Penjelasan Tentang Masa Iddah

💢💢💢💢💢

📨 PERTANYAAN:

Teh nita mu tya betul gk y..klu d tinggal suami meninggal selama 40hr gk boleh kluar rmh…ada temen ktnya gk boleh kmn2 klu blm 40 hr…emang amang ada hadis nya…
Ustaz tlg bantu jwb ya
جزاك اللّٰه خيرا يا استاذ

📬 JAWABAN

🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Bismillah wal Hamdulillah .., Iya itu istilahnya masa ‘iddah (tunggu), jika suami wafat selama 4 bulan 10 hari, dasarnya dalam Al Quran ..

Allah Ta’ala berfirman:

وَالَّذِينَ يُتَوَفَّوْنَ مِنْكُمْ وَيَذَرُونَ أَزْوَاجًا يَتَرَبَّصْنَ بِأَنْفُسِهِنَّ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَعَشْرًا ۖ فَإِذَا بَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا فَعَلْنَ فِي أَنْفُسِهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Orang-orang yang meninggal dunia di antaramu dengan meninggalkan isteri-isteri (hendaklah para isteri itu) menangguhkan dirinya (ber’iddah) empat bulan sepuluh hari. Kemudian apabila telah habis ‘iddahnya, maka tiada dosa bagimu (para wali) membiarkan mereka berbuat terhadap diri mereka menurut yang patut. Allah mengetahui apa yang kamu perbuat. (QS. Al Baqarah: 234)

Pada masa-masa ‘iddah itu (baik karena suami wafat atau cerai) wanita dilarang untuk bepergian, tapi, jika ada keperluan mendesak yang tidak bisa diwakilkan, atau karena dia sebatang kara yang mesti menghidupi dirinya maka itu kondisi pengecualian yang membuatnya boleh untuk keluar rumah dan melakukan aktifitas sebatas keperluannya.

Sebagaimana riwayat berikut ini:

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ  قَال : طَلُقَتْ خَالَتِي ثَلاَثًا فَخَرَجَتْ تَجِدُّ نَخْلاً لَهَا فَلَقِيَهَا رَجُلٌ فَنَهَاهَا فَأَتَتِ النَّبِيَّ  فَقَالَتْ ذَلِكَ لَهُ فَقَال لَهَا : اخْرُجِي فَجُدِّي نَخْلَكِ لَعَلَّكِ أَنْ تَصَدَّقِي مِنْهُ أَوْ تَفْعَلِي خَيْرًا

Dari Jabir bin Abdillah Radhiyallahu ‘Anhu, dia berkata, ”Bibiku ditalak yang ketiga oleh suaminya. Namun beliau tetap keluar rumah untuk mendapatkan kurma (nafkah), hingga beliau bertemu dengan seseorang yang kemudian melarangnya. Maka bibiku mendatangi Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam sambil bertanya tentang hal itu. Dan Rasululah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata, ”Silahkan keluar rumah dan dapatkan nafkahmu, barangkali saja kamu bisa bersedekah dan mengerjakan kebaikan.” (HR. Muslim).

Demikian. Wallahu A’lam

🌷☘🌺🌴🍃🌸🌾🌻

✍ Farid Nu’man Hasan

Antara Abu Jahal dan Abu Lahab

🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾

📨 PERTANYAAN:

Assalamu’alaikum ustadz. Saya ingin bertanya, saya mendengar dari salah satu da’i bahwa saat kita membaca surat Al-Lahab, selain kita mendapat pahala membaca Al-Qur’an, Abu Lahab dan istrinya akan ditambahkan azabnya oleh Allah di kuburnya. Apakah benar hal tersebut ustadz? Saya mencoba mencari hal tersebut di tafsir ibnu katsir tapi tidak mendapatkan penjelasan tersebut. Apakah hal tersebut dijelaskan di kitab lain?
Kemudian, kenapa fir’aunnya umat saat itu, Abu Jahal, tidak mendapat hal yang sama seperti Abu Lahab? Bukankah dia sepengetahuan saya lebih beringas dalam menyiksa dan mengolok-olok kaum muslimin?¬
Jazakallahu khair
DP

📬 JAWABAN

🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Setiap do’a yang dibacakan oleh kaum muslimin mendapatkan kesempatan besar untuk diijabah oleh Allah ﷻ.

🔸 Surat Al-Lahab, adalah surat dengan nomor urut 111, yang diawali dengan firman-Nya:

تَبَّتۡ يَدَآ أَبِي لَهَبٖ وَتَبَّ

Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.

Menurut Syaikh Wahbah az-Zuhaili, dalam tafsirnya Al-Wasith, kalimat ‘tabbat’ sebagaimana bacaan A’masy, Abdullah bin Mas’ud dan Ubay bin Ka’ab r.a. bermakna do’a keburukan untuk Abu Lahab (Abdul Uzza bin Abdul Muththalib atau Abu Utaibah, berwajah kemerahan menyala-nyala, suami dari Ummu Jamil Arwa binti Harb (saudari Abu Sufyan atau bibi Mu’awiyah bin Abu Sufyan). Sementara jika dibaca ‘tabba’ menurut bacaan Hafsh bermakna berita yang terkait dengan Abu Lahab.

Ayat yang diturunkan 10 (sepuluh) tahun sebelum wafatnya Abu Lahab ini mengandung do’a kebinasaan dan kerugian bagi Abu Lahab, di dunia saat ia dan istrinya masih hidup, dan di akhirat kelak.

Pendapat ini sejalan dengan pendapat sebagian ahli bahasa Arab yang dikutip oleh Al-Imam Ibn Jarir ath-Thabari dalam tafsirnya, Jami’ al-Bayan ‘an Ta’wil ay al-Qur’an, sebagai do’a keburukan baginya dari Allah.

Abu Lahab menjadi sosok yang sangat ‘istiqamah’ dalam memusuhi Nabi hingga saat ia tidak bisa mengikuti perang Badar pun ia membayar Al-‘Ash bin Hisyam dengan bayaran 4000 dirham untuk mewakili dirinya. Allah ﷻ hinakan Abu Lahab bahkan saat wafatnya di dunia.

🔸 Abu Jahal sebenarnya tidak pas jika disebut sebagai Fir’aunnya di masa itu, karena Abu Jahal (Amr bin Hisyam bin Mughirah al-Makhzumi, pemimpin Quraisy dari Bani Kinanah) bukan pemimpin seluruh bangsa Arab saat itu, dan ia tidak memiliki kerajaan. Namun jika dilihat dari aspek kekejamannya mungkin ada kemiripan, hal ini karena Abu Jahal yang dulu bernama Abu al-Hakam (Bapak Kebijaksanaan) ini membunuh sosok orang tua seperti Sumayyah bin Khayyath dengan cara yang sangat keji yakni menusukkan tombak dari kemaluannya hingga ke atas, karenanya ia digelari sebagai Bapak Kebodohan (Abu Jahal). Ia pula yang kemudian memimpin persidangan di Dār an-Nadwah untuk memutuskan bagaimana sikap kepada Nabi Muhammad ﷺ yang kemudian ditetapkan bersama untuk dibunuh oleh 12 orang pemuda terkuat dari setiap kabilah, termasuk Abu Jahal di dalam tim tersebut.

Abu Jahal juga bisa disebut lebih buruk dari Fir’aun dalam konteks keimanannya karena Fir’aun meyakini Allah di akhir kehidupannya, sementara Abu Jahal tidak demikian di akhir kehidupannya saat perang Badar. Allah ﷻ berfirman dalam surat Yunus [10] ayat 90:

۞وَجَٰوَزۡنَا بِبَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ٱلۡبَحۡرَ فَأَتۡبَعَهُمۡ فِرۡعَوۡنُ وَجُنُودُهُۥ بَغۡيٗا وَعَدۡوًاۖ حَتَّىٰٓ إِذَآ أَدۡرَكَهُ ٱلۡغَرَقُ قَالَ ءَامَنتُ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا ٱلَّذِيٓ ءَامَنَتۡ بِهِۦ بَنُوٓاْ إِسۡرَٰٓءِيلَ وَأَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُسۡلِمِينَ

Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir’aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir’aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: “Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”.

💡 Abu Lahab adalah dari kalangan keluarga dekat Nabi Muhammad ﷺ sendiri, sementara Abu Jahal dari suku yang berbeda. Kedekatan nasab ternyata tidak mengurangi gigihnya Abu Lahab dan isterinya dalam memusuhi Nabi ﷺ setiap harinya semenjak Nabi ﷺ memulai dakwahnya secara terang-terangan.

Wallāhu a’lam,

Semangat pagi🌞🌞

🌤🌤🌤
➖➖➖➖➖➖➖➖
👤 Pemateri: Dr. Wido Supraha (Wakil Sekretaris Komisi Ukhuwah MUI Pusat | Dosen Sekolah Pascasarjana UIKA Bogor)

Tetaplah Bersama Panduan Ulama

🐾🐾🐾🐾🐾🐾

📌 Allah ﷻ berfirman:

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُون

“Maka bertanyalah kepada Ahludz Dzikri jika kalian tidak mengetahui.” (QS. An Nahl (16): 43)

Siapakah Ahludz Dzikri yang dimaksud oleh ayat yang mulia ini?

Berkata Imam Al Qurthubi Rahimahullah dalam kitab tafsirnya:

وقال ابن عباس: أهل الذكر أهل القرآن وقيل: أهل العلم، والمعنى متقارب

Berkata Ibnu ‘Abbas: “Ahludz Dzikri adalah Ahlul Quran (Ahlinya Al Quran), dan dikatakan: Ahli Ilmu (ulama), makna keduanya berdekatan.” (Imam Al Qurthubi, Al Jami’ Li Ahkamil Quran, Juz. 10, Hal. 108, Ihya’ Ats Turats Al ‘Arabi, 1985M-1405H. Beirut-Libanon)

📌 Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا وُسِّدَ الْأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرْ السَّاعَة

“Jika urusan dikembalikan kepada bukan ahlinya, maka tunggulah waktu kehancurannya.” (HR. Bukhari No. 59, 6496. Ibnu Hibban No. 104, Ahmad No. 8729, Al Baghawi No. 4232)

📌 Dari Ibnu Abbas Radhiallahu ‘Anhuma, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

البركة مع أكابركم

Keberkahan itu ada bersama orang-orang besar kalian. (HR. Al Baihaqi, Syu’abul Iman No. 10493, Ibnu Hibban No. 559, Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan: shahih)

Siapakah akaabir – “orang-orang besar” yang dimaksud? Mereka adalah ahlul ilmi (ulama). (Jami’ Al Ahaadits No. 10505)

✅ Maka, tetaplah bersama ulama Rabbani yang lantang menyuarakan kebenaran, bukan artis perusak moral, pelawak, wartawan bayaran, media-media perusak, politisi busuk, … jangan sedikit pun meninggalkan para ulama di saat zaman penuh fitnah seperti ini.

Wallahu A’lam wa Ilaihil Musytaka

🌷☘🌺🌴🌻🍃🌸🌾

✍ Farid Nu’man Hasan

Ghuraba Itu Gaul

🐾🐾🐾🐾🐾🐾

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا، وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا، فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ

Awalnya Islam dianggap asing, dan akan datang lagi masa Islam dianggap asing, maka beruntunglah orang-orang asing tersubut.

📚 HR. Muslim, 242/145

Siapakah “ghuraba-orang orang terasing” itu? Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab:

الَّذِينَ يُصْلِحُونَ مَا أَفْسَدَ النَّاسُ مِنْ بَعْدِي مِنْ سُنَّتِي

Yaitu orang-orang yang membuat perbaikan di saat manusia setelahku melakukan kerusakan dari sunnahku.

📚 HR. At Tirmidzi No. 2630, katanya: hasan. Sementara Syaikh Al Albani menyatakan dhaif.

📓📒📔📙📘📗📕

✍ Farid Nu’man Hasan

scroll to top