PERTANYAAN
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Ustadz mohon penjelasan untuk hadits ini: “Jika Raja Persia telah runtuh, maka tidak mungkin ada kerajaan Persia selanjutnya.” (HR Bukhari no 2889, Muslim)
JAWABAN
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Bunyi lengkapnya:
إذا هلك كسرى فلا كسرى بعده، وإذا هلك قيصر فلا قيصر بعده
Jika Kisra binasa maka tidak ada Kisra setelahnya, dan jika Qaisar (Romawi) binasa maka tidak ada lagi Qaisar setelahnya.
Maknanya, setelah Kisra runtuh oleh Islam maka tidak ada lagi kerajaan atau kekuasaan Kisra yang majusi, baik di Persia atau lainnya. Begitu pula Kaisar Romawi. Ini juga menjadi dalil kebenaran kenabian Rasulullah ﷺ.
Imam An Nawawi mengatakan dalam Syarh Shahih Muslim:
قال الشافعي وسائر العلماء: معناه لا يكون كسرى بالعراق، ولا قيصر بالشام كما كان في زمنه -صلى الله عليه وسلم- فعلمنا -صلى الله عليه وسلم- بانقطاع ملكهما في هذين الإقليمين، فكان كما قال -صلى الله عليه وسلم-، فأما كسرى فانقطع ملكه، وزال بالكلية من جميع الأرض، وتمزق ملكه كل ممزق، واضمحل بدعوة رسول الله -صلى الله عليه وسلم-، وأما قيصر فانهزم من الشام، ودخل أقاصي بلاده فافتتح المسلمون بلادهما، واستقرت للمسلمين ولله الحمد، وأنفق المسلمون كنوزهما في سبيل الله؛ كما أخبر -صلى الله عليه وسلم- وهذه معجزات ظاهرة
Imam Asy Syafi’i dan para ulama lainnya berkata: maknanya adalah tidak akan ada lagi Kisra (raja Persia) di Irak, dan tidak pula Kaisar (Romawi) di Syam sebagaimana pada masa beliau ﷺ. Maka Nabi ﷺ telah memberitahukan kepada kita tentang terputusnya kekuasaan keduanya di dua wilayah tersebut, dan terjadilah sebagaimana yang beliau sabdakan.
Adapun Kisra, maka kekuasaannya benar-benar terputus dan lenyap secara total dari seluruh bumi; kerajaannya hancur berkeping-keping dan sirna, sebagai akibat dari doa Rasulullah ﷺ.
Sedangkan Kaisar, ia dikalahkan dari wilayah Syam dan mundur ke pelosok negerinya. Lalu kaum Muslimin menaklukkan negeri-negeri keduanya, dan kekuasaan itu menetap di tangan kaum Muslimin—segala puji bagi Allah. Kaum Muslimin pun membelanjakan harta-harta kekayaan (perbendaharaan) keduanya di jalan Allah, sebagaimana telah diberitakan oleh Rasulullah ﷺ. Dan ini semua merupakan mukjizat yang nyata.
Imam Ibnu Taimiyah mengatakan dalam Al Bayan Ash Shahih Liman Badala Din Al Masih:
فصل: إخباره عليه السلام بالكثير من الغيوب الماضية، والمستقبلة، ودلالتها على النبوة- : وهذا أخبر به، وملك كسرى وقيصر أعز ملك في الأرض، فصدق الله خبره في خلافة عمر وعثمان فهلك كسرى، وهو آخر الأكاسرة في خلافة عثمان بأرض فارس، ولم يبق بعده كسرى، ولم يبق للمجوس والفرس ملك، وهلك قيصر الذي بأرض الشام، وغيرها، ولم يبق بعده من هو ملك على الشام، ولا مصر، ولا الجزيرة من النصارى، وهو الذي يدعى قيصر
Pasal: Pemberitaan beliau ﷺ tentang banyak perkara gaib, baik yang telah lalu maupun yang akan datang, serta hal itu sebagai dalil kenabian.
Ini termasuk kabar yang beliau sampaikan, padahal kerajaan Kisra (Persia) dan Kaisar (Romawi) adalah kerajaan yang paling kuat di muka bumi. Maka Allah membenarkan kabar beliau itu pada masa kekhalifahan Umar ibn al-Khattab dan Uthman ibn Affan.
Akhirnya Kisra binasa—dan ia adalah Kisra terakhir—pada masa kekhalifahan Utsman di wilayah Persia. Setelah itu tidak ada lagi Kisra, dan tidak tersisa kekuasaan bagi kaum Majusi dan Persia.
Demikian pula Kaisar yang berkuasa di wilayah Syam dan sekitarnya mengalami kehancuran. Tidak ada lagi setelahnya penguasa Nasrani yang memerintah Syam, Mesir, maupun Jazirah dengan gelar “Kaisar”.
Imam Ibnu Katsir dalam Al Bidayah Wan Nihayah:
قال الشافعي وغيره من العلماء: ولما كانت العرب تأتي الشام والعراق للتجارة، فأسلم من أسلم منهم، شكوا خوفهم من ملكي العراق، والشام إلى رسول الله -صلى الله عليه وسلم-، فقال: إذا هلك كسرى فلا كسرى بعده، وإذا هلك قيصر، فلا قيصر بعده قال: فباد ملك الأكاسرة بالكلية، وزال ملك قيصر عن الشام بالكلية، وإن ثبت لهم ملك في الجملة، ببركة دعاء رسول الله -صلى الله عليه وسلم- لهم حين عظموا كتابه، والله أعلم. قلت: وفي هذا بشارة عظيمة بأن ملك الروم لا يعود أبدا إلى أرض الشام
Imam Asy Syafi’i dan ulama lainnya berkata:
Ketika orang-orang Arab dahulu pergi ke Syam dan Irak untuk berdagang, lalu sebagian dari mereka masuk Islam, mereka mengadukan rasa takut mereka terhadap dua penguasa besar Irak dan Syam kepada Rasulullah ﷺ. Maka beliau bersabda:
“Apabila Kisra telah binasa, maka tidak ada lagi Kisra setelahnya. Dan apabila Kaisar telah binasa, maka tidak ada lagi Kaisar setelahnya.”
Ia (Imam Syafi‘i) berkata: Maka kekuasaan para Kisra benar-benar lenyap seluruhnya, dan kekuasaan Kaisar pun hilang dari wilayah Syam secara total. Meskipun secara umum mereka (Romawi) masih memiliki kekuasaan di tempat lain, hal itu karena berkah doa Rasulullah ﷺ kepada mereka ketika mereka menghormati surat beliau. Wallahu a‘lam.
Aku (penulis) berkata: Dalam hal ini terdapat kabar gembira yang besar, bahwa kekuasaan Romawi tidak akan kembali lagi selamanya ke wilayah Syam.
(Selesai)
Ini menunjukkan bahwa wilayah Kisra dan Qaishar di Syam, setelah keruntuhan mereka akan tetap menjadi wilayah milik kaum muslimin selamanya. Bisa jadi direbut orang kafir di suatu masa, tapi akan kembali ke pangkuan umat Islam.
Wallahu A’lam
Farid Nu’man Hasan




