Sepintas Tentang Dunia Jin (Dalam Tinjauan Al Quran dan As Sunnah) (Bag. 4)

💥💦💥💦💥💦

1⃣1⃣ Jin Berteman Dengan Sebagian Manusia

Jin dan manusia walaupun berbeda dunia, namun bekerja sama di antara keduanya sangat mungkin terjadi. Maka, merugilah orang yang bekerjasama dengan jin. Hal ini diceritakan dalam Al Quran:

قَالَ قَائِلٌ مِنْهُمْ إِنِّي كَانَ لِي قَرِينٌ

“Berkatalah salah seorang di antara mereka: “Sesungguhnya aku dahulu (di dunia) mempunyai seorang teman,” (QS. Ash Shafat (37): 51)

Teman (Qarin) yang dimaksud, kata Mujahid, adalah syetan. (Tafsir Al Quran Al ‘Azhim, 7/15)

Ayat lain:

وَقَيَّضْنَا لَهُمْ قُرَنَاءَ فَزَيَّنُوا لَهُمْ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَحَقَّ عَلَيْهِمُ الْقَوْلُ فِي أُمَمٍ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِمْ مِنَ الْجِنِّ وَالإنْسِ إِنَّهُمْ كَانُوا خَاسِرِينَ

“Dan Kami tetapkan bagi mereka teman-teman yang menjadikan mereka memandang bagus apa yang ada di hadapan dan di belakang mereka dan tetaplah atas mereka keputusan azab pada umat-umat yang terdahulu sebelum mereka dari jinn dan manusia, Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang merugi.” (QS. Al Fushilat (41): 25)

Teman-teman (quranaa’) dalam ayat ini adalah syetan dari golongan jin dan manusia. (Tafsir Al Quran Al ‘Azhim, 7/174)

Dalam ayat lainnya:

وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ

“Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan yang Maha Pemurah (Al Quran), Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) Maka syaitan Itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.” (QS. Az Zukhruf (43): 36)

Dalam ayat lain:

قَالَ قَرِينُهُ رَبَّنَا مَا أَطْغَيْتُهُ وَلَكِنْ كَانَ فِي ضَلالٍ بَعِيدٍ

“yang menyertai dia berkata (pula): “Ya Tuhan Kami, aku tidak menyesatkannya tetapi Dialah yang berada dalam kesesatan yang jauh”. (QS. Qaaf (50): 27)

Ibnu Abbas, Mujahid, Qatadah, dan lainnya mengatakan maksud ‘yang meyertai dia’ adalah syetan. (Imam Ibnu Katsir, Tafsir Al Quran Al ‘Azhim, 7/403)

Syetan adalah seburuk-buruknya teman. Bagaimana mungkin manusia masih mau menjadikannya sebagai teman? Allah Ta’ala berfirman:

وَمَنْ يَكُنِ الشَّيْطَانُ لَهُ قَرِينًا فَسَاءَ قَرِينًا

Barangsiapa yang mengambil syaitan itu menjadi temannya, maka syaitan itu adalah teman yang seburuk-buruknya. (QS. An Nisa (4): 38)

Justru syetan adalah musuh yang nyata bagi manusia dan syariat telah memerintahkan agar kita memusuhinya.

Allah Ta’ala berfirman:

أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آدَمَ أَنْ لا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Bukankah aku telah memerintahkan kepadamu Hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu” (QS. Yasin (36): 60)

1⃣2⃣ Hukum Bekerjasama (minta tolong) Dengan Jin

Sebagian manusia ada yang menjadikan jin sebagai teman dekatnya untuk bekerja sama demi mencapai maksud dan tujuannya. Lalu mereka rela memenuhi keinginan-keinginan jin tersebut yang meminta ini dan itu sebagai syarat keberhasilan tujuannya. Islam melarang hal ini, dan memasukkannya dalam perbuatan kaum musyrikin.

Allah Ta’ala berfirman:

وَجَعَلُوا لِلَّهِ شُرَكَاءَ الْجِنَّ وَخَلَقَهُمْ

“dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin itu sekutu bagi Allah, Padahal Allah-lah yang menciptakan jin-jin itu ..” (QS. Al An’am (6): 100)

Imam Asy Syaukani Rahimahullah mengatakan:

والمعنى : أنهم جعلوا شركاء لله فعبدوهم كما عبدوه ، وعظموهم كما عظموه

“Maknanya: sesungguhnya mereka menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah, mereka menyembahnya (jin) , dan mengagungkannya sebagaimana mengagungkan Allah.” (Fathul Qadir, 2/457. Mawqi’ Ruh Al Islam)

Dalam ayat lain, disebutkan bahwa hanya orang-orang kafirlah yang menjadikan syetan sebagai wali (penolong, pemimpin, kawan akrab). Allah Ta’ala berfirman:

وَمَنْ يَتَّخِذِ الشَّيْطَانَ وَلِيًّا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَانًا مُبِينًا

“Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, Maka Sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.” (QS. An nisa (4): 119)

Ayat lainnya:

وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ

“dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan ..” (QS. Al baqarah (2): 257).

Tetapi, jika ada manusia yang mampu menundukkan jin agar jin tersebut tunduk kepada Allah Ta’ala, dan memerintahkannya untuk mentaatiNya dan berjalan sesuai Al Quran, hal ini boleh saja terjadi, sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Sulaiman ‘Alaihissalam, yang sekaligus sebagai mu’jizat baginya.

Allah Ta’ala berfirman:

قَالَ عِفْريتٌ مِنَ الْجِنِّ أَنَا آتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَنْ تَقُومَ مِنْ مَقَامِكَ وَإِنِّي عَلَيْهِ لَقَوِيٌّ أَمِينٌ (39) قَالَ الَّذِي عِنْدَهُ عِلْمٌ مِنَ الْكِتَابِ أَنَا آتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَنْ يَرْتَدَّ إِلَيْكَ طَرْفُكَ فَلَمَّا رَآهُ مُسْتَقِرًّا عِنْدَهُ قَالَ هَذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ وَمَنْ شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّي غَنِيٌّ كَرِيمٌ (40)

39. berkata ‘Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: “Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; Sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya”.

40. berkatalah seorang (jin) yang mempunyai ilmu dari AI Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini Termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku Apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). dan Barangsiapa yang bersyukur Maka Sesungguhnya Dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan Barangsiapa yang ingkar, Maka Sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”. (QS. An Naml (27): 39-40)

Namun hal ini hanya bisa terjadi pada kekasih-kekasih Allah Ta’ala, yakni para Nabi dan Rasul.

(Bersambung ….)

🍃🌾🌻🌸🌴🌺☘🌷

✏ Farid Nu’man Hasan

Leave a Reply

Your email address will not be published.

scroll to top