Sunnah Saat Bangun Tidur

💦💥💦💥💦💥

Semoga besok kita bisa mengamalkannya saat bangun tidur …

1⃣ย Dianjurkan membersihkan hidung sesudah bangun tidur

Dari Abu Hurairahย Radhiallahu โ€˜Anhu, bahwa Nabiย Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallamย bersabda:

ุฅูุฐูŽุง ุงุณู’ุชูŽูŠู’ู‚ูŽุธูŽ ุฃูุฑูŽุงู‡ู ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ ู…ูŽู†ูŽุงู…ูู‡ู ููŽุชูŽูˆูŽุถู‘ูŽุฃูŽ ููŽู„ู’ูŠูŽุณู’ุชูŽู†ู’ุซูุฑู’ ุซูŽู„ุงูŽุซู‹ุงุŒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุจููŠุชู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฎูŽูŠู’ุดููˆู…ูู‡ู

Jika kalian bangun tidur, berwudhulah, dan hendaknya melakukanย istintsarย sebanyak tiga kali, sesungguhnya syetan bermalam di batang hidungnya.ย (HR. Bukhari No. 3295)

Imam Badruddin Al โ€˜Ainiย Rahimahullahย menjelaskan artiย istintsar:

ย ย ูˆูŽู‡ููˆูŽ ู†ุซุฑ ู…ูŽุง ูููŠ ุงู„ู’ุฃู†ู ุจูู†ูŽูุณย ู‚ูŽุงู„ูŽู‡ ุงู„ู’ุฌูŽูˆู’ู‡ูŽุฑููŠุŒ ูˆูŽู‚ูŠู„: ุฃูŽู† ูŠุณุชู†ุดู‚ ุงู„ู…ูŽุงุก ุซู…ู‘ูŽ ูŠุณู’ุชูŽุฎู’ุฑุฌ ู…ูŽุง ูููŠู‡ู ู…ู† ุฃูŽุฐูŽู‰ ุฃูŽูˆ ู…ุฎุงุท

Yaitu menghamburkan apa-apa yang ada di dalam hidung dengan hembusan nafas, itulah yang dikatakan Al Jauhari. Dikatakan: menghirup air lalu mengeluarkan lagi apa-apa yang di dalamnya baik berupa kotoran dan ingus.ย (Imam Al โ€˜Aini,ย โ€˜Umdatul Qari, 15/172)

Imam Asy Syaukaniย (Nailul Authar, 1/177)ย ย menjelaskan bahwaย istintsarย (menghamburkan air dari hidung) lebih umum dibandingย istinsyaqย (menghirup air ke hidung).ย  Imam Ibnul โ€˜Arabi dan Imam Ibnu Qutaibah mengatakanย istintsarย adalahย istinsyaq.ย  Sama saja maknanya. Tapi mayoritas ahli fiqih, ahli bahasa, dan ahli hadits, mengatakan bahwaย istintsarย itu berbeda denganย istinsyaq.Istintsarย dilakukan setelahย istinsyaq.ย Imam Asy Syaukani mengutip dari Imam An Nawawi katanya:

ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฌูู…ู’ู‡ููˆุฑู ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู„ู‘ูุบูŽุฉู ูˆูŽุงู„ู’ููู‚ูŽู‡ูŽุงุกู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุญูŽุฏู‘ูุซููˆู†ูŽ: ุงู„ูุงุณู’ุชูู†ู’ุซูŽุงุฑู ู‡ููˆูŽ ุฅุฎู’ุฑูŽุงุฌู ุงู„ู’ู…ูŽุงุกู ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ุฃูŽู†ู’ูู ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุงู„ูุงุณู’ุชูู†ู’ุดูŽุงู‚ู

Mayoritas ahli bahasa, ahli fiqih, dan ahli hadits mengatakan bahwaย istintsarย adalah mengeluarkan air dari hidung setelahย istinsyaq.ย (Ibid)

Para ulama berbeda pendapat apakah hal ini wajib atau sunah saja. Menurut Imam Ash Shanโ€™ani secara tekstual hadits ini menunjukkan wajib secara mutlak, karena berasal dari perintah. Baik bangun tidur malam hari atau siang hari. Segolongan ulama danย  Imam Ahmad bin Hambal menyatakan wajibnya hal ini, sementara mayoritas ulama mengatakan ini adalah anjuran (sunah) saja.ย (Lihatย Subulus Salam, 1/64)

2⃣ Mencuci tangan setelah bangun tidur

Dari Abu Hurairah Radhiallahu โ€˜Anhu, bahwa Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:

ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุงุณู’ุชูŽูŠู’ู‚ูŽุธูŽ ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ ู†ูŽูˆู’ู…ูู‡ู ููŽู„ู’ูŠูŽุบู’ุณูู„ู’ ูŠูŽุฏูŽู‡ู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุฏู’ุฎูู„ูŽู‡ูŽุง ูููŠ ูˆูŽุถููˆุฆูู‡ูุŒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุฃูŽุญูŽุฏูŽูƒูู…ู’ ู„ุงูŽ ูŠูŽุฏู’ุฑููŠ ุฃูŽูŠู’ู†ูŽ ุจูŽุงุชูŽุชู’ ูŠูŽุฏูู‡ู

Jika kalian bangun tidur maka hendaknya mencuci tangannya sebelum memasukannya ke tempat air wudhunya, karena kalian tidak tahu di mana semalam tangan kalian bersemayam. (HR. Bukhari No. 162, Muslim No. 278)

Ini adalah sunah yang banyak dilalaikan kaum muslimin. Mereka langsung memasukan tangannya ke bejana air wudhu tanpa mencuci tangannya dulu. Perintah ini terkait dengan kemungkinan adanya kotoran atau najis yang bisa saja ada ditangan ketika tidur, baik karena mereka menyentuh atau menggaruk kemaluannya atau duburnya, tanpa mereka sadari saat tidur, sehingga dikhawatiri najis itu bercampur ke dalam air yang ada dalam bejana. Anjuran ini tidaklah teranulir walau kita berwudhu melalui air pancuran atau kran.

Al Hafizh Ibnu Hajar Rahimahullah menjelaskan:

ุซูู…ู‘ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ุฑู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู’ุฌูู…ู’ู‡ููˆุฑู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุฏู’ุจู ูˆูŽุญูŽู…ูŽู„ูŽู‡ู ุฃูŽุญู’ู…ูŽุฏู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ูˆูุฌููˆุจู ูููŠ ู†ูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ู ุฏููˆู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽู‡ูŽุงุฑู ูˆูŽุนูŽู†ู’ู‡ู ูููŠ ุฑููˆูŽุงูŠูŽุฉู ุงุณู’ุชูุญู’ุจูŽุงุจูู‡ู ูููŠ ู†ูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู†ู‘ูŽู‡ูŽุงุฑู ูˆูŽุงุชู‘ูŽููŽู‚ููˆุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽูˆู’ ุบูŽู…ูŽุณูŽ ูŠูŽุฏูŽู‡ู ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุถูุฑู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุงุกูŽ ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฅูุณู’ุญูŽุงู‚ู ูˆูŽุฏูŽุงูˆูุฏู ูˆูŽุงู„ุทู‘ูŽุจูŽุฑููŠู‘ู ูŠูŽู†ู’ุฌูุณู ูˆูŽุงุณู’ุชูŽุฏูŽู„ู‘ูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุจูู…ูŽุง ูˆูŽุฑูŽุฏูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ุฑู ุจูุฅูุฑูŽุงู‚ูŽุชูู‡ู ู„ูŽูƒูู†ู‘ูŽู‡ู ุญูŽุฏููŠุซูŒ ุถูŽุนููŠููŒ

Kemudian, perintah ini menurut mayoritas ulama menunjukkan sunah, sedangkan Imam Ahmad memaknainya sebagai wajib pada tidur malam bukan pada tidur siang, dari Imam Ahmad juga dalam riwayat yang lain menyunnahkan pada tidur siang. Mereka sepakat seandainya mencelupkan tangan ke air, maka air tersebut tidaklah mengapa. Sedangkan Ishaq, Daud, dan Ath Thabari mengatakan airnya menjadi najis. Dalil mereka adalah riwayat yang menyebutkan perintah untuk menumpahkan air tersebut, tetapi hadits tersebut dhaif. (Fathul Bari, 1/264)

Imam Muslim menganggap bahwa langsung mencelupkan tangan ke bejana setelah bangun tidur, tanpa mencucinya dahulu, itu adalah makruh. Hal ini terlihat dari kitab Beliau, ketika membuat judul Bab:

ุจูŽุงุจู ูƒูŽุฑูŽุงู‡ูŽุฉู ุบูŽู…ู’ุณู ุงู„ู’ู…ูุชูŽูˆูŽุถู‘ูุฆู ูˆูŽุบูŽูŠู’ุฑูู‡ู ูŠูŽุฏูŽู‡ู ุงู„ู’ู…ูŽุดู’ูƒููˆูƒูŽ ูููŠ ู†ูŽุฌูŽุงุณูŽุชูู‡ูŽุง ูููŠ ุงู„ู’ุฅูู†ูŽุงุกู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุบูŽุณู’ู„ูู‡ูŽุง ุซูŽู„ูŽุงุซู‹ุง

Bab dimakruhkannya mencelupkan tangan ke bejana bagi orang yang berwudhu atau lainnya, karena dikhwatiri terdapat najis padanya, sebelum dia mencucinya dulu sebanyak tiga kali. (Shahih Muslim, 1/233)

Wallahul Haadi Ilaa Sawaa As Sabiil ..

🌿🌻🍃🌴🍀🌹🌷🌾🌺

✏ Farid Nu’man Hasan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top