Adakah Dalil Al-Qur’an atau Hadits Larangan Perayaan Tahun Baru?

🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾

📨 PERTANYAAN:

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.
Afwan ustadz mau tanya adakah dalil Al-Qur’an atau hadits larangan tentang perayaan tahun baru?

📬 JAWABAN

🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh

Peringatan malam tahun baru Masehi, masuk ke negeri-negeri muslim baru abad-abad ini. Sedangkan Al Qur’an dan As Sunnah sudah ada sejak 15 abad yang lalu.

Maka secara tekstual atau leterlek tentu tidak ada pembahasan itu. Dan, bukan begitu cara berdalil. Misal, kenapa narkoba haram? Apakah ada ayatnya secara khusus? Ya tidak ada. Tapi, banyak ayat-ayat tentang larangan merusak diri sendiri, larangan mabuk, .. jadi yg penting masuk “koridor” pengharaman maka dia haram. Begitu ..

Begitu pula masalah tahun baru, tidak ada ayat-ayat n hadits secara khusus .. tp kita dapati koridornya, yaitu larangan mengikuti budaya mereka dan gaya hidup mereka.

Seperti:

وَلَنْ تَرْضَىٰ عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ

Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti millah (ajaran) mereka.

(QS. Al-Baqarah, Ayat 120)

Ayat lain:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تُطِيعُوا فَرِيقًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ يَرُدُّوكُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ كَافِرِينَ

Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu mengikuti sebagian dari orang yang diberi Kitab (Yahudi dan Nasrani), niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir setelah beriman.

(QS. Ali ‘Imran, Ayat 100)

Dalam hadits, Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ سَلَكُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَسَلَكْتُمُوهُ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ

“Kalian pasti akan mengikuti kebiasaan-kebiasaan orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta hingga seandainya mereka manempuh (masuk) ke dalam lobang biawak kalian pasti akan mengikutinya”. Kami bertanya; “Wahai Rasulullah, apakah yang baginda maksud Yahudi dan Nashrani?”. Beliau menjawab: “Siapa lagi (kalau bukan mereka) “.

(HR. Bukhari no. 3456)

Hadits lain:

من تشبه بقوم فهو منهم

Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia bagian dari mereka.

(HR. Abu Daud no. 4031, Hasan)

Demikian. Wallahu a’lam

🌾🌿🌷🌻🌳☘🍃🌸

✍ Farid Nu’man Hasan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top