Mematikan HP yang Berdering Ketika Salat

▫▪▫

PERTANYAAN

Assalamualaikum, Tanya pak ustad, Sudah sering terjadi diwaktu salat berjamaah, ada hp bunyi kenceng, bahkan sampai selesai salat. Hukum mematikan hp dilantai, pas kita posisi berdiri apa boleh kita mematikan hp. Wassalamu’alaikum

 JAWABAN

▪▫▪

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

Boleh, matikan saja.. walau harus mengambil HP di bawah. Asalkan posisi badan masih tetap menghadap kiblat. Gerakan seperti itu adalah gerakan untuk menyempurnakan shalat dan mengamankan shalat orang banyak. Sebab suara HP tersebut mengganggu orang lain.

Dalilnya: Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersbada:

(اقتلوا الاسودين   في الصلاة: الحية والعقرب ) رواه أحمد وأصحاب السنن. الحديث حسن صحيح.

“Bunuhlah oleh kalian dua binatang hitam saat kalian shalat: ular dan kala jengking.” (HR. Ahmad No.  7379, Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan: isnadnya shahih. Lihat Tahqiq Musnad Ahmad No. 7379)

Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah mengatakan:

قتل الحية والعقرب والزنابير ونحو ذلك من كل ما يضر وإن أدى قتلها إلى عمل كثير

“(Dibolehkan) Membunuh ular, kalajengking kumbang dan yang semisalnya yang bisa mengganggu shalat, walau pun dengan gerakan yang banyak untuk membunuhnya.” (Fiqhus Sunnah, 1/261)

Hadits lainnya:

عن عائشة قالت: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يصلي في البيت والباب عليه مغلق فجئت فاستفتحت فمشى ففتح لي ثم رجع الى مصلاه. ووصفت أن الباب في القبلة. رواه أحمد وأبو داود والنسائي والترمذي وحسنه

Dari ‘Aisyah, dia berkata: “Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam shalat di rumah dan pintu di depannya tertutup, ketika saya datang saya minta dibukakan pintu. Maka beliau berjalan dan membukakan pintu kemudian kembali shalat.” ‘Aisyah mengatakan bahwa pintu tersebut ada di arah kiblat. (HR. Ahmad No. 24027, Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan: hasan. Tahqiq Musnad Ahmad No. 24027)

Syaikh Abdul Muhsin Al ‘Abbad Al Badr Hafizhahullah menjelaskan:

فدل على أن مثل هذا العمل لا بأس به في الصلاة؛ لأن رسول الله صلى الله عليه وسلم فعله وهو القدوة والأسوة صلوات الله وسلامه وبركاته عليه

Maka, hadits ini menunjukkan bahwasanya hal yang semisal perbuatan ini adalah tidak apa-apa dilakukan saat shalat, karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melakukannya, dan dia adalah teladan dan contoh. (Syarh Sunan Abi Daud, 117. Al Misykat)

Wallahu A’lam

✍️ Farid Nu’man Hasan

Salat Iftitah

PERTANYAAN

Assalamu’alaikum ustadz. Mohon penjelasan tentang sholat iftitah yang dilaksanakan sebelum sholat tarawih?

 JAWABAN

▪▫▪

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh

Dua rakaat ringan sebagai shalat pembuka sebelum shalat malam, memang ada. Itu adalah “pemanasan” shalat berikutnya.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata,

كَانَ رَسُول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذا قَامَ من اللَّيْل ليُصَلِّي افْتتح صلَاته بِرَكْعَتَيْنِ خفيفتين

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila bangun untuk shalat malam, beliau mulai shalatnya dengan dua rakaat ringan.” (HR. Muslim, no.767).

Biasanya di masjid-masjid yang dikelola oleh Muhammadiyah, hal ini dilakukan juga saat sebelum tarawih.

Tapi umumnya para Ahli Fiqih mengatakan itu untuk shalat tahajud di luar Ramadhan. Tapi untuk di dalam Ramadhan, hal itu tidak diperlukan dan tidak pernah ada contohnya. Di dalam Ramadhan, pemanasannya sudah ada yaitu di shalat isya dan ba’diyah. Oleh karena itu, shalat tersebut tidak ditemukan di umumnya masjid kaum muslimin.

Wallahu A’lam

✍️ Farid Nu’man Hasan

Memangnya Sekuat Apa Kita, Sampai Ikut Bersama Donald Trump?

Allah Ta’ala melarang menjadi pendukung kezaliman, mendukung para penguasa zalim bahkan musuh Islam seperti Donald Trump.

Sejumlah ayat Al Quran dan Sunnah Nabi ﷺ menegaskan larangan menjadi pembela orang-orang zalim dan satu barisan dengan mereka. Allah Ta’ala berfirman:

وَلَا تَرْكَنُوا إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ أَوْلِيَاءَ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ

Dan janganlah kamu cenderung kepada orang yang zhalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, sedangkan kamu tidak mempunyai seorang penolong pun selain Allah, sehingga kamu tidak akan diberi pertolongan. (QS. Hud: 113)

Sekedar cenderung kepada mereka pun terlarang dan diancam neraka. Apakah belum sampai peringatan ini kepada kita?

Para pendukung kebijakan ini membela mati-matian, dengan menyebutnya sebagaimana strategi, main cantik, meredam Donald Trump dari dalam, sesuai Sirah Nabawiyah….bla bla..

Memangnya sekuat apa kita, sehebat apa lobi kita, di mata pemimpin zalim tsb? Sementara di dalam negeri saja kebijakan ini menjadi bulanan-bulanan dan di olok-olok?

Yang nampak justru puja puji dan menjilat untuk Donald Trump sering diucapkan.

Pejuang Palestina memperingatkan agar berhati-hati dengan permainan Trump, yang goal akhirnya adalah memperkuat Israel, melemahkan Palestina, dan melumpuhkan perlawanan, di balik kata-kata manisnya.

Allah Ta’ala berfirman:

وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

Dan janganlah saling menolong dalam dosa dan ‘udwan (permusuhan, pelanggaran). (QS. Al Maidah: 2)

Imam Ibnu Katsir Rahimahullah berkata:

وينهاهم عن التناصر على الباطل والتعاون على المآثم والمحارم

Allah melarang mereka menolong dalam kebatilan, dan saling menolong dalam dosa dan perkara-perkara yang haram. (Tafsir Al Quran Al ‘Azhim, 2/13)

Semoga Allah Ta’ala berikan hidayah kepada pemimpin negeri ini, jangan ghurur, dan agar berdiri bersama Mujahidin Palestina, bukan malah berdiri bersama musuh para Mujahidin Palestina.

Wallahul Musta’an!!

✍ Farid Nu’man Hasan

Perbedaan Hibah dan Wasiat

PERTANYAAN

Assalamualaikum WW

Ustadz Farid Numan ykc,

Apakah benar hibah dibatasi 1/3 dari keseluruhan harta ?
Ada lagikah aturan fikih utk hibah ini?

Jzkllh khairan


 JAWABAN

▪▫▪

Wa’alaihissalam wa Rahmatullah wa Barakatuh

Itu bukan hibah, itu adalah wasiat.

Hibah itu:

– Diberikan saat pemiliknya masih hidup
– Diterima oleh penerimanya masih hidup
– Boleh diberikan ke ahli waris dan/atau non ahli waris.
– Tidak ada batasan minimal takaran harta, yg penting proporsional.

Wasiat

– Diserahkan saat pemiliknya sudah wafat, walau rencananya sdh sejak masih hidup
– Hanya untuk Non Ahli Waris. Tidak ada wasiat untuk ahli waris sendiri.
– Maksimal 1/3 harta, tidak boleh lebih.

Wallahu A’lam

✍️ Farid Nu’man Hasan

scroll to top