







والإيمان الصادق والعبادة الصحيحة والمجاهدة نور وحلاوة يقذفهما الله في قلب من يشاء من عباده، ولكن الإلهام والخواطر والكشف والرؤى ليست من أدلة الأحكام الشرعية، ولا تعتبر إلا بشرط عدم اصطدامها بأحكام الدين ونصوصه
Iman yang benar, ibadah yang shahih, dan jihad (bersungguh-sungguh di jalan Allah) adalah cahaya dan kelezatan yang Allah lemparkan ke dalam hati siapa saja dari hamba-Nya yang Dia kehendaki. Namun, ilham, lintasan hati, kasyf (tersingkapnya sesuatu secara batin), dan mimpi bukanlah dalil untuk menetapkan hukum-hukum syariat, dan itu tidak bisa dianggap (sebagai hujjah) kecuali dengan syarat tidak bertentangan dengan hukum-hukum agama dan nash-nashnya.
Daftar Isi
Penjelasan:
Secara umum, prinsip ini mengandung tiga pelajaran pokok:
– Cahaya iman, manisnya ibadah, dan ketenangan hati adalah pemberian Allah Ta’ala kepada hamba yang berjuang di jalan-Nya.
– Tetapi, dalam perkara hukum syariat, tolak ukurnya hanyalah wahyu (Al-Qur’an & Sunnah), bukan perasaan, mimpi, atau pengalaman spiritual.
– Ilham, mimpi, lintasan hati, dan kasyf (klaim mampu menyingkap yang ghaib) boleh jadi bermanfaat bagi pribadi tertentu, tetapi semua itu tidak boleh dijadikan dalil hukum yang mengikat umat, karena sumber hukum Islam hanyalah Al-Qur’an, Sunnah, Ijma‘, dan Qiyas yang shahih.
الإيمان الصادق
Iman yang benar
Yaitu Iman yang bukan sekadar pengakuan lisan, tetapi meyakini dalam hati dan dibuktikan dengan amal. Inilah makna iman yg sejati. Jika salah satu dari tiga hal ini tidak ada, maka gugurlah keimanan tersebut menurut umumnya Ahlussunah wal Jamaah. Ada pun Murji’ah, mereka tidak memandang “amal” sebagai elemen penting bagi keimanan, dengan kata lain bagi Murji’ah iman cukup di hati dan pengakuan mulut saja.
Kedudukan amal sebagai elemen penting dalam iman, disebutkan dalam Al Quran seperti ayat “wahai orang beriman, diwajibkan atasmu berpuasa”, atau “wahai orang beriman, diwajibkan atasmu berperang”, atau “wahai orang beriman, diwajibkan atasmu menjalankan hukum qishash dalam pembunuhan”, dll.
Atau dalam hadits-hadits shahih, “siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka muliakanlah tetangganya”, atau “siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka muliakanlah tamunya”, atau “iman yang paling rendah adalah memindahkan gangguan dari jalan”.
Semua dalil ini menunjukkan bahwa amal shaleh merupakan elemen penting dalam makna keimanan.
العبادة الصحيحة
ibadah yang lurus
Yaitu Ibadah yang didasari keimanan, dijalankan sesuai tuntunan Rasul ﷺ, dan dengan hati yang ikhlas karena Allah, jauh dari penyimpangan dan riya.
Al Fudhail bin ‘Iyadh Rahimahullah mengatakan:
إنَّ الْعَمَلَ إذَا كَانَ صَوَابًا وَلَمْ يَكُنْ خَالِصًا لَمْ يُقْبَلْ . وَإِذَا كَانَ خَالِصًا وَلَمْ يَكُنْ صَوَابًا لَمْ يُقْبَلْ حَتَّى يَكُونَ خَالِصًا صَوَابًا . وَالْخَالِصُ : أَنْ يَكُونَ لِلَّهِ وَالصَّوَابُ أَنْ يَكُونَ عَلَى السُّنَّةِ
“Sesungguhnya amal itu, jika benar tetapi tidak ikhlas, tidak akan diterima. Dan jika ikhlas tetapi tidak benar, juga tidak diterima. Sampai amal itu ikhlas dan benar. Ikhlas adalah menjadikan ibadah hanya untuk Allah, dan benar adalah sesuai dengan sunah.” (Imam Ibnu Taimiyah, Majmu’ Al Fatawa, 6/345)
Sa’id bin Jubair Rahimahullah mengatakan:
لَا يُقْبَلُ قَوْلٌ وَعَمَلٌ إلَّا بِنِيَّةِ وَلَا يُقْبَلُ قَوْلٌ وَعَمَلٌ وَنِيَّةٌ إلَّا بِمُوَافَقَةِ السُّنَّة
“Tidak akan diterima ucapan dan amal perbuatan, kecuali dengan niat, dan tidak akan diterima ucapan, perbuatan dan niat, kecuali bersesuaian dengan sunah.” (Ibid)
المجاهدة
bersungguh-sungguh
Yaitu berjihad melawan hawa nafsu, syahwat, waswas setan, dan godaan dunia agar tetap di jalan Allah. Sebagaimana firman-Nya:
والذين جاهدوا فينا لنهدينهم سبلنا وإن الله لمع المحسنين
“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami dan Allah benar-benar bersama orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-‘Ankabut [29]: 69)
نور وحلاوة
Cahaya dan kelezatan
Yaitu Buah dari tiga hal di atas adalah نور (cahaya), yakni pemahaman, petunjuk, dan keteguhan dalam agama, serta حلاوة (kelezatan), yaitu manisnya iman yang dirasakan dalam hati.
Allah Ta’ala berfirman:
اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ…
“Allah adalah cahaya langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya adalah seperti sebuah lubang yang tidak tembus, di dalamnya ada pelita besar…” (QS. An-Nur: 35)
Ibnu Abbas menjelaskan makna “Allah adalah cahaya langit dan bumi”:
هادي أهل السماوات والأرض
Allah adalah pemberi petunjuk bagi penduduk langit dan bumi. (Tafsir Ibnu Jarir Ath Thabari, jilid. 19, hal. 177)
Ada pun tentang manisnya iman, Rasulullah ﷺ menceritakan ciri-cirinya:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ
Dari Anas bin Malik dari Nabi ﷺ, beliau bersabda:
“Tiga perkara yang apabila ada pada diri seseorang, ia akan mendapatkan manisnya iman:
Dijadikannya Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya dari selain keduanya.
Jika ia mencintai seseorang, dia tidak mencintainya kecuali karena Allah.
Dan dia benci kembali kepada kekufuran seperti dia benci bila dilempar ke neraka.” (HR. Bukhari no. 16, Muslim no. 43)
يقذفهما الله في قلب من يشاء
Allah Ta’ala curahkan di dalam hati siapapun yang Dia kehendaki
Kalimat ini menunjukkan bahwa cahaya dan manisnya iman adalah karunia Allah, bukan semata usaha manusia. Oleh karena itu, jangan terperdaya oleh amal dan usaha, tapi juga mintalah kepada Allah Ta’ala petunjuk-Nya, mahabbah, dan manisnya iman.
Allah Ta’ala mengajarkan doa:
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
“Ya Rabb kami, janganlah Engkau palingkan hati kami setelah Engkau beri kami petunjuk, dan karuniakanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu; sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi.” (QS. Ali ‘Imran: 8)
Rasulullah ﷺ juga mengajarkan doa:
يا مقلب القلوب، ثبت قلبي على دينك
“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR. at-Tirmidzi no. 3522, hasan)
Doa lainnya:
اللَّهُمَّ اهْدِنِي وَسَدِّدْنِي
“Ya Allah, berilah aku petunjuk dan luruskanlah aku.” (HR. Muslim no. 2725)








Farid Nu’man Hasan
Join Channel: bit.ly/1Tu7OaC
Fanpage: https://facebook.com/ustadzfaridnuman
Kunjungi website resmi: alfahmu.id
IG: Instagram: https://instagram.com/faridnumanhasan
Youtube : Farid Nu’man Hasan Official
https://www.youtube.com/channel/UCrzlgP00c4gIVDClPuj9z8g





