Hakikat Kekayaan

💢💢💢💢💢💢💢💢

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

Kekayaan itu bukanlah banyaknya harta, tapi kekayaan itu adalah kaya jiwanya.

(HR. Bukhari no. 6446)

Penjelasan:

– Makna Ghina (Kekayaan) adalah apa-apa yang membuat cukup. Maka, ketika seseorang yang sudah merasa cukup, maka dia kaya. Tapi, orang yang tidak pernah merasa cukup, maka dia belum kaya, walau hartanya melimpah ruah.

– Ada pun Ghaniy, artinya orang yang memiliki kekayaan. Sedangkan Al Ghaniy (Maha Kaya) adalah salah satu asma Allah.

Allah Ta’ala berfirman:

وَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ

Dan ketahuilah bahwa Allah Mahakaya, Maha Terpuji.

(QS. Al-Baqarah, Ayat 267)

– Kekayaan itu bukanlah dengan banyak al ‘Aradh, apa itu? dikatakan oleh Abu ‘Ubaid:

هو حطام الدنيا، يعنى متاعها، يدخل فيه جميع المال العرَوض وغيرها

Yaitu serpihan-serpihan dunia, yaitu kemewahannya, termasuk di dalamnya semua harta, barang, dan hal-hal lainnya.

(Dikutip oleh Al Qadhi ‘Iyadh, Ikmal Al Mu’lim, 3/586)

Allah Ta’ala berfirman:

مَا كَانَ لِنَبِيٍّ أَن يَكُونَ لَهُۥٓ أَسۡرَىٰ حَتَّىٰ يُثۡخِنَ فِي ٱلۡأَرۡضِۚ تُرِيدُونَ عَرَضَ ٱلدُّنۡيَا وَٱللَّهُ يُرِيدُ ٱلۡأٓخِرَةَۗ وَٱللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٞ

Tidaklah pantas, bagi seorang nabi mempunyai tawanan sebelum dia dapat melumpuhkan musuhnya di bumi. Kamu menghendaki ‘aradhad duniya (harta benda duniawi) sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu). Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.

(QS. Al-Anfal, Ayat 67)

– Kekayaan itu Ghinan Nafs (kaya jiwanya). Maksudnya jiwa yang yang cukup, jiwa yang kenyang.

Al Qadhi ‘Iyadh Rahimahullah berkata:

أن حقيقة الغنى والغنى المحمُودُ هو: غنى النفس وشبعُها وقلة حرصها، لا كثرة المال، مع الحرص على التزيد منه والشح به، فذلك فقر بالحقيقة؛ لأن صاحبه لم يستعن به بعد

Hakikat Kekayaan dan kekayaan yang terpuji adalah kaya jiwanya, jiwa yang kenyang terhadap dunia dan sedikit hasrat terhadapnya, bukan banyaknya harta lalu dia berambisi kepada harta dan kikir terhadapnya, justru itu fakir yang sebenarnya, sebab pemilik harta tersebut sama sekali tidak pernah merasa cukup. (Ibid)

– Namun, menjadi kaya harta, asalkan bersyukur dan mengelola harta untuk fisabilillah, maka itu juga keutamaan. Oleh karena itu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda kepada Amr bin al Ash Radhiallahu ‘Anhu:

يَا عَمْرو نعم المَال الصَّالح للرجل الصَّالح

Wahai Amr, Sebaik-baiknya harta adalah harta yang dimiliki (dikelola) oleh orang shalih.

(HR. Ibnu Hibban, lihat Mawarid Azh Zham’an no. 1089)

– Harta memang berpotensi membuat lalai dan fitnah, tapi justru membawa manfaat dan rahmat jika dikendalikan oleh shalih.

Demikian. Wallahu a’lam

Wa Shallallahu ‘Ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala Aalihi wa Shahbihi wa Sallam

🌿🌷🌺🌻🌸🍃🌵🌴

✍ Farid Nu’man Hasan

Tadabur Ayat: Kelicikan Syetan Dalam Menyesatkan Manusia

💦💥💦💥💦💥💦💥

Kelicikan syetan Allah Ta’ala ceritakan dalam ayat berikut:

وَقَالَ الشَّيْطَانُ لَمَّا قُضِيَ الْأَمْرُ إِنَّ اللَّهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدْتُكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ ۖ وَمَا كَانَ لِيَ عَلَيْكُمْ مِنْ سُلْطَانٍ إِلَّا أَنْ دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِي ۖ فَلَا تَلُومُونِي وَلُومُوا أَنْفُسَكُمْ ۖ مَا أَنَا بِمُصْرِخِكُمْ وَمَا أَنْتُمْ بِمُصْرِخِيَّ ۖ إِنِّي كَفَرْتُ بِمَا أَشْرَكْتُمُونِ مِنْ قَبْلُ ۗ إِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Dan berkatalah syetan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih. (QS. Ibrahim: 22)

🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾

Imam Ibnul Jauzi Rahimahullah mengutip dari umumnya ahli tafsir:

“Pada saat ahli surga masuk ke surga, dan ahli neraka masuk ke neraka, maka penduduk neraka begitu marah kepada Iblis. Lalu Iblis pun berdiri di antara mereka dan berkhutbah, sebagaimana yang Allah Ta’ala firmankan (di atas).”

📚 Imam Ibnul Jauzi, Zaadul Masiir fi ‘Ilmit Tafsiir, 2/510

📌 Pelajaran penting dari ayat ini:

📓 Ini adalah pengakuan syetan saat hari pembalasan

📓 Syetan mengakui Allah punya janji dan janji Allah Ta’ala adalah haq (benar).

📓 Syetan menyatakan dirinya juga berjanji tapi dia mengakui telah ingkar thdp janjinya

📓 Syetan menyatakan dia tidak berkuasa untuk memaksa manusia untuk mengikuti dirinya, tapi dasar manusianya saja yang mau mengikutinya

📓 Maka, kata syetan kepada manusia, _”jangan salahkan aku tapi salahkan diri kalian sendiri”_

📓 Syetan mengakui dirinya lemah dan tidak mampu menolong manusia yang mengikutinya, dan manusia itu pun tidak mampu menolong dirinya sndiri

📓 Bahkan, ternyata syetan pun tidak suka dan tidak membenarkan kalau manusia menjadi musyrik, padahal kesyirikan itu disebabkan oleh rayuannya.

📓 Syetan tidak mau disalahkan, tapi dia katakan “Jangan cerca aku, tapi cercalah diri kalian sendiri.”

Wa na’udzu billah tsumma na’udzu billah

Wallahu A’lam

🌿☘🌷🌻🌾🍃🌸🌳

✍ Farid Nu’man Hasan

Fa’tabiruu Ya Ulil Abshaar!!

💢💢💢💢💢💢

📌 Ada manusia mengolok-olok cadar, gamis, jenggot, dan jidat hitam, tp dia membiarkan pakaian seksi dan umbar aurat … Fa’tabiruu ya ulil Abshaar!!

📌 Ada manusia habis waktunya mendebatkan sampaikah bacaan Al Fatihah kepada mayit, tapi dia tidak pernah menyampaikan bacaan doa untuk saudaranya terzalimi di Palestina, Rohingnya, Uighur, dan lainnya … Fa’tabiruu ya Ulil Abshaar !!

📌 Ada manusia yang rajin mengoleksi kesalahan saudaranya yang sudah mau shalat setelah lama dia meninggalkannya, tp dia mendiamkan keluarganya sendiri yang tidak mau shalat di depan hidungnya … Fa’tabiruu ya Ulil Abshaar!!

📌 Ada orang yang meributkan hukum membunuh cicak, nyamuk, dan lalat, tp tidak pernah sibuk terhadap tertumpahnya darah kaum muslimin di daerah minoritas di berbagai belahan dunia … Fa’tabiruu Ya Ulil Abshaar !!

📌 Semua ini terjadi karena gagal fahamnya terhadap Fiqih Aulawiyat (Fiqih Prioritas) .. Fa’tabiruu ya ulil Abshaar!!

Wallahul Muwaffiq Ilaa aqwamith Thariq

Wa Shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala Aalihi wa Shahbihi wa Sallam

🌴🍄🌷🌱🌸🍃🌵🌾

✍ Farid Nu’man Hasan

Tabi’in Terbaik; Uwais bin ‘Amir al Qarni Radhiallahu ‘Anhu

💢💢💢💢💢💢💢💢

عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ قَالَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ خَيْرَ التَّابِعِينَ رَجُلٌ يُقَالُ لَهُ أُوَيْسٌ وَلَهُ وَالِدَةٌ وَكَانَ بِهِ بَيَاضٌ فَمُرُوهُ فَلْيَسْتَغْفِرْ لَكُم

Dari ‘Umar bin Al Khaththab dia berkata; Sungguh aku telah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, “Sebaik-baik tabi’in, adalah seorang laki-laki yang dibiasa dipanggil Uwais, dia memiliki ibu, dan dulu dia memiliki penyakit belang ditubuhnya. Carilah ia, dan mintalah kepadanya agar memohonkan ampun untuk kalian.”‘ (HR. Muslim no. 2542)

Usair bin Jabir bercerita:

كَانَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ – رضي الله عنه – إِذَا أَتَى عَلَيْهِ أَمْدَادُ أَهْلِ الْيَمَنِ سَأَلَهُمْ: أَفِيكُمْ أُوَيْسُ بْنُ عَامِرٍ؟ , حَتَّى أَتَى عَلَى أُوَيْسٍ , فَقَالَ: أَنْتَ أُوَيْسُ بْنُ عَامِرٍ؟ , فَقَالَ: نَعَمْ , قَالَ: مِنْ مُرَادٍ , ثُمَّ مِنْ قَرَنٍ؟ , قَالَ: نَعَمْ , قَالَ: فَكَانَ بِكَ بَرَصٌ فَبَرَأتَ مِنْهُ إِلَّا مَوْضِعَ دِرْهَمٍ؟ , قَالَ: نَعَمْ , قَالَ: لَكَ وَالِدَةٌ؟ , قَالَ: نَعَمْ). (فَقَالَ لَهُ عُمَرُ: اسْتَغْفِرْ لِي , فَقَالَ: أَنْتَ أَحَقُّ أَنْ تَسْتَغْفِرَ لِي , أَنْتَ صَاحِبُ رَسُولِ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَ عُمَرُ: إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – يَقُولُ: ” إِنَّ خَيْرَ التَّابِعِينَ رَجُلٌ يُقَالُ لَهُ: أُوَيْسُ بْنُ عَامِرٍ)

Sesungguhnya jika datang kepada Umar Radhiallahu ‘Anhu serombongan pasukan dari Yaman, dia akan bertanya:

“Apakah di antara kalian terdapat Uwais bin Amir?” Sampai Beliau datang kepada Uwais, dan bertanya:

“Kamu Uwais bin ‘Amir?” Uwais menjawab: “Ya”

Umar: “Dari daerah Murad, lalu dari Qarn?” Uwais menjawab: “Ya.”

Umar: “Kamu pernah kena penyakit belang dan sudah sembuh kecuali tinggal seukuran koin dirham?” Uwais menjawab: “Ya.”

Umar: “Kamu punya ibu?” Uwais menjawab: “Ya.”

Umar berkata: “Mohonkanlah ampunan untukku”

Uwais menjawab: “Andalah yang yang lebih pantas memohonkan ampun untukku, karena Anda sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.”

Umar berkata: aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya sebaik-baiknya tabi’in adalah seseorang yang dipanggil dengan: Uwais bin ‘Amir.”

(Al Jami’ Ash Shahih Lis Sunan wal Masanid, jilid. 16, hal. 371. Syaikh Syuaib al Arnauth mengatakan: shahih)

Beberapa Pelajaran:

– Dia adalah Abu Amr, Uwais bin ‘Amir bin Juz’in bin Malik Al Qarni Al Muradi Al Yamani. Dia adalah teladan, seorang yg zuhud, pimpinannya para tabi’in, wali Allah di antara orang-orang bertakwa, dan hambaNya yang mukhlis. (Imam adz Dzahabi, Siyar A’lam An Nubala, jilid. 4, hal. 519)

– Imam an Nawawi mengatakan hadits ini menunjukkan salah satu mu’jizat yang nyata. (Syarh Shahih Muslim, jilid. 16, hal. 95) Sebab, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam belum pernah berjumpa sama sekali dengan Uwais, tapi sudah mengenalinya baik fisik dan sifatnya.

– Ketinggian Uwais Al Qarni karena baktinya kepada ibunya, selain keshalihan dan kezuhudannya.

– Kita dapati Imam Ahmad bin Hambal berkata: “Tabi’in yang paling utama adalah Sa’id bin al Musayyab.” Lalu ada yang berkata kepadanya: “Alqamah dan Al Aswad.” Dia (Imam Ahmad) berkata: “Sa’id bin al Musayyab, ‘Alqamah, dan Al Aswad.” Darinya pula: “Tabi’in paling utama dalah Qais Abu ‘Utsman, ‘Alqamah dan Masruq, merekalah orang-orang utama dan petingginya tabi’in.” Dia berkata juga: “Atha’ adalah mufti Mekkah, Hasan al Bashri adalah mufti Bashrah, dua orang ini manusia yg paling banyak ilmunya dari mereka.”

(Tafsir Al Qurthubi, jilid. 8, hal. 239)

– Perkataan Imam Ahmad bin Hambal di atas adalah yang terbaik dalam konteks keilmuan, Imam An Nawawi menjelaskan:

أَنَّ مُرَادَهُمْ أَنَّ سَعِيدًا أَفْضَلَ فِي الْعُلُومِ الشَّرْعِيَّةِ كَالتَّفْسِيرِ وَالْحَدِيثِ وَالْفِقْهِ وَنَحْوِهَا لَا فِي الْخَيْرِ عِنْدَ اللَّهِ تَعَالَى

Maksudnya, bahwasanya Sa’id bin al Musayyab itu lebih utama dalam berbagai ilmu syar’iyyah seperti tafsir, hadits, fiqih, dan semisalnya, bukan kedudukan kebaikan di sisi Allah Ta’ala.

(Syarh Shahih Muslim, jilid. 16, hal. 96)

– Umar bin Al Khathab Radhiallahu ‘Anhu jelas lebih utama dibanding Uwais Al Qarni Radhiallahu ‘Anhu, tapi dengan rendah hati dia minta didoakan oleh Uwais.

– Ini ketawadhuan Umar Radhiallahu ‘Anhu, dan menunjukkan bahwa tidak masalah seseorang yang lebih utama minta didoakan kepada orang yang di bawahnya.

Wallahu A’lam

Wa Shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘Ala Aalihi wa Shahbihi wa Sallam

🌿🌷🌺🌻🌸🍃🌵🌴

✍ Farid Nu’man Hasan

scroll to top