PERTANYAAN:
Pak Ustadz Farid Nu’man.
Mohon penjelasan nya.
Pahala melaksanakan Sholat Jamak Takdim Dzuhur dan Asar.
Apabila selesai dari Sholat Dzuhut apakah boleh di jeda dengan berzikir, selesai Zikir dilanjutkan Sholat Ashar.
Mohon penjelasan nya
JAWABAN
Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh
Tatacara jamak, baik takdim atau ta’khir, adalah tidak diselingi zikir dulu tapi segera bangun iqamah lalu shalat yang berikutnya.
Sebab namanya “jamak” artinya dhammu (menggabungkan), jadi jika diselingi zikir dulu maka menghilangkan makna jamak. Hakikat jamak adalah dua shalat dijadikan pada satu waktu sehingga zikirnya pun cukup di satu waktu yaitu akhir dari semuanya.
الظاهر في الأذكار أنه يكتفى فيها بذكر واحد؛ لأن الصلاتين صارت كأنها صلاة واحدة، فيكتفى فيها بذكر واحد، لكن يكتفى بالأعم، فمثل المغرب مع العشاء يسن في المغرب أن يذكر الله عشر مرات [يعني يقول : لا إله إلا الله وحده لا شريك له ، له الملك وله الحمد ، وهو على كل شيء قدير] ، وفي العشاء ثلاث مرات، فليأخذ بالأكثر؛ لأن الأقل يندرج بالأكثر، وإن أتى لكل واحدة بذكر فلا أرى في هذا بأساً ، والأول كافٍ
Yang benar dalam masalah dzikir adalah cukup dengan satu dzikir saja, karena dua shalat yang dijamak itu seakan-akan menjadi satu shalat. Maka cukup dengan satu dzikir, tetapi dipilih yang lebih umum (lebih banyak). Misalnya shalat Maghrib dengan Isya: pada Maghrib disunnahkan berdzikir La ilaha illallah, wahdahu la syarika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir sebanyak sepuluh kali, sedangkan pada Isya tiga kali. Maka hendaklah mengambil yang lebih banyak, karena yang sedikit sudah termasuk dalam yang banyak. Namun, jika seseorang ingin membacakan dzikir untuk masing-masing shalat, maka saya tidak melihat adanya masalah. Tetapi cukup dengan yang pertama saja. (Liqo Bab Al Maftuh, 1/259)
Wallahu A’lam
Farid Nu’man Hasan


