Kapankah Puasa Diniatkan?

💦💥💦💥💦💥

📨 PERTANYAAN:

Mau tanya..
Jika terlupa baca niat puasa sementara telah tiba waktu subuh.. apakah bisa melanjutkan puasa atau bagaimana?

📬 JAWABAN

🍃🍃🍃🍃🍃

Para ulama umumnya mensyaratkan niat adalah di malam hari, dan maksimal sebelum fajar (subuh). Hal itu berdasarkan beberapa riwayat berikut.

Dari Hafshah Radhiallahu โ€˜Anha, bahwa Nabi ๏ทบ bersabda:

ู…ู† ู„ู… ูŠุจูŠุช ุงู„ุตูŠุงู… ู…ู† ุงู„ู„ูŠู„ ูู„ุง ุตูŠุงู… ู„ู‡

Barang siapa yang malam hari belum berniat puasa, maka tidak ada puasa baginya. (HR.An Nasaโ€™i No. 2334, Al Baihaqi No. 8163)

Al Hafizh Ibnu hajar berkata: โ€œHadits ini dishahihkan para imam, seperti Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, Al Hakim, dan Ibnu Hazm. (Fathul Bari, 4/142)

Juga Dari Hafshah Radhiallahu โ€˜Anha, bahwa Nabi ๏ทบ bersabda:

ู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูุฌู’ู…ูุนู ุงู„ุตู‘ููŠูŽุงู…ูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุงู„ู’ููŽุฌู’ุฑู ููŽู„ุงูŽ ุตููŠูŽุงู…ูŽ ู„ูŽู‡ู

Barang siapa yang belum berniat puasa sebelum fajar maka tidak ada puasa baginya. (HR. At Tirmidzi No. 730, Abu Daud No. 2456, Ad Daruquthni, 2/172, Ad Darimi No. 1698, An Nasaโ€™i dalam As Sunan Al Kubra No. 2654, Ibnu Khuzaimah No. 1933)

Hadits SHAHIH, seperti yang dikatakan oleh Syaikh Al Albani, Syaikh Al Aโ€™zhami, dan Syaikh Husein Salim Asad.

Nah, hadits ini menjadi dasar bahwa NIAT berpuasa, khususnya puasa wajib, adalah di malam hari, paling lambat sebelum fajar.

Imam Ibnu Khuzaimah berkata:

ุฃุฑุงุฏ ุจู‚ูˆู„ู‡ : ู„ุง ุตูŠุงู… ู„ู…ู† ู„ู… ูŠุฌู…ุน ุงู„ุตูŠุงู… ู…ู† ุงู„ู„ูŠู„ ุงู„ูˆุงุฌุจ ู…ู† ุงู„ุตูŠุงู… ุฏูˆู† ุงู„ุชุทูˆุน ู…ู†ู‡

Maksud dari sabdanya: โ€œTidak ada puasa bagi yang belum berniat puasa pada malam hariโ€ adalah puasa wajib, bukan puasa sunnah. (Shahih Ibni Khuzaimah, 3/213)

Imam Al Munawi berkata:

( ู…ู† ู„ู… ูŠุจูŠุช ุงู„ุตูŠุงู… ู‚ุจู„ ุทู„ูˆุน ุงู„ูุฌุฑ ) ุฃูŠ ูŠู†ูˆูŠู‡ ู‚ุจู„ู‡ ( ูู„ุง ุตูŠุงู… ู„ู‡ ) ุงุฐุง ูƒุงู† ูุฑุถุง

(Barang siapa yang belum berniat puasa sebelum terbitnya fajar) yaitu berniat sebelumnya, (maka tidak ada puasa baginya), yaitu jika puasa fardhu. (At Taisir, 2/857)

🖼 Kenapa puasa sunnah boleh berniat setelah fajar?

Aisyah Radhiallahu โ€˜Anha bercerita:

ูƒุงู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆ ุณู„ู… ูŠุฃุชูŠู†ุง ููŠู‚ูˆู„ ู‡ู„ ุนู†ุฏูƒู… ู…ู† ุบุฏุงุก ูุฅู† ู‚ู„ู†ุง ู†ุนู… ุชุบุฏู‰ ูˆุฅู† ู‚ู„ู†ุง ู„ุง ู‚ุงู„ ุฅู†ูŠ ุตุงุฆู…

Dahulu Nabi ๏ทบ mendatangi kami dan berkata: โ€œApakah kamu punya makan buat sarapan?โ€ Jika kami jawab: โ€œYaโ€ maka dia makan, jika kami jawab โ€œtidakโ€, maka dia berkata: โ€œKalau begitu saya berpuasa.โ€ (HR. Ad Daruquthni, 2/176, No. 21. Kata Ad Daruquthni: shahih)

Bagaimana kalau lupa melafazkan? Melafazkan niat itu bukan syarat sahnya puasa, yg pentinh sdh ada niat di hati, dan itu sdh ditunjukkan dgn aktifitas sahur. Jika org makan sahur iti menjadi tanda bahwa dia mau puasa walau tidak mengucapkannya.

Tertulis dalam Al Mausuโ€™ah:

Pendapat kalangan Hanafiyah (pengikut Imam Abu Hanifah) berdasarkan pendapat yang dipilih, dan Syafiโ€™iyah (pengikut imam Asy Syafiโ€™i) serta Hanabilah (Hambaliyah-pengikut Imam Ahmad bin Hambal) menurut pendapat madzhab bahwasanya melafazkan niat dalam peribadatan adalah sunah, agar lisan dapat membimbing hati.
Sebagian Hanafiyah dan sebagian Hanabilah menyatakan bahwa melafazkan niat adalah makruh. Kalangan Malikiyah (pengikut Imam Malik) mengatakan bolehnya melafazkan niat dalam peribadatan, namun yang lebih utama adalah meninggalkannya, kecuali bagi orang yang was-was maka baginya dianjurkan untuk melafazkannya untuk menghilangkan kekacauan dalam pikirannya. (Al Mausuโ€™ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah, 42/67)

Syaikh Wahbah Az Zuhaili Hafizhahullah menjelaskan: โ€œSecara qahโ€™i melafazkan niat tidaklah menjadi syarat sahnya, tetapi disunahkan menurut jumhur (mayoritas) ulama -selain Malikiyah- melafazkannya untuk menolong hati menghadirkan niat, agar pengucapan itu menjadi pembantu dalam mengingat, dan yang lebih utama menurut kalangan Malikiyah adalah meninggalkan pelafazan niat itu, karena tidak ada riwayat dari Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam dan para sahabatnya tentang melafazkan niat, begitu pula tidak ada riwayat dari imam yang empat.โ€ (Al Fiqhul Islami wa Adillatuhu, 1/137)

Wallahu Aโ€™lam

🌾🌿🍃🌹🌻🌺🍀🌸

✏ Farid Nu’man Hasan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top