Daftar Isi
PERTANYAAN
Assalamualaikum WW
Ustadz Farid Nu’man ykc
Bolehkah kita bergembira jika ada musuh yg kemudian menderita bahkan mati ?
Sejak perang Iran vs Israel & USA, ada fakta beberapa tentara IDF yang sempat pamer kekejaman terhadap muslim Palestina, terkena serangan lalu luka berat dan mati.
Mohon penjelasannya..
Wassalam
JAWABAN
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahim..
Mendengar kabar kalahnya atau tewasnya musuh, lalu orang beriman bergembira adalah diperbolehkan. Bahkan seandainya kematian musuh itu di tangan musuh yang lain. Sebagaimana kekalahan Majusi (Persia) ketika kalah oleh Nasrani (Romawi), yang diabadikan dalam surat Ar Rum:
وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ
Dan pada hari (kemenangan Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman (QS. Ar Rum: 4)
Alasan kegembiraan ini, dijelaskan oleh Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma:
كَانَ الْمُشْرِكُونَ يُحِبُّونَ أَنْ يَظْهَرَ أَهْلُ فَارِسَ عَلَى الرُّومِ لِأَنَّهُمْ وَإِيَّاهُمْ أَهْلُ أَوْثَانٍ، وَكَانَ الْمُسْلِمُونَ يُحِبُّونَ أَنْ تَظْهَرَ الرُّومُ عَلَى فَارِسَ لِأَنَّهُمْ أَهْلُ كِتَابٍ
Orang-orang musyrik senang jika yang menang adalah penduduk Persia terhadap Romawi, karena mereka sama-sama penyembah berhala. Sedangkan kaum muslimin lebih senang kemenangan Romawi terhadap Persia karena mereka adalah ahli kitab. (Tafsir Al Qurthubi, 1/14)
Maka, ketika kafir harbi seperti tentara Zionis tewas, baik di tangan Mujahidin Izzuddin al Qassam atau lainnya, lalu kita bergembira adalah diperkenankan.
Rasulullah ﷺ pun pernah bergembira dengan tewasnya para pembesar Quraisy saat perang Badar, juga tewasnya Ka’ab bin Asyraf, seorang Yahudi Madinah yang selalu memaki-maki Islam dan dirinya.
Demikian. Wallahu A’lam
Farid Nu’man Hasan


