Biji Tasbih Budaya Kafir?

💢💢💢💢💢💢💢

📨 PERTANYAAN:

Ustadz, mungkin udah tahu ya lagi ramai ada penceramah yang mengatakan tasbih bukan berasal dari Islam .. lho kalo gitu budaya kafir ya? Jazakallah

📬 JAWABAN

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Bismillah wal Hamdulillah …

Sangat disayangkan pernyataan seperti itu keluar dengan ringan dari seorang Ustadz. Dibarengi dengan gaya yang meremehkan para tokoh pahlawan Indonesia dengan sorban yang mereka pakai.

Ada pun tentang tasbih, sudah pernah saya bahas panjang lebar di channel ini. Baik antara yang pro dan kontra, namun mayoritas ulama menyatakan kebolehannya, dengan sejumlah dalil yang mereka sampaikan.

Saya tidak akan mengulangi itu, saya hanya menyampaikan dan menegaskan bahwa apa yang disampaikan ustadz tersebut sangat tertolak dan terlalu nekad.

Saya akan sampaikan saja beberapa penjelasan para Imam Ahlus Sunnah wal Jamaah dalam hal ini.

Imam As Suyuthi Rahimahullah -sebagaimana dikutip Imam Asy Syaukani Rahimahullah- berkata:

ูˆู‚ุฏ ุณุงู‚ ุงู„ุณูŠูˆุทูŠ ุขุซุงุฑู‹ุง ููŠ ุงู„ุฌุฒุก ุงู„ุฐูŠ ุณู…ุงู‡ ุงู„ู…ู†ุญุฉ ููŠ ุงู„ุณุจุญุฉ ูˆู‡ูˆ ู…ู† ุฌู…ู„ุฉ ูƒุชุงุจู‡ ุงู„ู…ุฌู…ูˆุน ููŠ ุงู„ูุชุงูˆู‰ ูˆู‚ุงู„ ููŠ ุขุฎุฑู‡ : ูˆู„ู… ูŠู†ู‚ู„ ุนู† ุฃุญุฏ ู…ู† ุงู„ุณู„ู ูˆู„ุง ู…ู† ุงู„ุฎู„ู ุงู„ู…ู†ุน ู…ู† ุฌูˆุงุฒ ุนุฏ ุงู„ุฐูƒุฑ ุจุงู„ุณุจุญุฉ ุจู„ ูƒุงู† ุฃูƒุซุฑู‡ู… ูŠุนุฏูˆู†ู‡ ุจู‡ุง ูˆู„ุง ูŠุฑูˆู† ููŠ ุฐู„ูƒ ู…ูƒุฑูˆู‡ู‹ุง ุงู†ุชู‡ู‰

Imam As Suyuthi telah mengemukakan berbagai atsar dalam juz yang dia namakan Al Minhah fi As Subhah, yang merupakan bagian dari kumpulan fatwa-fatwa, dia berkata pada bagian akhirnya: โ€œTidaklah ada nukilan seorang pun dari kalangan salaf dan tidak pula khalaf yang melarang kebolehan menghitung dzikir dengan subhah, bahkan justru MAYORITAS MEREKA MENGHITUNG DZIKIR DENGANNYA, dan mereka tidak memandangnya sebagai perbuatan yang dibenci. Selesaiโ€

(Imam Asy Syaukani, Nailul Authar, Hal. 317. Maktabah Ad Daโ€™wah Al Islamiyah)

Imam Ibnu Taimiyah Rahimahullah, seorang ulama yang track record-nya dikenal “keras” oleh banyak kalangan berkata:

ูˆูŽุนูŽุฏู‘ู ุงู„ุชู‘ูŽุณู’ุจููŠุญู ุจูุงู„ู’ุฃูŽุตูŽุงุจูุนู ุณูู†ู‘ูŽุฉูŒ ูƒูŽู…ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู„ูู„ู†ู‘ูุณูŽุงุกู : { ุณูŽุจู‘ูุญู’ู†ูŽ ูˆูŽุงุนู’ู‚ูุฏู’ู†ูŽ ุจูุงู„ู’ุฃูŽุตูŽุงุจูุนู ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ูู†ู‘ูŽ ู…ูŽุณู’ุฆููˆู„ูŽุงุชูŒ ู…ูุณู’ุชูŽู†ู’ุทูŽู‚ูŽุงุชูŒ } . ูˆูŽุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุนูŽุฏู‘ูู‡ู ุจูุงู„ู†ู‘ูŽูˆูŽู‰ ูˆูŽุงู„ู’ุญูŽุตูŽู‰ ูˆูŽู†ูŽุญู’ูˆู ุฐูŽู„ููƒูŽ ููŽุญูŽุณูŽู†ูŒ ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุงู„ุตู‘ูŽุญูŽุงุจูŽุฉู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูู…ู’ ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽูู’ุนูŽู„ู ุฐูŽู„ููƒูŽ ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ุฑูŽุฃูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฃูู…ู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ุชูุณูŽุจู‘ูุญู ุจูุงู„ู’ุญูŽุตูŽู‰ ูˆูŽุฃูŽู‚ูŽุฑู‘ูŽู‡ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุฐูŽู„ููƒูŽ ูˆูŽุฑููˆููŠูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฃูŽุจูŽุง ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูุณูŽุจู‘ูุญู ุจูู‡ู

โ€œMenghitung tasbih dengan jari jemari adalah sunah, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam kepada kaum wanita: โ€œBertasbihlah dan menghitunglah dengan jari jemari, karena jari jemari itu akan ditanya dan diajak bicara.โ€

Adapun menghitung tasbih dengan biji-bijian dan batu-batu kecil (semacam kerikil) dan semisalnya, maka hal itu perbuatan BAIK (hasan). Dan, dahulu SEBAGIAN SAHABAT Radhiallahu โ€˜Anhumi ada yang MELAKUKANNYA, dan Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam telah melihat ummul mukminin bertasbih dengan batu-batu kecil, dan beliau mentaqrirkannya (menyetujuinya), dan diriwayatkan pula bahwa Abu Hurairah pernah bertasbih dengannya.โ€ (Majmuโ€™ Fatawa, 5/225. Mawqiโ€™ Al Islam)

Imam Abu Thayyib Syamsul ‘Azhim Abadi Rahimahullah berkata:

ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ูˆูŽุฑูŽุฏูŽุชู’ ูููŠ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุขุซูŽุงุฑูŒ ุŒ ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูุตูุจู’ ู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุงู„ ุฅูู†ู‘ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุจูุฏู’ุนูŽุฉูŒ

Telah sampai BERBAGAI ATSAR tentang hal itu, dan sama sekali tidak benar bagi yang mengatakan itu adalah bidโ€™ah. (โ€˜Aunul Maโ€™bud, 4/367, sebagaimana dikutip dalam Al Mausuโ€™ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah, 21/259)

Imam Al Munawi Rahimahullah berkata:

ูˆู‡ุฐุง ุฃุตู„ ููŠ ู†ุฏุจ ุงู„ุณุจุญุฉ ุงู„ู…ุนุฑูˆูุฉ ูˆูƒุงู† ุฐู„ูƒ ู…ุนุฑูˆูุง ุจูŠู† ุงู„ุตุญุงุจุฉ ูู‚ุฏ ุฃุฎุฑุฌ ุนุจุฏ ุงู„ู„ู‡ ุจู† ุฃุญู…ุฏ ุฃู† ุฃุจุง ู‡ุฑูŠุฑุฉ ูƒุงู† ู„ู‡ ุฎูŠุท ููŠู‡ ุฃู„ูุง ุนู‚ุฏุฉ ูู„ุง ูŠู†ุงู… ุญุชู‰ ูŠุณุจุญ ุจู‡

โ€œHadits ini merupakan dasar terhadap sunahnya subhah (untaian biji tasbih) yang sudah dikenal. Hal itu dikenal pada masa sahabat, Abdullah bin Ahmad telah meriwayatkan bahwa Abu Hurairah memiliki benang yang memiliki seribu himpunan, beliau tidaklah tidur sampai dia bertasbih dengannya.” (Faidhul Qadir, 4/468. Cet. 1, 1415H-1994M. Darul Kutub Al โ€˜Ilmiyah, Beirut – Libanon)

Syaikh Abdul Aziz bin Baaz Rahimahullah berkata:

ู„ูƒู† ูŠุฌูˆุฒ ู„ู‡ ู„ูˆ ุณุจุญ ุจุดูŠุก ูƒุงู„ุญุตู‰ ุฃูˆ ุงู„ู…ุณุจุญุฉ ุฃูˆ ุงู„ู†ูˆู‰ุŒ ูˆุชุฑูƒู‡ุง ุฐู„ูƒ ููŠ ุจูŠุชู‡ ุŒ ุญุชู‰ ู„ุง ูŠู‚ู„ุฏู‡ ุงู„ู†ุงุณ ูู‚ุฏ ูƒุงู† ุจุนุถ ุงู„ุณู„ู ูŠุนู…ู„ู‡ ุŒ ูˆุงู„ุฃู…ุฑ ูˆุงุณุน ู„ูƒู† ุงู„ุฃุตุงุจุน ุฃูุถู„ ููŠ ูƒู„ ู…ูƒุงู† ุŒ ูˆุงู„ุฃูุถู„ ุจุงู„ูŠุฏ ุงู„ูŠู…ู†ู‰

โ€œTetapi boleh baginya seandainya bertasbih menggunakan kerikil atau misbahah (alat tasbih) atau biji-bijian, dan meninggalkan biji tasbih itu dirumahnya sehingga manusia tidak menggantungkannya, dan dahulu PARA SALAF MELAKUKANNYA. Masalah ini lapang, tetapi menggunakan jari adalah lebih utama pada setiap tempat, dan utamanya dengan tangan kanan.”. (Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Majmuโ€™ Fatawa wa Maqallat, 29/318. Mawqiโ€™ Ruh Al Islam)

Syaikh Muhammad bin Shalih Al โ€˜Utsaimin Rahimahullah mengatakan:

ุงู„ุณุจุญุฉ ู„ูŠุณุช ุจุฏุนุฉ ู„ุฃู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู…ุฑ ุนู„ู‰ ู†ุณุงุก ูˆู‡ู† ูŠุณุจุญู† ุจุงู„ุญุตู‰ ูู‚ุงู„ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุงุนู‚ุฏู† ุจุงู„ุฃู†ุงู…ู„ ูุฅู†ู‡ู† ู…ุณุชู†ุทู‚ุงุช ูู‚ุฏ ุจูŠู†ุช ุงู„ุณู†ุฉ ุญูƒู… ุงู„ุชุณุจูŠุญ ุจุบูŠุฑ ุงู„ุฃุตุงุจุน ูˆุฃู† ุงู„ุฃูˆู„ู‰ ุงู„ุชุณุจูŠุญ ุจุงู„ุฃุตุงุจุน

“As Sub-hah (untaian biji tasbih) BUKANLAH BID’AH, karena Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam pernah melewati para wanita, dan mereka sedang bertasbih menggunakan batu-batu kecil (semacam kerikil). Maka Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda: โ€œHitunglah bilangannya dengan ujung-ujung jari, karena nanti itu akan diajak bicara (pada hari kiamat).โ€ Saya telah menjelaskan tentang KESUNNAHAN hukum bertasbih dengan selain jari jemari dan lebih utamanya bertasbih adalah dengan jari jemari.”

(Syaikh Muhammad bin Shalih Al โ€˜Utsaimin, Fatawa Nur โ€˜alad Darb, Bab Mutafariqah, No. 708. Mawqiโ€™ Ruh Al Islam)

Demikian. Data-data ini sudah cukup menunjukkan kekeliruan penceramah tersebut dan dia telah menabrak para imam kaum muslimin. Semoga selanjutnya bisa mawas diri.

Wallahul Muwafiq ila Aqwamith Thariq

🌷🌴🌱🌸🍃🌵🍄🌾

โœ Farid Nu’man Hasan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top