Surga Nabi Adam Berbeda dengan Surga di Akhirat?

 PERTANYAAN:

Assalamualaikum ustadz Afwan izin bertanya ustadz . Ana pernah mendengarkan kajian tafsir yg di sampaikan oleh di salah satu media, ketika beliau menafsirkan kisah nabi Adam as, beliau mengatakan bahwa surga tempat nabi Adam dahulu beda dgn surga yg akan di tempati oleh mu’min nantinya,,, beliau beralasan dgn 2 dalil , pertama berdasarkan ayat Al Baqarah Allah SWT dgn tegas mengatakan bahwa akan menciptakan Khalifah di bumi bkn di surga. Kemudian yg kedua bahwa di surga tdk ada yg di larang seperti yg di alami oleh nabi Adam yaitu mendekati pohon khuldi . Pertanyaannya apa memang ada pendapat begitu dari ulama tafsir ustadz?.


 JAWABAN

Wa’alaikum wa Rahmatullah wa Barakatuh

Para ulama memang berbeda pendapat tentang apakah surga yang akan ditempati manusia adalah surga yang sama dengan yang ditempati nabi Adam dan istrinya.

1. Surga yang dulu di tempati Nabi Adam dan istrinya adalah surga yang kekal abadi yang nanti juga akan di tempati orang-orang beriman. Ini merupakan pendapat mayoritas Ahlussunnah wal Jamaah. Mayoritas ulama mengatakan sama, kata JANNAH tidak merujuk kepada tempat yang lain tapi jannah yang sama. Ini pendapat Ibnu Jarir, Ibni Katsir, Al Qurthubi, dll.

الْجَنَّةُ الَّتِي أَسْكَنَهَا آدَمَ وَزَوْجَتَهُ ، عِنْدَ سَلَفِ الْأُمَّةِ وَأَهْلِ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ : هِيَ جَنَّةُ الْخُلْدِ

Surga yang dulu ditempati oleh Adam dan istrinya menurut ulama salaf dan Ahlussunnah wal Jamaah, adalah surga yang abadi. (Majmu’ Al Fatawa, 4/347)

Ayat yang mengisahkan bahwa Adam dan Istrinya diusir dari Surga ke bumi menunjukkan bahwa sebelumnya mereka belum pernah di bumi.

2. Pendapat yang mengatakan surganya Nabi Adam berbeda dengan yang di akhirat. Menurut mereka Nabi Adam dahulu tinggal di surga yang ada di dunia. Bagi mereka, surga di akhirat belum pernah ada hamba yang dikeluarkan darinya.

Surga Nabi Adam dan Istrinya adalah taman khusus ujian dengan seperangkat aturannya. Berbeda dengan surga yang disediakan bagi orang-orang beriman nanti. Ini pendapat Ibnu Taimiyah, Ibnul Qayyim, Az Zamakhsyari, dll.

Syaikh Muhammad Abu Bakar berkata:

إن الجنة التي كان بها سيدنا آدم عليه السلام ليست جنة الآخرة التي يدخلها العبد الصالح، ولكن كانت مثل هيكل تنظيمي، وربنا جعلها لسيدنا آدم للتدريب، ولأن جنة الخلد لم يخرج منها أحد، مستشهدا في ذلك بقول الله- تعالى- في سورة الحجر “وَمَا هُم مِّنْهَا بِمُخْرَجِينَ

Surga yang dimasuki oleh Nabi Adam ‘alaihissalam bukanlah Surga Akhirat yang dimasuki oleh hamba yang saleh, melainkan seperti semacam tempat pelatihan atau istana yang terstruktur. Allah menjadikannya sebagai tempat latihan bagi Nabi Adam. Karena Surga kekal (Jannat al-Khuld) itu tidak ada seorang pun yang keluar darinya, sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam Surah Al-Hijr: ‘Dan mereka tidak akan dikeluarkan darinya’

Sebagian lain mengatakan bahwa ini masalah ghaib, dan tidak ada ayat atau hadits yang eksplisit menerangkannya, maka mengembalikan ilmunya kepada Allah Ta’ala adalah jalan yang aman. Yang terpenting adalah menyiapkan diri ke surga dan bebas dari neraka.

Perbedaan ini wajar karena tidak ada dalil khusus yang lugas menceritakannya, apalagi masalah ghaib, tentunya tanpa ada dalil khusus dan tegas akan sulit untuk memastikannya.

Wallahu A’lam

✏ Farid Nu’man Hasan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top