







Daftar Isi
Prinsip no. 1
الإسلام نظام شامل يتناول مظاهر الحياة جميعا فهو دولة ووطن أو حكومة وأمة ، وهو خلق وقوة أو رحمة وعدالة ، وهو ثقافة وقانون أو علم وقضاء ، وهو مادة أو كسب وغنى ، وهو جهاد ودعوة أو جيش وفكرة ، كما هو عقيدة صادقة وعبادة صحيحة سواء بسواء .
“Islam adalah nizham (tatanan) sempurna yang mencakup seluruh sisi kehidupan. Dia adalah negara dan tanah air, pemerintah dan umat, akhlak dan kekuatan, rahmat dan keadilan, wawasan dan undang-undang, ilmu dan ketetapan, materi dan kekayaan alam, atau penghasilan dan kekayaan, jihad dan da’wah, pasukan dan pemikiran, sebagaimana dia adalah aqidah yang benar serta ibadah yang sahih, tidak lebih tidak kurang.”






Penjelasan:
Prinsip ini mencakup makna Syumuliyatul Islam (Komprehensifitas Islam), yaitu Islam sebagai nizham (tatanan) sempurna (syamil), integral (mutakamil), lengkap, dan dinamis, bukan ajaran yang juz’iyyah (parsial) dan statis.
Allah Ta’ala berfirman:
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. (Qs. Al Maidah: 3)
Ayat lainnya:
وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ
Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri. (Qs. An Nahl: 89)
الإسلام نظام شامل
“Islam adalah sistem yang sempurna dan menyeluruh.”
Artinya: Islam tidak hanya mengatur hubungan hamba dengan Allah (ibadah mahdhah), tetapi juga hubungan manusia dengan sesama (muamalah), dengan alam, bahkan dengan diri sendiri. Allah Ta’ala berfirman:
ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُوا إِلَّا بِحَبْلٍ مِنَ اللَّهِ وَحَبْلٍ مِنَ النَّاسِ
Mereka diliputi kehinaan di mana saja berada, kecuali mereka yang menjaga hubungan dengan Allah dan menjaga hubungan manusia (QS. Ali Imran: 112)
يتناول مظاهر الحياة جميعا
“Mencakup seluruh aspek kehidupan.”
Artinya: Tidak ada sisi kehidupan manusia yang luput dari perhatian Islam: baik politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pendidikan, bahkan urusan pribadi seperti makan, tidur, dan adab keluarga.
مَا فَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِنْ شَيْءٍ ۚ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يُحْشَرُونَ
Tiadalah Kami alpakan sesuatu pun dalam Al-Kitab. (Qs. Al An’am: 38)
فهو دولة ووطن أو حكومة وأمة
“Maka ia adalah negara dan tanah air, pemerintahan dan umat.”
Artinya: Islam mengatur kehidupan bermasyarakat dan bernegara, loyalitas umat, kepemimpinan, persatuan, serta menciptakan identitas umat Islam sebagai satu kesatuan yang tidak tercerai-berai. Islam tidak hanya membicarakan masjid tapi juga istana negara, Islam tidak hanya membicarakan warga dan umat, tapi juga pemimpin, penguasa, pemerintah, dan kekuasaan. Islam bukan hanya membicarakan tanah waqaf, tapi juga teritori dan tanah air.
Imam Ibnu Taimiyah berkata:
يجب أن يعرف أن ولاية أمر الناس من أعظم واجبات الدين بل لا قيام للدين ولا للدنيا إلا بها . فإن بني آدم لا تتم مصلحتهم إلا بالاجتماع لحاجة بعضهم إلى بعض ، ولا بد لهم عند الاجتماع من رأس حتى قال النبي صلى الله عليه وسلم : « إذا خرج ثلاثة في سفر فليؤمّروا أحدهم » . رواه أبو داود ، من حديث أبي سعيد ، وأبي هريرة
“Wajib diketahui, bahwa kekuasaan kepemimpinan yang mengurus urusan manusia termasuk kewajiban agama yang paling besar, bahkan agama dan dunia tidaklah tegak kecuali dengannya. Segala kemaslahatan manusia tidaklah sempurna kecuali dengan memadukan antara keduanya (agama dan kekuasaan), di mana satu sama lain saling menguatkan. Dalam perkumpulan seperti inilah diwajibkan adanya kepemimpinan, sampai-sampai Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan: “Jika tiga orang keluar bepergian maka hendaknya salah seorang mereka menjadi pemimpinnya.” Diriwayatkan Abu Daud dari Abu Said dan Abu Hurairah. (As Siyasah Asy Syar’iyyah, Hal. 169)
وهو خلق وقوة أو رحمة وعدالة
“Ia adalah akhlak dan kekuatan, kasih sayang dan keadilan
Artinya: Islam menuntun akhlak mulia (sidq, amanah, iffah, adab) yang dengannya rahmat dapat diwujudkan, tetapi juga menegakkan kekuatan (al-quwwah) agar keadilan dapat ditegakkan. Islam bukan hanya kelembutan, tapi juga ketegasan. Dengan demikian, Islam tidak hanya menghasilkan pribadi seperti Abu Bakar yang lembut tetapi juga seperti Umar yang tegas.
Allah Ta’ala berfirman:
لَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا رُسُلَنَا بِٱلۡبَيِّنَٰتِ وَأَنزَلۡنَا مَعَهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ وَٱلۡمِيزَانَ لِيَقُومَ ٱلنَّاسُ بِٱلۡقِسۡطِۖ وَأَنزَلۡنَا ٱلۡحَدِيدَ فِيهِ بَأۡسٞ شَدِيدٞ وَمَنَٰفِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعۡلَمَ ٱللَّهُ مَن يَنصُرُهُۥ وَرُسُلَهُۥ بِٱلۡغَيۡبِۚ إِنَّ ٱللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٞ
Sungguh, Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan bukti-bukti yang nyata dan Kami turunkan bersama mereka Kitab dan neraca (keadilan) agar manusia dapat berlaku adil. Dan Kami menciptakan besi yang mempunyai kekuatan hebat dan banyak manfaat bagi manusia, dan agar Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya walaupun (Allah) tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat, Mahaperkasa. (QS. Al Hadid: 25)
وهو ثقافة وقانون أو علم وقضاء
“Ia adalah wawasan dan undang-undang, ilmu dan ketetapan”
Artinya: Islam mencakup tsaqafah (wawasan, budaya, peradaban) dan qanun (aturan hukum) dan peradilan. Allah Ta’ala berfirman:
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ
“Dan tidaklah pantas bagi seorang mukmin laki-laki maupun perempuan, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, ada bagi mereka pilihan lain tentang urusan mereka.” (QS. Al Ahzab: 36)
Islam memuliakan ‘ilm (ilmu pengetahuan) yang darinya undang-undang dan ketetapan dilahirkan, karena tidak sama antara ketetapan yang dilahirkan oleh ilmu dengan ketetapan yang dilahirkan oleh hawa nafsu dan kebodohan. Allah Ta’ala berfirman:
قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ
“Katakanlah: Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (QS. Az Zumar: 9)
وهو مادة أو كسب وغنى
“Ia adalah materi, atau pencaharian dan kekayaan”
Artinya: Islam mengatur masalah madah (materi, ekonomi, harta benda), kasb (usaha dan pekerjaan), dan ghina (kekayaan). Bagian inilah yang mana manusia saling berlomba-lomba dan berbangga-bangga dengan kepemilikan hal itu semua. Islam mengatur agar manusia tidak menjadi hamba materi, tapi juga tidak menjadi menghinakan diri karena ketiadaannya.
Jadi Islam tidak hanya bicara akhirat, tetapi juga bagaimana manusia mengelola harta dan ekonomi dengan halal, berkah, dan bermartabat. Rasulullah ﷺ bersabda:
كُلُّ لَحْمٍ وَدَمٍ نَبَتَا مِنْ سُحْتٍ، فَالنَّارُ أَوْلَى بِهِ
Setiap daging dan darah yang tumbuh dari sumber yang haram maka neraka lebih layak baginya. (HR. Ath Thabarani, Al Mu’jam Al Kabir no. 361, shahih)
وهو جهاد ودعوة أو جيش وفكرة
“Ia adalah jihad dan dakwah atau tentara dan pemikiran “
Artinya: Islam adalah jihad (perjuangan, pengorbanan) dan da‘wah (mengajak pada kebaikan). Ia adalah jaysy (pasukan, pertahanan) sekaligus fikrah (ideologi, pemikiran). Jadi Islam punya dimensi praktis (kekuatan) dan konseptual (pemikiran). Dengan jihad dan jays (pasukan) maka terjagalah teritori dan tanah air, dengan dakwah maka tersebarnya hidayah dan terjaganya aqidah.
Allah Ta’ala berfirman:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ خُذُواْ حِذۡرَكُمۡ فَٱنفِرُواْ ثُبَاتٍ أَوِ ٱنفِرُواْ جَمِيعٗا
Wahai orang-orang yang beriman! Bersiap-siagalah kamu, dan majulah (ke medan pertempuran) secara berkelompok, atau majulah bersama-sama (serentak). (QS. An-Nisa’: 71)
كما هو عقيدة صادقة وعبادة صحيحة سواء بسواء
“Sebagaimana Islam adalah ‘aqidah shadiqah (keyakinan yang benar) dan ‘ibadah shahihah (ibadah yang sahih).”
Artinya: semua dimensi di atas tidak memisahkan Islam dari pondasi utamanya: iman yang bersih dan ibadah yang benar. Iman yang bersih yakni berada di atas aqidah Ahlussunnah wal Jamaah dan bersih dari aliran dan pemahaman menyimpang, serta bersih dari kesyirikan dan khurafat. Ibadah yang benar artinya ikhlas menjalankannya dan sejalan dengan syariat.
Dengan demikian Islam itu utuh: akidah, ibadah, syariat, dan peradaban.
Demikian. Wallahu Waliyut Taufiq








Farid Nu’man Hasan
Join Channel: bit.ly/1Tu7OaC
Fanpage: https://facebook.com/ustadzfaridnuman
Kunjungi website resmi: alfahmu.id
IG: Instagram: https://instagram.com/faridnumanhasan
Youtube : Farid Nu’man Hasan Official
https://www.youtube.com/channel/UCrzlgP00c4gIVDClPuj9z8g


