perselisihan fiqih lainnya. Perbedaan pendapat dalam hal ini sudah sangat tua, dan belum pernah ada titik temu, karena memang mustahil menghilangkan perbedaan pendapat fiqih.
Bahkan perbedaan pendapat sudah terjadi sejak masa sahabat nabi, di hadapan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.
Pihak yang melarang
Di antaranya para ulama Arab Saudi dan pengikutnya di dunia, termasuk di tanah air. Termasuk para ulama di Asy Syabakah Al Islamiyyah, yang diketuai oleh Syaikh Abdullah al Faqih Hafizhahullah.
Mereka beralasan, bahwa hal ini tidak ada dasarnya dalam Islam. Jika memang baik niscaya umat terbaik sudah mencontohkannya. Mereka mengatakan:
ูุฅู ุงูู ููุฏ ุฃู ุงูู ูุงูุฏ ุงูุชู ุชูุงู ูู ูููุฉ ุงูุฅุณุฑุงุก ูุงูู ุนุฑุงุฌ ุจุฏุนุฉ ููุณุช ู ู ุฏูู ุงูุฅุณูุงู ุงูุฐู ุจุนุซ ุงููู ุจู ุฑุณููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ุ ูุฐูู ูุฃู ูุฑ: ุงูุฃูู: ุฃู ุงููุจู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ูุตุญุงุจุชู ุงููุฑุงู ูุฃุฆู ุฉ ุงูุฅุณูุงู ูู ูุญุชูููุง ุจูููุฉ ุงูุฅุณุฑุงุก ูุงูู ุนุฑุงุฌุ ููู ูุงู ุงูุงุญุชูุงู ุจูุง ู ุดุฑูุนุงู ูุณุจูููุง ุฅูููุ ูุฃููู ุฃุญุฑุต ู ูุง ุนูู ุงูุฎูุฑ ูุงูุซูุงุจ ุงูุนุธูู โฆ..
Sesungguhnya acara maulid yang dilaksanakan pada malam Isra Miโraj adalah bidโah, dan bukan berasal dari agama Islam yang mana Allah Taโala utus Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dengannya. Hal ini karena beberapa alasan, pertama, Nabi dan para sahabatnya yang mulia, serta para imam Islam, tidak pernah membuat acara pada malam Isra dan Miโraj. Jika memang memperingatinya adlh hal yang disyariatkan niscaya mereka akan lebih dahulu melakukannya dibanding kita, karena mereka generasi yang paling bersemangat dibanding kita dalam melakukan kebaikan dan mengejar pahala yang besarโฆ.
(Fatawa asy Syabakah al Islamiyah no. 38815)
Pihak yang membolehkan
Pihak yang membolehkan seperti Darul Iftaโ al Mishriyyah, termasuk para ulama di Indonesia umumnya.
Alasannya hal-hal baru yang sejalan dengan ajaran Islam itu tidak terlarang. Bukan termasuk bidโah yang tercela. Betapa sering para shahabat nabi melalukan hal-hal baru dan bermaslahat, atas inisiatif mereka namun tidak ada yang mengingkarinya.
Mereka memfatwakan:
ูุฅู ุงูุงุญุชูุงู ุจูุฐู ุงูุฐูุฑู ูู ุดูุฑ ุฑุฌุจ ุฌุงุฆุฒู ุดุฑุนูุง ููุง ุดูุก ููู ู
ุง ุฏุงู
ูู
ูุดุชู
ู ุนูู ู
ุญุฑู
ูุ ุจู ุนูู ูุฑุขู ูุฐูุฑ ูุชุฐููุฑุ ูุฐูู ูุนุฏู
ูุฑูุฏ ุงูููู.
ูุฅู ููู: ุฅู ูุฐุง ุฃู
ุฑ ู
ูุญุฏูุซูุ ููุฏ ูุงู ุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุขูู ูุณูู
: ยซู
ููู ุฃูุญูุฏูุซู ููู ุฃูู
ูุฑูููุง ููุฐูุง ู
ูุง ููููุณู ู
ููููู ูููููู ุฑูุฏููยป.. [ุฑูุงู ู
ุณูู
]ุ ูููุง: ูุนู
ุ ูููู ู
ู ุฃุญุฏุซ ููู ู
ุง ูู ู
ูู ูููุณ ุจุฑุฏููุ ุจู ูู ุญุณู ู
ูุจููุ ููุฐุง ุณูุฏูุง ุจูุงู ุฑุถู ุงููู ุชุนุงูู ุนูู ูุฃุฑุถุงู ูู
ูุชูุถุฃ ูุถูุกูุง ุฅูุง ูุตูููู ุจุนุฏู ุฑูุนุชููุ ููุฐุง ุตุญุงุจู ุฌููู ูููู ุจุนุฏ ุงูุฑูุน ู
ู ุงูุฑููุน: ุฑุจูุง ููู ุงูุญู
ุฏ ุญู
ุฏูุง ูุซูุฑูุง ุทูุจูุง ู
ุจุงุฑููุง ูููุ ูุนููู
ุงููุจู ุตูู ุงููู ุนููู ูุขูู ูุณูู
ุจุฐูู ูุณู
ุนูุ ูุจุดููุฑูู
ุงุ ุจุงูุฑุบู
ู
ู ุฃู ุงูุดุฑุน ูู
ูุฃู
ุฑ ุจุฎุตูุต ุฐูู.
ูุชูุงูุฉ ุงููุฑุขู ุงููุฑูู
ูุฐูุฑ ุงููู ุชุนุงูู ู
ู ุงูุฏููุ ูุฅููุงุน ูุฐู ุงูุฃู
ูุฑ ูู ุฃููู ููุช ู
ู ุงูุฃููุงุช ููุณ ููุงู ู
ุง ูู
ูุนูุ ูุงูุฃู
ุฑ ูู ุฐูู ุนูู ุงูุณุนุฉ.
Sesungguhnya peringatan ini (Isra miโraj) di bulan Rajab, adalah boleh secara syarโi. Hal itu tidak apa-apa selama tidak terkandung di dalamnya hal2 yang diharamkan, tetapi di atas Al Quran, dzikir, dan peringatan. Hal ini tidak ada dalil tentang larangannya.
Jika ada yang bilang: โIni perkara baru, padahal Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengatakan: โSiapa pun yang menciptakan hal baru dalam urusan agama ini, maka tertolak.โ (HR. Muslim).โ
Kami katakan: โYa, tetapi apa-apa yang baru tapi ada dasarnya maka bukan termasuk yang tertolak, bahkan itu hal yang baik dan bisa diterima. Inilah Sayyidina Bilal Radhiallahu โAnhu, dia tidaklah berwudhu melainkan setelahnya dia shalat dua rakaat.
Seorang sahabat yang mulia, dia membaca setelah bangkit dari ruku: โRabbana wa lakal hamdu hamdan katsiran thayyiban mubarakan fiihโ, dan Nabi Shallallahu โAlaihi wa Sallam mendengar hal itu, justru Rasulullah memberikan kabar gembira kepada keduanya, meskipun secara khusus syariat tidak memerintahkan hal itu.
Al Quran dan Dzikrullah termasuk bagian dari agama. Maka, Mewujudkan hal ini di waktu kapan pun tidak ada hal yang melarangnya, maka dalam hal ini masalahnya lapang saja. (selesai)
SIKAP KITA
Silahkan pilih mana yang paling kuat, dengan timbangan ilmu, namun jangan inkari yang lain, dan jangan rusak persaudaraan. Apalagi sampai saling tuduh beda aqidah, beda manhaj. Sikapilah seorang muslim tetap muslim, walau dia berbeda dengan yang lainnya dalam beberapa atau banyak masalah fiqih atau cabang.
Teladani para salaf saat berselisih pendapat
Imam Yahya bin Saโid Al Qaththan Rahimahullah berkata:
ู ุง ุจุฑุญ ุฃููู ุงููุชูู ููุชูู ููุญู ูุฐุง ููุญุฑู ูุฐุง ููุง ูุฑู ุงูู ุญุฑู ุฃู ุงูู ุญู ููู ูุชุญูููู ููุง ูุฑู ุงูู ุญู ุฃู ุงูู ุญุฑู ููู ูุชุญุฑูู ู
Para ahli fatwa sering berbeda fatwanya, yang satu menghalalkan yang ini dan yang lain justru mengharamkannya. Tapi, mufti yang mengharamkan tidaklah menganggap yang menghalalkan itu binasa karena penghalalannya itu. Mufti yang menghalalkan pun tidak menganggap yang mengharamkan telah binasa karena fatwa pengharamannya itu.
(Imam Ibnu Abdil Bar, Jamiโ Bayanil โIlmi wa Fadhlih, 2/161)
Ada nasihat yang bagus sebagai berikut:
ูููุณ ุงูุนูุจ ูู ุงูุฎูุงู ูููู ุงูุนูุจ ูู ุงูุชุนุตุจ ููุฑุฃู ูุงูุญุฌุฑ ุนูู ุนููู ุงููุงุณ ูุขุฑุงุฆูู ุ ูุฐู ุงููุธุฑุฉ ุฅูู ุงูุฃู ูุฑ ุงูุฎูุงููุฉ ุฌู ุนุช ุงููููุจ ุงูู ุชูุฑูุฉ ุนูู ุงูููุฑุฉ ุงููุงุญุฏุฉุ ูุญุณุจ ุงููุงุณ ุฃู ูุฌุชู ุนูุง ุนูู ู ุง ูุตูุฑ ุจู ุงูู ุณูู ู ุณูู ุงู ูู ุง ูุงู ุฒูุฏ ู ุฑุถู ุงููู ุนูู
Bukanlah aib dan cela manakala kita berbeda pendapat. Tetapi yang aib dan cela adalah sikap fanatik (taโashub) dengan satu pendapat saja dan membatasi ruang lingkup berpikir manusia. Menyikapi khilafiyah dengan cara seperti inilah (toleran) yang akan menghimpun hati yang bercerai berai kepada satu pemikiran. Cukuplah manusia itu terhimpun atas sesuatu yang menjadikan seorang muslim adalah muslim, seperti yang dikatakan oleh Zaid Radhiallahu โAnhu.
(Majmuโah Ar Rasail, Muโtamar Khamis, hal. 187)
Demikian. Wallahu aโlam
Farid Nuโman Hasan