Berzakat Sebelum Nishab dan Haul, Sah-kah?

🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻

Pertanyaan

Assalamualaikum ustadz

Untuk kehati-hatian. Bolehkah membayar Zakat sebelum Cukup Nisabnya dan belum jatuh Haulnya ?Jazakallah (SA)


🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱

Jawaban

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh

Ada dua persoalan ya..

1. Untuk berzakat “sebelum haul”

Jumhur ulama membolehkan, dalilnya krn Rasulullah ﷺ mengizinkan pamannya sendiri (Abbas bin Abdil Muthalib) untuk zakat sebelum haulnya.

Dari Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu, katanya:

أَنَّ الْعَبَّاسَ بْنَ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – فِي تَعْجِيلِ صَدَقَتِهِ قَبْلَ أَنْ تَحِلَّ فَرَخَّصَ لَهُ فِي ذَلِكَ

Bahwasanya Abbas bin Abdul Muthalib bertanya kepada Rasulullah ﷺ. dalam hal penyegeraan zakatnya sebelum haul, maka Rasulullah ﷺ memberikan keringanan baginya dalam hal itu.

(HR. Abu Daud no. 1624, At Tirmidzi no. 679.  Hadits ini dishahihkan oleh Imam Ibnu Khuzaimah dan Imam al Hakim (Al Mustadrak no. 5431), dan disepakati Imam adz Dzahabi)

Hadits ini menunjukkan kebolehan mengeluarkan zakat yang sudah nishab walau belum sempurna masa haulnya.

Namun Imam at Tirmidzi Rahimahullah mengatakan:

وَقَدْ اخْتَلَفَ أَهْلُ العِلْمِ فِي تَعْجِيلِ الزَّكَاةِ قَبْلَ مَحِلِّهَا، فَرَأَى طَائِفَةٌ مِنْ أَهْلِ العِلْمِ: أَنْ لاَ يُعَجِّلَهَا، وَبِهِ يَقُولُ سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ قَالَ: أَحَبُّ إِلَيَّ أَنْ لاَ يُعَجِّلَهَا، وقَالَ أَكْثَرُ أَهْلِ العِلْمِ: إِنْ عَجَّلَهَا قَبْلَ مَحِلِّهَا أَجْزَأَتْ عَنْهُ، وَبِهِ يَقُولُ الشَّافِعِيُّ، وَأَحْمَدُ، وَإِسْحَاقُ

Para ulama berselisih pendapat tentang menyegerakan zakat sebelum haulnya. Segolongan ulama berpendapat tidak boleh, ini pendapat Sufyan ats Tsauri, katanya: “Aku lebih suka tidak menyegerakannya.” Namun mayoritas ulama mengatakan: “Sesungguhnya menyegerakan zakat sebelum haulnya itu sah.” Inilah pendapat Asy Syafi’i, Ahmad, dan Ishaq.” (Sunan At Tirmidzi, hal. 136. Pernerbit Dar Ibn al jauzi)

Kebolehan ini juga menjadi pendapat Ibnu Umar, Atha, Al Auza’i, Ahmad, dan Ishaq.    (Imam Abul Husein al ‘Imrani, Al Bayan fi Madzhab al Imam asy Syafi’i, 3/378)

Imam Abu Hanifah Rahimahullah berkata:

يجوز تقديم الزكاة قبل الحول، ولا يجوز تقديم الكفارة قبل الحنث

Boleh mendahulukan zakat sebelum haulnya, dan tidak boleh mendahulukan kaffarat sebelum sumpahnya. (Ibid, 3/378)

Imam Ali al Qari al Hanafi Rahimahullah, mengutip dari Ibnu Malak:

وَهَذَا يَدُلُّ عَلَى جَوَازِ تَعْجِيلِ الصَّدَقَةِ بَعْدَ حُصُولِ النِّصَابِ قَبْلَ تَمَامِ الْحَوْلِ

Ini menunjukkan kebolehan menyegerakan sedekah (zakat) setelah mencapai nishab, sebelum sempurnanya haul. (Mirqah al Mafatih, 4/1275)

Untuk pihak yang menolak, Selain Sufyan ats Tsauri, Ada pula Imam Malik, Rabi’ah, Daud, Ibnu Hazm, yang melarang hal sebut. (Syaikh Abu Malik Kamal bin As Sayyid Saalim,  Shahih Fiqh as Sunnah, 2/64)

Syaikh Abu Malik sendiri menilai pendapat mayoritas ulama yaitu boleh, adalah pendapat yang lebih kuat. (Ibid, 2/65)

2. Untuk berzakat “sebelum nishab”

Sepakat semua ulama tidak sah, dan dinilai sedekah sunah saja. Hal ini dikatakan oleh Imam Ibnu Qudamah dalam Al Mughni :

ولا يجوز تعجيل الزكاة قبل ملك النصاب بغير خلاف علمناه، والعلة في ذلك أنه تعجيل للحكم قبل سببه

“Tidak boleh menyegerakan (membayar) zakat sebelum memiliki harta yang mencapai nisab, tanpa adanya perselisihan pendapat yang kami ketahui. Alasannya adalah karena hal itu berarti menyegerakan suatu hukum sebelum adanya sebab yang mewajibkannya.”

Maka, untuk kasus yg ditanyakan, walau boleh dikeluarkan sebelum haul, tapi belum memenuhi syarat nishab. Krn zakat hanya sah jika sudah nishab, jika belum maka belum sah, dan itu hanya dihitung sedekah biasa.

Demikian. Wallahu A’lam

Wa Shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammad wa ala Alihi wa Shahbihi wa Sallam

🍃🌷🍃🌷🍃🌷🍃🌷

✍ Farid Nu’man Hasan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top