Usia Nabi Ismail ‘Alaihissalam Saat Menjelang Penyembelihan

💢💢💢💢💢💢💢

Nabi Ismail ‘Alaihissalam, saat penyembelihan bukanlah kanak-kanak, walau belum menjadi orang dewasa.

Allah Ta’ala menceritakan:

فلما بلغ معه السعى

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-samanya (Ibrahim). (QS. Ash Shafat: 102)

Para ulama menjelaskan bahwa saat itu, Ismail ‘Alaihiassalam sudah besar dan mampu melakukan aktifitas seperti ayahnya.

Imam Ibnu Katsir Rahimahullah berkata:

وعن ابن عباس ومجاهد وعكرمة ، وسعيد بن جبير ، وعطاء الخراساني ، وزيد بن أسلم ، وغيرهم : ( فلما بلغ معه السعي ) يعني : شب وارتحل وأطاق ما يفعله أبوه من السعي والعمل

Dari Ibnu Abbas Radhiallahu ‘Anhuma, Mujahid, Sa’id bin Jubeir, ‘Ikrimah, ‘Atha Al Khurasani, Zaid bin Aslam, bahwa makna ayat: “Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-samanya (Ibrahim)”, adalah pemuda, mampu bepergian, memiliki kemampuan apa yang dilalukan ayahnya, baik berupa pekerjaan dan aktifitas.” (Tafsir Al Quran Al ‘Azhim)

Jadi, dia bukanlah bayi, bukanlah balita, tapi usia kuat untuk berkarya dan bekerja. Di zaman ini anggaplah remaja, sebab tidak ada riwayat shahih yang menyebut usia pastinya.

Ini juga menunjukkan pelajaran bahwa tugas-tugas da’wah dan perjuangan Islam mesti sudah dibiasakan dilatih sejak muda, setelah penanaman ideologi dimasa kanak-kanaknya.

Wallahu A’lam

🍄🌷🌴🌱🌸🍃🌵🌾

✍ Farid Nu’man Hasan

Leave a Reply

Your email address will not be published.

scroll to top