Berilmu, Beramal, dan Ikhlas

🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻

Dzun Nun Al Mishri Rahimahullah mengatakan:

الناس كلهم موتى إلا العلماء والعلماء كلهم نيام إلا العاملون، والعاملون كلهم مغترون إلا المخلصون، والمخلصون على خطر عظيم قال الله عز وجلّ: {لِيَسْأَلَ الصَّادِقِينَ عَنْ صِدْقِهِمْ}

“Semua manusia itu mati (binasa) kecuali para ulama. Para ulama semuanya tertidur (lalai) kecuali orang-orang yang mengamalkan ilmunya. Orang-orang yang beramal semuanya tertipu kecuali orang-orang yang ikhlas. Dan orang-orang yang ikhlas pun berada dalam bahaya yang besar.”

Allah Ta’ala berfirman:

﴿لِيَسْأَلَ الصَّادِقِينَ عَنْ صِدْقِهِمْ﴾

“Agar Dia menanyakan orang-orang yang benar tentang kebenaran mereka.” (QS. Al-Ahzab: 8)

(Imam Al Baihaqi, Syu’abul Iman, no. 6455)

Maksud ungkapan tersebut adalah:

– Kebanyakan manusia berada dalam kebinasaan karena kebodohan dan penyimpangan.

– Orang yang berilmu selamat karena ilmunya, namun ilmunya tidak bermanfaat bila tidak diamalkan.

– Orang yang beramal pun belum tentu selamat apabila amalnya tidak disertai keikhlasan.

– Orang yang ikhlas sekalipun tetap harus selalu takut dan waspada agar keikhlasannya tidak rusak oleh riya’, ujub, sum’ah, atau tujuan duniawi lainnya. Oleh karena itu dikatakan bahwa mereka berada “dalam bahaya yang besar”, yakni karena menjaga keikhlasan adalah perkara yang sangat berat dan hati manusia mudah berubah.

Wallahu A’lam

🍃🌷🍃🌷🍃🌷🍃🌷

✍ Farid Nu’man Hasan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top