Memahami Hadits Tentang Salat Berjamaah

▫▪▫

 PERTANYAAN

Assalamualaikum ustad..
Mau tanya maksud ke 3 hadits ini.. bagaimana yah.. (titipan pertanyaan)

1. Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang mendengar azan lalu tidak mendatanginya, maka tidak ada shalat baginya, kecuali bila ada uzur.” (HR Ibnu Majah dalam Sunannya, kitab Al Masajid wal Jama’ah, Bab At Taghlidz Fi At Takhalluf ‘Anil Jama’ah, no. 785. Hadits ini dishahihkan Al Albani dalam Shahih Sunan Ibnu Majah, no. 631)

2. Rasulullah bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku ada ditanganNya, sungguh aku bertekad meminta dikumpulkan kayu bakar. Lalu dikeringkan (agar mudah dijadikan kayu bakar). Kemudian aku perintahkan shalat, lalu ada yang beradzan. Kemudian aku perintahkan seseorang untuk mengimami shalat, dan aku tidak berjama’ah untuk menemui orang-orang (lelaki yang tidak berjama’ah), lalu aku bakar rumah-rumah mereka.” (HR Bukhari dalam Shahihnya, kitab Al Adzan, Bab Wujubu Shalatil Jama’ah, no. 608 dan Muslim dalam Shahihnya, kitab Al Masajid wa Mawadhi’ Sholat, Bab Fadhlu Shalatil Jama’ah wa Bayani At Tasydid Fit Takhalluf ‘Anha, no. 1041)

3. “Seorang lelaki buta menjumpai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan dia berkata, ‘Wahai Rasulullah, sungguh aku tidak memiliki seorang penuntun yang bisa menuntunku berjalan ke mesjid.’ Kemudian ia memohon kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam agar diberikan keringanan sehingga dia boleh shalat di rumahnya, lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam membolehkannya. Ketika orang tersebut berpaling pergi, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggilnya dan berkata, ‘Apakah kamu mendengar azan shalat?’ Ia menjawab, ‘Iya.’ Beliau pun menyatakan, ‘Maka datangilah!’” (HR Muslim dalam Shahihnya, kitab Al Masajid wa Mawadhi’ Shalat, Bab Yajibu Ityanul Masjid ‘Ala Man Sami’a An Nida’ no. 1044)


 JAWABAN

▪▫▪

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh

Hadits di atas, beberapa hadits tentang dalil WAJIBNYA SHALAT BERJAMAAH bagi kaum laki-laki..

Namun para ulama berbeda pendapat dalam memahaminya..

1. Shalat berjamaah itu syarat sahnya shalat. Ini pendapat sebagian tabi’in dan Imam Ibnu Taimiyah

2. Shalat berjamaah itu WAJIB, tapi bukan syaratnya sah shalat. Shalat sendiri tetap sah tapi berdosa, kecuali jika ada uzur seperti sakit atau rasa takut. Ini pendapat Imam Ahmad dan pengikutnya (Hambaliyah).

3. Shalat berjamaah adalah Fardhu Kifayah, ini resmi dari madzhab Syafi’i.

4. Shalat berjamaah sunnah muakkadah, sunnah yang ditekankan. Ini pendapat mayoritas ulama, termasuk sebagian Syafi’iyah.

Wallahu A’lam

✍️ Farid Nu’man Hasan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top